Lestari, adalah murid jurusan sastra tingkat pertama yang pendiam dan tertutup, ia menjalani hari-harinya tanpa pernah berniat menjadi pusat perhatian. Bersama dua sahabatnya, Indah dan Puspa, ia lebih nyaman menghabiskan waktu dengan aktifitas sama yang berulang dan terkesan monoton. walau demikian di jurusan sastra, lestari terkenal sebagai murid yang selalu ikut lomba sastra.
Berbeda dengannya, Galang merupakan murid IPS tingkat pertama yang ceria, aktif, dan terkenal hampir seluruh murid di SMA BlueSky. Galang juga aktif ikut lomba seputar jurusan, menggambar dan matematika
Pertemuan pertama bagi galang adalah ketika ia menyaksikan lestari diatas panggung, di pesta pengenalan murid baru.
walau awalnya lestari terkesan sulit didekati, namun perlahan hubungan mereka mulai menjadi dekat. Saat galang datang ke smp tempat dulu di bersekolah, atas permintaan gurunya dulu
galang malah kecelakaan dan hilang ingatan sementara. seperti apa hubungan cinta di antara mereka setelahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yourclvl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
akhirnya sampai villa
Setelah 6 jam di perjalanan. Sampailah mereka di villa. Mereka sampai pada pukul 5 pagi. Seharusnya perjalanan hanya memakan waktu 2 jam, tapi mereka banyak berhenti dan juga menginap untuk tertidur penuh selama 4 jam. jadilah baru tiba setelah 6 jam.
Villa itu bergaya khas vila di bogor yang ada 2 tingkat. Dengan taman yang luas, ada kolam renangnya juga. Di sekeliling luar villa, ada hamparan kebuh teh milik ayahnya.
Lokasi itu sengaja di pilihnya agar ia bisa puas memandangi hamparan kebun teh yang asri dan segar serta memanjakan mata itu.
begitu keluar dari mobil, ketiganya langsung berlari masuk ke villa, saking tidak terbiasa dengan hawa sejuk disitu. tapi baru keluar mobil, ketiganya sudah di sapa oleh satpam yang ada disana.
"tuan muda!! jangan lari- lari ini masih pagi banget, nanti aden jatuh" ujar satpam yang berjaga.
Disitu ada dua satpam. Yang berbicara dengan galang bernama joko, dan yang satunya bernama anto.
"pak bicara di dalam aja ya, dingin nih" setelah mengatakannya, galang pun langsung berlari masuk ke dalam villa.
Didalam villa itu sudah terpasang penghangat ruangan. Jadi tentunya bisa membuatnya merasa jauh lebih nyaman.
Ia disambut oleh pak slamet, penjaga bagian dalam villa. Ia lah yang bertanggung jawab mengenai kebersihan villa ini. pak slamet pun memperkenalkan dirinya dan juga beberapa pekerja lain. Ada ranti ia bertugas memasak dan mengurus dapur. Lalu ada pandu, kris dan restu. Pak slamet menjelaskan bahwa tiga pemuda itu yang membantunya membersihkan villa dan halaman serta kolam. Ketiga pemuda itu berusia sekitar 20-24 tahun.
"selamat pagi, tuan muda. Selamat kembali ke villa"
Ranti, pandu, kris, dan restu, menyapa galang berbarengan, sambil menunduk hormat.
"terimakasih kalian semua sudah menyambutku, tapi tidak perlu terlalu formal. Lebih santai lah sedikit, aku kesini hanya untuk berlibur akhir semester, dan mengurus sedikit urusan yang ada di dekat sini" ujar galang, dan di angguki oleh semuanya
"oh ya ranti ini kayaknya masih muda juga? Apa enggak apa- apa kalau dia ada di villa sepagi ini?" tanya galang pada pak slamet
"mukanya emang masih muda, aden. Tapi dia janda berumur 40 tahun, dan membawa cucunya kemari. Tadi saya baru ingin tanya apa dia boleh membawa cucunya kemari. Soalnya anak dan suami anaknya sibuk bekerja. Dan cucunya dia yang menjaganya" jelas pak slamet
"HAH?! Semuda ini pak...? Saya kira baru umur 25 an tadi, maaf ya tante ranti"
"tidak apa- apa tuan muda. Kalau kata anak jaman sekarang, wajah saya ini baby face"
"tau- tau an baby face nih tante ranti" celetuk teguh
"ini siapanya tuan muda?" tanya ranti sopan
"tuan muda! Ada kambing!" seru teguh tiba- tiba
Galang mengernyit. Bagaimana bisa ada kambing yang masuk ke dalam villanya.
