Banyu dan Alia sudah lama menjalin kasih, sejak mereka masih dibangku SMU sampai mereka sudah sama - sama bekerja. Banyak mimpi dan harapan yang ingin mereka wujudkan tapi semua itu terhalang oleh restu orang tua.
Banyu biru Aji berasal dari keluarga biasa saja pemilik restoran kecil yang sudah turun temurun warisan dari kakek dan nenek banyu, sementara keluarga alia berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya.
Diam diam orang tua aliya tidak menyetujui hubungan mereka bahkan mereka sudah menyiapkan jodoh dan rencana untuk memisahkan aliya dan juga banyu.
Akankan cinta mereka bisa berlanjut atau akan menyerah dan kalah????
" Hai.....aku come back setelah lama tidak menulis.... semoga karyaku ini bisa dibaca dan diterima banyak pembaca"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bondan wardoyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22 Akad Nikah
Dua buah hiasan janur kuning yang dibuat begitu indah terpasang di pintu gerbang masuk rumah Eyang yang memiliki halaman yang sangat luas. Dari luar terlihat tenda besar yang sudah terpasang dihalaman, meja-meja katering dengan hiasan bernuansa putih dan emas dengan bunga-bunga segar juga sudah tersusun rapi dan apik. Sepanjang jalan dari gerbang depan sampai pendopo terhampar karpet merah yang menutup jalan, sisi kanan dan kiri didekor sedemikian rupa sehingga terlihat cantik dan elegan. Pendopo juga sudah disulap menjadi indah dengan dekorasi bernuasa putih dan emas.
Di tengah-tengah sudah terdapat meja dan kursi yang didekor dengan cantik untuk prosesi akad nikah. Ya sore ini akhirnya Eyang akan menikahkan cucu kesayangan. Bahkan Eyang sendiri yang mengecek semua persiapannya sendiri agar semua tidak ada yang kurang, walaupun semua sudah dipercayakan oleh wedding organizer.
Kedua orang tua Jenar juga sudah ada dirumah sejak dua minggu lalu untuk mempersiapan semuanya. Mereka juga tidak kalah antusias sama sperti Eyang. Sementara itu Jenar tengah bersiap makeup dikamarnya dengam seorang makeup artis yang cukup terkenal. Dia mempercayakan pada makeup artis untuk dibuat cantik dihari istimewa ini.
Jujur Jenar sejak beberapa hari lalu dia sudah deg-degan tidak bisa tidur menantikan hari ini. Dia akan disunting oleh dr.Banyu menjadi istrinya.
Memang waktunya cukup singkat dari makan malam bersama hanya tiga bulan setelah itu mereka memutuskan untuk segera menikah dengan sederhana saja dan hanya mengundang saudara dan teman dekat saja itupun tidak semua mereka benar-benar membatasi jumlah tamu undangan. Ini semua permintaan Banyu dan juga Jenar sendiri. Tidak ada resepsi mewah dan banyak tamu. Keduanya hanya ingin akad nikah saja secara sederhana dan setelah itu ramah tamah. Dan Jenar ingin semua diadakan dirumah saja. Dikamar jenar sudah tersusun rapi kebaya putih panjang dengan kain batik beserta semua aksesoris, perhiasan yang akan di pakai Jenar. Jenar milih menggunakan siger sunda dan juga prosesi adat sunda setelah akad nikah selesai.
Walaupun keluarga Jenar termasuk keluarga yang cukup terpandang dan tentunya memiliki banyak relasi bisnis, tapi kedua orang tua dan Eyang tentunya menyetujui semua permintaan Jenar. Sebenarnya mereka sangat mampu untuk mengadakan pesta di hotel bintang lima tapi mereka nekan egonya demi kebahagian Jenar. Karena memang sejak lama Jenar ingin pernikahan yang private yang utama adalah akad nikah itu saja. Dan setelah itu ramah tamah dengan para tamu. Karena Jenar tidak ingin hanya berdiri dipelaminan dan bersalaman dengan ribuan tamu undangan yang tidak ia kenal. Dia ingin semua tamu menikmati santap malam dengan santai dan sambil ngobrol dan mendengarkan hiburan yang sudah dia siapkan.
Setelah beberapa jam akhirnya Jenar sudah selasi makeup dan sudah menggunakan kebaya dan juga siger yang khusus ia beli sendiri untuk dipakai hari ini. Serta perhiasan milik neneknya dulu yang diwariskan untuk Jenar. Cantik paripurna, sesi foto dan juga vidio dibadikan disisi rumah yang estetik dan bagus. Eyang dan kedua orang tua Jenar sampai meneteskan air mata haru melihat Jenar yang begitu cantik dan anggun.
