NovelToon NovelToon
FROM FAT WIFE TO APOCALYPSE QUEEN

FROM FAT WIFE TO APOCALYPSE QUEEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Hari Kiamat / Fantasi
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: blumoon

Di tahun 2030, hujan darah mengubah dunia menjadi neraka penuh monster.
Yara mati tragis… namun terbangun kembali lima bulan sebelum kiamat di tubuh seorang wanita gemuk bernama Elara Quizel, istri presedir yang tak dicintai.
Dengan bantuan Sistem NOX, ia diberi kesempatan kedua untuk mengubah takdirnya.
Dari wanita yang diremehkan, Elara perlahan bangkit menjadi sosok yang dingin dan tak tersentuh.
Kali ini, ia tak hanya ingin bertahan hidup tetapi menguasai dunia yang akan hancur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blumoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Renungan

Malam semakin larut di Sektor 7, meninggalkan keheningan yang mencekam setelah badai darah yang terjadi siang tadi. Di dalam kamar pribadinya yang luas dan temaram, Elara Quizel duduk diam di depan meja rias berbahan kayu ek tua. Di bawah temaram lampu meja yang berpendar kekuningan, ia menatap lekat-lekat pantulan dirinya di cermin besar berkaca retak tipis di sudut kiri bawahnya.

Wajah di dalam cermin itu masih sama cantiknya seperti sebelum dunia hancur kulit putih porselen, bibir kemerahan, dan sepasang mata yang kini sesekali berkilat ungu akibat fusi Dark Matter Core. Namun, di balik kecantikan itu, Elara bisa melihat sesuatu yang lain. Ada gumpalan darah yang tak kasat mata di tangannya, ada bayangan ratusan nyawa yang telah ia lenyapkan sejak hari pertama ia terbangun dengan sistem di kepalanya.

Elara menghela napas panjang, sebuah suara helaan yang sarat akan beban yang jarang ia perlihatkan di depan Leonard atau bawahannya yang lain.

"Sudah terlalu banyak..." gumam Elara lirih pada dirinya sendiri. Jari-jarinya yang lentik menyentuh permukaan cermin, mengusap bayangan matanya sendiri. "Selama kiamat ini terjadi, tanganku tidak pernah berhenti mencabut nyawa. Jika ini terus berlanjut, siapa yang tersisa di bumi ini?"

Pikirannya melayang pada populasi manusia yang kini berada di ambang kepunahan mutlak. Sektor demi sektor saling membantai demi memperebutkan sisa makanan dan wilayah. Manusia normal mati seperti lalat akibat virus zombi, kelaparan, atau menjadi korban kebiadaban para Awakened manusia dengan kemampuan spesial yang merasa diri mereka adalah dewa baru.

Harapan itu kini ada di tangan Ken dan keempat ilmuwan muda di laboratorium bawah tanah. Jika mereka berhasil menyempurnakan Serum Evolusi Murni itu, manusia biasa tanpa kemampuan spesial akan memiliki kesempatan untuk bertahan hidup. Mereka akan memiliki kekuatan fisik dan imunitas untuk melawan kerasnya dunia yang hancur ini.

Namun, benak Elara tidak bisa tenang. Sebuah dilema besar merayap di hatinya.

"Kekuatan... selalu melahirkan ambisi," bisik Elara dengan nada getir. Ia tahu betul sifat dasar manusia. "Saat manusia tidak memiliki apa-apa, mereka memohon perlindungan. Tapi, ketika mereka diberi sedikit saja kemampuan, mereka sering kali menjadi sombong dan angkuh. Jika semua manusia biasa berubah menjadi kuat berkat serum itu... apakah dunia ini akan membaik? Ataukah justru akan melahirkan pertikaian baru yang lebih berdarah?"

Manusia yang tertindas hari ini bisa menjadi penindas baru esok hari jika mereka memegang senjata. Menyeimbangkan antara kelangsungan hidup manusia dan ego mereka adalah tugas terberat yang harus ia pikul sebagai calon penguasa peradaban baru.

