ini novel ketiga ku..
novel ini lebih menguras emosi, berisi tentang perjodohan dan berakhir dengan perselingkuhan..
merasa sama-sama nyaman dan saling membutuhkan sehingga menimbulkan keterikatan..
Nayla yang terus disiksa fisik maupun batin oleh suaminya akhirnya menemukan tambatan hati, hanya saja lelaki tersebut telah memiliki istri..
sedangkan Edward yang merasakan kehampaan rumah tangganya serta perselingkuhan istri nya berkelana mencari cinta sejati, tetapi terhalang restu orang tua??
bagaimana kisah cinta mereka...
baca terus novel-novelku yang lain, tolong like dan vote terus ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekecewaan Dhika
Dhika sangat kecewa dengan sikap Nayla yang tidak mau kembali menjalin rumah tangga bersamanya, bahkan Nayla hari ini telah mengirimkan kuasa hukumnya tanpa mau mendatangi persidangan,awalnya Dhika ingin mengajukan banding,tapi setelah bukti-bukti dikeluarkan oleh pengacara Nayla akhirnya Dhika pasrah menerima semua keputusan hakim.
putusan sidang akan dibacakan pada sidang ketiga, Dhika hanya bisa menerima nasibnya saat ini, istri dan anak telah meninggalkannya,sementara karirnya saat ini telah hancur,dia sudah dipecat karna jarang masuk kekantor semenjak Nayla meninggalkannya...
" Nay....kalau aku tidak bisa mendapatkan mu secara baik-baik, aku akan menggunakan kekerasan padamu"batin Dhika
*****
pagi ini Nayla kekantor dengan menggenakan baju hitam dengan kerah sampai menutupi semua lehernya, sepanjang jalan Nayla terus menggerutu atas perbuatan Edward yang meninggalkan jejak dilehernya...
" awas nanti kau Ed..." gerutu Nayla
sesampai dikantor Nayla langsung masuk keruangan Edward tapi yang punya ruangan belum datang
Nayla meletakkan kotak bekal Edward diatas meja, lalu dia keluar dari ruangan Edward menuju ruangan nya
walaupun baju yang dikenakan Nayla menutupi lehernya tidak mengurangi kecantikan pada Nayla,malah penampilannya terkesan simpel tapi seksi
***
jam makan siang berlangsung Nayla sengaja membawa berkas ke lantai atas agar Stella tidak terlihat curiga
Nayla langsung masuk tanpa mengetok pintu,ternyata ada Alan disana
" maaf..aku kira tidak ada orang" ucap Nayla
" tidak apa..ayo masuk Nay,aku sudah selesai dengan Alan" jawab Edward
Alan yang mengerti akan maksud Edward segera meninggalkan ruangan, Stella yang melihat Alan keluar segera menghampirinya
" kenapa perempuan itu selalu kemari?" tanya Stella
" jaga ucapan mu Stell, nanti di dengar oleh Pak Edward, mereka sedang menangani proyek baru, jadi Nayla akan setiap hari nya mendatangi Edward" jelas Alan
Stella hanya mendengus kasar mendengar penjelasan Alan
" lihat ini..." ujar Nayla menunjuk kearah lehernya pada Edward dengan cemberut
Edward terkekeh melihat ekspresi cemberut Nayla
" makanya jangan memakai pakaian seperti itu didepan ku" ujar Edward dengan tatapan mesum nya
"jangan menatapku seperti itu, tanda ini saja belum hilang"
" Ayo makan,aku sudah lapar,kalau terus mengoceh aku akan memakan mu" ujar Edward
Nayla segera memakan makanannya yang sudah disiapkan Edward sambil menatap pada Edward
" kau curang, aku tak boleh menatap mu,tapi kamu menatap ku dengan menggoda" keluh Edward
Nayla hanya tersenyum mendengar keluhan Edward padanya
Nayla menyelesaikan makan nya dengan cepat,saat hendak beranjak keluar Nayla menatap Edward lagi dengan tatapan menggoda.
" terimakasih makan siangnya tuan, aku harus segera menyelesaikan pekerjaan ku, karna kalau bos ku tau pekerjaan ku tidak selesai dia akan memecat ku" goda Nayla
Edward mendekat pada Nayla lalu berbisik dengan nada sensual "siapa bos yang berani memarahi Nyonya Edward, akan segera aku pecat"
" jangan terlalu sombong tuan, ingat di atas langit masih ada langit" ucap Nayla memperingati
" baik lah Nyonya kau benar, aku tak kan bisa mengalahkan ucapan mu" Edward menarik tangan Nayla dan membekap nya kedalam pelukan Edward
" Lepas kan aku...nanti ada yang masuk" pekik Nayla
" tidak ada yang berani masuk tanpa mengetok kecuali Kau dan Alan"
" nanti Alan masuk?"
" biarlah...salah dia kenapa berani masuk keruangan ku saat aku bersamamu"
" aku tidak akan pernah menang berdebat dengan mu,aku ingin kembali bekerja"Nayla melepaskan pelukan Edward
" cium aku dulu" pinta Edward
Nayla hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah bos sekaligus kekasihnya ini, karena tidak mau menunda lagi Nayla mencium cepat pipi Edward
" tidak...aku mau disini" tunjuk Edward pada bibir nya
Nayla segera mencium kilat bibir Edward lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut
Nayla keluar dengan senyum manis di dibirnya, Stella memperhatikan Nayla, karena merasa diperhatikan Nayla mengubah Ekspresinya...