NovelToon NovelToon
FROZEN DAWN

FROZEN DAWN

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Kutukan
Popularitas:529
Nilai: 5
Nama Author: Noulmi

Krystal, reinkarnasi Naga Es yang melupakan 98 kehidupan lamanya, tumbuh menjadi putri terbuang Kekaisaran Aethermoor. Dibuang ke Istana Aquamarine sejak usia tiga tahun oleh ibu yang dimanipulasi sihir, ia ditemani Mira dan dilindungi Eros—Dewa Nafsu yang menjadikannya calon istrinya. Kecantikannya memikat, namun hatinya rapuh akibat trauma penolakan. Ia membangun Proyek LadyBug untuk menghancurkan Ratu Seraphina dari dalam, merekrut para jenius terbuang sebagai senjata rahasia. Ketika Eros menolaknya demi kesucian, egonya hancur; ia nekat memeluk Hyal hingga batuk darah, menyadari racun berkat sang kakaklah yang menyiksanya. Kini di tanah Herkimer, Krystal bangkit—lebih dingin, lebih licik, dan bertekad menggulingkan takhta dengan tangannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noulmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Di sudut lain distrik atas, Hyal melangkah dengan perasaan yang jauh lebih ringan daripada beberapa jam lalu. Senyuman tipis tak lepas dari wajah sang Kepala Menara Sihir. Rasa bersalah yang selama belasan tahun ini menghimpit dadanya seolah terangkat sebagian setelah Krystal memilih untuk mengampuni hubungannya dengan Astraia.

...----------------...

...·Kilas Balik·...

Berkat perpaduan antara darah naga es yang tangguh di dalam tubuhnya dan ramuan penawar perak murni milik Astraia, proses regenerasi Krystal berjalan jauh lebih cepat daripada manusia biasa.

Perlahan, Krystal membuka matanya. Rasa sakit yang menghujam jantungnya kini telah hilang sepenuhnya, menyisakan tubuh yang terasa jauh lebih ringan dan segar. Ia tidak langsung beranjak dari ranjang marmer tempatnya berbaring. Dengan gerakan minim, ia hanya memicingkan mata, menatap ke arah dinding kaca transparan di depannya.

Di balik kaca itu, Hyal dan Astraia sedang berdiri berdekatan. Mereka terlibat dalam obrolan yang sangat serius—terlihat dari kerutan di dahi Hyal dan binar mata Astraia yang dipenuhi kecemasan mendalam. Namun, Krystal bukan lagi bocah naif yang bisa dibohongi. Cara Hyal menatap sang dewi dengan binar protektif, serta bagaimana Astraia menggenggam ujung jubah Hyal dengan penuh ketergantungan, memperjelas segalanya.

Krystal menghela napas panjang dalam hati. 'Haaah... mereka berdua ternyata saling mencintai. Meskipun mereka sudah bersikap jahat dan egois padaku selama ini, entah kenapa hati nuraniku ini masih terlalu baik untuk memisahkan mereka secara paksa.'

Krystal mengernyitkan dahinya, mulai menimbang-nimbang rencana cadangan di dalam kepalanya. Syarat awal yang ia berikan pada Hyal adalah menyuruh kakaknya itu meninggalkan Astraia. Namun, melihat dinamika kedua makhluk di depannya, Krystal tahu bahwa menghancurkan hubungan mereka hanya akan memicu dendam baru yang tidak perlu. Lagipula, dalam bisnis dan politik, memanfaatkan rasa bersalah seseorang jauh lebih menguntungkan daripada menghancurkannya.

'*Sebaiknya, syarat apa yang harus aku minta sebagai gantinya ya*?' pikir Krystal sembari mengetuk-ngetukan jarinya di atas dagu.

Pikirannya sempat melayang pada keributan yang baru saja ia tinggalkan di menara penginapan. 'Mungkin sebaiknya aku meminta Hyal untuk mengirim surat pada Eros sekarang juga, agar pria itu tidak perlu mencariku ke distrik bawah bersama Mira? Jika Eros tahu aku nekat datang ke sini dan sampai batuk darah, menara itu bisa runtuh dalam sekejap.'

Namun, Krystal menggelengkan kepalanya pelan. Mengirim surat saja terlalu sepele untuk ukuran kompensasi nyawanya yang hampir melayang akibat racun berkat itu.

Sebuah rencana cemerlang mendadak melintas di pikirannya. Sudut bibirnya terangkat, membentuk sebuah seringai licik yang sangat menawan.

'*Aaaha, aku tahu apa yang harus aku minta pada mereka sebagai kompensasi*!'

Krystal perlahan bangkit dari ranjang marmer, membetulkan letak pakaiannya yang kini sudah bersih sempurna. Proyek *LadyBug* membutuhkan fondasi yang kuat di Ibu Kota Alexandrite dan dukungan logistik yang tak terbatas untuk memperluas jaringannya nanti. Dan di depannya saat ini, ada seorang Kepala Menara Sihir Barat yang kuat dan seorang Dewi Harapan yang sedang berlutut pada rasa bersalah.