Semua tengah bersiap didepan menyambut Banyu dan keluarganya yang rupanya sudah tiba didepan rumah. Rangkaian acara pun segera dimulai dengan hikmat. Dan tibalah Banyu mengucapkan ijab kabul yang langsung dinikahkan oleh Papa Jenar sendiri. Banyu mengucapkannya dengan tarikan satu nafas dan juga lantang. Sementara jenar menunggu diruangan bersama empat orang sahabatnya melihat dari layar kaca yang sudah disiapkan.
Dan Alhamdulillah SYAH semua orang terharu, Jenar meneteskan air mata bahagianya dan juga temen-temanya. Diluar Gita dan Ibunya bahkan sampai menangis tersedu-sedu sambil berpelukan. Setelah itu di temani keempat sahabat Jenar keluar dengan berjalan perlahan menuju meja akad diiringi dengan alunan musik sunda yang indah. Dia berusaha tersenyum walau rasanya hatinya tidak karuan campur aduk senang, sedih deg-degkan juga. Banyu berdiri menyambut wanita yang tiga bulan lalu bukan siapa-siapa dan kini telah resmi menjadi istrinya. Banyu juga berusaha tersenyum untuk menutupi perasaanya yang tidak bisa digambarkan. Entah dia bahagia atau tidak yang jelas Banyu bahagia melihat kedua orang tua adik serta keluarganya bahagia.
Pertama kalinya Jenar bersalaman dan mencium tangan lelaki yang dia kira kurir sekarang telah resmi menjadi suaminya. Banyu meletakan tanganya diatas kepala Jenar dan mengucapkan doa yang sudah dihapalkan beberapa hari lalu. Dan setelah itu untuk pertama kalinya dia mengecup kening Jenar istrinya. Wanita yang tidak pernah dia bayangkan sama sekali untuk menjadi istrinya. Sekilah Banyu sempat teringat pada Aliya tapi dia buru-buru sadar jika wanita didepanya ini adalah Jenar bukan Aliya.
Acara akad nikah sudah selesai ditutup dengan foto-foto terutama dengan keluarga dan teman dekat mereka. Selagi tamu-tamu menikmati hidangan yang sudah disediakan disana. Jenar dan Banyu beralih ke tempat lain untuk sesi foto berdua saja. Walau mereka tampak canggung untuk berfoto mesra tapi mereka berusaha untuk menghilangkan perasaan itu, ya walau memang masih terlihat.
Setelah itu Jenar dan juga Banyu berganti baju dengan Jenar memakai gaun warna putih dan juga Banyu memakai setelah jas warna hitam untuk acara makan malam. Tidak banyak acara dimalam ramah tamah hanya jamuan makan malam saja dengan tamu yang terbatas. Banyu juga hanya mengundang rekan kerjanya beberapa orang saja tidak banyak. Dan kejutanya adalah Jenar mengundang Kahitna untuk menghibur para tamu malam itu. Tidak hanya para tamu yang terkejut bahkan Banyu sendiri juga cukup terkejut dengan ide Jenar ini. Jadi malam itu benar- benar hanya makan malam sambil ramah tamah walau hanya sederhana tapi tetap meriah.
Jenar dan Banyu juga tampak masih agak canggung mereka juga masih sedikit mengobrol tapi mereka cukup menikmati pesta malam itu. Tak terasa pesta telah usai tamu-tamu juga sudah pulang satu persatu kini hanya tinggal Banyu, Jenar dan juga keluarga inti saja. Karena seharian ini mereka semua sibuk baru kali ini mereka bisa berbicara kepada kedua pengantin baru.
" Banyu, Eyang titip Jenar cucu satu-satunya yang Eyang sayang tolong jaga dia sayangi dia dan kalian berdua harus selalu bersama saling mendukung satu sama lainya sekarang kalian sudah menjadi satu." Sambil menepuk pundak Banyu.
"Iya Banyu, Papa dan Mama juga sama titip Jenar ya, Papa dan Mama yakin kamu bisa menjadi suami yang baik untuk Jenar begitu juga sebaliknya, Papa dan Mama selalu berdoa untuk kebahagian kalian."
Papa dan Mama lalu memeluk Banyu dan juga Jenar secara bergantian.
