NovelToon NovelToon
Putri Titipan Mantan

Putri Titipan Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Anak Genius / Duda
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Karita Ta

"Empat tahun menikah, kau tak kunjung memberikanku keturunan! Sekarang lihatlah, aku memiliki anak dari wanita lain!" sentak sang suami sembari menunjuk wanita yang menghancurkan rumah tangganya.

Perpisahan keduanya, membuat Dinda benar-benar terpuruk. Terutama saat mengetahui suaminya selingkuh, hingga memiliki anak dari hubungan gelapnya.

"Titip putriku, Din. Tiga tahun lagi, aku bakal jemput dia," tutur mantan kekasihnya ditengah badai yang menandaskan rumah tangganya.

Kehidupan Dinda terfokus pada Glenka—bayi 18 bulan yang dititipkan padanya, dan melupakan pengkhianatan sang suami. Hingga pada akhirnya, ia telah menganggap bayi manis itu, selayaknya anak kandung.

Bagaimana kehidupan Dinda dan bayi mungil titipan mantannya? Akankah semua berakhir bahagia? Atau justru sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karita Ta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PTM | BAB 5

"Apa?! Kamu melahirkan?!" pekik Bu Indri begitu mendengar pengakuan sang putri. Begitupun dengan Dinda, yang kini turut merasa kaget, begitu melihat sang atasan terlihat sangat syok.

"Kamu jangan main-main, ya! Kalau papa sampai tahu, bisa hancur semuanya!" bentak si wanita dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Tangannya mencengkram setir dengan kuat, serta napasnya yang memburu.

Sedangkan orang di seberang sana, hanya bisa terdiam sesekali meringis kesakitan. Hal itulah yang membuat Bu Indri mulai panik, khawatir terjadi sesuatu pada putrinya.

"Jangan buat mama khawatir, Jen! Cepat kirimkan alamatnya!" paniknya sembari menatap bingung ke arah Dinda. Tanpa sadar, wanita setengah baya itu menggenggam tangan kanan sang asisten.

Usai putrinya memberikan alamat keberadaannya, Bu Indri langsung memutuskan sambungan teleponnya. Tanpa menunggu lama, wanita bersua 48 tahun tersebut langsung melajukan mobilnya.

"Kamu ikut saya sekalian, ya? Nggak papa kan, Din?" tawarnya dengan menatap singkat ke arah samping. Sedangkan Dinda, begitu melihat tatapan memohon dari sang atasan, membuatnya tak bisa menolak.

"Eh iya, Bu. Nggak apa-apa," putusnya sembari melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan. Untuk sejenak, ia terdiam memikirkan reaksi yang ditunjukkan oleh atasannya itu.

Jika anaknya akan melahirkan, bukankah seharusnya Bu Indri bahagia? Lantas mengapa, responnya menunjukkan sebuah kebencian?

Tak ingin menerka-nerka, Dinda hanya terdiam sepanjang jalan. Ia pun tak paham betul, keluarga dari sang atasan, meski sudah satu setengah tahun bekerja dengan wanita tersebut. Maka dari itu, ia tidak ingin berpikiran lebih panjang.

"Nggak habis pikir saya, bisa-bisanya dia sampai sejauh ini. Heran saya, Din ..." Wajahnya yang penuh emosi, membuat Dinda semakin terheran.

Bisa-bisanya? Sungguh, ia berpikir keras untuk mencerna setiap ucapan yang terlontar dari bibir Bu Indri. Meskipun ragu, ia memutuskan untuk bertanya langsung. "Memangnya kenapa, Bu? Bukannya Ibu akan punya cucu?"

Untuk sejenak, wanita 48 tahun tersebut mengerang frustasi. Setelah menolehkan kepalanya ke arah samping, ia kembali menghela napas panjang. Seolah yakin untuk bercerita, Bu Indri mengelus singkat pundak asistennya.

"Anak saya itu, dia masih kuliah semester lima. Harusnya fokus kuliah, dia malah neko-neko," tuturnya yang membuat Dinda bertanya-tanya. Sampai disini, ia masih belum mengerti sepenuhnya.

"Dia jalin hubungan gelap dengan pria, yang usianya jauh dari dia. Awalnya saya dan suami tidak setuju, tapi mereka tetap ngeyel menjalin hubungan," lanjutnya dengan nada yang terdengar sangat lelah.

Mendengarnya pun, membuat Dinda sedikit terkejut. Gadis berusia 20 tahun, menjalin hubungan gelap dengan pria yang jauh lebih dewasa? Hal ini benar-benar membuatnya masih tak menyangka.

