NovelToon NovelToon
Dikejar Waktu: Dipaksa Menjadi Suami Dewi Kuno

Dikejar Waktu: Dipaksa Menjadi Suami Dewi Kuno

Status: tamat
Genre:Romansa / Aksi / Sistem / Tamat
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

"Hai guys! Biar petualangan MC kita makin epic dan nggak banyak gangguan kata-kata typo, Thor memutuskan untuk melakukan revisi dan perbaikan total pada bab-bab novel ini. Mohon ditunggu sebentar ya, Thor lagi ngebut mempercantik ceritanya!

​Sembari nunggu novelnya selesai diperbaiki, yuk bantu amankan posisi novel kita dengan tetap klik LIKE, ramaikan KOMEN, dan klik FOLLOW profilku. Jangan lupa juga buat kasih rating BINTANG 5 di halaman depan, ya! Sampai jumpa di versi novel yang lebih mantap! 🚀"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan Sang Dewi dan Target Ketiga

​Pelukan Lin Huang yang mendadak runtuh di bahu Ye Qingyue membuat suasana di reruntuhan Kamar Tidur Utama menjadi sunyi senyap untuk beberapa saat. Hawa es yang semula membakar koridor instan membeku statis, menyisakan kepulan uap putih yang keluar dari napas mereka.

​"Lancang! Lepaskan dia!"

​Suara Putri Zhao Linger memecah keheningan dengan pekikan yang dipenuhi kemurkaan dan kecemburuan. Menyaksikan pengawal pribadi yang baru saja mengorbankan nyawa demi melindunginya justru ambruk dengan begitu intim ke pelukan seorang pelayan bercadar—yang kini wajah surgawinya telah terekspos—membuat harga diri Sang Putri serasa diinjak-injak. Zhao Linger melangkah maju, pedang apinya kembali menyala merah. "Pelayan rendahan, berani-beraninya kau menyentuh pengawal pribadiku di depan mataku sendiri?!"

​Ye Qingyue tidak membalas dengan kata-kata. Dia bahkan tidak melirik Zhao Linger. Namun, lengan indahnya yang sedingin salju secara instingtif melingkar di punggung Lin Huang, menahan tubuh tegap pemuda itu agar tidak jatuh ke lantai batu yang dingin.

​Huuung—!

​Melalui kontak kulit yang intim tersebut, ikatan Simbiosis Jiwa di dalam dada mereka bergetar hebat. Esensi es murni milik Ye Qingyue otomatis mengalir masuk, menenangkan gelombang Qi liar di dalam Dantian Lin Huang yang baru saja melompat ke Ranah Fondasi Jiwa Tingkat 5.

​"Jangan bergerak atau berteriak jika kau masih menyayangi nyawamu, Putri fana," Ye Qingyue akhirnya membuka suara. Nadanya teramat datar, namun tekanan tak kasat mata dari aura agung Alam Atas miliknya meledak keluar secara halus, langsung menekan kobaran api di pedang Zhao Linger hingga padam seketika dan memaksa Sang Putri mundur dua langkah dengan wajah pucat.

​"Kau... siapa sebenarnya kau?!" Zhao Linger menatap Ye Qingyue dengan ngeri. Tekanan itu bukan berasal dari tingkat kultivasi, melainkan hierarki jiwa yang teramat tinggi, seolah-olah dia sedang berdiri di hadapan seorang penguasa langit yang sesungguhnya.

​Ye Qingyue mengabaikannya. Menggunakan cengkeraman lengan kirinya yang kuat namun lembut, dia mengangkat tubuh Lin Huang sepenuhnya ke dalam dekapannya. Mengalirkan Qi es ke telapak kakinya, tubuh anggun sang Dewi melesat tegak lurus menembus langit-langit kamar yang hancur, lenyap ditelan kegelapan malam Ibu Kota sebelum para pengawal ziarah emas lainnya tiba di lokasi.

​Beberapa menit kemudian, di dalam Paviliun Barat yang sunyi.

​Lin Huang perlahan membuka matanya. Ilusi wajah flamboyan milik Seribu Topeng telah memudar, menampilkan wajah asli anti-hero miliknya yang tampan namun penuh gila. Dia mendapati dirinya terbaring di atas ranjang kayu cendana paviliun mereka, sementara Ye Qingyue berdiri membelakanginya di dekat jendela yang terbuka, menatap lampion-lampion kota dengan tatapan kosong.