" Eyang, Papa dan Mama Insyallah Banyu akan menjaga Jenar dan doa kalian semua pastilah akan menjadi jalan untuk kami memulai rumah tanggan ini dan Insyallah Jenar akan bahagia bersama Banyu."
" Banyu Bapak dan juga ibu berharap hal yang sama semoga keluarga kalian sakinah mawadah warahmah."
Banyu memeluk Bapak dan Juga Ibu nya serta tak lupa adiknya Gita.
"Akhirnya Mas Banyu menikah juga punya istri sekarang Mas dan Gita punya kakak perempuan."
" Gita......."
Jenar memeluk Gita dengan penuh kasih sayang layaknya seorang kakak kepada adiknya.
" Sudah-sudah sebaiknya sekarang kita biarkan pengantin baru untuk segera masuk kemobil dan segera pergi kebandara dari pada nanti kalian ketinggalan pesawat." Eyang menyuruh agar Banyu dan Jenar segera pergi.
"Oiya Eyang merekakan karus pergi bulan madu, asik nie padahal tadinya Mb Jenar mau ngajak Gita lho tapi gak dibolehi sama Bapak dan Ibuk."
Gita sambil tersenyum lebar.
" Gita kamu itu ada-ada saja mana ada orang mau bulan madu kuk adiknya ikut kan tidak lucu sama sekali."
"Lho kan mereka perlu orang buat jadi fotografer iya kan Mbak."
" Iya sebenarnya gak papa kalau Gita ikut untuk teman Jenar biar ada teman ngobrol."
" Tidak usah aneh-aneh sudah kalian segera berangkat sana nanti terlambat." Ibu menyuruh mereka segera pergi.
Banyu dan Jenar segera masuk kemobil yang akan membawa mereka kebandara dan karena Banyu juga tidak bisa ijin lama-lama akhirnya mereka hanya pergi ke lombok saja yang dekat. Didalam mobil Banyu dan Jenar juga tidak banyak bicara hanya seperlunya saja tampaknya mereka berdua masih sama-sama canggung karena belum lama berkenalan dan juga belum pernah ngobrol banyak. Kali ini kedua orang ini harus pergi berdua saja untuk bulan madu.
Sampai di Bandara hari sudah cukup larut dan penerbangan mereka masih dua jam lagi. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk minum kopi saja sambil menunggu.
Setiap mau memulai obrolan keduanya terlihat masih canggung dan kaku.
"Jenar kamu mau pesan apa?"
"Hhhmmm Jenar mau Hot coklat saja."
"Itu saja gak mau roti atau cemilan."
"Gak mas, Jenar masih cukup keyang."
Mereka duduk berdua dan saling berhadapan, Banyu menikmati secangkir kopi dan Jenar dengan coklatnya. Mereka sama-sama tampak lelah karena acara seharian, dan karena ini juga sudah tengah malam bahkan hampir pagi mereka masih terjaga. Apalagi yang mereka lakukan tak banyak bicara. Dipesawat juga sama saja bahkan mereka memilih untuk tidur memejamkan mata sejenak. Tiba-tiba saja mereka sudah sampai dihotel saja begitu sampai Jenar memilih untuk segera mandi sementara Banyu memilih untuk tidur karena benar-benar lelah dan mengantuk.
Apalagi sebelum acara pernikahan Banyu juga sibuk bekerja dan baru mengambil cuti satu hari sebelum ia menikah. Banyu tertidur disofa dengan sepatu masih ia pakai dan juga jaketnya. Jenar keluar dari kamar mandi dan melihat Banyu yang tertidur pulas dan enggan membangunkannya, dia berjalan pelan-pelan dan mendekati banyu, melepaskan sepatunya perlahan dan menyelimutinya. Setelah itu Jenar juga memilih untuk tidur sebentar saja rupanya dia juga lelah dan mengantuk.
Tiga bulan lalu sebelum pernikahan.
Banyu mendatangi Jenar di Toko Kuenya setelah beberapa hari berpikir. Dia memberanikan diri untuk menemui Jenar dan mengajaknya bicara berdua saja. Ya hanya berdua Banyu dan Jenar. Belumnya Banyu mengirimkan pesan singkat pada Jenar jika Banyu ingin berbicara berdua saja dengan jenar. Dan Jenar mempersilahkan Banyu untuk datang ke Toko nya.
Apa saja yang dibicakan Banyu dan Jenar. Kita akan bahas di episode berikutnya ya. Terima kasih untuk pembaca setia ku tolong tinggalkan like dan komenya semangatin aku untuk melanjutkan ceritanya.