NovelToon NovelToon
Bukan Istri Pengganti

Bukan Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat / Anak Genius
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Nana Kusumaningrum

Bagaimana jadinya jika kamu harus menikah dengan musuh kamu, itu yang di rasakan Haziqa Elvarreta Shanum atau kerap di sapa Hazi.

Seorang Dokter umum di salah satu rumah sakit di Jakarta ,anak kedua dari pasangan Kiyia Luqman dan Nyai Khodija.
Hazi harus menikah menggantikan sang kakak, apakah Kehidupan Hazi, akan baik- baik saja setelah menikah, tunggu updatenya hanya di novel ini yaa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Istri Pengganti 15

 Setelah tadi mengobrol dengan Lyora cukup lama, kini Hazi sedang dalam perjalan pulang ke apartemennya bersama dengan suaminya tentunya.

Saat sampai di basement, Arras mencekal tangan Hazi saat hendak turun, Hazi kemudian menoleh ke arah Suaminya dan mencoba bersikap lemah lembut pada suaminya.

" kenapa?" tanya Hazi dengan nada yang super lembut .

" Mas bantuin kamu pindahin barang kamu ke apartemen mas sekarang " jawab Arras.

" Hah? kita enggak ada obrolan soal ini tadi " sahut Hazi.

" sengaja, pasti kamu menolaknya, kita suami istri enggak mungkin, kita tinggal terpisah, kalau kamu enggak mau pindah ke apartemen mas, biar mas pindah ke apartemen kamu" jawab Arras yang mengetahui banyak hal, tetang Hazi dari Lyora, lebih tepatnya Arras bertanya tentang Hazi pada mantan kekasihnya.

"apartemen ku enggak mungkin, cuma tipe studio , tapi untuk tinggal di apartemen milik mas Arras aku juga enggak bisa segampang itu, aduh aku jadi bingung ini" gumam Hazi dalam hatinya.

" Gimana? tau kalau kamu enggak biasa tinggal di tempat orang mas bisa tidur di apartemen kamu" ujar Arras.

" Okey aku pindah ke apartemen mas " jawab Hazi.

Mereka berdua pun turun dan menuju ke apartemen milik Hazi yang berada di lantai enam, saat masuk Arras langsung merebahkan dirinya di kasur sang istri.

" ihhhh kotor, mas baru dari luar, langsung tidur gitu aja sih..." Hazi ngedumel dan memukul tubuh Arras untuk segera bangkit dari kasur miliknya.

Bukannya kesal Arras terlihat senang mendengar ocehan sang istri, semenjak menikah dengannya Hazi yang biasanya suka sekali berdebat dengan dirinya, kini menjadi pendiam dan menurut Arras ada yang kurang dalam hidupnya kali ini ketika tidak mendengarkan suara sang istri yang selama ini ia anggap menyebalkan.

" buruan mas... aku baru ganti sprei, kotor mas dari luar" omel Hazi kembali.

Arras kemudian duduk,namun masih berada di kasur milik Hazi, Hazi menatap suaminya tajam, " kenapa? kan kamu mau pindah ke tempat ku" tanya Arras yang mendapatkan tatapan tajam dari sang istri.

" Yahh tampikan, baju mas kotor, sayang spreinya" jawab Hazi.

" Sayang mana mas apa spreinya ?" tanya Arras yang membuat Hazi sedikit bingung menjawabnya.

" emm sayang sprei" jawab Hazi.

" kok gitu?" protes Arras.

" ckk..... udah ihhh katanya mau bantuin " sahut Hazi yang kini mengepak i barang - barangnya.

" minta tolong aja sana sprei, kamu kan lebih sayang sama sprei dari pada mas " sahut Arras yang kembali membaringkan tubuhnya di kasur milik sang istri.

" pantes aja mbak Mila kabur, orang ngambekannya naudzubillahimindzalik, padahal sama benda mati, tapi jadi aku yang terjebak " gumam Hazi yang di dengar oleh Arras.

" Kamu ngatain mas ?" tanya Arras.

" enggak ngomong fakta aja" sahut Hazi tersenyum ke arah Suaminya sekilas dan kembali mengemasi barang- barangnya.

Sekitar hampir tiga jam mereka membereskan barang- barang milik Hazi, kini Arras meminta bantuan satpam dan para orang ayah Bram, untuk mengangkut barang - barang sang istri ke unit apartemen miliknya.

