NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Pendekar Pedang

Kisah Cinta Pendekar Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:221
Nilai: 5
Nama Author: Firdaus Rangkuti

Sebuah kerajaan terbesar punya misi menangkap semua petarung liar untuk kedamaian. Namun semua perguruan seni bertarung pedang menolaknya. Karena mereka tahu kalau kerajaan ingin mengatur masyarakat dengan menguasai sumber daya.

Sepasang pendekar pedang ini menjadi penyelamat untuk melawan sebuah kerajaan besar. Mereka melakukan perjalanan bersama untuk mengumpulkan rahasia teknik pedang tersembunyi dan dua pedang Sakti.

Pedang Zen Xi di Desa Win, lalu pedang Zoi Chu di Desa Hon. Namun mereka harus melewati rintangan dan tempat untuk bisa sampai di tujuan. Lalu mereka kembali untuk mengalahkan Kerajaan Sinpor.

Setelah masalah Kerajaan Sinpor selesai, kisah cinta mereka berdua sempat mendapatkan penolakan dari orang tua perempuan, karena perbedaan kelas sosial. Namun mereka berdua punya cara agar mereka berdua bisa menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firdaus Rangkuti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari Informasi

Lalu Rio berkumpul di bawah gang sempit yang gelap bersama Jinsin dan Geri. Mereka bertugas untuk mengumpulkan informasi dan mencari tahu semua kelompok petarung hebat di Desa Swon.

"Semuanya menyebar." ucap Rio beri perintah.

Mereka bertiga berlari ke segala arah berlari. Jinsin berlari dari atap melompat ke sana ke sini melihat keberadaan seseorang atau Sekelompok orang berada di luar. Geri memasuki setiap kedai untuk melihat keberadaan kelompok petarung. Rio mencari ke tempat yang gelap dan sunyi. Selama seharian, mereka berhasil mengumpulkan informasi tentang kelompok petarung dengan berkumpul di tempat semula.

"Aku sudah mengumpulkan informasi kalau Desa Swon banyak kelompok petarung. Namun mereka sepertinya tidak bergerak untuk melakukan tindakan." ucap Rio.

"Aku juga sudah menemukan informasi tentang kelompok petarung. Mereka juga belum bergerak."

"Aku menemukan banyak petarung pedang yang hebat. Namun mereka masih santai dan tidak membicarakan tentang pertarungan."

Hasilnya, mereka telah memiliki informasi di Desa Swon bahwa jumlah petarung dari kelompok ini berjumlah 23 kelompok besar dengan kemampuannya bertarung dengan pedang dan tangan kosong. Lalu Rio menyuruh anggota untuk berkumpul di sebuah kedai tempat mereka pertama kali berkelahi. Lalu melakukan diskusi bersama terkait rencana pertarungan mereka. Rio dan Jinsin menyerahkan hal ini kepada aliansi terdiri dari Geri, Somo, dan Mozi.

Setelah itu, Rio dan Jinsin kembali ke tempat persembunyian dan menyuruh mereka untuk memberitahu jika terjadi masalah. Beberapa hari setelahnya, Rio dan Jinsin sedang berkebun dan bertani dengan hasil buah dan sayuran di kirim ke Desa Swon dan luar desa sebagai imbalan telah membantu Desa Swon.

"Kalian telah berusaha keras anak muda. Kalian telah menyumbang tenaga kalian untuk kebutuhan desa ini." ucap Sanoki, kepala Desa Swon berdiri melihat barang hasil pertanian sedang di bawa ke kendaraan tradisional angkut buah.

"Tidak, apa-apa, pak kepala desa. Justru kami telah berterima kasih sudah memberi izin untuk tinggal di pinggir Desa Swon dan memberi kami makan dan minum setiap hari." ucap Rio tertawa sambil sibuk mengangkat hasil panen pertanian.

"Ini, pak tehnya dan makanan." ucap Jinsin meletakkan makan dan minum di bawah pohon di alas kain untuk duduk.

"Terima kasih, nona. Sudah merepotkan." ucap Sanoki suara agak serak wajah agak tua duduk di alas mengambil minuman teh.

Setelah Rio selesai mengangkut hasil pertanian ke dalam gerobak angkut tradisional. Rio dan Jinsin mencuci tangan dan wajah yang kotor di ember air yang bersih lalu mengelap kedua tangan dan wajah. Lalu mereka duduk bersama sambil mengambil air teh dan cemilan di depan Sanoki kepala Desa Swon.

"Bisa bapak ceritakan tentang Desa Swon?" tanya Rio sambil hendak minum.

"Desa Swon itu tidak punya kerajaan dan pemerintah. Hanya kepala desa saja yang memimpin. Desa Swon ini cukup luas, namun sangat ramai seperti festival kemarin." ucap Sanoki.

"Apakah bapak tahu tentang kelompok petarung?" tanya Rio penasaran.