​"Layanan pelukan yang sangat hangat, Yue'er manis," Lin Huang terkekeh parau, mendudukkan tubuhnya sambil meregangkan lehernya yang terasa sedikit kaku akibat lonjakan ranah yang masif. "Aku tidak tahu kalau seorang Dewi dari Alam Atas bisa menjadi begitu agresif di depan wanita lain."

​Ye Qingyue tidak berbalik, namun bahunya yang indah tampak menegang. "Kau hampir menghancurkan meridian jiwamu sendiri, Lin Huang. Menerima serangan Jarum Pemusnah Roh secara sengaja... tindakanmu itu tidak ada bedanya dengan bunuh diri fana yang bodoh."

​"Tapi hasilnya sepadan, bukan?" Lin Huang bangkit berdiri, berjalan mendekati Ye Qingyue dengan langkah tegap. Dia mengepalkan tangan emas transparannya, merasakan kekuatan Ranah Fondasi Jiwa Tingkat 5 yang bergejolak dahsyat. "Cermin Giok Batil sudah asimilasi seratus persen. Aku mendapatkan Domain Ilusi Batil, naik empat tingkat kultivasi, dan putri rubah itu sekarang sepenuhnya berutang nyawa padaku. Sekali mendayung, tiga pulau terlampaui."

​"Lalu bagaimana jika pertahanan Fisik Dewa Kuno milikmu gagal menahannya?!"

​Ye Qingyue mendadak berbalik secara instan. Sepasang mata periknya berkilat tajam, memantulkan bayangan Lin Huang dengan emosi yang teramat pekat. Ada selapis tipis air jernih yang menggenang di sudut matanya—sebuah pemandangan yang membuat kata-kata kelancangan di mulut Lin Huang seketika tertelan kembali.

​"Melalui ikatan jiwa ini, aku bisa merasakan setiap detik saat jantungmu berhenti di makam kuno dulu... dan aku merasakannya lagi saat jarum itu menusuk dadamu malam ini," Ye Qingyue melangkah maju, jemari indahnya mencengkeram kerah jubah Lin Huang dengan gemetar. "Jangan pernah... jangan pernah melakukan kegilaan seperti ini lagi di depanku, Lin Huang. Aku tidak peduli dengan pusaka sialan ini, tapi jiwaku... jiwaku tidak ingin merasakan kehilangan itu lagi."

​Mendengar pengakuan emosional yang teramat jujur dari sang Dewi es yang biasanya tak tersentuh, Lin Huang terpaku sejenak. Seringai liarnya perlahan melembut, digantikan oleh tatapan hangat yang mendalam. Tangan kanannya bergerak perlahan, menggenggam jemari Ye Qingyue yang mencengkeram kerahnya, lalu mengecupnya dengan lembut.

​"Aku berjanji, Yue'er. Selama aku masih memegang takdir ini, aku tidak akan membiarkan diriku mati sebelum membawamu kembali ke atas langit," Lin Huang berbisik dengan keteguhan hati yang mutlak.

​BZZZZT—!!!

​Tepat pada momen keintiman jiwa yang mendalam tersebut, tato jam pasir di pergelangan tangan kiri Lin Huang meledak dalam pendaran cahaya hijau suci yang teramat terang, memuntahkan barisan teks digital baru di dalam lautan kesadarannya.

​[Arka Istana Phoenix / Cermin Giok Batil: Selesai Sempurna!]

[Evaluasi Sinergi Takdir: SSS (Sempurna).]

[Status Baru: Sinkronisasi Takdir dengan Dewi Ye Qingyue meningkat drastis! Membuka 'Kemampuan Kombinasi Jiwa: Tebasan Es Dewa Kuno'!]

[Kontrol Faksi: Putri Zhao Linger kini berada dalam pengaruh psikologis ketundukan mutlak terhadap Anda.]

​Lin Huang tersenyum puas melihat hasil evaluasi sistem. Namun, teks digital tidak berhenti sampai di sana. Warna hijau instan berganti menjadi warna merah marun yang pekat dan berbau aura kuno yang mistis.

​[Misi Utama Fase 3 Diaktifkan!]

[Target Pusaka Ketiga Terdeteksi: 'Lonceng Jiwa Penekan Langit'!]

[Lokasi Koordinat: Makam Leluhur Kekaisaran / Istana Terlarang Agung bawah tanah Ibu Kota Awan Merah!]

[Deskripsi: Pusaka ketiga bertindak sebagai inti pengunci formasi pelindung seluruh kekaisaran. Untuk mengambilnya, Anda harus menembus segel Makam Leluhur yang dijaga oleh mayat hidup para kaisar terdahulu Ranah Jiwa Baru (Nascent Soul)]

[Waktu Persiapan Sebelum Jam Kematian Ketujuh Dipicu: 48 Jam!]

