NovelToon NovelToon
JANJI ULAR PUTIH (IKRAR ABADI)

JANJI ULAR PUTIH (IKRAR ABADI)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Cinta Seiring Waktu / Penyelamat
Popularitas:222
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Handini

Lian Yue terbangun tanpa ingatan dan segera menyadari dirinya bukan manusia biasa. Di sisi lain, Shen Rui adalah pemburu siluman yang sejak kecil diajarkan untuk membunuh Ular Putih.

Namun saat mereka bertemu, keduanya justru merasa seolah pernah saling mengenal.

Sedikit demi sedikit, terungkap bahwa selama seribu tahun mereka selalu dipertemukan, jatuh cinta, lalu dipisahkan oleh kematian.

Kini Lian Yue dan Shen Rui harus memilih: tunduk pada kutukan lama, atau melawan takdir demi satu kehidupan bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Handini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31: RAHASIA SEGEL KUNO

Dentuman keras mengguncang Puncak Tianjian hingga ke dasar akarnya. Retakan raksasa menjalar di sepanjang lantai pualam putih pelataran utama, membelah formasi array berdarah milik Guru Xuan He menjadi serpihan energi yang berhamburan liar.

Asap hitam berbau belerang dan hawa pekat iblis purba membumbung tinggi dari dalam celah-celah tanah yang terbelah. Pendar perak bulan purnama di hari ke-49 memancarkan sorotan cahaya murni, menembus kabut hitam tersebut dan menyiram tubuh Shen Rui serta Lian Yue yang berdiri bersisian di atas altar utama.

Guru Xuan He terdesak tiga langkah ke belakang. Wajah tua yang biasanya tenang dan berwibawa itu kini dipenuhi ketakutan yang amat sangat. Matanya yang mendelik liar menatap lurus ke arah dasar pelataran yang runtuh.

"Tidak... Ini tidak boleh terjadi!" seru Guru Xuan He dengan suara serak yang bergetar. "Segel itu... Segel Kuno Tianjian runtuh!"

Brakkk!

Pusat pelataran utama ambles sepenuhnya ke bawah, menciptakan jurang menganga yang gelap gulita. Dari kedalaman jurang tersebut, bertiup angin purba berhawa dingin yang membawa suara dentang rantai besi raksasa yang putus satu per satu.

Shen Rui memeluk pinggang Lian Yue, melompat mundur bersama Qing Luo ke tepi reruntuhan tangga batu. Mata elang sang pemburu menyapu kegelapan di dasar jurang. Di sana, di balik reruntuhan pilar-pilar tua yang terbenam ribuan zhang di bawah Gunung Tianjian, terpancar pendar ukiran runik merah darah yang menyerap sisa-sisa energi dari seluruh penjuru perguruan.

"Apa itu, Shen Rui?" bisik Lian Yue pelan. Tangannya yang menggenggam erat jemari Shen Rui gemetar halus. Tanda bulan sabit di lengannya berdenyut sangat kuat, seolah merespons pendar merah di dasar jurang itu dengan rasa sakit yang familier.

"Itu adalah jantung dari kebohongan perguruan ini," kata Shen Rui dengan suara rendah yang menakutkan.

Ia memutar tubuhnya menatap Guru Xuan He yang berdiri gemetar di atas sisa tiang pualam.

"Selama seribu tahun, kau membodohi seluruh murid Paviliun Tianjian," lanjut Shen Rui, suaranya bergema penuh kehebat di antara deru angin badai salju. "Kau mengatakan bahwa perguruan ini didirikan untuk melindungi alam manusia dari malapetaka siluman. Tapi kenyataannya... kau membangun perguruan ini tepat di atas penjara kuno ini, menguras darah dan jiwa Lian Yue di setiap reinkarnasi hanya untuk memberi makan keabadian kekuasaanmu sendiri!"

Guru Xuan He mendongak, tertawa histeris dengan senyuman keji yang merusak paras sucinya.

"Kau tidak mengerti apa-apa, Shen Rui!" bentak Guru Xuan He murka. "Dunia ini butuh keteraturan! Tanpa kekuasaan Paviliun Tianjian dan Segel Kuno ini, alam manusia akan hancur dihantam oleh bentrok tiga alam! Pengorbanan siluman ular itu adalah harga yang sangat kecil demi keabadian yang kupegang!"

"Harga yang kecil?" Lian Yue melangkah maju satu tindak. Pendar aura perak keagungan Ular Putih membubung tinggi di sekeliling tubuhnya, membiaskan cahaya rembulan yang teramat terang. "Kau mencuri jiwaku, memalsukan takdir kami, dan memaksa Shen Rui membunuhku berulang kali... Kau menyebut kepedihan seribu tahun itu sebagai harga yang kecil?!"

Sebelum Guru Xuan He sempat membalas, dasar jurang bawah tanah mendadak meledak. Pilar gelombang qi kehitaman menyambar tinggi ke udara, merobohkan sisa-sisa bangunan istana cendana Puncak Tianjian.

Sebuah tangga batu raksasa yang dipenuhi ukiran sejarah kuno muncul dari dalam reruntuhan, membentang lurus menembus kegelapan menuju ruang bawah tanah terlarang—Ruang Memori Terlarang, tempat asal-usul kutukan seribu tahun pertama kali ditorehkan.

Shen Rui mencengkeram erat Pedang Zhaoyang yang memancarkan pijar perak keemasan. Ia menatap Lian Yue dan Qing Luo, lalu memberikan anggukan mantap.

"Mari kita turun," tegass Shen Rui. "Saatnya membuka seluruh kebenaran yang tersembunyi di dasar tempat ini."

Dengan satu lompatan bersama, Shen Rui, Lian Yue, dan Qing Luo meluncur turun menembus jurang bawah tanah Puncak Tianjian, meninggalkan Guru Xuan He dan Paviliun Tianjian yang runtuh di balik bayang-bayang malam purnama.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!