Pada malam hari Aletta tengah berjalan santai menikmati udara malam yang begitu dingin sambil mau makan buah jeruk. Ya Aletta sangat menyukai jeruk mereka seperti sahabat sejati sebab jika Aletta kemana-mana dirinya selalu membawa jeruk. "Tinggal 5 butir dan bijinya ada 7 makan aja deh semuanya." Ucapnya semangat. Aletta langsung memasukkan 5 butir jeruk ke dalam mulutnya saat sedang asyik maunya tiba-tiba Aletta mengalami sesak nafas dan langsung terjatuh.
Uhukkkk....uhukkkk.
"Sesak banget dada gue."
"Sialan ya kali gue metong karena keselek 7 biji jeruk yang bener saja lelucon macam ini." Ucapnya kesal.
Kesadaran Aletta mulai menghilang dan Aletta berdoa kepada Tuhan untuk meminta kehidupan yang kedua.
"Tuhan jika akhir hidupku aku minta ke pada mu kehidupan untuk kedua kalinya aku ingin memperbaiki semuanya dan aku ingin minta maaf sama Mommy, Daddy dan para Abang lucknut." Ucapnya lirih tersenyum lebar di akhir kesadarannya dan sisa hembusan nafas terakhirnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Putri Arabella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Konser Dadakan
Lapangan SMA Alexander di penuhi oleh siswa siswi yang ingin melihat konser dadakan nya Aretta. Begitupun dengan siswa siswi yang kelasnya di lantai 2 3 4 mereka menontonnya dari balkon.
Ketua osis SMA Alexander yaitu Rion juga ikut maju ke depan begitupun dengan sang wakil, mereka ber dua tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang indah ini seleb jarang sekali siswa siswi mengadakan konser dadakan di saat semua guru sedang rapat membahas acara ulang tahun SMA Alexander yang ke 7 tahun.
"Kuy lah mulai." Seru Vira yang tak sabar.
"Kita nyanyi lagu random-random aja ya gue yakin kalian juga hafal." Ucap Aretta yang di iyain mereka semua.
"Awal pertama jumpa denganmu membuat hatiku melayang." Aretta mulai nyanyi dengan suara yang begitu merdu. Mereka semua terkejut mendengar suara merdu Aretta sebab baru pertama kali Aretta mengeluarkan suara emasnya yang selama ini orang lain tidak tau.
"Kau panah aku dengan pesonaamu sehingga tercuri hatiku." Sambung Audrey dengan suara yang tak kalah merdu.
"Kau buat aku jadi salah tingkah saat kau tanya siapa namaku." Vira mulai gabung menyambungkan lirik lagu.
"Dan tak ku sangkah dan secepat itu ku bisa dekat dengan dirimu." Sambung Ghista yang menghayati lagunya.
"Tapi malu untuk ku akui ini cinta yang pertama." Ucap Sherina merangkul pundak Daniel.
"Ku rasakan indahnya jatuh cinta oh baby ku jadi deg-degan i'm falling in love." Sambung Aretta berlari ke Kaivan merangkul pinggang Kaivan.
"SEMUANYAAAAAA." Teriak Aretta, Audrey dan Vira secara bersamaan.
"Sik asik sik asik kenal dirimu sik asik sik asik dekat denganmu terasa di hati berbunga-bunga setiap bertemu.
"Sik asik sik asik kenal dirimu sik asik sik asik dekat denganmu ah aku berharap semoga kamulah yang akan menjadi...jadi pacarku." Nyanyi mereka semua dengan tangan di keatasin sambil lompat-lompat.
Prok
Prok
Prok
Prok
Suara tepuk tangan menggema di lapangan semua siswa siswi merasa terhibur dengan konser dadakan Aretta begitupun dengan ke dua satpam yang menjaga di pos satpam ikut melihat pertunjukkan Aretta dkk.
