NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Untuk Membalas Dendam

Terlahir Kembali Untuk Membalas Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hamzari20

Isabella Catherine Davis, dikhianati oleh pria yang ia cintai dan saudari angkatnya. Di penjara, di siksa hingga meninggal. Saat dia menganggap itu adalah akhir segalanya. Ternyata keajaiban yang tak pernah terbayangkan terjadi padanya. Dia mengulang kembali waktu ke masa lalu dan dia bersumpah akan membalas setiap pengkhianatan, tetes air mata dan penderitaan yang ia alami pada mereka yang sudah berkhianat. Lalu apakah Isabella akan berhasil mengubah segalanya? Atau kelahirannya hanya akan mengulang luka lama terbuka kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamzari20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 Berubah

"Apa yang terjadi? Apa Isabella sudah sadar?" suara Matthew terdengar dari ambang pintu kamar. 

Melihat sang papa yang masih sehat dan gagah. Juga Mama yang masih tetap cantik dan bugar dia tahu bahwa hal yang tak pernah terduga terjadi padanya. 

Isabella tak tahu sebenarnya apa yang membuat Tuhan baik padanya mau memberikan kesempatan sekali lagi demi mengubah semuanya. Tapi satu hal yang Isabella yakini kalau semua ini adalah takdir dari kebaikan orang tuanya di masalalu. 

Isabella masih betah memeluk kedua orang tuanya yang merasa aneh karena mengingat sifat Isabella yang cukup pendiam juga sedikit keras kepala. 

"Istirahat saja! Kamu baru sadar dan masih butuh istirahat!" kata Melody, melihat bagaimana wajah pucat Isabella yang mengkhawatirkan. 

Isabella hanya mengangguk patuh, kali ini dia akan mematuhi semua hal yang Mama dan Papanya katakan. Termasuk menerima perjodohan dengan Keluarga Orlando. 

Pagi harinya. 

Isabella membuka pintu balkon kamarnya. Tempat yang sama, nuansa yang begitu akrab membuat hati Isabella menghangat. 

"Ternyata Tuhan begitu baik!" gumam Isabella. Air matanya jatuh perlahan saat melihat taman indah di bawah balkon kamarnya. 

Melihat para tukang kebun yang sibuk membersihkan taman. 

"Non, selamat pagi!" salah seorang tukang kebun menyapa dari area taman. 

Dulu jangankan menyapa. Isabella terlalu angkuh dan selalu membela wanita ular itu yang memfitnah beberapa pegawai lama kedua orang tuanya. 

BYUR! 

Suara benda jatuh kedalam air membuat Isabella terkejut. Beberapa orang berlarian kearah belakang demi melihat siapa yang jatuh di sana. 

Area kolam bisa di lihat dari balkon kamar Isabella jadi dia bisa melihat keributan itu dari sana. 

Mata dingin Isabella menyapu, dia berbalik dan segera turun untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya. 

Beberapa pelayan menyapa, inilah kehidupan Isabella. Dia penuh kemewahan setiap hal yang dia mau selalu di dapat dengan mudah, Orang-orang tunduk padanya dengan keanggunan dia menjadi model ternama. 

"Apa yang terjadi?" tanya Isabella, matanya menyapu dingin setiap orang di area kolam. 

"It—"

"Kak, maafkan pelayan itu! Dia tidak bersalah aku yang kali ini bersalah." suara yang di benci Isabella seumur hidupnya. 

DEGH! 

Sentuhan tangan Lyra membuat Isabella mual, dia menatap jijik. Namun, ekpresi wajahnya tetap sama, tenang. Datar dan terlihat berbeda. 

Kejadian ini sama persis seperti di kehidupan lalu. Dia menghukum pelayan yang mencelakai Lyra dengan hukuman setimpal. 

Dari sanalah. Beberapa pelayan mulai membenci dirinya. Mereka bergosip dan memandang sinis pada Isabella. Namun, wanita itu tetap acuh seolah itu bukan hal yang penting. Lagipula dia Nona Muda keluarga Davis jadi siapa yang berani padanya?

Sekarang setelah Terlahir Kembali Isabella merasa kesal, marah dan terus mengumpati dirinya yang dulu karena terlalu bodoh juga mudah di tipu. 

Keterdiaman Isabella membuat Lyra tersenyum dalam hati. Pelayan yang ia benci sudah pasti akan di pecat dari sana. Sejak dia datang memang ia sudah tak suka watak pelayan itu sejak awal. Karena dia selalu membangkang setiap perintah darinya.

