transmigrasi seorang anak yang rajin
yang ingin menjadi seorang dokter hewan,tapi karna kecelakaan dia terbunuh,lalu dia terlempar ke dunia dimana para penjinak monster ada.
sketika kerajinannya berubah menjadi malas,dia tidak mau adanya masalah
apakah dia berhasil menjadi tamer terkuat dengan sifat malasnya, atau dia akan terus bermalas-malasan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang Penguasa Langit Malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Event Antar Sekolah bagian 1 - Malam Kegelisahan
*Monster Tamer*
Waktu siang di hari pertama pun berubah menjadi malam. Langit yang tadinya birang keorenan sekarang item pekat kayak tinta tumpah. Melfi, Linda, Lindia, Huroi, Zhark, dan Noa masih ngejar Kambing gue. Napas mereka udah ngos-ngosan, tapi Kambing sialan itu larinya kayak abis minum Red Bull.
Namun saat pertengahan malam, suasana mendadak sunyi. Sunyinya bukan sunyi biasa. Sunyi yang bikin bulu kuduk berdiri. Kambing gue yang tadinya lari lurus, tiba-tiba ngerem mendadak sampe debunya beterbangan. Terus dia berbalik 180 derajat lari ke arah yang berlawanan. Semua orang bingung.
"Eh Kambing kenapa?" "Dia error?"
Belum sempat mereka mikir, tanah mulai bergetar. Gempa kecil. Terus makin kenceng. Retakan tanah muncul dimana-mana kayak kaca pecah. Kabut putih tebel + awan hitam turun dari langit, nutupin semuanya sampe jarak 3 meter aja gak keliatan. Dari dalem kabut itu, kedengeran raungan monster yang bikin gendang telinga sakit.
Huwaaaaaa.....
"Sialan situasi macam apa ini, kenapa TV gue jadi mati, apa yang terjadi, sialan kemalasan gue serasa mau terganggu" ucap gue di hutan bagian paling luar. Gue lagi rebahan di kasur lipet sambil TV nyala, tiba-tiba listrik mati. Padahal gue baru buka bungkus cemilan.
Tiba-tiba Kambing gue nongol di depan gue. Napasnya ngos-ngosan. Di kepalanya nyangkut kamera tempel yang gue pasang tadi siang. Matanya melot kayak liat setan.
"Kenapa lu kesini?" ucap gue masih mode tembus pandang. Kambing gue mengembek terus menerus kayak ketakutan. Embekannya cempreng, bukan embekan Kambing keren biasanya.
Di sisi lain, Huroi nahan dada. "Sialan situasi ancaman apa ini, kenapa tiba-tiba tekanan menjadi berat" ucap Huroi sambil lututnya agak tekuk. Aura dari dalem kabut itu nekan dada semua orang.
"Sial kita berada di situasi genting nih, lihat kesunyian ini, kabut ini, dan malam yang mencekam ini" ucap Linda sambil megang bahu Lindia. Wajahnya pucat.
"Kalian semua masih berkumpul di sini kan?" ucap Noa dengan panik. Tangannya gemeteran megang Naga Apinya.
"Kita semua ada di sini kak" ucap Huroi. Suaranya agak serak.
"Kita semua masih di sini kok" ucap Melfi. Tapi suaranya gak sedingin biasanya. Ada getar takutnya.
*POV BERPINDAH KE RUANG KEPALA SEKOLAH*
"Sialan kenapa monster itu bangun di saat yang seperti ini, padahal ini baru hari pertama masuk hutan Anzen, monster yang tersegel kenapa bisa keluar" ucap Loid kepala sekolah Adamantium sambil menjitak kepalanya sendiri. Jidatnya udah merah.
Namun kepsek Nusantara malah salfok ke layar monitor gue. "Eh kenapa Kambing itu kayak bicara sama seseorang, padahal yang gue lihat hanya tuh Kambing aja gak ada apa-apa lagi" ucap kepala sekolah Nusantara di benaknya. Dia zoom layarnya 2x, tetep gak liat gue yang tembus pandang.
"Sial kenapa dia bangun sih" ucap Loid kepala sekolah Bulan Bintang, dengan panik. Keringat dingin ngucur.
"Sialan hei kepala sekolah Adamantium, jelaskan apa yang terjadi di sini, gue gak mau kehilangan murid gue" ucap Andres kepala sekolah Frindafan sambil gebrak meja. Meja retak.
"Tenang semuanya tenang" ucap Gotan kepala sekolah Naga Terbang. Tapi tangannya juga gemeteran.
"Kita harus pikirkan cara" ucap Arlot kepala sekolah Nusantara. Otaknya muter cepet.
