NovelToon NovelToon
Gulungan Dewa Naga

Gulungan Dewa Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Setelah tewas dalam invasi brutal yang meluluhlantakkan kotanya, Yang Zhen tiba-tiba terbangun kembali ke masa remaja saat ia masih menjadi murid akademi yang selalu dicap sebagai pecundang.

Namun, berbekal ingatan masa depan dan pusaka kuno Gulungan Dewa Naga yang memberinya kekuatan, ia kini bersumpah untuk memutarbalikkan takdir dan menginjak-injak siapa pun yang berani meremehkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Malam terasa semakin larut saat Yang Zhen duduk bersila di atas ranjang kayunya. Cahaya bulan purnama menyusup masuk melalui celah jendela kamar yang setengah terbuka.

Ia membuka kotak kayu pemberian Presiden Gu perlahan. Sepuluh butir pil berwarna hijau zamrud memancarkan aroma herbal yang sangat pekat di dalam ruangan kecil itu.

"Kualitas pil ini lumayan bagus untuk ukuran kota terpencil." gumam Yang Zhen. "Pil Pengumpul Qi tingkat tinggi ini cukup untuk mendorong batas kekuatanku malam ini."

Tanpa ragu sedikit pun, Yang Zhen mengambil dua butir pil sekaligus dan memasukkannya ke dalam mulut. Rasa pahit yang menyengat langsung memenuhi lidahnya sebelum pil itu lumer menjadi cairan hangat.

Wuuush.

Gelombang energi murni seketika meledak di dalam perut Yang Zhen. Energi itu menyebar liar layaknya kuda liar yang lepas dari kekangannya, mencoba merobek urat nadi di sekujur tubuhnya.

Bagi kultivator biasa, menelan dua pil tingkat tinggi sekaligus adalah tindakan bunuh diri. Namun Yang Zhen tidak panik sama sekali.

Ia memusatkan pikirannya dan membangunkan hawa keberadaan Gulungan Dewa Naga di dadanya. Cahaya kebiruan berbentuk sisik naga kembali muncul menyala menembus pakaiannya.

Syuut.

Pusaka kuno itu bagaikan pusaran air raksasa yang menyedot semua energi liar tersebut dalam sekejap mata. Energi yang tadinya kasar dan merusak kini dimurnikan menjadi untaian benang Qi yang sangat lembut.

"Arahkan ke Dantian, padatkan, dan hancurkan batasnya." batin Yang Zhen mengarahkan aliran energi tersebut.

Krak.

Suara retakan pelan terdengar dari dalam tubuhnya. Ia berhasil menembus Tahap Pengumpulan Qi Tingkat Empat tanpa ada halangan berarti.

Namun sisa energi dari dua butir pil itu masih sangat melimpah ruah. Yang Zhen terus menekan energi itu ke dasar Dantiannya hingga membentuk sebuah kolam Qi kecil.

Krak.

Batas ranah kembali hancur berkeping-keping untuk kedua kalinya malam ini. Yang Zhen menghembuskan napas panjang bercampur uap putih kotor dari mulutnya.

Ia kini resmi melangkah ke Tahap Pengumpulan Qi Tingkat Lima. Panca inderanya menjadi lebih tajam, bahkan ia bisa mendengar suara kepakan sayap nyamuk di luar jendelanya.

Yang Zhen membuka matanya yang kini memancarkan kilatan cahaya biru sekilas. Ia mengangkat tangan kanannya dan memanggil elemen air dari udara sekelilingnya.

Trang.

Bukan lagi sekadar bola air, kali ini air itu memadat dan membentuk sebilah belati transparan di genggamannya. Suhu di sekitar ruangan ikut turun perlahan mengikuti niat membunuh yang ia pancarkan.

"Elemen air ini mulai bisa meniru ketajaman senjata logam." ucap Yang Zhen puas. "Dengan kultivasi Tingkat Lima, pertahanan tubuh fisikku juga setara dengan Tingkat Delapan biasa."

Ia mengepalkan tangannya dan belati air itu langsung hancur menjadi tetesan embun yang tidak berbahaya. Malam ini ia bisa tidur nyenyak untuk menyambut hari esok yang pasti akan lebih merepotkan.

Keesokan paginya, suasana Akademi Bela Diri Awan Merah jauh lebih bising dari biasanya. Rumor tentang Guru Lin yang jatuh sakit misterius dan cuti panjang telah menyebar ke seluruh penjuru sekolah.

Yang Zhen berjalan menyusuri koridor kelas elit dengan santai. Di sebelahnya, Wang Hao berjalan dengan bahu merosot dan mata melirik ke kanan dan ke kiri seperti buronan.

"Hao, berhentilah bertingkah seperti pencuri jemuran." tegur Yang Zhen sambil menendang pelan betis sahabatnya itu. "Orang-orang jadi menatap kita dengan aneh."