Krystal melangkah mendekati pintu kaca dengan senyuman kemenangan. Kedua orang itu tidak akan pernah menduga bahwa rasa sakit yang baru saja mereka timbulkan pada Krystal, akan dibayar mahal dengan aset-aset magis terbesar yang mereka miliki demi kejayaan *LadyBug*.

   Cklek.

Pintu kaca transparan itu terbuka. Krystal melangkah keluar dengan postur tegap, menyembunyikan sisa-sisa rasa lemas yang sempat menggelayuti tubuhnya. Pendar cahaya keemasan dari sanctuary Astraia memantul sempurna di sepasang mata birunya yang kini menatap lurus ke depan.

"Rys! Kau sudah sadar?!"

Hyal sentak maju selangkah, matanya berbinar penuh kelegaan yang teramat besar. Tangannya terangkat, sangat ingin merengkuh dan memeluk tubuh mungil adiknya untuk memastikan Krystal benar-benar telah membaik. Namun, sedetik kemudian tangan itu menggantung di udara dan ditarik kembali dengan gemetar. Hyal didera ketakutan hebat bahwa kehadirannya justru akan memicu kembali rasa sakit di dada Krystal.

Krystal mengabaikan keraguan kakaknya. Ia terus melangkah maju dengan picingan mata yang kini beralih menatap tajam ke arah Dewi Astraia yang berdiri diam di dekat altar, wajah sang dewi masih tampak terguncang dan pucat.

"Apa kau begitu mencintai kakakku yang jahat ini?" tanya Krystal, suaranya mengalun santai namun menusuk tajam. Ia menyilangkan kedua lengannya di dada, lalu mendengus geli. "Aah... tapi dipikir-pikir, kalian kan memang sama-sama jahatnya. Jadi, kalian akan menjadi pasangan yang sangat serasi."

Mendengar sindiran telak itu, ekspresi penyesalan di wajah Hyal dan Astraia semakin tenggelam dalam. Atmosfer di dalam ruang suci terasa begitu menekan, bukan karena kekuatan dewa, melainkan karena rasa bersalah yang menghujam harga diri mereka.

"Aku mohon, Rys... maafkan aku. Maafkan Astraia," lirih Hyal, kepalanya tertunduk dalam di hadapan adik kembarnya. Ia tidak lagi tampak seperti Kepala Menara Sihir Barat yang agung dan ditakuti, melainkan hanya seorang kakak yang gagal total.

Secara tak terduga, sang Dewi Harapan perlahan melangkah maju. Tanpa memedulikan status keilahiannya yang abadi, Astraia menjatuhkan lututnya di atas lantai marmer, berlutut tepat di hadapan Krystal.

"Kumohon, Krystal... jangan paksa Hyal meninggalkanku," ratap Astraia dengan suara bergetar, matanya berkaca-kaca menatap Krystal. Obsesi dan cintanya pada sang naga air telah meruntuhkan segala kesombongan surgawinya.

Krystal menunduk, menatap Astraia yang berlutut dengan pandangan menilai yang dingin. Kelopak matanya terangkat sebelah, disusul oleh seringai licik yang perlahan terukir di sudut bibirnya.

"Hah? Lalu apa yang akan kau berikan sebagai gantinya?" cetus Krystal, memutar tubuhnya dengan anggun. "Aku tidak mau kompensasi yang murah. Aku mau hal termahal yang kalian berdua punya."

"Apapun itu, Rys. Katakan saja," sahut Hyal cepat tanpa ragu sedikit pun. Selama Krystal tidak memisahkan dirinya dari Astraia dan tidak membahayakan nyawanya sendiri lagi, Hyal siap menyerahkan seluruh isi Menara Sihir Barat jika perlu.

Krystal berjalan santai menuju salah satu pot tanaman abadi di sudut ruangan. Jemari lentiknya bergerak lembut, memetik sebuah bunga berwarna putih keperakan dari tangkainya. Ia memandangi kelopak bunga itu sejenak sebelum meremasnya perlahan hingga hancur di dalam genggamannya.

Ia berbalik, menatap tajam sepasang kekasih di hadapannya.

"Jadilah orangku... Ah... Bukan... Khusus untuk Hyal, jadilah budakku" titah Krystal, suaranya berubah menjadi ketukan absolut yang tak boleh dibantah. "Penuhi semua keinginanku tanpa terkecuali. Jangan pernah kalian membentakku, apalagi berpikir untuk melukaiku lagi—baik dengan sihir, berkat, maupun intrik politik kalian."

Krystal membiarkan serpihan kelopak bunga yang hancur itu jatuh berguguran dari sela-sela jarinya ke atas lantai.

