NovelToon NovelToon
Cegil Rusuh Dari Dunia Lain

Cegil Rusuh Dari Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Horor / Teen
Popularitas:37.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy_Ar

​"Ayo mengaku, Mas Sholeh! Kamu bisa lihat aku, kan?! Jangan bohong, bohong itu dosa, nanti masuk neraka loh!"
​Bagi Arash, menjadi cowok indigo itu melelahkan. Makanya, dia pakai trik keramat: Pura-pura buta huruf soal hal gaib. Mau ada pocong kayang pun, Arash bakal tetap lempeng.
​Strategi itu sukses bertahun-tahun, sampai dia ketempelan sesosok roh cewek misterius yang punya jiwa "cegil" (cewek gila) akut. Bukannya nakutin, roh genit ini malah rusuh mengintil kemana-mana, bahkan nekat narik kerah jaket Arash demi minta perhatian.
​Arash mati-matian bertahan demi menjaga iman dan aktingnya. Tapi saat teror mistis yang mengancam nyawanya datang, si hantu cegil justru pasang badan paling depan dengan cara yang paling bar-bar.
​Gimana jadinya kalau cowok sholeh berkharisma harus menghadapi musuh gaib bersama hantu cegil yang ternyata... belum sepenuhnya mati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

"Gak ada, Mas. Pintu ruangan itu juga tumben banget terbuka lebar hari ini, tapi bagian dalamnya kosong melompong," lapor Lala,

kedua mata bulatnya menatap Arash dengan raut wajah serius yang jarang sekali dia tunjukkan.

Arash menoleh sedikit, menatap Lala dari sudut matanya. "Kamu bisa masuk ke dalam buat meriksa?"

"Enggak sih, aku gak sampai masuk ke sudut paling dalam. Tapi aku bisa pastiin di dalam sana sekarang benar-benar kosong, gak ada manusia terikat atau semacamnya. Soalnya ada Pak Didi si OB yang lagi sibuk nyapu dan ngepel lantai ruangannya," perjelas Lala, memberikan informasi visual yang dia tangkap dari radius pengawasannya.

Mendengar fakta bahwa ruangan itu sudah dikosongkan dan dibersihkan, kilatan amarah di mata Arash semakin menajam.

Dia tahu, pihak sekolah pasti sudah memindahkan Fira semalam sebelum merekayasa skenario kematian palsunya di rumah.

Semua bukti penyekapan fisik di lingkungan sekolah telah dihapus dengan rapi menggunakan tenaga kebersihan yang tidak tahu apa-apa.

Arash menarik napas panjang, lalu mengalihkan fokusnya kembali pada Reno, Alvaro, dan Mike yang masih asyik membahas konspirasi kematian Fira dari sudut pandang murid awam.

"Guys, kalian mau ikut layat ke rumah duka juga gak?" tanya Arash tiba-tiba, memecah perdebatan kecil di antara mereka.

"Emang kamu seriusan mau layat, Rash? Kenal dekat sama Fira juga enggak kan?" kata Alvaro dengan dahi berkerut heran.

Baginya, agak tidak biasa melihat Arash yang biasanya cuek dengan urusan orang lain mendadak begitu menggebu-gebu ingin mendatangi rumah duka seorang adik kelas yang bahkan belum pernah bertegur sapa dengannya.

Saat Arash baru saja membuka mulutnya untuk merangkai alasan kemanusiaan yang logis, tiba-tiba Reno menyenggol bahu kanan Arash dengan cukup keras, memotong kalimat yang belum sempat terucap dari bibir cowok indigo itu.

"Nah loh, lihat deh ke arah gerbang samping. Itu Devano udah masuk sekolah! Dia udah sembuh berarti dari sakitnya," kata Reno sembari menunjuk ke arah koridor parkiran belakang dengan dagunya.

Arash langsung menoleh cepat mengikuti arah pandang Reno.

Matanya menyipit tajam, memfokuskan pandangan pada sosok cowok tinggi berkacamata yang sedang berlari tergesa-gesa membelah area parkiran.

