NovelToon NovelToon
Mantan Kekasih Dr.Banyu

Mantan Kekasih Dr.Banyu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Perjodohan
Popularitas:571
Nilai: 5
Nama Author: Bondan wardoyo

Banyu dan Alia sudah lama menjalin kasih, sejak mereka masih dibangku SMU sampai mereka sudah sama - sama bekerja. Banyak mimpi dan harapan yang ingin mereka wujudkan tapi semua itu terhalang oleh restu orang tua.
Banyu biru Aji berasal dari keluarga biasa saja pemilik restoran kecil yang sudah turun temurun warisan dari kakek dan nenek banyu, sementara keluarga alia berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya.
Diam diam orang tua aliya tidak menyetujui hubungan mereka bahkan mereka sudah menyiapkan jodoh dan rencana untuk memisahkan aliya dan juga banyu.
Akankan cinta mereka bisa berlanjut atau akan menyerah dan kalah????

" Hai.....aku come back setelah lama tidak menulis.... semoga karyaku ini bisa dibaca dan diterima banyak pembaca"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bondan wardoyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27 Perkemangan yang baik antara Banyu dan Jenar

Di perjalanan menuju Rumah Sakit Banyu melamun sambil dibonceng abang ojol. Banyu heran kenapa bisa tadi dia mencium kening Jenar, apa gara-gara peristiwa semalam, apa karena Banyu sudah melihat Jenar seutuhnya, hatinya mulai luluh, tapi sudah seharusnya dan kewajibannya memberikan nafkah lahir dan batin. Walau mereka sudah beberapa hari menikah tapi belum ada perkembangan yang.

Banyu sambil menyemangati dirinya sendiri, pasti bisa melupakan Aliya walau mungkin belum sepenuhnya, dan kini Jenar adalah masa depan, Banyu sesuai janjinya dia harus bisa membahagian Jenar dan menerimanya seutuhnya. Tak terasa tiba-tiba sudah sampai di Rumah Sakit, Pak ojol yang mengantarnya sampai memanggil dan memberitahu Banyu beberapa kali jika tujuan mereka sudah sampai.

Sadar dari lamunannya Banyu segera turun dan langsung menuju ruang kerjanya. Semoga hari ini segera selesai semua pekerjaanya Banyu segera ingin buru-buru pulang dan bertemu dengan Jenar. Dia sudah memutuskan untuk memperbaiki semuanya. Tidak pantas rasanya Jenar mendapatkan perlakuan seperti itu dari Banyu.

Hari ini situasi IGD cukup ramai pasien datang silih berganti. Tim IGD hari ini cukup bekerja keras tapi mereka tetap semangat dalam menjalankan tugas-tugas mereka. Jam makan siang hampir tiba, dan tiba-tiba ada kiriman nasi box dan juga kopi serta kue untuk cuci mulut. Tapi kali ini Jenar memesan nasi box dari katering Ibu mertuanya, sepengetahuan Banyu pastinya.

"Dokter terima kasih banyak untuk makan siangnya, wah hari ini kita makan enak."

"Memang siapa yang beli makan siang?", Banyu malah bingung sendiri.

"Ini lho dokter nasi kotak dari Ibu nya dokter kan, dan juga ini dari toko kue istrinya dokter."

"Oh, pasti ini istrinya dia suka gak bilang kalau mau kirim makanan, silahkan dinikmati semoga suka."

Banyu lalu segera memeriksa ponselnya siapa tau Jenar mengirimkan pesan yang belum dia baca. Dan benar saja Jenar mengirim pesan yang isinya jika dia akan mengirimkan makanan untuk Banyu dan semua rekan-rekanya di IGD untuk makan siang.

Banyu buru-buru membalas pesan Jenar dan mengatakan jika kirimnya sudah sampai dan mengucapkan terima kasih, dan semua rekan-rekanya juga senang menerimanya dan menitipkan salam untuk Jenar.

Jenar lega kali ini kirimannya sudah diterima dan Banyu juga memberi respon baik atas ide Jenar hari ini. Sambil tersenyum lebar, Jenar lalu melanjutkan perkerjaannya didapur.

Hari ini Banyu langsung pulang kerumah setelah selesai bekerja, tapi rupanya Jenar belum pulang dari toko. Banyu mengirimkan pesan jika dia sudah pulang dan ada dirumah.

Akhirnya Jenar sampai dirumah sebelum magrib, dia meminta maaf pada Banyu karena pulang sedikit terlambat. Jenar kemudian buru-buru meletakan semua belanjaanya di meja dapur. Banyu menghampirinya dan bertanya pada Jenar apa yang bisa dia bantu. Jenar menyambut tawaran Banyu dengan senang hati, dia meminta banyu untuk memasukan beberapa barang ke dalam kulkas.

Tangan banyu yang bergerak tapi matanya terus saja melirik-lirik Jenar. Dia mencuri-curi pandang dari ujung kepala sampai ujung kaki. Bahkan Banyu membayangkan istrinya itu seperti yang ia lihat semalam di kamar mandi. Sambil menarik nafas panjang. Jenar menyiapkan masakan untuk malam ini, dia sedang asik mengiris bawang bombay dan juga lainya untuk steak yang akan menjadi menu makam malam mereka hari ini.

