Raisa anak kedua dari keluarga dengan ibu tunggal bernama Sri, Sri telah lama menjadi tulang punggung keluarga setelah suami nya meninggal saat Raisa masih kecil.
Kakak nya yang lebih tua bernama Ratna menikah dengan Rio dari keluarga yang berada.
masalah muncuk ketika Ratna dan Rio yang sudah lima tahun menikah masih belum juga memiliki keturunan karna kesuburan Ratna kurang,, tekanan yang di berikan keluarga Rio membuat Ratna memiliki niat untuk membuat Raisa hamil anak suami nya ..
Niatan itu di ungkap kan Ratna kepada ibu dan adik nya walau pun tanpa sepengetahuan suami nya sendiri..
Apa yang harus di lakukan Raisa untuk bisa membantu kesulitan Ratna kakak nya,, Apa dia akan menerima nya dan setuju menjadi pelakor apa menolak nya..?
Jangan lewatkan cerita nya untuk mengetahui kelanjutan nya🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti_1234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 1: "PERMINTAAN YANG MENGEJUTKAN"
******
Lampu kristal di ruang tamu menerangi wajah pucat Ratna saat dia menghadapkan adik perempuannya, Raisa. Kayu jati yang mewah di sekeliling mereka seolah tidak bisa menghangatkan suasana yang penuh ketegangan. Raisa baru saja selesai membersihkan meja makan setelah makan malam bersama ibu tunggal mereka, Sri Wahyuni, yang sudah kembali ke rumah sendiri sekitar satu jam yang lalu.
“Ra… Raisa,” ucap Ratna dengan suara gemetar, tangannya menggenggam gelas teh hangat hingga putih. “Aku perlu bicara denganmu tentang sesuatu yang sangat penting.”
Raisa mengangguk, melihat mata kakaknya yang sudah berlumuran air mata. Sejak lima tahun yang lalu menikah dengan Rio Pratama – pengusaha muda yang sukses di bidang properti – Ratna selalu tampak bahagia. Namun semenjak setahun yang lalu, wajahnya kerap kali pucat dan penuh kesedihan. Raisa tahu bahwa masalahnya ada pada kesuburan kakaknya, yang sudah menjalani berbagai perawatan tetapi belum menunjukkan hasil yang memuaskan.
“Kakak tahu kamu selalu membantu keluarga kita,” lanjut Ratna, menatap langsung ke mata adiknya. “Ibu mertuaku sudah tidak tahan lagi. Mereka bilang kalau aku tidak bisa memberikan cucu dalam waktu enam bulan lagi, mereka akan menyuruh Rio menikah lagi. Atau bahkan menceraikanku.”
Raisa meraih tangan kakaknya dengan penuh kasih sayang. “Kita bisa cari dokter yang lebih baik, Kak. Atau coba metode lain. Jangan menyerah begitu saja.”
Namun Ratna menggeleng perlahan. “Sudah semua aku coba, Raisa. Dokter bilang peluangku untuk hamil sangat kecil. Bahkan dengan program bayi tabung, risikonya sangat tinggi.” Dia menjatuhkan pandangannya ke lantai marmer yang bersih. “Aku punya satu cara lagi. Satu-satunya cara untuk menyelamatkan pernikahanku dan membuat keluarga kita tetap utuh.”
Saat Ratna mengungkapkan rencananya – bahwa Raisa harus menjadi ibu pengganti untuknya dengan menjalin hubungan dengan Rio – Raisa terkejut hingga tubuhnya kaku. Udara di ruangan terasa sangat tipis.
“Tidak mungkin, Kak!” teriak Raisa dengan suara yang lebih keras dari yang dia duga. “Bagaimana bisa aku melakukan hal seperti itu? Rio adalah kakak iparku!”
“Dia tidak akan pernah menyetujuinya kalau aku bilang langsung,” ucap Ratna dengan suara pelan namun tegas. “Itu sebabnya aku perlu kamu bantu mendekatinya secara perlahan. Biarkan dia merasa nyaman denganmu dulu. Saatnya tiba, mungkin dia akan mengerti bahwa ini adalah satu-satunya jalan.”
Raisa berdiri dengan cepat, kursinya mengeluarkan suara gesekan yang keras. “Aku tidak bisa melakukan itu, Kak. Ini salah secara moral dan hukum. Selain itu, bagaimana dengan perasaan aku sendiri?”
Namun Ratna hanya menangis lebih deras. “Aku sudah memberikan segalanya untuk keluarga ini. Saat ayah meninggal, aku yang bekerja untuk menyekolahkanmu dan membayar biaya rumah sakit ibu. Sekarang giliran kamu membantuku.”
Saat Raisa keluar dari rumah kakaknya dengan hati yang berantakan, dia tidak menyadari bahwa seseorang sedang mengawasinya dari balik tirai kamar utama – Rio Pratama sendiri, yang baru saja selesai bekerja dan mendengar sebagian pembicaraan mereka. Wajahnya penuh dengan kemarahan dan kekaguman yang bercampur. Dia tahu bahwa istri nya sedang dalam kesusahan, tetapi dia tidak pernah menyangka bahwa Ratna akan berpikir hingga sejauh itu.
Di rumahnya sendiri, Raisa menangis dalam pelukan ibu nya. Sri Wahyuni hanya bisa memeluknya dengan lembut, tanpa bisa berkata apa-apa. Dia tahu bahwa kedua anak perempuannya sedang menghadapi masalah besar, tetapi dia tidak punya kekuatan untuk membantu mereka seperti dulu.
Malam itu, Raisa tidak bisa tidur. Pikirannya penuh dengan wajah kakaknya yang menangis dan kata-kata yang mengerikan tentang apa yang dia minta. Bagaimana bisa dia melakukan hal yang bisa merusak hubungan keluarga mereka selamanya? Namun di sisi lain, dia tidak bisa melihat kakaknya menderita begitu saja.
Di rumah Rio, sang suami juga terpaku di depan jendela, merokok sebatang demi sebatang. Dia sudah mencoba segala cara untuk membuat istri nya bahagia dan memberikan anak yang dia inginkan. Namun setiap upaya selalu berakhir dengan kekecewaan. Sekarang, dengan rencana yang luar biasa dari Ratna, dia merasa terjebak dalam kesulitan yang semakin dalam.
......................
...****************...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...