NovelToon NovelToon
ONCE AGAIN

ONCE AGAIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Masa Depan / Ketos
Popularitas:119
Nilai: 5
Nama Author: Irdyna Aira

Mereka tumbuh bersama sebagai sahabat kecil, hingga takdir memisahkan langkah mereka. Bertahun-tahun kemudian, Alya Nadira Adhitama kembali ke Indonesia dan tanpa sengaja bertemu lagi dengan sahabat masa kecilnya, Arga Fernansyah, di sekolah yang sama. Mereka menjadi teman sekelas, tetapi tak ada satu pun yang menyadari bahwa mereka pernah saling mengenal.

Di tengah hari-hari yang dipenuhi tawa, mimpi, dan kebersamaan, perlahan muncul rasa yang tak pernah mereka duga. Hingga suatu petunjuk dari masa kecil mengungkap sebuah rahasia—bahwa orang yang selalu ada di samping mereka selama ini adalah sahabat yang pernah mereka kehilangan. Sebuah kisah tentang pertemuan kembali, persahabatan, dan takdir yang selalu menemukan jalannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irdyna Aira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 11 : 15 menit menuju sekolah

Kuda besi ninja milik Arga perlahan membelah kompleks perumahan yang asri.

Udara pagi Yogyakarta masih menyisakan hawa dingin yang menusuk kulit. Jalanan urama belum terlalu padat, hanya dihiasi beberapa bus kota, rombongan belajar berseragam, serta para pekerja yang mulai memadati aspal.

Arga sengaja mengendalikan laju motornya dalam kecepatan sedang. Ia tidak pernah suka terburu buru, terlebih jika boncengan belakang nya diiisi oleh Nadira. Bagi Arga, memastikan gadis itu sampai di tujuan dengan selamat jauh lebih krusial ketimbang sampai 5 menit lebih awal tetapi membahayakan nyawanya.

Melalui pantulan kaca spion, Arga melirik ke belakang

Nadira duduk manis nan rapi di joknya. Helm half-face berwarna putih yang dikenakan nya tampak sedikit kebesaran dikepalanya yang mungil. Tangan kirinya memeluk erat map tebal OSIS, sedangkan tangan kanan nya memegang tumbler pink kesayangan nya. Tas ransel pink pastel dengan bermacam macam gantungan lucu menggantung tenang di punggungnya, bergoyang pelan mengikuti irama motor.

Kain kerudung putih yang terurai dibalik jas almamater nya melambai lambai dimainkan angin pagi.

Disepanjang jalan, mereka melewati toko-toko kelontong yng baru setengah membuka pintunya, kedai soto sapi yang mulai mengepulkan uap gurih, serta para penjual gudeg yang sibuk menyusun keranjang dagangan. Pemandangan ritmis nan hangat khas pagi di kota Jogja.

SMAN 1 Yogyakarta sebetulnya tidak terlalu jauh dari kediaman mereka. Jika arus lalu lintas bersahabat, waktu tempuh tidak akan lebih dari lima belas menit perjalanan.

Arga kembali menyempatkan diri melirik kaca spion.

Awalnya, Nadira masih tampak segar melihat-lihat suasana sekitar. Namun... hanya berselang beberapa menit kemudian...

Kepala berhelm putih di belakangnya mulai terkulai dan menunduk pelan.

Arga memicingkan mata, menebak alur yang sangat ia kenal. "Tidak..." batinnya geli.

Dan benar saja. Hitungan detik berlalu, kepala Nadira mulai bergoyang-goyang halus mengikuti setiap guncangan tipis roda motor. Kelopak matanya yang tadi sempat benderang kini perlahan merapat rapat.

Arga mengembuskan napas panjang seraya menyunggingkan senyum gelak yang tak sanggup ditahannya. "Kebiasaan..."

Sejak masa-masa seragam putih-merah SD, lalu putih-biru SMP, hingga detik ini, Nadira memang menyimpan satu kebiasaan unik yang tidak pernah luntur. Jika mengendarai motor di pagi hari—terlebih saat hembusan udara dingin membelai wajah—gadis itu akan sangat gampang terhipnotis oleh rasa kantuk. Dan kalau sudah begitu, ia bisa tertidur pulas dalam hitungan detik.

Arga memperhatikan spionnya lagi dengan cemas. Kepala Nadira mendadak miring ke kanan, lalu kembali tegak secara refleks, sebelum akhirnya terkulai lagi.

Melihat adegan berbahaya itu, Arga refleks mengendurkan tarikan gasnya, memperlambat laju kendaraan. Ia menggeleng-gelengkan kepala.

"Dira..." panggil Arga rada keras.

Hening. Tak ada sahutan.

Motor Ninja itu terus melaju pelan.

"Diraaa..." panggil Arga sekali lagi.

Masih tak ada respons dari belakang.

Arga akhirnya menaikkan volume suaranya satu tingkat. "Dira! Alya Nadiraa!"

"Hm...?" Suara bergumam khas orang yang terkejut dari tidurnya terdengar pelan dari balik helm.

