NovelToon NovelToon
The Last Lotus

The Last Lotus

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Tamat
Popularitas:35.6k
Nilai: 5
Nama Author: sri devi

Demi rasa cinta yang besar, seorang perempuan menyembunyikan kebenaran. Baginya kebenaran tidak ada gunanya tanpa kepercayaan.

Rasa cinta yang memudar seiring dengan kepercayaannya kepada perempuan itu, ia berusaha mencari kebenaran untuk ibundanya, tetapi ia justru terjebak dalam cinta yang lain.

Sedangkan dia memegang kunci kebenaran yang di sembunyikan perempuan tersebut, dan juga kepercayaan yang di berikan tapi ia juga terjebak dalam cinta yang salah.

Akankah mereka berhasil mencari kebenaran?
Apakah perempuan itu mendapat kepercayaan?
Apakah dia dapat terbebas dari cinta yang salah?

Penasaran? langsung baca yuk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sri devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjaga rahasia

"Jira, kenapa meminta bertemu di sini?" Andini menyambut Jira dengan senyuman lebar tapi Jira tak membalasnya. 

"Ji, ada sesuatu yang terjadi?" tanya Andini heran pada ketidakramahan wanita yang dicinta Arsa. 

"Tan, kenapa berselingkuh?" tanya Jira singkat. 

Wajah Andini tampak kaget tapi berikutnya dia terbahak-bahak. "Ji, otakmu korslet?" tanya Andini di sela tawanya.

"Tante, aku serius. Kenapa cari perkara di usia Tante? Om Mandala punya keluarga, gimana kalau Arsa tahu?"

Hening. Andini terdiam, jarinya mengetuk meja dengan irama yang memuakkan Jira.

"Apa maumu?" tanya Andini dengan suara yang berbeda, sama sekali tak ramah. 

"Nggak ada. Aku hanya mengingatkan, kasihan Arsa."

"Kamu mengingatkan atau mengancam?" tanya Andini santai. 

"Tan, aku ..." Jira enggan melanjutkan kalimatnya karena tak suka pada ekspresi Andini yang tampak tidak bersalah tapi dikeluarkannya juga hal yang membebani hatinya.

"Om Mandala bukan orang baik. Dia melakukan kecurangan." Jira berusaha memberi peringatan tapi melihat ekspresi Andini yang tampak datar, Jira menebak wanita itu tahu atau bahkan bersekongkol. Sekelebat Jira mengingat ucapan Crystal tentang rencana jahat Andini. 

"Jira, masalah pribadi kami nggak ada hubungannya denganmu, kami ...."

"Ya, memang nggak ada. Aku nggak berhak ikut campur kecuali kalian mengusik keluargaku!"

Kali ini Andini menyipitkan matanya, dengan seksama mengamati Jira. "Keluargamu? Siapa maksudmu? Ayahmu atau adikmu? Oh maaf, Crystal bukan adikmu ...."

"Jangan ganggu Crystal!"

Andini seketika tergelak, tawanya meremehkan Jira yang menahan kesal.

"Kamu sekarang peduli sama anak itu? Kenapa? Bukankah kamu membencinya?"

Tak ada satu pun kata keluar dari bibir Jira tapi ketika Andini terus bicara tak karuan tentang Crystal, Jira mulai naik pitam.

"Akui saja Jira, Crystal punya daya tarik sendiri untuk Arsa. Adikmu nggak selugu bayanganmu, dia bisa melakukan apa pun untuk merebut semua yang bisa jadi miliknya. Jadi sebaiknya kamu berada satu kapal denganku kecuali kamu mau aku menghasut Arsa untuk memilih Crystal daripada kamu!"

"Arsa nggak akan terhasut."

"Mungkin. Tapi apa kamu yakin dia akan terus bertahan dengan godaan dari Crystal?!"

Kali ini Jira berdiri setelah menarik kursinya dengan kasar hingga terpental. Digebraknya meja hingga Andini terlonjak kaget lalu dia menuding Andini dengan telunjuknya. "Crystal bukan perempuan murahan seperti Tante! Jangan pernah mengadu domba kami! Arsa akan tahu kejahatan Tante!"

Setelahnya Jira meninggalkan Andini yang masih bicara. "Saat ini Arsa mungkin mencintai kamu tapi dia lebih mencintai aku. Dulu Arsa menerima perjodohan denganmu juga karena bujukanku!"

Lamunan Jira dihentikan oleh kedatangan Arsa ke dalam kamar. Mereka saling pandang dalam diam hingga Arsa yang lebih dulu tertawa. "Kenapa, Ji?" tanya Arsa heran saat melihat ekspresi datar Jira. 

