Setelah 5 tahun bersusah payah melupakan Aby dan menjalin kisah cinta baru dengan Alfi, hati Aresha kembali di guncang dengan kedatangan Aby kembali.
Aby, orang pertama yang membuat Aresha jatuh cinta dan orang pertama juga yang membuat Aresha merasakan sakitnya ditinggalkan.
Alfi, orang yang selalu ada untuk Aresha dan telah membuat Aresha "lupa" akan masa lalu tentang Aby.
Akankah Aresha mempertahankan kisah cintanya dengan Alfi atau memilih mengulang kisah lama dengan cinta peramanya, Aby ?
A romantic comedy novel, enjoy!❣️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SecretW, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sang pengganggu (2)
“Bundaaa liat sepatu aku yang warna putih gak ?” Tanya Aresha sibuk mencari sepatunya di sekeliling rumah
“Sepatu kamu kan ada di rak di kamar kamu semua Sha, coba pelan - pelan deh nyarinya, jangan gelabakan kaya gitu”
“Udah Bunda tapi gak ada disana”
“Kamu sarapan gih, biar Bunda yang cariin”
“Iya Bunda”
Aresha pun segera duduk di meja makan untuk menyantap sarapannya sembari tetap memikirkan keberadaan sepatu putihnya tersebut. Ia tidak mau memakai sepatu warna lain karena tema outfit yang dikenakannya hari ini adalah warna putih, jadi apa pun yang ia kenakan hari ini harus ada unsur putihnya.
Tidak lama kemudian, Ibu Aresha datang dengan membawa sepatu yang di cari - cari Aresha.
“Nih” Ucap Ibunya sembari memberikan sepatu tersebut kepada Aresha
“Bunda nemu dimana ?” Tanya Aresha penasaran
“Dimana lagi ? di rak sepatu kamu lah”
Aresha heran, kenapa ia tidak pernah menemukan ketika mencari barang yang hilang, sementara Ibunya dengan sangat mudah menemukannya.
“Beneran Bunda ? tadi aku udah cari gak ada disana” Cengir Aresha
“Makanya kalo cari barang itu dengan sabar, jangan grasak - grusuk” Jawab Ibu Aresha sambil mencubit ujung hidung Aresha
“Hehehe makasih ya Bunda”
Aresha pun melanjutkan memakan sarapannya dan kemudian terdengar suara ketukan dari arah pintu rumahnya.
“Alfi udah dateng” Ucap Aresha bersemangat
Ia langsung bergegas untuk membukakan pintu, sampai ia melihat ternyata yang datang bukanlah Alfi melainkan Bayu.
“Bayu ? ada apa Bay ?” Tanya Aresha
“Ayo pergi ke kampus bareng” Ucap Bayu dengan santai
“Hahh ? ng..ngga usah Bay, lo duluan aja” Jawab Aresha berusaha menolak dengan perlahan
“Aresha” Panggil Ibunya yang tiba - tiba sudah berdiri di belakangnya
“Eh Bayu, masuk nak kita sarapan bareng”
Aresha terkejut melihat Ibunya yang mengajak Bayu untuk sarapan bersama, ia tidak tahu apa yang akan terjadi ketika Alfi datang nanti.
“Eh... Aresha udah sarapannya, ayo Bay kita pergi. Bunda, aku pergi dulu ya” Ujar Aresha untuk menghindari pertemuan antara Alfi dan Bayu di rumahnya
“Iya Bunda kita langsung pergi aja gapapa” Tambah Bayu
“Ohh ya udah kalo gitu, kalian hati - hati dijalan ya”
“Iya Bunda, Assalamualaikum”
“Waalaikumsalam”
***
Suasana hening di dalam mobil Bayu selama di perjalanan mereka menuju kampus karena Aresha sedari tadi cemas memikirkan Alfi dan bagaimana jika Alfi tahu ia pergi bersama Bayu.
“Kenapa Sha ?” Tanya Bayu tiba - tiba mengakhiri keheningan di antara mereka
“Gapapa Bay” Jawab Aresha singkat
Tiba - tiba ia merasakan getaran dari dalam tasnya yang berasal dari ponselnya dan melihat Alfi menelponnya. Aresha terdiam, ia tidak mengangkat telpon dari Alfi dan semakin merasa cemas.
“Kok gak di angkat ?” Tanya Bayu
“Gapapa nanti aja”
Aresha menghela nafas, ia tidak sabar ingin segera sampai di kampus dan menjauh dari Bayu.
“Bay, lain kali lo gak usah jemput gue ya, gue gak enak ngerepotin lo”
“Gue gak ngerasa di repotin kok, lagian kan rumah kita deket, kenapa gak sekalian aja pergi bareng” Jawab Bayu masih dengan pandangan yang fokus ke depan
“Gapapa Bay, gue udah ada yang jemput” Jawab Aresha pelan
“Siapa ? Alfi ?”
Aresha terkejut, bagaimana ia tahu nama Alfi.