"Lalu siapa yang salah?" suara dingin Isabella menyapa, tidak ramah. Namun, tidak kesal juga, sebab suaranya terdengar netral. 

"Kak, ak—aku tadi hanya memergoki dia bergosip tentang mu di belakang, dan saat aku menegur dia malah marah," adunya. Mata bening polos milik Lyra akan membuat siapa saja iba.

"Nona, jangan percaya!" sambarnya, menolak mengakui perbuatan yang tak ia lakukan. 

Pelayan itu panik. Dia mencoba menjelaskan walaupun tahu akhirnya nanti karena bagaimana pun Lyra itu adik angkat kesayangan Isabella. 

Lyra pura-pura ketakutan, di dalam punggung belakang Isabella, dia menatap sinis dengan smrik licik. Saat matanya memandang pelayan itu.

"Kalau begitu cek saja CCTV dan cari tahu siapa yang berbohong atau berpura-pura." suara itu menyapa dan membuat Lyra mendelik tak percaya. 

"Ka—kak," panggilnya lirih. 

"Ikuti saja! Jika kamu tidak salah semua akan Baik-baik saja!" ucap Isabella. Berusaha menenangkan Lyra yang terlihat tegang. 

Lyra meremat pelan baju yang ia kenakan hari ini. Matanya liar takut pada tatapan Isabella yang terlihat berbeda. 

'Tatapannya kenapa berbeda sekali?' batin Lyra, ada rasa takut yang perlahan naik membuat hatinya tak nyaman. 

Di ruang kontrol CCTV, semua berkumpul siapa yang benar dan salah akan terlihat semuanya. Tak akan ada yang di rugikan jadi dia bisa melihat bagaimana Lyra mengelak kali ini. 

CCTV terus di putar di menit kejadian di area kolam tadi. Menemukan siapa yang benar dan salah, akan ia lihat apa yang sebenarnya terjadi di kehidupan dulu itu. 

Dalam CCTV jelas terlihat kalau para pelayan tengah sibuk, termasuk Nina yang sibuk membuang beberapa daun kering di kolam renang. Saat sosok Lyra datang. 

"Non, saya sedang membersihkan area kolam, apa anda bisa kembali ke rumah terlebih dahulu?" suara Nina terdengar penuh pertimbangan. 

"Siapa kamu berani mengusir aku?" suara Lyra meninggi dengan mata mendelik kesal. 

"Non, buk—bukan begitu..." suaranya agak takut dan serak. 

"Lalu apa? Kamu itu hanya pelayan dan aku berhak duduk di mana pun aku berada," ucapnya ketus, matanya memicing kesal. 

"Non, peraturan di rumah ini area kolam tidak boleh di datangi saat proses pembersihan!" jelas Nina, meminta pengertian pada Lyra. 

"Cerewet, memang kenapa kalau aku duduk di sini? Apa itu mengganggu?" Lyra kesal, pagi indahnya terganggu dengan hal tak penting. 

Dan begitulah saat keduanya akhirnya jatuh ke kolam yang tengah dalam pembersihan itu. 

Bukan Nina yang memulai, tapi Lyra yang menjadi penyebab semuanya, bahkan tragedi jatuh juga Lyra yang melakukan itu hingga mereka bersamaan jatuh kedasar kolam yang sedang di lakukan proses pengeringan. 

Mata Isabella memicing tajam dan ia melihat wajah Lyra yang hanya menunduk takut dengan tangan memilin pelan ujung depan dressnya. 

"Kalian semua bisa kembali bekerja! Dan bawa Nina untuk berobat ke rumah sakit sekarang!" perintah Isabella, suara dinginnya mengalun rendah dengan tegas. 

Nina mendapatkan luka cukup serius di keningnya, karena air kolam yang hampir surut membuat permukaan lantai terlihat hingga membuat benturan pada keningnya dan lengannya. 

"Sedangkan kamu... Ikut saya sekarang!" suara dingin Isabella terasa asing dan itu membuat Lyra mendongak cepat. 

DEGH! 

Lyra tetap diam. Dia tak tahu apa yang salah tapi jelas tatapan mata Isabella berbeda sejak ia terbangun dari pingsannya hari itu karena jatuh dari kamar mandi.

'Apa orang jatuh ke kamar mandi bisa mengalami amnesia dan menjadi pintar?' batin Lyra, menerka apa yang sebenarnya terjadi pada Isabella kali ini. Karena perubahan wanita itu membuat ia tak nyaman dan agak kesal.

1
Irsyad layla
ini sebenarnya keluarga de luca apa Marco bingung jadinya
Hamzari20: Marga Marco untuk Darel dan Marga De Luca untuk Arion
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!