​Lin Huang membaca deskripsi misi tersebut dengan alis yang menyipit. "Makam Leluhur Kekaisaran... Ranah Jiwa Baru."

​Dia menoleh ke arah Ye Qingyue, seringai gila dan liar seorang anti-hero perlahan kembali menghiasi wajah aslinya. "Yue'er manis, sepertinya waktu istirahat kita sudah habis. Target ketiga sudah muncul, dan kali ini, kita harus menggali kuburan para kaisar terdahulu kekaisaran ini."

​Ye Qingyue menarik kembali tangannya, merapikan gaun pelayannya dengan keanggunan yang telah kembali teguh, meski sisa rona merah di pipinya masih ada. "Gila seperti biasa. Tapi dengan kekuatan Fondasi Jiwa Tingkat 5 milikmu yang sekarang, setidaknya kau memiliki kualifikasi untuk tidak mati dalam satu cengkeraman mayat hidup Ranah Jiwa Baru itu."

​"Heh, dengan bantuanmu, jangankan mayat hidup... dewa sejati pun akan kuruntuhkan jika mereka berani menghalangi jalan kita," Lin Huang terkekeh gembira, menatap lurus ke arah Istana Terlarang Agung yang berdiri kokoh di pusat Ibu Kota. Babak baru penjelahan kuburan tingkat tinggi telah menanti giliran untuk diacak-acak oleh kegilaannya.

1
Muchtar Albantani
koq tamat
Luthfi Aamiin
top markotop
jos gandos
Mak nyusss
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Luthfi Aamiin
🐉1🐉
🗿🗿🗿🗿
👻👻👻👻👻
Luthfi Aamiin
1
🐉🐉🐉🗿🗿👻👻👻🗿🗿🐉🐉🐉
Danzo28
"Hai guys! Biar petualangan MC kita makin epic dan nggak banyak gangguan kata-kata typo, Thor memutuskan untuk melakukan revisi dan perbaikan total pada bab-bab novel ini. Mohon ditunggu sebentar ya, Thor lagi ngebut mempercantik ceritanya!

​Sembari nunggu novelnya selesai diperbaiki, yuk bantu amankan posisi novel kita dengan tetap klik LIKE, ramaikan KOMEN, dan klik FOLLOW profilku. Jangan lupa juga buat kasih rating BINTANG 5 di halaman depan, ya! Sampai jumpa di versi novel yang lebih mantap! 🚀"
Duan Iwan
nih tak kasih onevote and secangkit kopi tukmu Thor
Duan Iwan
Lanjoooooooooooot
Duan Iwan
Mantaaaaaaaaaap Lanjoooootken Ceritamu Thor
Danzo28: Terima kasih semangatnya! Cerita baru ini akan terus berlanjut dan makin seru. Mohon dukungannya selalu dengan cara like, komen, share, dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu (bintang 5) di halaman depan novel ini, ya! Happy reading! 🥰"
total 1 replies
Yudi Wahyudi
mantul👍
Danzo28: "Wah, terima kasih banyak ya! Senang banget kalau kamu suka ceritanya. Jangan lupa tinggalkan like dan komen di bab-bab selanjutnya ya, dan bantu share juga ke teman-teman pembaca lainnya biar aku makin ngebut ngetiknya! Happy reading! ❤️"
total 1 replies
Victor Pai
cemburu ya...
Victor Pai
seru...
Danzo28: ​"Siap, terima kasih banyak dukungannya! Akan aku lanjut terus sampai tamat. Jangan lupa ajak teman-temanmu buat ikut baca juga ya, share link-nya kalau bisa! Ditunggu ya bab selanjutnya! 😊"
total 1 replies
Victor Pai
sampai di sini mantul ceritanya...
Victor Pai
luar biasa...
Danzo28: "Siap, terima kasih banyak dukungannya! Akan aku lanjut terus sampai tamat. Jangan lupa ajak teman-temanmu buat ikut baca juga ya, share link-nya kalau bisa! Ditunggu ya bab selanjutnya! 😊"
total 1 replies
Luthfi Aamiin
👰👰👰👰👰5🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉👰🤔💪👰🐉🐉👰💪💪💪💪🐉👰🐉👰
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰🐉👰💪💪💪
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰🐉7
Luthfi Aamiin
9🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉👰
Luthfi Aamiin
8👰👰👰👰👰👰🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉🐉🐉👰👰👰👰👰👰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!