Benar kata Lala subuh tadi, kondisi fisik Devano hari ini terlihat sangat bugar dan segar, berbanding terbalik dengan kondisinya yang lemas lunglai bak mayat hidup saat dipapah masuk ke rumah tua kemarin siang.

Namun, di mata indigo Arash, pemandangan itu jauh lebih mengerikan dari sekadar keajaiban medis.

Di atas pundak dan punggung Devano, Arash bisa melihat dengan sangat jelas sesosok makhluk gaib berwujud perempuan bergaun merah darah yang sedang bergelayut erat.

Rambut mahluk itu panjang berantakan, dan kedua tangannya yang berkuku panjang menghujam masuk ke dalam dada Devano, menyalurkan energi hitam pekat berbau anyir yang memompa daya hidup cowok itu secara paksa.

Setiap kali Devano melangkah, asap hitam tipis beraroma melati dan vanilla tertinggal di belakangnya aroma yang persis sama dengan esensi memori tragis milik Lala.

"Dia mau kemana sih? Kayaknya buru-buru banget,’’ celetuk Mike yang ikut memperhatikan gerak-gerik aneh sang ketua klub olimpiade sains tersebut.

"Ke rumah Fira kali, secara kan statusnya mereka pacaran. Pasti dia syok banget begitu dapet kabar kalau pacarnya mendadak meninggal tadi pagi," tebak Reno masuk akal dari sudut pandang manusia normal.

Melihat Devano yang langsung berlari keluar lagi menembus gerbang sekolah setelah sempat meletakkan sesuatu di mading, insting detektif spiritual di dalam dada Arash langsung bergejolak hebat.

Ini adalah momen krusial. Jika dia kehilangan jejak Devano hari ini, misteri kematian Fira dan hubungan gelap dengan praktik pesugihan di rumah tua itu tidak akan pernah bisa terbongkar.

"Kita juga kesana sekarang, ayo cabut!" seru Arash dengan nada tegas yang tidak menerima bantahan.

Tanpa menunggu persetujuan atau jawaban dari ketiga sahabatnya, Arash langsung menyambar helm full-face hitamnya, memakainya dengan gerakan cepat, dan menaiki stang motor sport hijau metaliknya.

"Eh? Rash! Tunggu dulu! Main pergi-pergi aja lo!" teriak Mike kaget melihat kepanikan Arash yang mendadak menyerupai orang yang sedang dikejar hutang.

Brummm!

Mesin motor sport Arash menderu keras, memutus kalimat protes dari sahabat-sahabatnya.

Dia memutar stang motornya dengan lincah, melesat keluar dari area parkiran sekolah, membuntuti arah kepergian Devano yang berlari menuju jalan raya.

...🔥🔥🔥...

Setelah hampir 30 menit membelah padatnya arus lalu lintas kota bawah terik matahari yang mulai meredup tertutup awan mendung, rombongan motor Arash dan ketiga sahabatnya akhirnya tiba di depan gang kediaman Fira.

Suasana di sekitar rumah duka sudah sangat ramai dipadati oleh para pelayat.

Bendera kuning berbahan kertas minyak tampak terikat lesu di tiang listrik depan gang, melambai pelan ditiup angin sore.

Deretan kursi plastik hijau kusam berjejer di sepanjang aspal jalanan, diduduki oleh para tetangga dan beberapa guru dari SMA mereka yang datang lebih awal.

Suara lantunan ayat suci Al-Qur'an dari pelantang suara musala terdekat mengalun rendah, membaur bersama isak tangis histeris pihak keluarga yang terdengar begitu menyayat hati Arash.

Setiap jengkal atmosfer di tempat ini memancarkan hawa duka yang teramat pekat, bercampur dengan desiran energi negatif yang membuat bulu kuduk Arash meremajakan diri sekali lagi.

Dari posisi parkiran motor yang agak jauh, Arash melihat Devano turun dari ojek daring dengan tergesa-gesa.

Tanpa memedulikan tatapan heran dari orang-orang sekitar, cowok berkacamata itu berlari kencang menembus kerumunan pelayat, melangkahi teras rumah, dan langsung masuk ke dalam ruang tengah tempat jasad kekasihnya disemayamkan di atas kasur lipat berbalut kain jarik bermotif kuno.

