💐💐 NOTED DARI AUTHOR, HATI - HATI DARAH TINGGI KALO BACA NOVEL INI💐💐😜
***
Mencintai dan Dicintai
Menyakiti dan Tersakiti
---
Malik dan Kania, disatukan dalam perjodohan namun tidak dalam suatu tekanan. Menerima dengan lapang dada perjodohan yang dilakukan oleh Kakeknya Malik atas dasar bakti pada sang kakek.
Tak ada benci pada awalnya meski butuh waktu saling menerima hingga rasa cinta diantara mereka mulai tumbuh dan bersemi.
Namun badai sedikit demi sedikit mulai menghantam mahligai rumah tangga mereka.
Akankah Malik dan Kania berpisah pada akhirnya?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emaknya Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AC – 31
Happy reading ..
----
"Aku berharap apa yang kulihat hanya sebuah mimpi buruk semata."
( Kania Ailani )
--
M....
“K..a..n..i..a....”
Malik mendengar Dimas berbicara saat ia akan melakukan prosesi penyematan cincin kawin, ia menoleh pada sahabatnya itu yang sedang terpaku, menatap ke satu arah.
Mata Malik pun mengikuti arah mata Dimas yang terpaku menatap pintu.
“Sayang!.” Malik spontan berdiri.
Rasanya dunia seketika itu menjadi gelap bagi Malik. Melihat Kania berdiri disana menatap padanya dengan tatapan kecewa bersama air mata yang sudah terjun ke pipi mulusnya, yang dipastikan kalau wanita itu sudah melihat segala yang terjadi barusan. Ijab kabul dan wanita yang kini sudah berdiri di samping Malik.
Kania tak berbicara, hanya menatap Malik dalam diam dari tempat ia berdiri sekarang. Lalu menatap perempuan berkebaya putih disamping Malik yang rasanya ingin sekali dia aniaya.
Namun rasa sakit yang teramat sangat pada Malik membuat kakinya seketika kaku. Lidahnya seketika kelu. Rasanya langit runtuh diatas Kania saat ini, melihat suaminya, laki – laki yang amat sangat dicintainya, sudah mengkhianati kesetiaannya serta pernikahan mereka.
“Sayang!.”
Malik langsung bergerak cepat melihat Kania yang sudah berbalik dan berjalan pergi dengan cepat. Wanita itu setengah berlari diikuti Terry, Ivan dan Tian.
“Sayang!. Kania! Tunggu!.”
Malik tak sampai mengejar Kania yang sudah masuk mobil dengan sangat cepat bersama Terry. Dan mobil Kania yang di kendarai supir itu melesat dengan cepat setelah Kania dan Terry masuk ke dalamnya.
Sekilas Malik nampak melihat dua teman Kania lainnya. Tian dan Ivan.
“Tian! Ivan!. Tunggu!” Malik berteriak memanggil nama kedua teman Kania yang juga sudah masuk mobil mereka dan melesat maju, nampak menyusul mobil Kania. Mengabaikan panggilan Malik.
Dimas sudah menyusul Malik yang lari keluar. Beberapa tamu yang tak begitu banyak juga beberapa ikut berhambur keluar sementara yang lainnya kasak – kusuk tentang kejadian yang barusan.
“Dim, ambil mobil!.” Malik menyuruh Dimas agar segera mengambil mobil. Sambil meraih ponselnya, mencoba menghubungi Kania. “Sayang, angkat telpon aku, tolong.” Gumamnya. “Ah, shit!.”
“Lik!.” Dimas sudah berada di dalam mobil, dibalik kemudi. Dengan cepat juga, Malik bergegas masuk. Meninggalkan tempat ia melakukan ijab kabulnya dengan sang mantan. Rika. Yang menatap Malik pergi dengan rasa sedih dalam hatinya.
“Angkat telponnya sayang .... please.”
Berkali – kali Malik mencoba menghubungi Kania, namun istrinya itu tak mau menerima panggilannya.
Bahkan panggilan terakhir Malik di tolak oleh Kania.
“Sa .... A...h, SHIT!.” Malik mengumpat kencang. Namun ia tak gentar terus mencoba menghubungi Kania. “AH SHIT!.” Ia memukul mukul dashboard mobil Dimas sambil terus mengumpat dengan gusar.
“Sabar Lik.” Dimas yang ikut tak tenang setelah tadi Kania yang datang memergoki Malik saat Ijab Kabul dengan Rika. Dan kini Malik nampak kacau dan gusar. Mata sahabat sekaligus Bosnya itu sudah terlihat memerah.
“Sayang.. kenapa dimatikan? .... Damned!”
Malik terdengar berkata lirih. “Kenapa Lik?.” Tanya Dimas sambil menyentuh bahu Malik yang kini bersandar sambil memijat kepalanya.
“Ponselnya Kania udah ga aktif....”
--
“Tega banget kamu M! ... Tegaaaa!! ....”
Kania tak henti – hentinya menangis dan meraung di dalam mobil, sejak ia meninggalkan rumah bercat hijau dimana Malik melakukan pernikahan dengan wanita lain.
“Ni....”
Mata Terry ikutan basah melihat kondisi Kania saat ini.
“Kurang gue apa Teerrrr????... Salah gue apa?! .... Kenapa?! Kenapa dia lakukan ini sama gue?!.”
Kania terus menangis sambil meraung dipelukan Terry.