Elara memejamkan matanya, memijat pelipisnya yang terasa berdenyut. Selama ini ia bertarung untuk bertahan hidup dan membangun wilayah, namun malam ini, keinginan untuk mengembalikan peradaban manusia yang damai dan teratur seperti sedia kala mendadak membuncah di dadanya. Namun, untuk memperbaiki dunia, ia harus tahu apa yang sebenarnya terjadi pada dunia ini.

Ia membuka matanya kembali, pandangannya menajam menembus kekosongan ruangan.

"Sistem," panggil Elara dalam hati, mengaktifkan antarmuka kesadarannya. "Apa sebenarnya penyebab dari kiamat ini? Dari mana asal mula hujan darah yang mengubah makhluk hidup menjadi monster, dan sinar biru berpendar yang memicu munculnya kekuatan sistem ini?"

Hening sejenak sebelum sebuah dengung mekanis yang familier terdengar langsung di dalam pusat kesadaran Elara. Layar hologram biru transparan muncul di depan cermin riasnya, menampilkan barisan kode-kode kuno yang bergerak cepat sebelum berganti menjadi teks analisis.

┌───────────────────┐

LOG SISTEM: ANALISIS ASAL-USUL BENCANA GLOBAL

[STATUS DATA: TERKUNCI / ENKRIPSI TINGKAT TINGGI]

[SUMBER GEJALA: ANOMALI ATMOSFER DI SEKTOR UTAMA]

[FAKTOR PICU: HUJAN DARAH (KONTAMINASI ORGANIK ASING) & SINAR BIRU (PANCARAN ENERGI KOSMIK SUPRA-DIMENSI)]

└─────────────────────┘

"Data terkunci?" Elara mengernyitkan dahinya, merasa tidak puas dengan jawaban sistemnya. "Bahkan dengan otoritas sistemku saat ini, aku masih belum bisa mengakses kebenaran mutlaknya?"

┌──────────────────────┐

SISTEM MEMBERIKAN PETUNJUK:

Kunci enkripsi data tersimpan pada 'Inti Intarsia' yang berada di Sektor Pusat (Sektor 1) pusat jatuhnya meteorit pertama sebelum hujan darah terjadi. Pengguna harus menguasai minimal tiga Sektor Besar untuk membuka 50% data asal-usul kiamat.

└─────────────────────┘

Elara bersandar pada kursi riasnya, seulas senyum dingin penuh tekad terukir di wajahnya. Teka-teki ini semakin menarik. Hujan darah itu bukan sekadar fenomena alam biasa, dan sinar biru yang berpendar di langit malam selama bertahun-tahun ini adalah bentuk energi dari dimensi lain yang sengaja disuntikkan ke bumi. Seseorang atau sesuatu di luar sana sedang menjadikan bumi sebagai laboratorium raksasa, dan seluruh umat manusia adalah kelinci percobaannya.

Sebuah rencana kecil mulai tersusun rapi di dalam benak jenius sang Ratu.

"Aku tidak akan membiarkan bumi tetap menjadi taman bermain yang hancur ini," batin Elara, tangannya mengepal erat di atas meja rias. "Langkah pertama adalah menghancurkan Markus dan mengambil alih Sektor 3. Setelah itu, aku akan menyatukan sektor-sektor kecil di sekitarnya di bawah satu bendera: Kekaisaran Quizel."

Rencana Elara bukan lagi sekadar bertahan hidup dari serangan zombi. Ia ingin membangun kembali kota-kota yang runtuh, menata ulang hukum yang telah hilang, dan memfungsikan kembali teknologi ramah lingkungan yang sempat dihancurkan oleh keserakahan manusia. Serum dari Ken akan ia jadikan sebagai anugerah yang dikendalikan dengan ketat sebuah hak istimewa yang hanya diberikan kepada mereka yang bersumpah setia pada perdamaian, bukan untuk kesombongan.