"Ma-maaf, sebelumnya, Bu. Apakah pria itu sudah berrumah tangga?" lontarnya dengan nada sungkan. Namun, begitu melihat anggukkan kepala dari sang atasan, lantas membuat dirinya semakin terperangah.

Untuk sejenak, jantungnya berdegup kencang. Seketika ingatannya terputar kejadian pagi tadi, dimana ia mendapati pesan dari nomor asing. Saat itu juga, pikirannya kembali berkelana.

"Astaga, kenapa sejauh itu ..." lirihnya yang merasakan nyeri disudut hatinya. Tak ingin semakin berpikir aneh-aneh, ia pun menepis semua presepsi buruk yang muncul di benaknya.

Dalam diamnya, Dinda tak menyangka akan mengetahui ini semua. Dimana anak perempuan atasannya sendiri, adalah seorang penggoda suami orang. Sungguh, dirinya tak habis pikir oleh perbuatan perempuan itu.

Wajar saja jika Bu Indri terkesan benci. Apalagi putrinya memiliki anak dari suami orang, yang otomatis membuat statusnya tak jelas. Entah bagaimana nasib putri dan cucu Bu Indri tersebut.

"Yang saya takutkan, bagaimana anaknya setelah lahir nanti. Apalagi pria itu masih memiliki istri sah," tuturnya dengan wajah yang resah. "Pasti istrinya nggak akan pernah nerima anak itu,"

Dinda pun menganggukkan kepalanya semu, seolah membayangkan bagaimana nasib bayi tak bersalah itu. Mengingat bahwa dirinya tak kunjung memiliki momongan, membuatnya miris.

Tak lama setelah itu, mobil yang dikendarai Bu Indri mulai memasuki kawasan rumah sakit kota. Tanpa menunggu lama, keduanya segera turun dan bergegas ke meja resepsionis.

"Atas nama Jenita, ada di ruangan mana? Dia akan melahirkan sore ini," panik wanita tersebut dengan menggandeng tangan sang asisten. Sedangkan Dinda, berdiri di sebelahnya dengan sama paniknya.

"Atas nama Nyonya Jenita dan Tuan Ervin, ada di ruang persalinan lantai tiga. Mari saya antar," tutur sang resepsionis yang membuat tubuh Dinda membeku ditempatnya.

"Mas Ervin?"

1
vita
jd penasaran apa yg d lakukan raka, apa berobat ya.
Happy Kids
pertanyaan macam apa ini
Happy Kids
inget bukkk.. yg bikin dinda gini ya anakmuuu.. gila ibuknya bener bener
Happy Kids
pret
Happy Kids
asli ni perempuan muna bgt. gatau malu.
Happy Kids
krn dirimu dah nemu yg baru wkwkkw jenita ups
Happy Kids
caper. aslinya bersorak soraii. orang kl emng nyesel nyakitin rumah tangga org lain hrs nya sadar diri. bukan malah living together 🤣 inimah nikmati aja dia alurnya 😅
Happy Kids
kasih tau tu anaknya. jgn kumpul kebo mulu
Happy Kids
apasiiii kepoo. bukan istri tp kaya nuntut laporan mulu. sbnernya dah niat bgt tu jenita ngerebut. tp sok sok an aku gamau nyakitin orang. hilih
Happy Kids
kan uda ada jenita yg masih kinyis kinyis trs kasih anak ke dia..
Happy Kids
kalau kaya gtu, dirimu yg semena mena dong wkwk slalu anggap bakal dimaafin mulu
Happy Kids
mreka tinggal bareng? kumpul kebo?
Happy Kids
munak aja ni anak org 🤣
Happy Kids
pulang? wajib bgt gtu? lagian ibu nya jenita katanya kecewa, tp dianya sendiri ngebiarin anaknya sering2 interaksi sama bojo orang 😅 pada ga punya pendirian dan prinsip. hrsnya dg gt dia ajak anaknya pulang dan awasi biar gausa aneh aneh. kl ngebiarin gini ya sama aja dia ga didik. pake sok sok an bilang gagal didik anak.
Happy Kids
anak org caper bgt
Happy Kids
nah mulai dia ga bisa lepas dr jenita. itulah. dahlah sama jenita aja
Happy Kids
katanya lelah nyakitin org. tp dianya nempelin ervin mulu dan berharap dicintai ervin. muna bgt dah
Happy Kids
punya otak? menurutmu?
vita
hanya bs kasih secangkir kopi n seiket bunga buat nemenin nulis ceritanya 💪💪💪💪
Karita Ta: Hai kaak vitaa, salam kenal dari karitaa yaa. Terimakasih sudah menyempatkan mampir dan tinggalkan jejaknya. Semoga hari-harimu menyenangkan yaa 😍🫰
total 1 replies
vita
sll suka sama ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!