“Sabar Ni ... sabar ....” Terry memeluk sahabatnya itu dengan erat. Ya Tuhan Kania, gue ga tega liat lo kayak gini. Batin Terry.
Deringan ponsel terdengar, tanda panggilan masuk. Namun Kania dan Terry mengabaikan.
Kania yang terus menangis, meraung histeris dalam perjalanan, dan Terry terus memeluknya sambil terus mencoba menguatkan.
“Kenapa kamu setega ini, M?. Kenapa? Salah aku apa? .... Salah aku apa M ....?!.”
Kini Kania menangis sembari menutup wajahnya. Terry tetap terus memberikan dukungannya. Sementara Pak Cokro yang merupakan supir pribadi Kania merasa iba dan terenyuh melihat majikan wanitanya yang ramah dan selalunya tampak ceria dengan senyuman yang hampir tak pernah lepas dari wajah cantiknya itu, kini nampak terlihat sangat hancur.
Ya Allah, Non Kania .... Batin Pak Cokro yang tak tega melihat majikan mudanya saat ini.
“Ni, ponsel lo kayak bunyi terus. Ga mau lo liat?.”
“Pasti dia Ter .. pasti dia....”
Kania tak lagi meraung, namun masih terisak dengan sangat, merasakan dadanya yang amat sesak. Hampir sulit bernafas.
“Ga coba lo lihat dulu ponsel lo, Ni?.”
Kania tak menjawab. Namun mencoba mengambil ponsel dari dalam tasnya.
“Pengkhianat!.”
Kania memaki pada ponselnya yang menampilkan tulisan ‘My Perfect Husband’.
“Pengkhianat kamu M....” Kania menolak panggilan dan langsung me non aktifkan ponselnya.
“Maaf, Nyonya Kania. Apa kita langsung pulang?.” Pak Cokro memberanikan diri untuk bertanya karena dia sendiri bingung.
Pulang.... Batin Kania.
-----
“Sayang.... maafkan aku....”
Malik menggumam saat di perjalanan. Ponsel Kania yang tak kunjung aktif tak bisa dihubungi. Termasuk juga Terry dan Pak Cokro yang ponselnya pun ikut di non aktifkan nampaknya.
“Kita ke Penthouse lo aja, Lik?.”
“Iya. Mungkin Kania sudah sampai disana sekarang.”
Malik sudah nampak putus asa, hatinya sudah gelisah tak karuan. Berharap dan berdoa kalau Kania mau memaafkannya.
Dimas hanya bisa menatap iba pada Malik yang terduduk lesu disampingnya. Nampak sangat takut dan putus asa.
Dimas paham betul ketakutan Malik yang amat sangat mencintai Kania. Tau kalau Malik pun terluka atas luka yang ia torehkan pada istrinya itu.
Gue Cuma bisa mendoakan yang terbaik buat lo sama Kania, Lik. Batin Dimas. Semoga hubungan lo sama Kania bisa baik lagi.
“Sayang!.” Malik masuk ke dalam Penthouse pribadinya dan Kania dengan tergesa setelah Bi Dian membukakan pintu. “Sayang! K?!.” Memanggil – manggil nama Kania sambil berlari masuk ke kamar dan mengecek setiap ruangan.
“Den Malik?.”
Bi Dian terheran – heran melihat Malik yang tampak begitu panik saat masuk ke dalam Penthouse nya.
“Bi.” Sapa Dimas pada Bi Dian.
“Den Dimas. Ada apa?. Den Malik kenapa?.”
Bi Dian yang keheranan melihat Malik, bertanya pada Dimas.
Dimas hanya terdiam. Membuat Bi Dian makin bertanya – tanya.
“Den Malik, Aden kenapa....”
“Bi, Kania mana?!.” Malik keburu menghampiri Bi Dian dan bertanya soal Keberadaan Kania sebelum wanita paruh baya itu menyelesaikan kalimatnya.
“Non Kania?.”
“Iya Bi, Kania. Mana dia?.” Malik bertanya sambil memandang wajah Bi Dian dengan serius.
Seharusnya memang Kania sudah berada di rumah saat ini, mengingat istrinya itu sudah lebih dulu melaju dari rumah Rika.
“Tapi Non Kania belum pulang, Den.”
Bi Dian menjawab dengan sedikit gugup. Karena melihat nampaknya Malik sedang dilanda panik. Ada apa ini Ya Allah?.
---
To be continue..
Dlu wajar Kania marah dan kecewa tp dia Menghindari masalah itu yg disesali dari Kania, kalau masih cinta dan perluas diperbaiki kenapa tdk dioertahankan krn pada dasarnya Malik tdk menyentuh Erika, tp Kania memlih mengakhiri dan menghindar. kalau masih mencintai kenapa cari org lain utk pelampiasan itu namanya kamu menyakiti org lain dan melibatkan Jhon dalam masalah mu padahal hati kamu belum move on. seandainya Kania sdh ikhlas dgn perpisahan dan sdh move on barulah memulai hubungan baru bukan cari pengganti dan pd akhirnya kau menyakitinya yg ga tahu masa lalumu.
mntul thorr
smngtt trz thorr dg karya" nya dn sukses sll
trlepas malik da,alsn mnikhi rika ...hrsny jgn lh ap pun itu alsn nya sm sj mnghkianati prnikh ny dg kania... mna ad istri d madu dsarr mlik egois dn muna