Dan yang paling penting, ia akan memimpin pasukannya menuju Sektor 1 untuk menguak misteri di balik hujan darah dan sinar biru itu. Siapa pun dalang di balik hancurnya peradaban manusia, Elara bersumpah akan menyeret mereka turun dari takhta langit mereka.

Pintu kamar perlahan terbuka, dan Leonard melangkah masuk dengan langkah kaki tanpa suara. Pria itu melihat istrinya yang sedang menatap kosong ke arah cermin, lalu berjalan mendekat dan meletakkan kedua tangan kekarnya di bahu Elara, memijatnya dengan lembut untuk meredakan ketegangan wanita itu.

"Belum tidur, Sayang? Apa yang sedang kaupikirkan?" tanya Leonard lembut, mengecup puncak kepala Elara dari belakang.

Elara menggenggam tangan Leonard yang berada di bahunya, merasakan kehangatan yang selalu bisa menenangkan badai di dalam hatinya. "Leo... aku sedang berpikir tentang masa depan. Tentang bagaimana kita akan menghentikan kegilaan dunia ini dan membangun kembali rumah yang sesungguhnya untuk manusia yang tersisa."

Leonard tersenyum, tatapannya penuh dengan keyakinan mutlak pada wanita di depannya. "Ke mana pun kau melangkah, dan apa pun dunia yang ingin kaubangun, aku akan selalu menjadi pedangmu yang meratakan jalannya, Elara."

Elara berbalik, memeluk pinggang suaminya erat-erat di dalam keheningan malam. Rasa takut akan masa depan dan bayang-bayang dosa masa lalu perlahan menguap, digantikan oleh kobaran api ambisi yang baru. Sektor 3 akan menjadi batu loncatan pertamanya. Di atas darah para tirani seperti Jenderal Markus, peradaban baru manusia akan lahir kembali dari tangan sang Ratu.

Bersambung 🧟‍♀️🧟‍♀️🧟‍♀️

1
Cimol krispy
lengkap sudah formasinya. semua kekuatan yang dibutuhkan untuk dunia baru mereka tercukupi.
Cimol krispy
wih keren banget mereka jadi punya kekuatan masing²
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
sabar tuan dan nyonya. anda berdua, manusia yang di lindungi
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
dihh, tiba-tiba aja sombong si leo 😄
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
wahhh, tiba-tiba ada kekuatan super
🍾⃝ʙͩᴜᷞʟͧᴀᷠɴͣ sᴇᴘᴀʀᴜʜ
elara ini di persisteman bikin aku berkhayal seandainya seandainya aku wkwkwk. pokoknya semangat terus buat elena, atas usahanya mengambil hati sang pujaan hati
Miu.Nuha
Elera lagi gk mikirin kamu leonard 😅 , dia mau fokus buat ngembaliin tubuh idealny layakny prajurit...
Three Flowers
bahkan suaminya pun sudah tunduk patuh
Three Flowers
Jadi Elara Sudah tahu dokter mana yang benar - benar berdedikasi ya
Three Flowers
dulunya dia memang prajurit, Leonard
Three Flowers
wah beneran sudah berhasil?
PrettyDuck
takut banget yang begini jadi nyata /Shame/
PrettyDuck
ini kok kayak konspirasi yang beredar ya 😳
PrettyDuck
emang kiamatnya dateng dalam bentuk apa ya? gedung tinggi gak roboh kah?
-Thiea-
Makanya dengerin apa kata mantumu buk. Baik-baik aja kamu disitu.
-Thiea-
Ruangan itu cuma buat mereka aja. Gimana sama keluarganya yang lain?
Aquarius97 🕊️
ini kiamat dadi Tuhan apa gimana 🤭
Aquarius97 🕊️
Halah mulutmu Leo... dulu kemana aja
Aquarius97 🕊️
ya ampun.. kenapa gak 45 aja sih elara wkwk
Mega Siregar
kalo udah kurus, jangan mau ama Leonard.
enak banget mau hasilnya doang 😤

waktu gemuk diabaikan, tiba uda langsing malah mau, cih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!