"Dev..." Tante Nina, ibu kandung Fira, yang matanya sudah sembap dan bengkak akibat menangis tanpa henti sejak subuh tadi, langsung mendongak begitu menyadari kehadiran Devano.

Wanita paruh baya itu bangkit dari duduknya dengan tubuh gemetaran, langsung memeluk pundak Devano dengan erat.

"Fira sudah pulang, Dev... Dia benar-benar pulang semalam... Tapi kenapa pulangnya harus dalam kondisi seperti ini? Hiks... hiks... hiks..."

Devano tidak kuasa lagi menahan bendungan air matanya. Pertahanannya runtuh seketika.

Dia menundukkan kepalanya dalam-dalam di depan Tante Nina, bahunya berguncang hebat menahan beban kesedihan yang teramat sangat.

Namun, di sela-sela tangisannya, sepasang mata di balik kacamata minus itu sesekali melirik tajam, menatap lurus ke arah jasad Fira yang terbujur kaku di depannya.

"Maafin Dev, Tante... Maafin Dev... Hiks... hiks..." bisik Devano dengan suara parau yang sarat akan rasa penyesalan mendalam.

Hanya Arash yang kini sudah ikut menyelinap masuk ke dalam ruangan bersama Reno, Alvaro, dan Mike yang tahu arti sesungguhnya dari kata 'maaf' yang diucapkan oleh Devano.

"Kenapa, Dev? Kenapa Fira harus pulang ke sana? Kenapa dia tidak pulang ke rumah ini saja? Hiks... hiks..." ratap Tante Nina lagi,

merujuk pada spekulasi bahwa Fira memilih pulang ke pangkuan Yang Maha Kuasa, bukan ke pangkuan ibunya.

Dengan tangan yang gemetaran dan disaksikan oleh puluhan mata pelayat di dalam ruangan, Devano perlahan mengulurkan jemarinya untuk membuka kain putih yang menutupi bagian wajah Fira.

Dia ingin melihat wajah gadis yang dicintainya untuk yang terakhir kali.

Namun, begitu kain itu tersingkap, tubuh Devano mendadak membeku di tempat.

Matanya membelalak kaget, napasnya tertahan di tenggorokan.

1
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
yah Arash mau belajar lagi, Lala pasti merasa dibohongi 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
eh pocongnya kenapa gak bisa bebas ya 🤔
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Wah Lala nangkring sama mas pocong 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
La diajak jadian tuh 🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kau sedang cemburu kah La 🤔🤣
Halimah
Siapa lg nih pocong...Kyk y perlu disekametin jg.
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
walaupun sama² hantu,,,
si Cegil ini ternyata pilih² pasangan ya,,
😅😅
Vike Kusumaningrum 💜
Siap² Rash, Lala ngambek nanti. pasti katanya kamu menghindar dan ingkar janji 🤭
Vike Kusumaningrum 💜
🤣🤣🤣 siapa nih dulunya 🤣🤔🤭🤭
Vike Kusumaningrum 💜
pocong 🤣🤣🤣🤣🤣😭
Vike Kusumaningrum 💜
Cemburu la ? 🤣🤣🤣🤣
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
heh Lala,,knp kamu ngagetin Arash🫵🫵🫵

bisa kan,,,sapa,,

Assalamualaikum dlu😅😅😅
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
ayooohh Arash,,,banguuunnnn
suci nurfarida
cerita yang menarik dan unik dengan latar belakang spritual, menegangkan, lucu
HR_junior
eee alah JD PD di jadiin tumbal ya..Fira juga ya
HR_junior
knp LG Lo..apa si Fira juga korban ibunya..
Eva Karmita
pasti Lala lagi nungguin Arash di atas lemari kasur empuknya sambil tantrum 🤣🤣🤣
Ainal Fitri
eh mgkinkah sosok itu slah satu korban nya pak bakti juga 🤔😬😬
HR_junior
mosok sak sekolahan gak tau ya..kalopun gak tau nm kan biasane tau orngnya ya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!