"Terimakasih semuanya terimakasih." Ucap Aretta lalu membungkukkan badannya.
"Lagi lagi lagi."
"Lagi Aretta lagi lagi."
"Arettaaaaaaaa lagi Aretta."
"Nyanyi lagi dong."
"Arettaaaaaa request lagu dong Aretta."
"Boleh mau lagu apa?" Ucap Rosa langsung menghampiri temen sekelasnya yang ingin request lagu.
Rosa langsung menyodorkan micknya. "Mau lagu apa woy?"
"Semy Simorangkir Dia." Ucap siswi itu.
"Oke lah gas." Seru Vira.
Uh-uh-uh
"Di, hanya dia di duniaku." Audrey mulai bernyanyi.
"Dia, hanya dia di mataku." Sambung Rosa sambil berjalan ke arah siswa siswi yang ada di pinggir lapangan.
"Dunia terasa telah menghilang tanpa ada dia di hidupku." Ucap Alex yang membuat semua siswa siswi bersorak heboh.
"Sungguh sebuah tanya yang terindah. Yea-yeah bagaimana dia merengkuk sadarku." Sambung Aretta yang mulai candu
"Tak perlu ku bermimpi yang indah karena ada dia di hidupku." Kaivan bernyanyi yang membuat suasana semakin tambah heboh.
"Wohhhhhhhhhhhhh."
"Kaivan aku padamu."
"Kaivan gila Kaivan nyanyi wehh."
"SEMUANYA." Teriak Audrey dan Vira bersamaan mengangkat tangan kanannya ke atas menggerakkannya ke kanan ke kiri.
"Ku ingin dia yang sempurna."
"Untuk diriku yang biasa."
"Ku ingin hatinya."
"Ku ingin cintanya."
"Ku ingin semua yang ada pada dirinya."
"Ku hanya manusia biasa."
"Tuhan bantu ku tuk berubah."
"Tuk memiliki dia."
"Tuk bahagiakannya."
"Tuk menjadi seorang yang sempurna untuk dia." Nyanyi semua siswa siswi yang begitu menghayati Secra mendalam.
"Uh...Oh uh-oh." Seru Aretta dan yang lainnya secara bersamaan.
"Ku ingin dia yang sempurna." Ucap Rosa "(yang sempurna)." Timpal Ghista.
"Untuk diriku yang biasa." Sambung Sherina sambil berjalan ke arah Evan.
"Ku ingin hatinya, ku ingin cintanya, ku ingin semua yang ada pada dirinya." Ucap Aretta sambil melihat ke arah Kaivan dengan tersenyum manis hal itu membuat siswa siswi menyoraki heboh.
"Ku hanya manusia biasa." Ucap Vira. "(yang biasa)." Sambung Aries.
"Tuhan bantu ku tuk berubah." Ucap Sherina. "(Tuk berubah)." Sambung Rosa.
"Tuk memiliki dia, tuk bahagiakannya tuk menjadi seorang yang sempurna" Ucap Audrey merangkul pundak Navarez. "Untuk dia." Sambungnya sambil menghadap ke arah Navarez dengan senyum manisnya.
"Wwwhhhoooaaaaaaaaa." Pekik heboh semua siswa siswi.
Prok
Prok
Prok
Prok
"Arettaaaaaa aku padamu." Teriak salah satu temen sekelasnya Aretta
"Aretta lagi dong."
"Iya Aretta sekali lagi dong."
Aretta, Audrey, dan yang lainnya berkumpul membuat lingkaran lalu mereka berdiskusi.
"Lagi gak nih?" Tanya Sherina.
Aretta mengangguk. "Lagi lah 1 kali lagi." Ucapnya.
"Lagu apa yang seru?" Tanya Ghista.
"Gimana kalo lagi di situ kadang merasa sedih." Usul Audrey.
Mereka mengangguk setuju. "Boleh tuh boleh lagunya asik juga." Ucap Vira.