"Jika kalian berani melukaiku lagi... bahkan hanya setetes darah yang keluar dari tubuhku karena ulah kalian... aku bersumpah akan menghancurkan kalian berdua dengan tanganku sendiri. Mengerti?"

Mendengar tuntutan itu, Hyal dan Astraia justru mengembuskan napas lega. Menjadi "orang milik Krystal" dan menuruti keinginannya adalah harga yang teramat murah dibandingkan kehilangan satu sama lain atau melihat Krystal mati.

"Kami mengerti, Rys," jawab Hyal tegas, sementara Astraia mengangguk patuh dari posisinya.

Krystal tersenyum puas. Aliansi bayangan dari Menara Sihir Barat dan seorang dewi langit kini telah resmi berada di bawah kendali jemarinya. Proyek LadyBug baru saja mendapatkan investor dan pelindung rahasia terbesar di Kekaisaran Aethermoor.

"Bagus," ucap Krystal sembari menepuk-nepuk tangannya yang bersih dari sisa bunga. "Sekarang, Hyal... tulis surat untuk Eros sekarang juga sebelum dia meratakan Alexandrite karena mencariku dan kembalikan waktu saat aku memelukmu."

Demi memenuhi janjinya untuk menjadi "orang milik Krystal" dan menuruti segala keinginan adiknya, Hyal langsung bergerak cepat. Setelah mengantar Krystal kembali ke ruang kerjanya, ia menghabiskan waktu singkatnya untuk menyiapkan sebuah rumah rahasia di pinggiran Alexandrite-pegunungan yang berbatasan dengan wilayah Herkimer. Sebuah tempat yang tersembunyi dari jangkauan mata-mata kekaisaran, disihir dengan proteksi berlapis, dan ditata dengan sangat hati-hati serta rapi agar Krystal bisa tinggal dengan nyaman selama berada di provinsi ini. Tempat itu adalah Rumah Rahasia atau Rumah Pribadi Hyal yang sudah cukup lama tidak ia huni.

...----------------...

Hyal kembali menggunakan sihir teleportasi internal untuk menuju ruang kerjanya di puncak menara. Ia membawa harapan besar di dalam dadanya, berharap bahwa tempat tinggal baru yang ia siapkan ini setidaknya bisa menerbitkan kembali senyuman di wajah adik bungsunya yang telah lama hilang.

*Wush*!

Namun, begitu kakinya menapak di lantai koridor tertinggi, ilusi kebahagiaan Hyal runtuh seketika.

Suasana di puncak menara justru jauh lebih hancur dari sebelum ia pergi. Lantai marmer dilapisi es tipis yang membekukan udara. Di ambang pintu yang telah hancur, Hyal berpapasan langsung dengan Krystal yang sedang melangkah keluar.

Jantung Hyal bergetar penuh amarah. Krystal berjalan dengan tatapan mata yang teramat kosong, seolah jiwanya baru saja direnggut paksa dari raga. Yang lebih mengerikan, tangan kanan gadis itu tampak terluka parah—darah segar masih menetes dari telapak tangannya, menodai lantai es yang dilaluinya.

Hyal mengalihkan pandangannya sekilas ke dalam ruangan. Di sana, di dekat jendela, sosok Dewa Agung Eros sedang berdiri mematung dengan bahu bergetar, menitikkan air mata dalam kehancuran emosi yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Menyadari ada sesuatu yang salah dalam skala besar antara Krystal dan Eros, Hyal tidak memedulikan sang dewa lagi. Fokusnya teralih pada kondisi fisik dan mental adiknya yang tampak di ambang batas kehancuran. Amarah naga air di dalam diri Hyal kembali bergejolak melihat darah Krystal kembali mengalir, namun ia tahu, mengonfrontasi Eros saat ini tidak akan menyelesaikan apa pun.

Krystal membutuhkan tempat bersembunyi. Krystal membutuhkan jarak.

Tanpa mengucap sepatah kata pun, Hyal langsung melangkah maju memotong jalur jalan Krystal. Dengan gerakan cepat namun penuh kehati-hatian, ia merengkuh tubuh mungil adiknya yang sedingin es itu ke dalam dekapannya, menyelimutinya dengan jubah biru besarnya. Krystal tidak menolak, tidak juga merespons; ia membiarkan dirinya dibawa bagai boneka tanpa nyawa.

*Wuuush*!

Dalam satu hentakan mana yang masif, Hyal mengaktifkan sihir teleportasi darurat. Tubuh mereka berdua seketika lenyap dari koridor menara, meninggalkan aroma besi dan tangisan sang dewa yang menggantung pilu di puncak menara Alexandrite. Hyal membawa Krystal pergi sejauh mungkin, menuju tempat tinggal rahasia yang baru saja ia siapkan—sebuah tempat perlindungan yang sayangnya terlambat untuk mencegah hati adik kembarnya hancur menjadi serpihan.

1
Jasa Curhat
waktu antara hyal memohon dan bulan purnama pertama tidak sinkron
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!