Seorang wanita yang hidup hanya berdua dengan adik laki-lakinya, namun sang adik selalu saja membuat masalah sampai membuat sang kakak harus membereskan masalah yang di buatnya, dari masalah yang datang kepadanya di situlah dia di pertemukan dengan seorang pria yang akan masuk di kehidupan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurmay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada apa dengan Afdhal?
Setelah sampainya Afdhal di kontrakan nya Syafa, Afdhal segera mengetuk pintunya dan tidak lama Syafa pun membukakan nya.
'' Af kamu, masuk yuk,'' ucap Syafa mempersilahkan masuk.
'' Kamu sedang apa?''
'' Aku habis beres-beres,''
'' Berarti belum makan?''
'' Hehehe, iya. Tau aja,''
Afdhal tersenyum simpul dengan by jawaban Syafa. '' Ya sudah nih makan,''
'' Lho Af, kamu repot-repot banget,''
'' Enggak, ini tadi dari keluarga pasien ku, katanya untuk tanda terimakasih, berhubung aku enggak makan makanan junk food ya mending aku kasih ke kamu, dari pada mubazir kan,'' ucap Afdhal.
'' Oh, ya sudah terimakasih ya, kebetulan aku juga lapar,'' ucap Syafa dengan memamerkan gigi putih nya.
Dengan gemas Afdhal mencubit hidung mancung Syafa sampai meninggalkan bekas merah di sana. '' Sakit Af,'' rintih Syafa.
'' Heheh maaf, abisnya gemas aku sama kamu,'' ucap Afdhal.
'' Ya sudah kalau gitu aku pulang ya, sudah malam juga, enggak enak dilihat tetangga nanti timbul fitnah, bisa-bisa di arak satu komplek,'' gurau Afdhal.
'' Hahah, lebay kamu Af, ya sudah sana, hati-hati ya dan terimakasih makanannya,'' ucap Syafa dan Afdhal pun bergegas untuk pergi dari sana.
Syafa mengantarkan nya sampai depan pintu, Afdhal masuk ke mobilnya dan pergi melajukan nya setelah melakukan kebiasaan nya yang mengusap lembut kepala Syafa sebelum pergi.
Setelah memastikan Afdhal telah pergi dengan mobilnya, Syafa masuk ke dalam rumah untuk makan makanan yang di berikan Afdhal tadi.
Malam itupun berlalu begitu saja, dan pagi ini Syafa bersantai di kontrakan nya karena jadwal masuknya yang sudah di jadwalkan siang nanti begitu juga Afdhal, ia masih melakukan aktivitas nya yaitu olahraga.
'' Af, nak!'' panggil sang ibu.
'' Ya Bu, kenapa?''
'' Antarkan ibu ke minimarket ya,'' pinta sang ibu.
'' Iya Bu sebentar ya, Afdhal mandi dulu.'' jawab Afdhal yang segera menuntaskan aktivitas nya dan berlalu untuk membersihkan tubuhnya dari keringat-keringat yang menempel di badan atletisnya.
'' Kapan anak ku akan menikah, padahal umurnya sudah cukup untuk memperistri seorang wanita,'' gumam ibu Afdhal.
Dua puluh menit sang ibu menunggu Afdhal selesai mandi, akhirnya Afdhal keluar dari kamar dengan penampilan santainya.
'' Ayo bu,'' ajak Afdhal, ibunya pun be dehem sebagai jawaban nya.
Merekapun berlalu dengan mobil menuju pusat perbelanjaan yang ada di daerah Jakarta.
'' Kan ibu bilang minimarket Af,''
'' Tidak apa Bu disini saja, kan lebih lengkap,'' ucap Afdhal dengan lembut.
'' Ya sudah terserah kamu,''
Afdhal anak yang penurut dan penyayang apalagi terhadap orang tuanya, ia membuntut di belakang sang ibu yang terus memilah-milah perlengkapan kebutuhan sehari-hari untuk dirumah dan Afdhal yang mendorong troli yang isinya hasil belanjaan sang ibu.
'' Sudah Af, sepertinya cukup.''
'' Ya sudah ibu tunggu di kursi saja sana, biar Afdhal yang membayarnya,'' ucap Afdhal dan ibunya pun berlalu menurut dengan ucapan anak semata wayangnya.
Setelah melakukan pembayaran dan Afdhal langsung mencari keberadaan sang ibu yang tadi pergi lebih dulu.
'' Af disini!'' teriak ibu Afdhal yang melambaikan tangannya di tengah-tengah ramainya pengunjung.
'' Astaghfirullah ibu, Afdhal cari-cari ternyata disini,''
'' Iya tadi ibu habis mengobrol dengan seorang wanita hamil,''
'' Ya sudah ayo,''
Afdhal memasukan belanjaan ke dalam bagasi mobil dan segara masuk ke dalam mobil yang sang ibu sudah berada di dalamnya, perlahan Afdhal melajukan mobilnya meninggalkan area pusat perbelanjaan itu.