"Kuy kkah." Selesai berdiskusi mereka langsung berbaris di tengah-tengah lapangan.
"Oke ini lagu terakhir ya setelah ini kita istirahat gue laper soalnya mau makan." Ucap Aretta tanpa beban yang membuat dirinya di soraki. Beda halnya dengan Kaivan dan Alex yang hanya geleng-geleng kepala mendengar penuturan Aretta.
"Katanya kamu janji akan setia." Aretta mulai nyanyi sambil berjalan dengan gaya seperti mis Indonesia.
"Ternyata kamu mendua mengkhianati cinta." Sambung Audrey berjalan ke arah Aretta sambil menggandeng tangan Navarez.
"Ternyata kata-kata mu itu dusta." Ucap Vira menampil wajah kesalnya sambil memukul pundak Daniel.
"Kau sudah membagi cinta dengan dirinya." Sherina mulai candu dengan lagunya.
"Di situ terkadang saya merasa sedih." Ucap Ghista dengan menampilkan wajah sedihnya.
"Cintaku dikhianati." Sambung Rosa sambil menggandeng tangan Evan.
"Di situ terkadang saya merasa sedih." Aretta mulai candu.
"Sakitnya hati ini." Sambung Sherina, Aretta, Audrey bersama.
"Di situ terkadang saya merasa sedih cintaku kau dustai." Sambung Alex yang mulai candu dengan lagunya.
"Di situ terkadang saya merasa sedih hancurnya hati ini." Ucap Evan dan Daniel bersama.
"SEMUANYA." Teriak Aretta, Vira, Audrey, Rosa, Sherina, Ghista kompak sambil lompat-lompatan berputar-putar.
"Di situ terkadang saya merasa sedih."
"Cintaku dikhianati."
"Di situ terkadang saya merasa sedih."
"Sakitnya hati ini."
"Di situ terkadang saya merasa sedih."
"Cintaku kau dustai."
"Di situ terkadang saya merasa sedih."
"Hancurnya hati ini." Ucap mereka kompak mengakhiri lagu.
"Wwwhhhoooaaaaaaaaa."
Prok
Prok
Prok
"APA YANG KALIAN LAKUKAN." terdengar suara menggelegar yang membuat mereka semua terdiam membisu. Suara siapa itu? Tentu saja suara kepala sekolah.
Kepala sekolah tengah berdiri di ujung koridor yang jaraknya tidak jauh dari lapangan dengan tatapan tajam. Bukan, bukan hanya kepala sekolah saja yang ada di sana tapi semua guru-guru ada di sana termasuk Rafka Antonius Alexander pemilik sekolah SMA Alexander dan Kamila Xavelyn Shayra istri Rafka. Mereka adalah orang tuanya Aletta Xaviera Alexander dan tak lupa juga si sulung juga ada di sana yaitu Azka Pratama Alexander.
Jangan bilang para guru melihat konser dadakan Aretta? Tentu saja benar bahkan mereka belum memulai rapatnya demi untuk melihat konser dadakan Aretta.
Bagaimana bisa? Ya karena itu permintaan si sulungnya Alexander yaitu Azka yang ingin melihat konser dadakan Aretta dan konser itu seru menurut Azka. Dan benar saja ia merasa terhibur dengan konser dadakan Aretta dan ikut menghayati lagu yang dibawakan Aretta.
Aretta dan yang lainnya menoleh ke sumber suara mereka membelalakkan matanya meringis malu. Tamatlah riwayatnya pikir mereka semua.
"Aretta sini kamu." Panggil suara kepala sekolah.
"Paan sih." Jawab Aretta dengan amat sangat santai.
Mereka mendengar jawaban Aretta yang kelewat santai membelalakkan matanya, beda halnya dengan kepala sekolah yang geram dengan Aretta. Begitupun dengan para guru yng tak percaya dengan jawaban Aretta.
"Hai sayang."
Deg