"Kamu tidur, ya?" tuduh Arga menduga.

"Enggak..." sahut Nadira cepat. Nada suaranya sangat tidak meyakinkan dan terkesan defensif.

Tawa renyah Arga meledak pelan di balik visor helmnya. "Lah! Belum apa-apa udah bohong. Itu tadi kepalamu udah mengangguk-angguk kayak pajangan mobil!"

"Nggak tidur, Arga... cuma meram sebentar..." Nadira berkilah, walau kepalanya lagi-lagi terkulai pelan.

Arga menggeleng pasrah. "Dira..."

"Hm?"

"Nanti kalau kamu ketiduran terus oleng jatuh gimana, coba?"

Peringatan tegas Arga sukses membuat Nadira membuka kedua matanya lebar-lebar, terkejut. "Hehe... maaf."

"Maaf doang. Jangan tidur, Dira! Baru juga pagi... masa semangatmu udah drop aja?"

Nadira terkekeh kecil dari balik punggung Arga. "Semalam belajarnya kebanyakan, Ga. Terus Subuh tadi kan habis sholat aku ngaji agak lama... makanya matanya makin berat."

"Dari dulu kebiasaanmu nggak pernah hilang," gerutu Arga gemas.

"Kebiasaan apa?"

"Naik motor terus ketiduran!"

Nadira tertawa renyah, suaranya terdengar makin dekat di belakang telinga Arga. "Kan ada kamu."

Arga menaikkan sebelah alisnya. "Lah? Emang kenapa kalau ada Arga?"

"Ya aman. Aku kan percaya sama kamu."

Arga spontan tertawa mendengar jawaban polos itu.

"Enak banget ngomongnya! Kalau Arga mendadak ngerem mendadak terus kamu nyungsep gimana?"

"Ya paling aku kaget terus kebangun," sahut Nadira santai tanpa dosa.

"Dira... seriusan!" tegur Arga berusaha tegas. "Jangan tidur. Nanti kalau kepalamu hilang keseimbangan terus jatuh ke belakang gimana?"

"Iya, iya... ini meremnya sebentar doang kok..."

"Nggak ada kata sebentar. Kamu tuh baru juga jalan lima menit dari rumah udah teler aja," cibir Arga.

Nadira hanya menguap pelan. "He-em..."

Arga lagi-lagi hanya bisa menggeleng seraya tersenyum tipis. Ia sudah terlampau hafal luar kepala dengan tabiat sahabatnya ini. Pernah suatu hari sewaktu SMP, Nadira benar-benar tertidur pulas sampai badannya condong ke kiri dan hampir kehilangan keseimbangan. Beruntung, refleks Arga cepat untuk menahan dan membangunkan gadis itu.

Sejak insiden mendebarkan itu, tiap kali membonceng Nadira ke sekolah, kalimat yang paling rajin keluar dari mulut Arga adalah 'Dira, jangan tidur!'

Dan jawaban Nadira dari tahun ke tahun selalu konsisten 'Iya... sebentar doang.' Padahal kata 'sebentar' versi Nadira itu berarti tertidur sampai roda motor berhenti tepat di depan gerbang sekolah.

Arga memfokuskan matanya kembali ke spion. Beruntung, kali ini Nadira berusaha menahan kantuknya dengan mengerjap-kerjapkan mata, meski sesekali menguap kecil.

"Nah, gitu. Lihat jalanan depan, biar gak makin ngantuk," puji Arga.

"Iya, Pak..."

"Coba kamu lihat ke sebelah kanan. Puncak Gunung Merapi kelihatan jelas tuh," tunjuk Arga dengan dagunya.

Nadira mencondongkan tubuhnya sedikit, menatap ke arah utara di mana puncak gunung megah itu berdiri gagah berhiaskan langit biru bersih. "Wah... indah banget, Ga!"

"Nah! Kalau diajak ngobrol begini kan matamu jadi melek," ledek Arga.

"Hahaha! Iya deh, makasih udah dibangunkan."

Motor Ninja itu kembali melaju membelah jalanan kota yang kian ramai. Terpaan angin pagi membelai lembut wajah mereka berdua.

Lima belas menit perjalanan itu terasa amat biasa dan sederhana. Namun bagi Arga, rentetan momen ini adalah fragmen terbaik dari rutinitas harian yang paling ia syukuri.

Mengantar Nadira ke sekolah. Melakukan patroli berkala agar gadis itu tidak ketiduran di jok belakang. Serta mendengarkan gelak tawa dan celoteh ringannya sepanjang perjalanan.

Sebuah rutinitas yang tidak pernah menghadirkan rasa bosan. Sebuah rutinitas manis yang tanpa Arga sadari... kelak akan menjadi hal yang paling amat ia rindukan, ketika di suatu hari nanti, bangku belakang motornya tak lagi ditempati oleh gadis manis penyuka matcha, pemilik tumbler pink, yang selalu tertidur dalam perjalanan menuju sekolah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!