NovelToon NovelToon
SKETSA PUTIH BIRU

SKETSA PUTIH BIRU

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah
Popularitas:270
Nilai: 5
Nama Author: Aurentina Bulolo

Bagi Auren, kain biru tua yang kaku itu bukan sekadar seragam baru, melainkan awal dari cerita abadi yang akan ia lewati bersama Evan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurentina Bulolo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kado yang Terlambat di Tanggal Lima Belas

Langkah kaki Auren terasa ringan saat menyusuri koridor sekolah yang masih tampak lengang pagi itu. Sisa-sisa hujan deras kemarin sore menyisakan udara sejuk yang menyegarkan. Ingatannya kembali berputar pada momen hangat di halte bus kemarin. Senyuman tipis terukir di bibirnya setiap kali ia mengingat bagaimana suara bas Evan berbisik lembut memanggilnya, "Aurenku." Panggilan itu masih saja sukses membuat jantungnya berdegup tidak karuan.

Auren melangkah masuk ke dalam kelas 7-B. Namun, suasana di dalam kelas terasa sedikit berbeda dari biasanya. Beberapa anak perempuan tampak berkerumun di dekat mading kelas, berbisik-bisik heboh.

Auren meletakkan tas ranselnya di kursi sekretaris, tepat di sebelah meja ketua kelas yang masih kosong. Ia mengeluarkan buku absensi berniat mencicil tugas rutinnya. Saat membuka buku itulah, matanya tidak sengaja tertuju pada kalender meja kecil yang ia letakkan di pojok.

Sebuah tanggal dilingkari dengan spidol merah olehnya beberapa bulan lalu.

15 Oktober.

Seketika, seluruh pasokan udara di paru-paru Auren serasa tersedot habis. Wajahnya memucat, matanya membelalak menatap angka digital di ponselnya yang menunjukkan hari ini adalah hari Selasa, 15 Oktober 2026.

Hari ulang tahun Evan.

"Astaga..." bisik Auren panik, menepuk dahinya keras-keras.

Bagaimana bisa ia melupakan hari sepenting ini? Di tengah kesibukan mempersiapkan materi ujian dan fokus mempertahankan peringkat dua, memori tentang hari lahir sang ketua kelas mendadak menguap begitu saja. Auren menoleh ke dalam tasnya, membongkar isinya dengan gerakan frustrasi. Nihil. Tidak ada kado, tidak ada kartu ucapan, bahkan tidak ada satu batang cokelat pun yang ia siapkan.

"Ren, lo kenapa? Kok kayak orang kebakaran jenggot?" tanya salah satu teman sekelasnya yang baru lewat.

"Ah? Enggak, enggak apa-apa," jawab Auren kikuk, mencoba bersikap normal meski hatinya sudah bergemuruh panik.

Sebagai orang yang paling dekat dan selalu mendapat perlakuan spesial dengan panggilan "Aurenku", rasanya sangat berdosa jika Auren menjadi satu-satunya orang yang melupakan hari ulang tahun Evan. Apalagi, kemarin sore cowok itu rela membiarkan bahunya basah kuyup demi melindunginya dari hujan.

Di tengah kebingungannya yang semakin memuncak, pintu kelas bergeser terbuka.

Sosok jangkung yang menguras pikirannya sejak tadi melangkah masuk. Evan berjalan dengan pembawaan tenangnya yang karismatik. Namun, Auren menyadari ada yang berbeda. Wajah Evan tampak sedikit lebih pucat dari biasanya, dan hidungnya agak memerah efek dari bahu yang basah kuyup di halte bus kemarin sore.

Pandangan mereka bertemu. Evan menghentikan langkahnya sejenak di depan meja, lalu melemparkan senyuman tipis yang sangat khas ke arah Auren.

"Selamat pagi, Aurenku," sapa Evan lembut, suaranya terdengar agak serak namun tetap hangat seperti biasa.

Auren membeku. Rasa bersalah bergolak hebat di dalam dadanya. Di hari ulang tahunnya, dengan kondisi tubuh yang kurang fit demi melindunginya kemarin, Evan masih sempat-sempatnya menyapanya dengan begitu manis. Sedangkan dirinya? Sama sekali belum menyiapkan apa pun.

"P-pagi, Evan..." jawab Auren terbata-bata, meremas ujung rok seragamnya di bawah meja dengan gugup.

Evan meletakkan tasnya, lalu duduk di kursinya yang tepat berada di samping Auren. Ia melirik Auren yang tampak salah tingkah dan terus menghindari kontak mata.

"Kamu kenapa, Aurenku? Kurang tidur karena belajar matematika semalam?" tanya Evan penuh perhatian, meletakkan punggung tangannya di meja, sangat dekat dengan tangan Auren.

Auren semakin bingung. Ia harus mencari cara dengan cepat. Tidak mungkin ia membiarkan hari ini berlalu begitu saja tanpa memberikan sesuatu yang berkesan untuk juara satu-nya ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!