NovelToon NovelToon
Pernikahan Sendiri

Pernikahan Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: ginevra

Di usia pernikahan yang baru dua bulan seharusnya pasangan suami sedang hangat-hangatnya memadu kasih. Namun tidak begitu dengan pernikahan Dania dan Jax. Meskipun mereka adalah pengantin baru, tapi tidak ada api cinta diantara keduanya, dingin, kaku, tanpa suara. Apakah ada cinta diantara mereka? atau mungkin semua hanyalah rumah tangga kosong?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ginevra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flashback part 4

Ditengah kejengkelan menghadapi bocah polos yang ingusnya masih naik turun, Dania masih sempat merasa iri. Andai saja orang tuanya punya uang banyak, pasti nasibnya akan baik-baik saja.

Tidak, masalahnya bukan pada uang tapi karakter bengis seperti iblis Ayahnya lah penyebab semua penderitaannya. Pemalas, Tukang judi, suka mukul, lengkap sudah semua sifat jelek diborongnya. Main wanita? Entahlah... Ibu Dania terlalu sibuk hanya untuk mengurus hubungan suaminya dengan wanita lain.

Dania menggeleng.

Dia tak mau rasa irinya menutupi hati nuraninya.

"JAX!" Ibu Jax berteriak dari kejauhan saat melihat Dania duduk bersama anaknya.

"Mama.... Huwa...!!!"

Ternyata dibalik cerianya, Jax bisa menangis kencang ketika bertemu dengan Ibunya. Berbeda dengan dirinya yang berulang kali sempat berpikir untuk meninggalkan Ibunya demi kebebasan.

"Terimakasih Dania, Ibu sudah mencari Jax kemana-mana," ucap Ibu Jax dengan kekhawatiran di matanya yang sembab. "Lain kali, jangan lepas tangan mama ya, Jax"

Jax mengangguk.

Setelah selesai dengan Jax, kini tatapan Ibu Jax teralih kepadanya. Keadaan Dania yang kemarin sudah cukup memprihatinkan apalagi sekarang. Memar kebiruan di pipinya bahkan belum hilang tapi sekarang bertambah lagi warna merah.

"Dania kamu nggak apa-apa? Kok kamu disini? Siapa yang sakit? Kamu kah? "

Dania hanya tersenyum mendengar pertanyaan yang membombardir.

"Ayo, tinggalah di Rumah kami."

"Tidak, Bu. Aku harus bersama Ibuku."

Ibu Jax langsung menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sosok Ibu Dania.

"Mana Ibumu?"

Diamnya Dania seperti untaian kata yang bisa sangat mudah dimengerti. Ibu Jax langsung bisa menebak kalau alasannya berada di Puskesmas adalah ibunya.

"Baiklah kalau begitu, Ibu pamit ya. Sekali lagi terimakasih Dania."

"Iya, Bu."

Tebakan Ibu Jax tepat. Dania memang tidak ingin dirinya dikasihani. Dari sorot mata hijaunya, terukir jelas bahwa ia ingin menunjukkan betapa kuatnya dia.

"Ayo Jax...."

"Dadah kak...." Jax melambaikan tangannya dengan bibir terlipat.

.

.

.

Hari-hari terlewati begitu saja. Dania masih belum sekolah karena dilarang oleh ibunya. Mungkin ibunya takut kalau ayahnya akan mengambil dan memukuli anaknya lagi. Sedangkan Liam, hampir setiap hari selama seminggu, kerap mengunjungi Dania dengan membawa buku catatan dan makanan.

"Setelah Ibumu sehat, kamu tinggal aja di rumahku. Rumahku punya banyak sekali kamar," ucap Liam.

"Memang boleh?"

"Tentu saja, ayah juga pasti senang."

Mendengar ucapan Liam, Dania merasa sedikit lega. Walaupun Liam bukan saudaranya, tapi Dania sudah menganggapnya seperti kakaknya sendiri yang selalu membantunya. Apalagi ayah Liam adalah Kepala Desa yang mempunya citra baik di masyarakat, Dania semakin merasa aman.

"Eh itu siapa sih? Dari kemarin- kemarinnya lagi dia selalu kesini?"

