Karina, seorang wanita cantik yang sangat mandiri. Karena di usianya yang baru 23 tahun sudah memiliki toko bakery sendiri hasil kerja kerasnya.
Namun, tiba-tiba saja hidupnya berubah drastis saat ada seorang laki-laki yang datang ke tokonya mencari roti untuk sang ibu, hingga membuat hidupnya terus di hantui oleh laki-laki itu yang ternyata seorang duda.
Andrian Jayatama Persadha, seorang duda berusia 41 tahun, yang sudah menduda selama 7 tahun tiba-tiba saja di paksa menikah lagi oleh ibunya, hingga dia bertemu seorang wanita cantik yang menurutnya tipe idaman ibunya sekali.
Akankah perjuangan Andrian membuahkan hasil untuk mendapatkan hati Karina?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
One Shoot
Adrian benar-benar memasak untuk Karina dan gadis itu menikmati setiap irisan daging yang masuk ke mulutnya.
"Enak banget, Om." ucap Karina memuji masakan suaminya.
"Pelan-pelan, sayang. Saya tidak akan mengambilnya." balas Adrian sambil menyeka bekas saos steak di ujung bibir Karina.
Deg!
Jantungnya berdegup kencang saat Adrian melakukan hal itu padanya. Kedua mata mereka saling mengunci satu sama lain, hingga Adrian memberanikan diri untuk mencium bibir istrinya.
Jika kemarin Karina tidak menanggapinya, kini Karina mengikuti nalurinya dan mulai menggerakkan bibirnya mengikuti ritme Adrian.
Ciuman yang asalnya hanya sebuah kecupan manis, berubah menjadi ciuman lembut hingga menuntut membuat Adrian langsung menggendong tubuh mungil sang istri untuk menaiki tangga menuju kamar mereka.
Satu persatu anak tangga berhasil di lewatinya dengan begitu mudah, hingga mereka tiba di kamar dan Adrian meletakan tubuh sang istri di atas tempat tidur.
Ciuman mereka semakin menuntut hingga Adrian mendengar suara yang sudah sangat lama tidak di dengarnya.
"Egh....Om," Karina mendesah saat dadanya di remas Adrian dengan lembut.
"Om, Adrian ahhhhh...." desah Karina semakin menjadi saat Adrian ngecup batang lehernya
"Ya, sayang?" jawab Adrian yang juga sudah di kuasai hawa nafsunya untuk berbuat lebih jauh lagi.
"Emmm...akuuu...Ahhhh..." Karina semakin menggila saat Adrian membuka kedua kakinya.
"Om?" Karina kaget saat bajunya sudah terbang entah kemana akibat perbuatan Adrian padanya tadi.
Entah sejak kapan dia sudah tidak memakai baju, dan hanya meninggalkan kaca mata yang menutupi benda kenyal miliknya.
Melihat pemandangan Karina yang seperti itu membuat Adrian semakin gelap mata, untuk memulai semuanya.
Karina terkejut saat melihat Adrian yang sudah menurunkan celana miliknya dan hanya meninggalkan pakaian dalamnya saja.
Tubuhnya menegang kaku, melihat sesuatu yang berada di balik kain berwarna abu-abu tersebut.
Sesuatu tersebut tercetai jelas, yang ukurannya membuat Karina menelan ludahnya dengan kasar.
"Om?" pekik Karina saat tangannya di tarik Adrian untuk memegang benda pusaka tersebut.
"Sayang, egh..." Adrian menggeram tertahan saat dia menggerakkan tangan Karina untuk mengusap benda pusaka miliknya yang sudah lama tertidur kini bangkit kembali.
Melihat Adrian yang seperti menikmati hal itu membuat Karina yang tanpa sadar juga menggerakkan tangannya, hingga membuat laki-laki itu semakin merasakan kenikmatan yang luar biasa.
"Sayang...Karina....ahhh..." desah Adrian saat Karina mengusap bagian benda miliknya.
Adrian sudah tidak tahan lagi, hingga dia membuat keduanya sama-sama tidak mengenakan apa pun lagi.
"Om, sakit..." rengek Karina saat Adrian berusaha memasukan benda pusaka miliknya ke dalam sesuatu yang sempit milik Karina.
"Tahan, sayang..."
"Ahhh...sakit, Om..." desis Karina merasakan sesuatu yang mulai memasuki bagian inti miliknya.
"Sayang, aahhhh..."
"Om..." pekik Karina saat sesuatu berhasil masuk sepenuhnya. Bahkan dia sampai mencakar lengan Adrian saat benda pusaka itu masuk menerobos benteng pertahannya.
"Sayang..." Adrian menggeram tertahan merasakan miliknya yang di jepit oleh inti milik Karina.
Setelah keduanya merasa cukup, Adrian mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur menghentak Karina yang merasakan sakit luar biasa di bagian inti miliknya.
"Om, sakit..."
"Egh...sayang...ahhhh...." Adrian mendesah merasakan kenikmatan yang luar biasa ketika dia mulai mengentak dan bergerak di atas Karina.
"Ahhh...om..." Karina mencakar punggung Adrian saat saat merasakan hentakan yang di lakukan suaminya semakin cepat dan semakin keras menghantamnya.
"Sayang...ahhh...Karina...egh..." Adrian benar-benar seperti beruang yang kelaparan.
Setelah 7 tahun tidak merasakan kenikmatan, akhirnya dia kembali merasakannya dan itu bersama Karina. Sampai dimana, Adrian merasa dirinya akan meledak, dia semakin menambah ritme hentakannya dan membuat Karina semakin terombang ambing.
"Ahhh...om... Aku pipis..."
"Tidak sayang, keluarkan saja." jawab Adrian.
"Ahhh...om aku gak kuat, aku gak kuat, aku-ahhhh..." Karina meremas punggung Adrian saat merasakan sesuatu meledak dalam dirinya di susul dengan desahan panjang dari Adrian.
"Karina, ahhhh..." keduanya mencapai puncak dari pertemuan mereka hingga membuat Adrian ambruk di atas tubuh mungil sang istri.
Milik Karina berdenyut di dalam, dan milik Adrian di pijat dengan begitu luar biasa oleh sumur sempit milik istri tercintanya.
***
belajar memangil mas jan om