"Sebaiknya kita harus berpikir keras, daripada banyak korban berjatuhan" ucap Loid kepala sekolah Adamantium. Suasana ruang kepsek mendadak kayak rapat darurat perang dunia.
*POV BERPINDAH KE GUE*
"Kambing, apa itu benar, ada monster ganas?" ucap gue.
Kambing gue mengangguk berkali-kali. Kepalanya sampe mau copot.
DING
Misi darurat dirilis: Kalahkan atau kontrak monster misterius tersebut, tanpa mengungkap tingkatan tuan rumah.
Hadiah: Poin sistem yang cukup banyak, skill tembus pandang permanen, 3 slot hewan kontrak, semua bahan material gratis satu bulan.
Kegagalan: Semua murid bahkan dunia bakal hancur, dunia bakal kacau, anda tidak bakal bisa hidup malas-malasan.
"notif sistem"
"Sialan monster tingkat apa sih, hingga membuat dunia menjadi kacau" ucap gue. Jantung gue berdebar. Bukan karena takut mati. Tapi karena takut gak bisa rebahan lagi.
*5 MENIT SEBELUM KEMUNCULAN MONSTER MISTERIUS*
Sebelum malam hari, ada 5 orang memakai topeng gagak hitam lagi ngumpul di dalem gua.
"Perintah petinggi organisasi Dewa Malas, minta kita membangkitkan Naga Demon, kita harus lakukan tanpa kesalahan, tingkatan monster itu berada di bintang merah maron, monster ini bakal dihina oleh dia" ucap salah satu pria misterius memakai topeng gagak merah. Suaranya serak.
"Monster itu ada di mana?" ucap pria misterius memakai topeng gagak putih sambil nguap.
"Lu kemarin tidur ya saat komandan memberikan tempatnya?" ucap pria misterius yang memakai topeng warna biru sambil nyubit pipi si putih.
"Hahaha, kan organisasi kita aja bernama Dewa Malas, masa gue bawahan gak boleh malas" ucap topeng gagak putih sambil tiduran.
"Diam kalian dasar anggota malas" ucap komandan topeng merah sambil nendang batu.
"Bentar lagi kita sampai" ucap komandan topeng merah menunjuk gua di tengah-tengah hutan Anzen. Mulut guanya item pekat.
"Hahaha, akhirnya kita bisa malas-malasan setelah misi ini" ucap topeng abu-abu sambil tiduran di pundak temennya.
"Bomnya mana?" ucap komandan topeng merah.
"Ni komandan" ucap topeng hijau sambil ngeluarin 5 bom dari tas. Bomnya bunyinya "tik tik".
Lalu komandan topeng merah masuk ke gua. Di sana terpampang jelas Naga hitam pekat dengan sisik ungu, yang sedang tertidur sambil terantai rantai segede tiang listrik. Rantai itu ngikat sayap, leher, sama kakinya.
Gagak merah pun memasang 5 bom. 4 di rantai, 1 di tubuh Naga. Setelah semua terpasang, mereka melesat pergi dan memantau dari kejauhan.
"3... 2... 1... Meledak!"
Ledakan gede ngeguncang hutan. Api ungu nyembur dari gua. Rantai putus. Naga itu bebas sambil meraung marah. Tanah retak, pohon tumbang.
*KEMBALI KE WAKTU SEKARANG*
"Sialan ada misi darurat apalagi kegagalan bakal banyak masalah nih" ucap gue sambil menonaktifkan skill tembus pandang. Saat gue terlihat, semua barang yang ada juga terlihat. Di sana ada TV 32 inch, kasur lipet, kamar mini, cemilan, dan banyak gelas kopi kosong.
Gue pun mengambil kotak perubahan dari dalem lemari. Kotak itu gue pasang di pinggang. Klik. Terus gue masukin 3 koin: Peters, Totikia, sama Tyrano. Koinnya muter 3x.
"Henshin!" ucap gue sambil berubah.
"Petera, Totikia, Tyrano, Pototyrano Saurus, hahahaa!" musik perubahan ngebass.
*POV BERPINDAH KE KEPALA SEKOLAH GUE*
"Sial ternyata dia bersembunyi di situ, dan lagi di cosplay jadi Kamen Rider, apa cerita ini berubah genre?" ucap kepala sekolah sambil melihat monitor gue. Dia nyubit pipinya sendiri buat mastiin gak lagi mimpi.
*POV BERPINDAH KE GUE*
Setelah perubahan, Kambing gue berubah warna jadi ungu metalik. Matanya nyala.
"Kambing lu istirahat di dimensi tamer dulu" ucap gue sambil masukin Kambing ke portal kecil. Terus gue ngeluarin Singa Kehancuran. Singa itu juga berubah jadi warna ungu, bulu di punggungnya nyala kayak api.