"Siapa?" Dania memutar kepalanya ke arah pintu. "Oh Jax? Biarin aja kali, dia itu anak yang nggak bisa diam di rumah, suka kelayapan kemana-mana. Mending dia disini, jadi aku bisa ngasih tahu mamanya posisinya berada."

"Udah kek tuyul aja!" gumam Liam.

"Hahahha, dikata tuyul. Lebih mirip gantungan kunci nggak sih?"

Tawa Dania meledak ketika melihat Jax yang sedang bermain mobil-mobilan di lantai. Benar kata Liam, Jax memang seperti tuyul cuma bedanya rambutnya hitam tebal.

"Jax sini, aku antar kamu pulang," lambai Dania.

"Loh, nanti kalau ada apa-apa gimana?" Tanya Liam tercengang. Ia masih tidak habis pikir dengan beraninya dania setelah semua yang terjadi padanya seminggu lalu.

"Minta tolong jagain Ibu sebentar ya..."

"Oke baiklah..."

.

.

.

Jalanan desa sore itu sangat sepi, udara sepoi tertiup di setiap helai rambut panjang Dania. Hamparan sawah di kanan kiri jalan, menambah suasana menjadi sangat asri.

"Kamu ini bisa-bisanya jalan sejauh ini cuma buat main ke Puskesmas. Bukannya banyak teman di rumahmu?" Tanya Dania pada Jax yang anteng di punggungnya.

"Kamu tidur?"

Sepertinya jalanan yang sejuk dan laju sepeda Dania yang mengalun membuat Jax mengantuk.

"Ya... Dengan semua aktivitas mainmu yang luar biasa itu, nggak mungkin kamu nggak capek."

Lagi-lagi rasa iri itu muncul. Entah sudah berapa lama Dania tidak pernah menikmati waktu bermain. Atau mungkin bahkan tidak pernah.

Namun napas dan dengkuran Jax di punggungnya sedikit menentramkannya. Mungkin keinginannya untuk mendapat perlindungan, menciptakan sindrom ingin melindungi seseorang, sampai merasakan kelegaan bersamanya.

"Jax? Kita sudah sampai. Jax... Bangun." Dania menggoyangkan punggungnya untuk membangunkan Jax.

Lalu Jax terbangun, namun bukan karena hentakan halus punggung Dania, melainkan karena kehadiran seseorang.

Wanita itu menyilangkan tanganya di dada, lirikan tajam dan bibir yang tersulam menambah aura kegelapan di sekitarnya.

"Ngurus anak aja nggak becus, masih aja menginginkan saham di perusahaan. Sini Jax! Jangan manja!"

Dania tak langsung menyerahkan Jax, sebaliknya ia memasang badan melindungi bocah itu dari cengkraman penyihir.

"Maaf, Ibu siapa?"

"Siapa? Kamu itu yang siapa? Udah dekil, kumuh, ihh... Bau lagi," ucap wanita itu sambil menutup hidungnya.

Sontak Dania ikut membau badannya namun sama sekali tak mendapati aroma yang bau.

"Sini cepat!!" Tapi Jax juga tidak mau turun dari sepeda Dania. Ia memeluk erat punggung Dania seolah iritasi dengan sentuhan wanita bermodel rambut bob itu.

"Jax... Sini sayang," suara yang lebih lembut menyapa membuat Jax langsung berlari turun dan menyambut belukan Ibunya.

Sementara wanita bergaun merah menyala dengan mutiara yang mengalungi leher panjangnya, memiringkan senyum dan memutar bola matanya. Seolah sangat tidak senang dengan kehadiran Ibu Jax.

"Emang ya, yang namanya orang gembel pasti bergaulnya sama orang gembel juga. Ihhh...." Wanita yang standar kecantikannya jauh di bawah ibu Jax itu berlalu dengan lenggokan langkah kaki dibuat-buat meniru model yang sama sekali tidak mirip.

"Terimakasih Dania," Ibu Jax menghampiri Dania dengan senyum khas lagi anggun. "Jangan dengarkan ocehan tantenya Jax, dia hanya sedang PMS."