“Lo tau dari mana ?” Tanya Aresha
Bayu tersenyum dan melihat Aresha sekilas “Udah santai aja, gue tanggung jawab kok kalo dia marah”
Aresha lalu menatap Bayu dengan kesal, ia bingung kenapa Bayu masih saja bersikap santai seperti ini.
Aresha pun memutuskan untuk diam dan melihat ke arah luar tanpa menghiraukan Bayu yang ada disebelahnya.
Tiba - tiba, Aresha melihat mobil Alfi menyalip mobil Bayu dengan kecepatan tinggi.
“ALFI” Teriak Aresha refleks
Aresha mulai gusar, ia yakin Alfi sudah melihatnya berada di mobil Bayu.
Ia lalu mengeluarkan ponselnya dan melihat belasan panggilan tak terjawab dari Alfi , segera Aresha menelpon Alfi tetapi Alfi tidak menjawab panggilan telpon dari Aresha tersebut.
“Bay tolong agak cepet ya” Ujar Aresha cemas, ia tahu Alfi pasti marah kepadanya
Bayu yang mengetahui mobil Alfi menyalipnya langsung menambah kecepatan mobilnya untuk menyusul Alfi, tetapi mereka sudah berada dekat dari kampus.
Akhirnya mereka sudah sampai di kampus dengan mobil Alfi yang baru saja sampai di depan mereka.
Aresha melihat Alfi yang keluar dari mobilnya dengan tatapan datar dan langsung mengetuk kaca mobil Bayu.
“Bay bukain” Pinta Aresha
Bayu langsung membuka pintu mobilnya yang sebelumnya terkunci.
Aresha bergegas keluar dari mobil Bayu dengan tangannya yang langsung di tarik oleh Alfi.
“Lain kali, lo gak usah repot - repot buat jemput cewek gue, gue masih mampu buat jagain dia” Ucap Alfi kepada Bayu
Bayu yang mendengar peringatan dari Alfi hanya tersenyum sinis kepadanya.
Aresha lalu menarik tangan Alfi, untuk pergi menjauhi Bayu agar menghindari hal - hal yang tidak diinginkan terjadi diantara mereka.
Mereka pun pergi meninggalkan Bayu yang masih berdiri di samping mobilnya.
“Aku ke kelas dulu” Ujar Alfi datar dan langsung meninggalkan Aresha
“Fi tunggu” Teriak Aresha dan langsung mengejar Alfi yang sudah berada jauh di depannya
Dengan sekuat tenaga Aresha berlari mengejar Alfi, akhirnya Aresha berhasil menyamai langkah Alfi dan menghentikan jalannya.
Aresha menunduk ketika Alfi memberinya tatapan tajam.
“Apa ?” Tanya Alfi
“Aku mau jelasin”
“Jelasin apa ? jelasin kalo kamu suka sama dia ?”
“Gak Fi, kamu gak tau kejadian sebenarnya”
“Kenapa telpon aku gak diangkat ?”
“Aku takut kamu marah” Jawab Aresha pelan
Alfi menghela nafasnya “Aku bakal lebih marah kalo kamu kaya gini Sha, aku gak suka kalo kamu nutupin sesuatu dari aku” Ujar Alfi dan kembali berjalan menjauh meninggalkan Aresha
Aresha berusaha menahan tangan Alfi tetapi Alfi langsung menepisnya.
“Sha, balik ke kelas gih, ntar pulang kuliah aku jemput” Ucap Alfi sambil mengelus kepala Aresha
Aresha semakin merasa bersalah melihat sikap Alfi yang masih berusaha sabar menghadapinya.
“Maafin aku Fi, aku gak ada niat jahat sama kamu” Ucap Aresha
Alfi hanya tersenyum kepadanya dan langsung pergi meninggalkan Aresha.
Aresha sangat menyesal atas apa yang telah dilakukannya, seharusnya ia langsung menolak ajakan Bayu dari awal, pikirnya.
Ia sudah tahu, kedatangan Bayu yang baru saja pindah di dekat rumahnya pasti akan menimbulkan salah paham diantara ia dan Alfi. Karena bagaimanapun, Aresha tidak bisa mengontrol sikap Bayu dalam memperlakukannya meskipun sudah berulang kali Aresha berusaha menjauhinya.
Aresha lalu berjalan menuju ke kelasnya dengan lesu, karena mau tidak mau dia akan bertemu dengan Bayu yang menjadi penyebab pertengkaran yang terjadi antara Aresha dan Alfi pagi ini.
“Kenapa sih dimana - mana ada Bayu” Batin Aresha kesal ketika masuk ke kelas dan langsung melihat wajah Bayu yang tersenyum tanpa dosa ke arahnya.
aku suka karyamu, aku jdkan favorite.
aku nyicil baca+like dulu ya
salam dari aku dan mantan kekasih suamiku.
aku tunggu feedback nya
Semangat!!
Yok jangan lupa mampir di ceritaku juga yuk
Judul:Taqdir Cinta Shafa.
🙏
mampir di ceritaku yukk
Curahan hati Mafia
terimahaksi
semangat thor
Kutunggu kedatanganmu.
Terima kasih.
"Dewi Senja" udah mampirr. Semangat terus kakk. Ceritanya bagus banget😍