Lamaran Raditya di tolak oleh yuni calon ibu mertua nya karena tidak menyanggupi hantaran yang di minta. Yuni bahkan menghina Raditya dan mempengaruhi anak nya agar mencari laki laki yang kaya, karena anak nya Melinda adalah seorang sekretaris di perusahaan ibu nya. terpengaruh oleh ibu nya, Melinda sebagai kekasih Raditya akhir nya ikut merendah kan
karena emosional tiba tiba Raditya melamar seorang gadis yang bernama Dahlia, pembantu di rumah Melinda dengan cincin Berlian.
Namun siapa sangka, Raditya yang di kenal sebagai pegawai admistrasi di tempat Melinda bekerja, sebenar nya adalah anak sulung pewaris perusahaan itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My finger, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
Dahlia sedang asik membaca komposisi pada bubur bayi yang baru saja di beli nya. Plastik putih yang bertuliskan nama toko tempat nya berbelanja di letak kan begitu saja di atas meja. Beberapa meja juga berdiri tepat di depan toko itu seperti memang di sengaja di sediakan untuk para pengunjung untuk duduk
Tiba tiba seorang pemuda tampan dengan rambut di ikat Santai meletak kan belanjaan nya juga di atas meja yang sama dengan Dahlia. Ada sedikit poni di depan dahu nya, wajah nya begitu sempurna dengan hidung nya yang menjulang tinggi di antara kedua rahang nya yang terlihat kokoh. Kedua mata pemuda itu teduh namun juga tajam, ia sedang menatap layar ponsel serius
"Halo pak husen? Iya toko yang ada di depan apotik itu, oh iya, ini saya jalan pak, tunggu di situ" seru Dahlia sambil meraih plastik putih yang ada di depan nya lalu beranjak pergi
Tak lama kemudian pria tampan itu merogoh plastik putih nya mencari minuman kemasan yang baru saja di beli nya. Tapi ia sangat kaget, karena yang di temukan nya adalah botol susu bayi. Sekelebat ia melepas pandangannya ke segala arah.
Dilihat nya seorang wanita berkerudung sedang berjalan mendekati laki laki berjaket hijau yang sedang berada di atas motor. wanita itu menenteng plastik yang ia yakini kalau itu milik nya, sebab sepintas tadi wanita itu ada di dekat nya
"Hey,, hey,,! Tunggu,,!" teriak nya segera bangkit
Handphone nya berdering, ia pun melirik ponsel nya itu
Mama calling
Meski harus berdecak ia terpaksa menjawab panggilan telepon itu kalau tidak mau mendengar omelan sepanjang kereta api.
"Halo ma! Maaf telepon nya nanti aja ya! i'm rush!"
"Terburu buru kenapa Daren?"
"Ada seorang wanita yang tak sengaja membawa milik lu Ma!"
"Aduh kamu ini! Sudah cukup hari ini Raditya yang bikin mama pusing, sekarang kamu lagi!"
Daren menutup paksa panggilan telepon ibu nya dan dengan kasar meraih plastik putih fi depan nya dan segera masuk ke dalam mobil nya, ia lalu bergegas melakukan mobil mewah nya untuk mengejar gadis berkerudung yang sedang berada di atas motor ojek itu.
Tinnnn,,, tinnnnn,,,
Daren mengklakson motor yang membawa Dahlia, membuat nya menoleh ke belakang seketika
"Pak, pak, mengapa kayak nya mobil itu ngejar ngejar kita?!"
"Masa, iya mbak?"
"Iya"
"Waduhhh,,,kenapa ya?"
Husen melajukan motor nya dengan kencang dan Daren masih terus mengikuti mereka. Husen memutus kan untuk melewati gang yang berkelok kelok dan juga becek, karena semalam baru saja hujan deras. Setelah merasa aman baru lah mereka masuk gang komplek perumahan
"Mbak, kayak nya mobil itu sudah gak kelihatan lagi. Maaf mbak turun di sini aja ya, soal nya aku ada orderan online" kata Husen sedikit tegang
"Oh, tapi gimana dong pak? Saya takut mobil itu datang lagi" kata Dahlia
"Tenang aja mbak, lagian gak mungkin mobil bagus seperti itu punya urusan sama kita. mungkin mbak aja yang kepedean, mentang mentang sekarang legi cantik" seloroh Husen
Lelaki itu tak mengkhawatirkan tanggapan dahlia karena gadis itu tetangga rumah nya. Dahlia hanya cemberut sambil mengeluarkan uang seratus ribuan.