"Mau makan sekarang?" tanya Jira sambil berdiri tapi Arsa menahan Jira untuk tetap duduk, dipandangnya wajah Jira sambil tersenyum lalu perlahan disentuhnya pipi Jira.

"Ada masalah di kantor?" tanya Arsa.

"Hm, biasa, debat direksi. Bukan hal besar," jawab Jira sambil tersenyum. 

Perlahan Arsa membawa kepala Jira bersandar ke dadanya lalu didekapnya tubuh Jira. "Ji, kalau ada masalah jangan dipendam sendirian. Ceritain, siapa tahu aku bisa bantu, minimal nggak nambah kerutan di kening kamu ini," kata Arsa sambil mengusap pelan dahi Jira. 

Rasa hangat menerobos hati Jira. Pelukan dan sentuhan Arsa mendamaikan hatinya. Sebagian dirinya meminta untuk jujur menceritakan segala hal pada Arsa tapi ketika Arsa kembali bicara, Jira mengurungkan niatnya.

"Ji, besok aku mau ke makam mama, mau ikut?" tanya Arsa. 

"Ya, nanti aku ikut. Sa, masih terasa sakit?" tanya Jira hati-hati. 

"Masih. Kamu tahu kalau mama itu orang yang paling aku cinta. Dia sayang banget sama aku, sama kamu, sama Crystal. Setelah papa nggak ada, mama kerja keras besarkan aku sekaligus ngurus perusahaan yang terancam bangkrut. Untung ada Om Mandala yang bantu kami. Kamu tahu sendiri Om Anggara kurang peka."

Hati kecil Jira terasa perih. Wanita yang diagungkan Arsa adalah wanita yang menusuknya dan menyebabkan Crystal jatuh tapi tak mungkin dia menyakiti hati Arsa. 

"Sa, kamu masih cinta aku, kan?" tanya Jira tiba-tiba. 

Arsa melepas dekapan lalu menatap wajah Jira dengan seksama. "Kamu satu-satunya cintaku, Sayang!" kata Arsa lalu mengecup pelan bibir Jira. 

Jadi tolong jangan kecewakan aku, Ji. Tolong jangan berbohong.

**

Sudah hampir seminggu Crystal bekerja di JiSa. Pekerjaannya hanya menyapa pelanggan dengan ramah sembari memeriksa kondisi meja yang berantakan. Wajahnya terlihat gembira hingga Bas pun ikut merasa senang. Diam-diam dia memotret Crystal yang sedang tersenyum lebar menyapa seorang anak kecil. Dikirimkannya foto itu ke ponsel Jira. 

"Selamat datang!" Crystal menyapa seorang wanita berkacamata hitam dengan kepala ditutup selendang hitam. Pakaiannya juga serba hitam hingga mirip pelayat di pemakaman. Wanita itu memandangi Crystal sesaat lalu berlalu ke meja yang agak tersembunyi, tertutup dinding penuh bunga mawar. 

"Crys, aku mau pergi dulu. Kalau capek istirahat aja," kata Arsa sambil menepuk pundak Crystal. 

Tapi bukannya istirahat, Crystal malah asik berkeliling mengitari meja-meja sambil menebar senyum. Wajahnya masih semringah sampai dia berhenti di depan wanita serba hitam. Wanita itu membuka kacamatanya lalu menatap Crystal dengan lekat. 

"Maaf, ada yang bisa saya bantu?" tanya Crystal sopan. 

"Kamu ... Kamu ...." 

"Mbak Crystal, Ibu Jira udah datang!" Bas menyela ucapan sang wanita hingga Crystal menoleh.

"Oh ya, tunggu dulu." Crystal kembali menatap sang wanita yang mengenakan kacamatanya lagi. 

"Tadi ibu butuh apa?"

"Egh, saya ...."

"Crys, ayo!" kali ini Jira sudah mendekat membuat Crystal menoleh. 

"Sebentar, Kak. Bu, maaf saya harus pergi. Saya panggilkan karyawan lain, ya."

Crystal segera berlalu menyambut Jira yang melirik ke meja wanita serba hitam. 

"Siapa itu?" tanya Jira menyelidik. 

"Pelanggan. Nggak kenal. Kakak ngapain ke sini? Kak Arsa lagi keluar." Crystal balik bertanya dengan heran. 

"Aku tahu dia ada meeting sama komisarisnya. Aku mau makan siang sama kamu."

"Kangen aku, ya?" goda Crystal sambil merangkul lengan Jira dengan manja. Jira tak menanggapi tapi Crystal malah tertawa dan merengek minta dibelikan croissant. 