"Kau gampang bicara begitu karena kau bisa memukul pingsan empat preman sekaligus." bisik Wang Hao dengan bibir bergetar. "Bagaimana kalau Tuan Muda Zhao Wei mengirim pembunuh bayaran ke sekolah hari ini?!"

"Jika dia berani melakukannya, maka itu akan menjadi hari terakhir dia melihat matahari." jawab Yang Zhen santai.

Wang Hao hanya bisa menelan ludah mendengar jawaban arogan itu. Ia benar-benar merasa sahabat yang dikenalnya sejak kecil ini telah ditukar jiwanya oleh siluman.

Begitu mereka berdua masuk ke dalam ruang kelas, suasana yang awalnya bising seketika menjadi sunyi senyap. Puluhan pasang mata menatap lurus ke arah Yang Zhen dengan tatapan campur aduk antara takut dan penasaran.

Mereka semua tahu bahwa Guru Lin berlutut menangis di ruang medis semalam. Semua prediksi Yang Zhen tentang penyakit Guru Lin terbukti benar seratus persen.

Yang Zhen mengabaikan tatapan mereka dan berjalan lurus menuju bangkunya di barisan belakang. Ia baru saja akan meletakkan tasnya saat sebuah tangan ramping dan putih menahan mejanya.

Brak.

Suara hantaman pelan di atas meja itu menarik perhatian seluruh murid di kelas. Seorang gadis berambut hitam panjang dengan ekspresi sedingin es berdiri tepat di depan meja Yang Zhen.

"Kau ingat apa yang kau janjikan padaku kemarin sore?" tanya Su Lin tanpa basa-basi.

Mulut para murid di kelas nyaris jatuh membentur lantai melihat pemandangan langka ini. Dewi jenius akademi yang tidak pernah berbicara dengan laki-laki mana pun kini sengaja menghampiri meja si murid sampah.

"Astaga, apa yang terjadi?" bisik salah satu murid.

"Apakah Yang Zhen menggunakan pelet dan guna-guna?" sahut murid lainnya dengan nada iri.

Yang Zhen menatap mata jernih Su Lin yang penuh dengan tekad dan tuntutan. Gadis ini rupanya sama sekali tidak peduli dengan gosip atau pandangan orang lain di sekitarnya.

"Aku tidak pernah melupakan janjiku." jawab Yang Zhen sambil menyandarkan punggungnya di kursi. "Tapi kelas akan segera dimulai lima menit lagi."

"Kalau begitu kita bolos kelas saja hari ini." ucap Su Lin dengan nada mutlak. "Ikut aku ke hutan bambu di belakang akademi sekarang juga."

Wang Hao yang duduk di sebelah Yang Zhen sampai tersedak ludahnya sendiri. Ia menatap Su Lin seperti melihat hantu di siang bolong.

"S-Su Lin... Mau bolos kelas?" gumam Wang Hao tidak percaya. "Dunia ini pasti sudah mau kiamat."

"Baguslah kalau begitu, aku juga tidak tertarik mendengar teori membosankan dari guru pengganti hari ini." ucap Yang Zhen sambil berdiri.

Ia berjalan mengikuti langkah Su Lin keluar dari kelas, meninggalkan puluhan murid yang masih mematung tidak percaya. Di sudut kelas, dua orang murid pengikut Zhao Wei saling berpandangan dan diam-diam menyelinap keluar untuk melapor.

Angin sejuk berhembus lembut di hutan bambu belakang akademi. Tempat ini sangat sepi karena letaknya berbatasan langsung dengan tembok luar sekolah.

Su Lin menghentikan langkahnya di tengah area kosong yang dipenuhi daun bambu kering. Ia berbalik dan menatap Yang Zhen dengan posisi kuda-kuda bersiap.

"Aku memiliki fisik atribut es bawaan sejak lahir." ucap Su Lin membuka percakapan. "Tapi setiap kali aku mencoba membekukan air di sekitarku, aliran Qi di dadaku selalu terasa membeku dan menyakitkan."

"Itu karena kau memperlakukan elemen es seperti benda mati." jawab Yang Zhen sambil berjalan mendekat. "Es bukanlah sekadar air yang mendingin, es adalah keheningan mutlak dari sebuah energi."

1
Sansalina
Mulai 👍👍👍
Sansalina
Gas Thorrr👍👍👍
Sansalina
Takutnya muridku mati konyol sebelum menguasai es dengan sempurna💪💪💪
alexander
bagus ceritanya
Sansalina
Bantaiii💪💪💪
Sansalina
Buktikan 👍👍👍
Sansalina
Bantai nih keluarganya👍👍👍
Sansalina
Bantaiii💪💪💪
Sansalina
Belum tahu dia👍👍👍
Sansalina
Bantaiii💪💪💪
Sansalina
Lanjuttt💪💪💪
Sansalina
Lanjuttt 👍👍👍
Sansalina
Gas Thprrr💪💪💪
Dianrp
💪💪💪💪💪
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!