"ini buat Susanti pak, di terima ya, kebetulan aku lagi dapet rezeki hari ini" kata Dahlia sambil tersenyum
"Ya Tuhan, terimakasih ya mbak, dia pasti senang sekali bisa buat beli tas sekolah baru. Mbak tenang aja, mobil itu gak akan ngejar lagi, mungkin dia tadi cuma mau nyalip tapi ragu. kalau mbak butuh ojek kapan pun, di manapun, mbak tinggal telepon aja, saya siap!"
Dahlia mengangguk angguk sambil tersenyum manis. Lalu ia melihat punggung Husen yang semakin jauh meninggalkan nya. Dahlia mulai melangkah kan kaki nya sambil memegang erat barang bawaan nya itu
Tiba tiba "Oii,,, berhenti,!"
Dahlia spontan menoleh, di lihat nya seorang laki laki asing yang sedang berlari mendekati nya, entah kenapa Dahlia malah ikut berlari
"Kyaaa,,, tolonggg,,,!" teriak Dahlia ketakutan
"Berhenti,,, heii,,, tolong berhenti,!!! Itu barang ku!"
Kedua nya saling kejar kejaran melewati genangan air yang membuat pakaian kedua nya kotor
"Oiii,,, cewek sialan, ini barang mu!" teriak Daren yang semakin dekat dengan sasaran nya
Mendengar itu Dahlia langsung mengerem kaki nya mendadak sehingga ia sendiri hampir saja tersungkur. Habis basah dan kotor pakaian nya akibat air genangan hujan kemarin, bahkan wajah nya tak luput dari percikan air cokelat
"Hosh, hosh,,, dasar wanita gila! hampir mati aku mengejar mu, kenapa lari mu bisa kencang sekali hah! ini barang mu!"
Platik milik Dahlia di lempar kan Daren begitu saja di depan Dahlia. Tapi Dahlia malah mundur, ia takut laki laki yang sedang membuka jaket nya itu akan menculik nya. Siapa yang tahu, bisa jadi laki laki yang ada dihadapannya itu adalah salah satu anggota sindikat penjual organ manusia, pikir Dahlia
"Heii,, kenapa malah mundur?! Itu ambil barang mu" kata Daren dengan nafas masih tersengal-sengal
Dahlia akhir nya perlahan maju untuk meraih plastik di depan nya itu dan memeriksa nya. seketika mata nya melotot melihat semua barang barang yang di beli nya tadi justru ada di dalam plastik itu. Dan dengan cepat ia memeriksa plastik yang di bawa nya tadi, ada kaca mata, minuman bersoda dan beberapa macam Snack.
"Anu,, anu mas ma,, maaf"
"Cepat kembalikan punya ku" sentak Daren kesal
Dahlia maju, menyerahkan milik pemuda itu dengan tangan gemetar. Daren memeriksa barang nya, hal yang paling ia sesali hari ini adalah, mengapa tangan nya memasukkan kotak kacamata yang sangat berarti untuk nya itu ke dalam kantong plastik belanjaan nya.
"Kamu sudah banyak membuat kerugian hari ini. Aku jadi terlambat dalam janji bisnis dan karena kamu mobil ku jadi kotor!"
"Ma,, maaf mass,, saya tidak sengaja"
"Arghh,,!" berang daren sambil mengusap wajah nya
"Sa,, saya yang akan membersihkan mobil nya mas" ucap Dahlia masih ketakutan dan merasa bersalah
Daren mengambil handphone nya, lalu di arah kan nya ke wajah Dahlia. Wajah Dahlia kini sudah terekam kamera handphone milik Daren, ia tersenyum menyeringai
"Ini alamat ku. Besok kamu harus ke sana mencuci mobil ku. Ingat jangan sampai tidak datang, atau aku viral kan kamu!"
Dahlia meraih kartu nama dari tangan Daren dengan tangan gemetar. Dahlia hanya mengangguk dan melangkah mundur. Dan tanpa berkata apa apa lagi Daren langsung bergegas pergi meninggal Dahlia yang masih mematung.
"Ya Tuhan, ada aja ujian ku" lirih Dahlia