Sementara wanita serba hitam menatap keduanya melalui jendela kaca yang menuju ke halaman parkir. 

"Jadi kalian berdua hidup akur dan bahagia?" tanya wanita itu dalam hati. 

**

Setelah rapat dengan beberapa komisaris, Arsa menyempatkan diri masuk ke ruangan direktur utama. Ruangan itu masih tampak sama seperti saat Andini masih hidup. Hanya papan nama yang berubah menjadi Anggara Amran, adik Andini. Bahkan foto-foto Andini masih melekat di tempatnya karena Anggara tak berani mengubah ruangan. 

"Om, sebenarnya nggak masalah kalau Om mengubah ruangan sesuai selera Om," kata Arsa sambil menatap foto Andini, Prama dan dirinya saat masih kecil. 

"Om lebih suka begini, jadi Om merasa mama kamu masih ada. Om juga merasa diawasi dia."

Arsa tertawa begitu pun Anggara yang menanyakan kabar Jira. "Sudah hamil?" tanya Anggara sambil bersandar di sofa. 

"Belum. Jira belum mau punya anak."

"Oh ya? Pasti karena Jira mau fokus ngurus proyek taman bermain itu ya?"

"Ya, itu salah satunya tapi alasan lain karena Crystal. Jira nggak mau punya anak sampai Crystal bisa mandiri."

"Ya, Jira memang bijak tapi ingatkan untuk nggak terlalu lama menunda hamil. Dia harus bahagia juga, nggak terbebani kecelakaan Crystal terus."

Arsa menoleh menatap Anggara yang tersenyum. "Jira pasti terpukul dengan keadaan Crystal yang sekarang karena kita tahu dulu mereka nggak akrab, kan? Dia pasti menyesal dulu mengabaikan adiknya."

"Kalau mamamu masih ada, Om mau menagih taruhan."

"Taruhan apa?" tanya Arsa heran. 

"Sebenarnya dulu mamamu mau menjodohkan kamu sama Crystal tapi Alvano lebih dulu mengatur perjodohanmu dengan Jira. Mamamu sempat berpikir tapi Om bilang kamu lebih serasi sama Jira. Terbukti, kan? Kalian berdua cocok, saling jaga sampai maut memisahkan ya, Sa."

Arsa terdiam karena tiba-tiba teringat semua ucapan Andini tentang Crystal. 

"Sa, jaga Crystal juga, kasihan anak itu dari lahir nggak pernah benar-benar bahagia."

1
sksksk
kece
??????@!2😍😄6h9
Nemu Lg karya yg the best
Ilfra Ilivasa
dari prolog udah bagus kak! mantap!
Ilfra Ilivasa
mantap kata-katanya! dan akan saya jawab, "ia tidak marah, melainkan sang awan lah yang menghilangkan bulan dan itu artinya bulan itu tidaklah marah. Dirinya hanya membutuhkan waktu untuk keluar dari awan itu"
Eva Sri Wahyuni
ini novel yang paling sad sih 😭
sksksk: sengaja buat yang sad" bund biar keluar air matanya 🤭
total 1 replies
sksksk
bagus banget
⚚𝓐𝔂𝓮͠𝓼𝓱𝓪͛👒
yaa aampuun thor berasa banget beban yg di tanggung jira semasa hidupnya
ga nyangka dia bakal pergi padahal yg berjuang sekuat tenaga adalah jira
kirain endingnga jira bakal bahagia padahal bahagianya hanya sementara
keren sih authornya memang ku akui ceritanya berat banget full masalah tapi itu yg jadi keseruan tersendiri gimana dia bisa menjalani semuanya dan bisa melindungi orang orang yg di sayangi
sksksk: makasi kakak sudah mampir
total 1 replies
Arasa Cimamahmuda
nyimak
nura julian
tulisan rapi 👍
sksksk: terimakasih 🥰
total 1 replies
Quora_youtixs🖋️
semangat terus sukses selalu buat karyamu 👍
Yeni Eka
Aku hadir nih thor kasih boom like
Nona Bucin 18294
💜💜💜
Nona Bucin 18294
like like like 💜
Nona Bucin 18294
Hai kak aku mampir,,,
circle
aku mampir Thor, 😘😘
Sweet chicie💞
wah aku up jejak sampai disini dlu ya kak,, nyicil baca ya ni bakal jadi pr,,, mangattt
Sweet chicie💞
rindu mampir kak, baru mulai baca udah tertarik kak, semangat ya berkarya terus,...
Sweet chicie💞
like
Sweet chicie💞
up
SoVay
hadiiiirrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!