"teguh! bersikaplah sopan pada tuan muda. Walau beliau mengizinkan mu bersikap santai. Bukan berarti kamu bisa memotong pembicaraannya." tegur raka tegas.
Galang pun hanya menggelengkan kepalanya ringan. Melihat tingkah laku teguh yang benar- benar tidak terbayangkan itu.
"oh ya aku panggil mbak ranti aja tidak apa- apa ya?"
"tidak apa- apa tuan muda, saya malah senang karna di panggil mbak"
"ini teguh, dan yang barusan memarahinya itu paman raka. Mereka berdua ajudanku. Karena sepertinya kalian wajah baru, ya? kunjunganku sebelumnya, aku tidak melihat wajah kalian"
"benar tuan muda, pekerja sebelumnya ada yang sakit, ada yang balik ke jawa, ada juga yang pindah kerja. Jadi semua orang ini saya pilihkan yang baru. Tentu saja setelah mendapatkan izin dari tuan besar" jelas pak slamet
Pak slamet menjelaskan pada galang dengan gestur seperti 'mereka di pecat karena bermasalah, sebagian ada yang merupakan mata- mata adik tuan besar (maksudnya paman besar)' dan hal itu hanya bisa di pahami oleh galang seorang.
"apa mereka sudah di pastikan bersih? Tidak seperti pekerja sebelumnya pak?"
"untuk sementara, sudah tuan muda"
"apa mereka mengetahui hal sebelumnya?"
"untuk ranti, dia tau sedikit. Karena dia adalah sepupu dari siti. Pengasuh tuan muda saat itu"
"ibuku?" begitu nama siti dan pengasuh, badan teguh langsung menegang.
"ini adalah bibi siti, mbak. Namanya teguh, dia sekarang murid ajudan di bawah pengawasan paman raka"
Ranti pun seketika mematung sambil matanya berkaca- kaca.
"kamu teguh? Teguh bocah itu kan? Kamu benar anak kak siti??"
Teguh hanya mengangguk, sambil menahan tangisnya. Ranti pun langsung berjalan kearahnya. Ia kira kakak dan anak kakaknya itu sudah tewas atau di culik. Karena dari kabar yang ia tau hanya intan yang diculik. Ia terus mencari kabar tentang anak ini, teguh. Karena saat menguburkan jasad kakaknya, memang tidak ditemuka jasad anak laki- lakinya.
Ranti percaya bahwa anak laki- laki itu masih hidup, tapi ia tetap tidak menyangka bahwa akan bertemu lagi dengannya, apalagi secepat ini. Ia sadari ada goresan luka lama dari wajah anak itu.
"apakah luka ini, adalah luka dari perlawananmu untuk kabur saat itu nak?" tanya ranti lembut, sambil mengusap wajah teguh. Teguh pun hanya mengangguk sebagai jawaban.
"lho? Ternyata beneran ada kambing, pak" celetuk galang, dan membuyarkan semuanya.
"dimana, den?" tanya pak slamet
"tuh" ucap galang sambil memanyunkan mulutnya dan menunjuk kedepan.
Ternyata benar. Ada seekor kambing yang sedang memakan rumput kecil- kecil yang tumbuh di halaman itu
Teguh langsung berlari mendekat ke arah kambing itu. Kambing itu berwarna coklat muda dengan kepala berwarna hitam, dan lehernya berwarna coklat tua. Kaki depannya salah satu ada corak putihnya.
"itu kambing siapa pak?"
"kurang tau den, tidak mungkin milik kami. Lagi pula kami mana berani membawa kambing ke dalam villa aden. Pandu, kris, restu, cepat kalian tangkap kambing itu. Kita harus membawanya kerumah pak rt, siapa tau ada yang merasa kehilangan" ucap pak slamet
"apakah aku boleh ikut kerumah pak rt, pak? Rtnya masih pak rama kan?" tanya galang
"iya den, masih pak rama yang menjadi rt disini" jawab pak slamet sopan.
Begitu kambing itu tertangkap. Pak slamet pun langsung mengikatkan tali ke lehernya. Lalu menyeretnya ke rumah pak rt. Galang dan raka pun ikut. Tapi teguh tetap di villa bersama ranti dan kedua satpam itu.
DIRUMAH PAK RT
"rama, ini ada kambing yang masuk ke villanya den galang, kamu tau tidak siapa yang punya?" tanya pak slamet, begitu sampe rumah pak rt
"hah??! Aduh masuk villanya orang kaya lah pula... Coba aku lihat dulu kambingnya"
pak rama pun keluar rumah, dan begitu ia lihat. Sepertinya ia kenal kambing ini, tapi ia tidak ingat pasti siapa pemiliknya.