'' Emmm Af, setelah ibu mengobrol dengan wanita hamil tadi, rasa-rasanya ibu ingin sekali segera memiliki menantu,'' ucap ibu hati-hati karena takut menyinggung perasaan anaknya.
'' Heheh, ibu bisa saja. Ibu doakan Afdhal saja ya agar Afdhal bisa mempersunting wanita yang Afdhal cintai,'' jawab Afdhal dengan tawanya.
'' Lho memangnya kamu sudah punya calon toh?''
'' Insyaallah sudah, tapi belum pasti,''
'' Pastikan dong nak', kenalkan dong sama ibu,'' pinta sang ibu.
'' Ibu sudah mengenalnya,'' jawaban Afdhal tentu menyisakan banyak tanya di benak hati sang ibu.
'' Sudah mengenalnya, siapa Af?'' tanya ibu yang penasaran dengan jawaban sang anak.
'' Nanti juga ibu tau,''
Matahari sudah meninggi, Afdhal sudah siap untuk berangkat ke rumah sakit, dengan penampilan rapihnya Afdhal berpamitan dengan sang ibu dan berlalu dengan mobilnya.
Niat hati ingin menjemput Syafa di kontrakan nya tapi Syafa sudah lebih dulu mengirimkan pesan singkat ke ponsel Afdhal yang mengatakan kalau dirinya sudah berada di rumah sakit.
Rumor hubungan Syafa dan Afdhal semakin meluas, namun Syafa yang selalu di tanya dengan pertanyaan bermacam-macam oleh beberapa perawat dan dokter yang tertarik dengan hubungan mereka tentu saja terus mengelak karena memang tidak ada hubungan apapun yang di jalani nya kecuali persahabatan.
'' Selamat siang,'' sapa Syafa pada resepsionis yang sudah sering sekali makan bareng di kantin rumah sakit.
'' Siang Sya,'' jawabnya.
Syafa berjalan menuju ruangan Afdhal untuk menaruh jadwal pemeriksaan dan Oprasi yang akan di lakukan Afdhal.
Setelah menaruh nya di atas meja kerja Afdhal, Syafa segera keluar dari sana dan masuk ke ruangan nya yang ada di sebelah ruangan Afdhal.
Tapi sebelum masuk ke ruangannya, Syafa di kejutkan oleh panggilan seseorang yang langsung menepuk pundaknya.
'' Hei Syafa,'' panggilnya.
'' Astaghfirullah, dokter Dicky mengagetkan saya,''
'' Ohh kamu kaget ya, maaf ya. Oh ya kamu sudah makan siang? kalau belum kita ke kantin yuk,'' ajaknya.
'' Oh ya sudah tunggu ya, saya naruh tas saya dulu ke dalam,'' ucap Syafa yang menyetujui ajakan Dokter Dicky karena kebetulan dia juga belum makan dari Kontrakan nya pula.
Tapi sebelum mereka sampai kantin, Afdhal sudah memanggil Syafa yang baru saja keluar dari lift dan membuat dokter Dicky salah tingkah karena Afdhal melihat mereka berjalan bersama.
'' Kalian mau kemana?'' tanya Afdhal.
'' Dokter Dicky mengajak saya makan siang bersama ke kantin ya kebetulan saya juga belum makan,'' jawab Syafa.
'' Oh ya sudah saya ke ruangan saya dulu,'' ucap Afdhal yang berlalu meninggalkan Syafa dan Dicky yang merasa heran pada sikap Afdhal yang tidak seperti biasanya.
'' Dokter Afdhal kok tidak marah? apa benar mereka tidak mempunyai hubungan yang spesial?'' gumam dokter Dicky dalam hati.
'' Afdhal kenapa ya?'' gumam Syafa dalam hati yang merasa janggal dengan sikap Afdhal yang terkesan cuek dengan nya.
Syafa dan Dicky berlalu juga ke arah berlawanan dengan Afdhal, ya mereka melanjutkan niatnya yang memang ingin ke kantin untuk makan bersama di sana.
Setelah sampai di kantin yang terletak di lantai dasar yang ada di sebelah timur, Syafa dan Dicky segara memesan makanan yang ingin di makannya.
Duduk di kursi yang ada di dekat pintu masuk, Syafa dan Dicky makan dengan tenang, namun tiba-tiba mata Syafa menangkap seseorang yang duduk dengan jarak tiga meja dari mejanya.
Ya dia melihat Rizky yang juga sedang makan namun tidak sendirian tetapi bersama dengan seorang pria yang duduknya membelakangi Syafa.
Saat Syafa menatap Rizky dan kebetulan Rizky juga melihat nya, mata mereka bertemu tapi karena Syafa langsung mengalihkan pandangannya Rizky pun tidak menyapa nya karena satu hal yang hanya Rizky yang tau.
bersambung..
suksez
semngt
mksh