Apartemen milik Arras cukup luas dan memiliki tiga kamar, Hazi melihat itu cukup puas karena ia tidak harus sekamar dengan suaminya.

" Okey, makasih pak ini buat bapak ya..." Ucap Hazi pada Satpam yang membantu dirinya pindahan.

"Bu Dokter tapi ini kebanyakan" ujar Satpam tersebut yang sudah akrab dengan Hazi.

" Gapapa pak, ini namanya rezeki, rezeki enggak boleh di tolak pak" sahut Hazi.

" Kalau begitu terima kasih yaa bu dokter dan selamat atas pernikahannya, saya permisi dulu" ucap Satpam tersebut dan pamit.

Sedangkan Arras sedang memasukan dan menatap barang- barang Hazi di kamar mereka, Hazi kemudian membantu suaminya untuk menata barangnya, Saat masuk ke kamar Hazi sedikit terkejut karena banyak barang lelaki di sana dan bukan seperti kamar kosong.

" Kamar mas dimana?" tanya Hazi spontan.

Arras yang sedang memasukan kardus menghentikan kegiatannya dan menatap sang istri,ia mendekat dan melihat ke sekitar kamar.

" Kamu enggak liat, barang- barang mas sebanyak ini?" tanya Arras sambil melihat ke arah sekeliling.

Hazi kemudian melihat ke arah sekelilingnya dan memang benar, kamar ini penuh dengan barang- barang milik Arras.

" terus kok barang aku di masukin di sini?" tanya Hazi.

" Yaa... karena ini kamar kamu juga, kamu pasti mikir kita akan pisah kamar kan? " sahut Arras.

" Ahh... enggak, siapa bilang, tapi sayang aja kamarnya ada tiga, sayang kalau enggak di tenpatin " jawab Hazi tersenyum kikuk.

" Ya.... bikin anak dulu baru bisa di sini tuh... kamar, bilang aja kamu mau pisah kamar kan? sekarang mas tanya, emang ada suami istri, tinggal bareng terus pisah kamar ?" tanya Arras.

Hazi kemudian menggelengkan kepalanya dan menundukan kepalanya,serta memejamkan matanya dan mengumpati dirinya sendiri, " Hazi bodoh banget sih.... lagian bukannya dia sebel sama aku, kenapa dis bisa berubah secepat ini? " gerutu Hazi pada dirinya sendiri.

" Kenapa ? nyesel ya.... mau pindah sini? kalau mau pindah apartemen kamu, mas juga gapapa, kayaknya lebih banyak peluang untuk tidak dekat, kan cuma ada satu ruangan tuh " ujar Arras yang membuat Hazi sedikit bingung menyikapi ucapan Arras.

" Ah... enggak, masih belum terbiasa aja kok" sahut Hazi.

" Udah lanjut beresin, mas kebawah dulu ambil makanan" ujar Arras yang kemudian keluar dari unit apartemen miliknya.

Saat Arras keluar Hazi tampak menyesali pilihannya,karena ia pikir mereka akan pisah kamar, namun ternyata salah, kini ia harus sekamar dengan mantan pacar sahabatnya, sekaligus mantan calon kakak iparnya yang kini menjadi suaminya.

" aku udah berusaha untuk nerima ini semua, tapi semuanya masih terasa sulit, aku belum mengenalnya lebih jauh, tapi ini sulit Ya Allah" gumam Hazi.

1
pilay
Hazi namanya sama dgn tetangga aku
Rahmi
Double up Thor
Aning Melindasari
aaa aku selalu nunggu up an nyaa thor😍😍
Aning Melindasari
aku nunggu bab berikutt nyaa thorr, ceritanya seruuu paraaahhh😍
Nana Ningrum: terima kasih kak🙏 di tunggu yaa kak bab berikutnya 😄👍
total 1 replies
Elly Maryani
lanjut Thor .
Nana Ningrum
bagus
Elly Maryani
yg kamu bilang nyebelin itu jodoh kamu arras
allana
thorr kalau ada waktu luang mampir dongg
Nana Ningrum: okey kak 😍 semangat terus💪
total 1 replies
allana
semangat thorr💪
Elly Maryani
sama2 nyebelin nanti JD bucin😅😅
allana: bener banget biasanya gitu🤭
total 1 replies
Rian Moontero
mampiiirr😍semangat up tiap hari ya thooorr🤣👍👍
Nana Ningrum: terima kasih sudah mampir kak 🙏 di tunggu update selanjutnya yaa kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!