"Maafkan juga Jax yang selalu merepotkanmu. Dia memang susah banget dikasih tahu," lanjutnya dengan Jax yang berada di gendongannya, tertidur nyaman.

"Tidak masalah Bu. Aku senang banget bisa ditemani Jax. Dia selalu main di dekatku kayak tahu kalau aku lagi ingin ditemani."

"Benarkah? Syukurlah kalau begitu. Oh ya, tunggu sebentar. Ini sudah mau magrib, lebih baik kamu diantar sama Ayahnya Jax."

"Oh... Tidak perlu Bu. Lagian aku bawa sepeda."

"Tunggu sebentar, setidaknya biarkan Ayah Jax mengikutimu dari belakang. Hari sudah mau petang, dan itu sangat berbahaya. Apa lagi di jalan tengah sawah, disana pasti sangat sepi."

Dania mengangguk, tak enak kalau menolak orang yang ingin menolong.

Setelah itu, Dania mengayuh sepedanya menuju Puskesmas dimana Ibunya dirawat dengan ayah Jax yang mengikutinya dari belakang sambil mengendarai sepeda motor yang di masa depan menjadi motor kesukaan Jax.

Semua berjalan seperti semestinya. Tidak ada bahaya yang mengancam dan Dania berada di lingkaran orang yang menyayanginya.

Namun, apakah itu akan bertahan lama?

.

.

1
Xlyzy
santai bet ni anak kek cepet kali berlalu masalah kemarin itu
Xlyzy
niat nya udah bagus tinggal di lakukan nya aja
mama Al
Dania kayaknya belom cerita sama Liam soal pernikahannya dengan jax
mama Al
by the way, yang buat bapaknya Dania meninggal kan jax ya.
apa Dania belom cerita sama jax
mama Al: aku ingat jax yang mukul
total 2 replies
@ ar.world bocil author
betul tuh jangan di pikirkan dia kamu harus mikirin diri kamu sendiri jaxnya aja kayak gitu
@ ar.world bocil author
kasihan sekali dania banyak sekali ia perjuangkan dania itu seperti wanita kuat
Naisha Anindya
Kamu udah diperlakukan seperti itu loh Dania, apalagi dia suami yang gak bertanggung jawab, masih gak rela berpisah...
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kartika Candra Buwana
aku senang melihat kamu senang dania. lanjutkan😄
iorlif
bakal di balas kayak gimana nanti
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kartika Candra Buwana
kebahagiaan itu adalah masalah hati. bukan karena ada atau tidaknya sekitar kita
Pencari Cerita
Dania disukai temenya gak boleh, tapi dia main cewe terus gak masalah, dasar jack keterlaluan banget si
Arni Arlinawati Pratiwi💃
😭 saingan jax ini yakin emak mana ganteng banget lagi.. jax, bae bae lu sama dania,
Arni Arlinawati Pratiwi💃
nih cewe satu aneh lagi... 🗿
Arni Arlinawati Pratiwi💃
gak.. gua bukan betina, gua banc*.. amsyong lu james! 🤣
Arni Arlinawati Pratiwi💃: eee ralat.. jason, 😁
total 1 replies
Arni Arlinawati Pratiwi💃
noh.. skarang urus biang kekacauan mu jax, gentayangan tuh si bella, yang lu bahkan gak inget nama nya.. 🙄
Arni Arlinawati Pratiwi💃
fakta tragis.. ini masih ada perkara lagi di dania ini, fakta tragis itu clue nya kan.. mo bicara sama emak 4 mata aja thorr... yok, /Skull/
Arni Arlinawati Pratiwi💃
🙄.. bukan kah cinta jax yang kamu inginkan dania???, dia udah bilang cinta loh itu... tapi ada apa sama lu.. 🫩
Vivenn
huhh sumpahh Baru Jugaa Mood Daniaa baguss malah dirusakk lagii,Jax pengen gw tonjok Luh yaa
Cinta(N)
berterima kasih kek si jax, kasihan deh dania
Siti Aisyah
untung saja ada ayah nya Liam yang menyelamatkan keluarga Dania😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!