Tiba-tiba Banyu mendek sedikit demi sedikit kepada Jenar dan akhirnya dia meraih pinggang Jenar dan memeluknya dari belakang. Sontak saja Jenar kaget dan menghentikan potongan bawangnya. Suaminya mulai mendekatinya rasanya merinding, jantungnya berdebar kencang seakan mau copot. Banyu terus memeluknya dan mencium kepala Jenar dengan lembut sementara tanganya melingkar pada pinggang Jenar yang ramping.

"Maafkan saya Jenar, tidak seharusnya saya membuat kamu menunggu lama."

DEG....jantung Jenar bertambah deg-degkan, sambil dia berpikir harus bagaimana dan harus bilang apa, ini benar-benar membuat dia merasakan sesuatu yang aneh. Hal yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Jenar meletakan pisau yang dia pegang dan tanganya pun mencoba meraih tangan Banyu.

Ting....tong...ting....tong.... ditengah suasana yang mulai hangat itu tiba-tiba saja bel rumah mereka berbunyi dan membuat mereka kaget dan dan melepaskan pelukan satu sama lain. Banyu kesal sekali, dan bertanya siapa yang datang mengganggu saja. Begitu dia buka pintunya ternyata oh ternya adiknya Gita yang ada didepan pintu.

"KEJUTAN.........."

"Gita.......ngapain kamu datang kesini, kuk gak kasih kabar."

"Sengaja sih, Gita to kasihan sama Mas Banyu to Gita bawa mobilnya Mas kesini."

"Oh, kuk tumben kamu mau repot-repot."

"Sekalian mau lihat rumah naru kalian dong."

"Eh Gita, kebetulan sekali kamu datang sekalian makan malam disini ya."

Batin Banyu kenapa Jenar malah menyuruh Gita berlama-lama disini. Bukanya menyuruh dia segera pulang saja. Tau baru mau mulai adegan romantis malah tertunda.

"Wah, Mbak Jenar mau masak steak ya, kebetulan Jenar belum makan."

"Gita kalau nanti kamu makan disini, nanti kemalaman pulangnya." Sambil memberi kode pada Jenar.

Tapi Jenar tidak mengerti maksudnya apa. Jenar malah menyuruh Gita menginap saja kalau kemalaman. Tepok jidat lah Banyu. Mana Gita juga mau lagi. Banyu mendekati adiknya dan berbisik-bisik, menyuruhnya pulang saja dan makan saja di mol ajak temanya Banyu akan memberinya uang jajan.

"Ih apa sih mas ini, Gita kan mau mencicipi masakan Mbak Jenar." Bicara dengan volume kecil.

"Besok-besok saja kesini lagi, Mas kasih uang jajan beli saja makan di mol atau mau beli apa kamu, Mas kasih uangnya tapi kamu pulang saja sekarang."

Gita sengaja mengoda kakaknya dengan pura-pura tidak mau, padahal Gita sudah mengerti maksud kakaknya ingin berduanya saja dengan jenar. Dan akhirnya setelah tawar menawar Gita setuju untuk pergi dari sana dan menuruti kakaknya.

"Mbak Gita ada janji dengan teman di mol, Gita lain kali mampir lagi dan mencicipi masakan mbak Jenar."

"Lho, kenapa Gita ini sudah mbak siapkan lho."

Dan Gita segera pergi setelah pamit kepada keduanya. Dan Banyu senyum-senyum sendiri setelah dia berhasil membuat adiknya pulang. Jenar sudah memarinasi dagingnya dan sudah selesai membuat mes potato dan saosnya. Sementara itu Jenar pamit mandi pada Banyu. Tapi Banyu malah menarik tangan jenar dan membuat Jenar jatuh kepelukannya. Banyu membelai rambut panjang Jenar dan pipi Jenar dengan lembut. Baru Banyu ingin mencium bibir Jenar yang mungil itu tiba-tiba pel berbunyi lagi. Dan kesempatan Jenar melarikan diri karena deg-degkan serta tubuhnya merinding.

Banyu menuju pintu depan dan membuka pintunya ternyata ada pak rt yang datang ingin memberikan surat edaran warga sekaligus mengajak Banyu aktif di lingkungan mereka. Pak rt cukup lama berada disana, membuat Jenar memiliki waktu untuk mandi dan berganti baju.

Banyu sebenarnya agak kesal dengan pak rt ini kenapa lama-lama malah tidak pulang-pulang. Akhirnya pak rt pulang dan azan isyak sudah berkumandang. Untuk pertama kalinya Banyu mengajak Jenar untuk sholat bersama. Hati Jenar tersentuh salah satu hal yang ia tunggu-tunggu adalah sholat berjamaah bersama suaminya. Dalam sholatnya Jenar meneteskan air mata dan tak henti-hentinya bersyukur akhirnya mereka bisa sholat berama.

Banyu kembali meminta maaf kepada Jenar karena terlambat melakukanya dan Jenar pun memahami situasi dan perasaan Banyu.

Akhirnya mereka berdua makan malam dirumah kecil mereka yang hangat dan nyaman. Setelah membereskan semuanya.

Banyu mengandeng jenar dan membawanya ke sofa tempat biasa banyu tidur. Mereka duduk disana saling memandang dan akhirnya Banyu mendaratkan ciuman dibibir Jenar. Jenar pun tidak bisa menolaknya, Jenar mulai tenggelam dalam perasaanya yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Demikian juga dengan Banyu yang terbawa suasana malam itu.

Bersambung dulu episode hari ini akan kita sambung lagi besok, tolong tinggalkan jejak kalian dihalaman ini dengan like dan komen untuk buat aku penulis amatir ini semangat terima kasih.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!