"Kelompok petarung, oh ini ya. Desa ini punya kelompok petarung pedang dan petarung tangan kosong. Mereka ini bertarung secara senyap. Namun cukup membahayakan penduduk." ucap Sanoki.

"Cukup membahayakan penduduk. Apa maksud bapak?" tanya Jinsin.

"Mereka bertarung sesama petarung mengambil wilayah untuk sebuah kepentingan. Mereka cukup membahayakan penduduk karena mereka pernah bertarung secara terbuka sampai membuat sebuah wilayah di desa mengalami kerusakan." ucap Sanoki.

"Bapak tahu mereka akan bertarung lagi?" tanya Rio."

"Saya tidak tahu." ucap Sanoki. Setelah mereka bertiga saling cerita tentang sedikit tentang Desa Swon. Rio dan Jinsin kaget kalau Desa Swon tidak punya prajurit. Keadaan damai, kadang berubah jadi pertarungan yang jarang terjadi. Walaupun begitu Desa Swon menjadi desa yang ramai dan tetap menjadi yang aman.

Lalu Sanoki hendak pamit dari tempat duduk dan menaiki gerobak itu untuk membawa bahan pangan di tarik oleh kuda. Rio dan Jinsin menerima pamit Sanoki dengan hormat dan terima kasih sambil tersenyum. Setelah itu mereka membereskan semua yang kotor di halaman rumah penuh sampah pertanian dan tanah bersama-sama. Setelah semua selesai Rio dan Jinsin duduk santai bersama di ruang depan.

"Jinsin kau cantik setelah mandi." ucap Rio memuji dan memegang rambut dia yang basah.

"Haha." ucap Jinsin tertawa mendengar pujian Rio. Lalu Rio sebentar mencium rambut basah yang wangi. Jinsin tertawa melihat tingkah Rio yang mesra.

"Rio, pandai juga." ucap Jinsin senyum senang melihat tingkah Rio.

"Tok. Tok. Tok." ketukan pintu terdengar. Geri lalu masuk ke dalam, lalu memberitahu keadaan Desa Swon kepada Rio dan Jinsin. Para kelompok petarung sudah mulai bergerak mencari kelompok Geri, Mozi dan Somo. Lalu Rio bertanya kepada Geri tentang tujuan pergerakan mereka.

"Kami tidak tahu, Rio. Tapi mereka sudah bergerak." ucap Geri. Setelah Geri memberikan informasi, Geri pamit pulang dari Rio dan Jinsin. Lalu mereka akan mempersiapkan sesuatu untuk tujuan pertarungan.

Rio membuka sebuah kotak berisi pedang yang di balut kain hitam. Rio melihatnya dan berpikir bahwa pedang ini akan di pakai lagi dalam bertarung dengan kelompok besar di Desa Swon. Jinsin berdiri di belakang Rio melihat pedang yang di buka Rio. Lalu Rio mengambil pedang biasa itu dan mengarahkan ke arah dinding ruang depan dengan tatapan mata tajam.

"Dimana mereka?" teriak Rio berdiri di atas atap rumah.

"Kelompok kami sedang mencarinya tuan." ucap Geri.

Jinsin berdiri di belakang Rio melihat dengan tatapan mata sedih. Dia berpikir kalau keadaan ini akan membuat perjalanan mereka menjadi lebih buruk. Apalagi Jinsin berdiri di atas atap dengan rambut yang terbang oleh angin membuat dirinya semakin takut akan hal yang dapat menghambat keadaan mereka berdua dan tujuan mereka untuk mencari pedang sakti sebelum kembali ke desa masing-masing.

"Rio." panggil Jinsin wajah sedih. Rio berbalik badan melihat Jinsin terlihat sedih dengan penampilan seperti seorang pendekar pedang.

"Jinsin, kenapa kamu sedih?" tanya Rio memegang pipinya dengan ekspresi bingung.

"Kau tahu aku sangat peduli pada kamu." ucap Jinsin suara sedih menatap mata Rio.

"Aku tahu, aku juga peduli." ucap Rio mengelus pipi Jinsin dengan pelan wajah sedih.

"Karena kedai waktu itu. Kalau saja." ucap Jinsin pembicaraan di potong Rio.

"Sudah lah. Karena sudah sejauh ini. Kita harus hadapi bersama. Kau mengerti kan?" ucap Rio kepada Jinsin.

Jinsin diam menahan kesedihan, lalu memegang tangan Rio dengan erat di atas atap cor gedung cukup tinggi di gang sempit. Dia menatap mata yang bergetar kepada Rio. Lalu dia memeluknya dengan erat dan dia mengeluarkan air mata di dada Rio. Karena dia punya firasat buruk tentang Rio. Lalu Rio dan Jinsin saling memeluk tubuh berdiri dengan angin yang bertiup kencang. Langit yang terang berubah menjadi gelap.

1
fnrm
🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!