"Kaisar Api hadir, kalian tunggu dengan sabar" ucap gue sambil menaiki Singa Kehancuran dan melesat ke arah mereka. Angin nyamber rambut gue.
*POV BERPINDAH KE HUROI, ZHARK, NOA, MELFI, LINDA DAN LINDIA*
Tekanan yang sangat kuat membuat gue ingin muntah sialan" ucap Huroi sambil nutup mulut. Lututnya udah nyium tanah.
Di depan 6 orang itu, terpampang jelas sosok Naga tadi. Badan segede gedung 5 lantai. Sisik hitam ungu. Matanya merah nyala. Tekanan aura raja bikin semua siswa-siswi nekan alarm darurat dan maksa mereka telepon kembali ke sekolah Adamantium. Banyak juga monster yang gak kuat, langsung pingsan di tempat.
Naga itu setelah melihat 6 siswa-siswi, dia pun langsung nyemburin serangan kegelapan AOE. Semua orang yang punya pertahanan langsung dikeluarin. Karena cuma Zhark yang punya skill defender, pertahanannya langsung jebol kayak kaca.
"Sialan kenapa cuma gue sendiri yang ada skill defender sialan" ucap Zhark kesal, dan membuat Naga Tanahnya terpental sampe nabrak pohon.
"Sori kita semua hanya punya satu monster tipe serangan" ucap mereka serempak. Wajahnya pasrah.
"Dengan monster serangan kalian, apa bisa ngalahin Naga itu, gue mau AFK sialan" ucap Zhark kesel banget.
5 menit berlalu semua monster mereka terpental, dan membuat monster mereka pingsan seketika. Saat serangan berikutnya ditembakkan dan mengarah ke Linda, tiba-tiba:
"Singa Kehancuran keluarkan perisai api segera!" ucap gue.
Singa gue langsung melompat ke depan Linda. Api ungu keluar dari mulutnya, ngebentuk perisai segede truk. Serangan Naga ketahan. Tapi momentumnya bikin gue yang nunggangi terjatuh ke semak-semak.
"Waduh sialan, gagal keren deh" ucap gue terjatuh dan dilihatin mereka ber6. Daun nyangkut di rambut.
"Eh dia terjatuh, kocaknya" ucap Melfi. Tapi senyumnya kaku karena takut.
"Itu dia Tamer Rider, akhirnya ketemu kau" ucap Huroi sambil nunjuk gue.
Singa gue pun bisa menahan serangan Naga tersebut karena kualitas Singa gue lebih tinggi. Aura kaisarnya masih nyala.
*[DATA NAGA BAYANGAN UNGU]*
Nama: Naga Bayangan Ungu
Kualitas: Raja
Atribut: Void
Bintang: 1 Merah Maron
Level: 9
Skill:
-•> Semburan Bayangan Kegelapan: AOE semua target di depan. OP tapi nguras tenaga.
-•> Aura Raja Bayangan: Tekanan absolut kayak kaisar. Monster di bawah Raja auto lumpuh.
-•> Bayangan Malam: Masuk ke bayangan buat nyerang. OP pas malam, lemah pas siang. Counter: api & cahaya.
-•> Hukuman Bayangan: Pedang bayangan muncul dari bayangan target. Gagal kalo target punya aura cahaya.
-•> Terjangan Bayangan: Nyeruduk + kebal semua serangan kecuali api & cahaya.
Kesukaan: Bayangan & nyerang diam-diam
Kelemahan: Api murni & cahaya murni
Sifat: Licik
Kemarahan: Gak mau ada yang lebih licik dari dia
Evolusi: Kaisar Naga Bayangan - butuh material bayangan
"Menutup mata kebenaran gue. Kau licik gue makin licik. Keluarlah Garuda Emas!" ucap gue.
Di hadapan Naga itu sekarang ada 2 monster milik gue. Garuda Emas sayapnya nyemburin cahaya matahari. Singa Kehancuran ngeluarin tekanan kaisar bikin Naga itu lututnya tekuk.
"Garuda Emas, gunakan serangan cahaya, Singa Kehancuran gunakan tekanan kaisar" lalu Singa gue menekan dengan aura kaisar membuat Naga itu gak berdaya. Garuda Emas memunculkan pilar cahaya segede tiang dan nyerang Naga itu keras, membuat Naga itu terpental sampe nabrak bukit.
"Gue mau coba penggabungan 2 monster, Sistem lakukan!"
DING....
"Mode tidak digunakan. Penggabungan gagal, karena ini event dunia anda bisa bergabung dengan monster menggunakan cosplay anda saat ini. Setelah ucapkan motto penggabungan anda" notif sistem.
Gue nyengir. "Berarti gue harus teriak motto dulu ya..."
*BERSAMBUNG.....