Febian memiliki tetangga baru seorang wanita, awalnya Febian tidak tertarik sedikitpun kepada wanita itu hingga akhirnya semuanya pun berubah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31
Setelah melihat foto yang ia terima, Nadila tidak bisa tidur semalaman.
Nadila terus menatap layar ponselnya, sambil memikirkan kebohongan Fabian.
Awalnya malam itu Fabian ingin segera menghubungi Fabian, tetapi Nadila mengurungkan niatnya.
Nadila ingin berbicara langsung dengan Fabian, Nadila ingin tau apa yang Fabian tutupi dari dirinya.
Fabian yang sudah lebih baik pun akhirnya memberikan untuk bertemu dengan Nadila.
Begitu Fabian masuk, ia melihat Nadila yang tengah duduk dengan pandangan yang kosong.
Nadila bersikap dingin kali ini.
Nadila tidak tersenyum melihat Fabian datang, awalnya Fabian berpikir jika Nadila memang masih marah karena kemarin.
Namun kenyataannya yang ia lihat jauh lebih menyeramkan, Nadila hanya menatap dirinya dengan tatapan yang Fabian sendiri tak bisa artikan.
Fabian merasa ada yang aneh dari Nadila
Baru Fabian membuka mulutnya, Nadila langsung menunjukkan foto yang ia terima tadi malam dari orang yang ia tak tau siapa.
Fabian terkejut
Fabian tak tau jika ada yang memotret dirinya saat bertemu dengan Mamah Nadila.
Nadila merasa kecewa kepada Fabian, bukan karena pertemuan itu tapi kenapa Fabian berbohong kepada dirinya.
" Kenapa kamu bohong sama aku, Bian ? "
Fabian berusaha untuk menjelaskan.
Namun ketika Nadila bertanya :
" Mamah ngomong apa ke kamu, Bian ? "
Fabian justru terdiam.
Karena Fabian tak ingin Nadila kembali terluka oleh ucapan sang ibu.
Namun Diamnya Fabian membuat Nadila semakin curiga.
" Kenapa diam, Bian ? "
" Mamah ngomong apa ke kamu, Bian ? Jawab aku jangan diam Bian. Kamu punya mulut kan ? Jawab " intonasi Nadila mulai tinggi tak seperti biasanya
" Mamah nyuruh kamu buat putusin aku ? Mamah nyuruh kamu buat tinggalin aku iya ? "
" Jawab Bian jawab aku jangan diem aja "
Tangis Nadila pecah begitu saja, bahkan ia sudah tidak bisa mengontrol emosinya saat ini.
" Aku mau ketemu sama Mamah, dia ga ada hal buat ikut campur hubungan kita "
Saat Nadila hendak keluar dari apartemennya, dengan cepat Fabian mendekap erat tubuh Nadila.
" Lepasin gue Bian lepasin, gue harus ketemu sama Mamah. Bahkan rasanya panggilan Mamah juga udah ga layak buat dia "
" Tenang dulu Nadila, tenang "
" Gue ga bisa tenang Bian, gue mau ketemu sama Mamah "
" Nadila, stop .. " ucap Fabian dengan tegas dan nada tinggi.
Nadila pun diam, namun ia masih menangis.
" Jangan pergi Dil "
" Kenapa, kenapa lo bohong sama gue Bian ? "
" Gue cuma ga mau lo kepikiran Nadila, biar ini jadi masalah gue dan Mamah lo. Gue bisa selesaikan semuanya, lo ga usah ikut campur "
" Siapa lagi yang harus gue percaya, Bian ? "
" Sedangkan lo aja udah rusak kepercayaan gue "
Fabian memejamkan matanya, padahal tanpa Nadila tau saat ini Fabian masih merasakan sakit hati atas penghinaan dari Mamahnya.
" Gue ga mau ketemu sama lo sampai lo cerita apa yang mamah bilang, jadi sekarang lo keluar Bian "
" Dil, dengerin gue dulu "
" Keluar gue bilang Fabian, lo punya kuping kan ? Keluar "
" Oke gue keluar "
Fabian pun keluar dari unit milik Nadila, sedangkan Nadila ia pun kembali menangis didalam kamarnya.
Fabian merasa tak tega melihat Nadila seperti ini, tapi dengan Fabian menceritakan apa yang Mamahnya katakan akan membuat Nadila semakin hancur.
...
Di tempat lain, Ernest dan Mamah Nadila sedang berbicara.
Mereka mengetahui jika foto itu sudah sampai pada Nadila.
Ernest yakin hubungan Nadila dan Fabian akan mulai retak.
Ditengah tawa Ernest dan Mamahnya, ada seorang yang sedang merasa bersalah.
Orang itu adalah Nia..
Nia mulai merasa bersalah, karena ia sudah gagal menjadi sahabat Nadila.
....
Malam hari Teguh mendapatkan pesan masuk dari Nadila, seperti biasa Teguh akan siap dengan apapun cerita Nadila
[ Nadila : Teguh.. ]
[ Teguh : Cerita aja Nad ]
[ Nadila : Menurut lo kalau seseorang berbohong demi kebaikan, itu tetap salah ga ? ]
[ Teguh : Fabian ? ]
[Nadila : Hmm]
[Nadila : Fabian bohong soal urusan kampus]
[Nadila : Dia ketemu sama Mamah gue, Guh ]
[Nadila : Gue ga suka di bohongin kayak gini, kalau gue ga liat foto itu gue ga akan pernah tau Mamah dan Fabian ketemu ]
Teguh merasa ada sesuatu yang serius.
Dan untuk pertama kalinya, Teguh mulai curiga ada orang yang sengaja menghancurkan hubungan Nadila dan Fabian.
....
Saat Fabian hendak masuk kedalam unit miliknya, Fabian melihat amplop berwarna coklat tanpa nama didepan pintu.
Ketika dibuka, wajah Fabian langsung berubah pucat.
Didalam amplop itu berisikan beberapa foto Nadila yang sedang bersama dengan teguh dari berbagai waktu dan sudut yang berbeda.
Artinya..
Bukan hanya Fabian yang sedang diawasi, Nadila juga sedang menjadi target seseorang.
lanjut ya thor👍😄