NovelToon NovelToon
Aku Berhak Bahagia

Aku Berhak Bahagia

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Rumah Tangga / Janda
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

"Aku berhak bahagia dan aku bisa hidup tanpamu!"

Mila Rahma akhirnya memilih jalan hidupnya sendiri meskipun orang-orang disekitarnya menolak keputusan yang diambilnya. Mereka sangat kecewa dengan Mila karena berani menggugat cerai. Mila melakukan itu bukan tanpa sebab, selama menikah dirinya selalu mendapatkan penyiksaan dan penghinaan.

Mampukah Mila bertahan hidup dengan menjauh dari orang-orang yang sangat dicintai dan disayanginya?

Apakah Mila menemukan pria yang sangat mencintai dan menghormatinya?

Ikuti ceritanya dan mohon dibaca perlahan setiap episodenya. Terima kasih banyak karena sudah membaca tanpa meloncat episode🙏🏼

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Berhak Bahagia - episode 22

Dengan langkah malas, mata masih mengantuk dan rambut acak-acakan Mila membuka pintu kamarnya karena mendengar Hasbi memanggil namanya.

"Mila.. kamu baru bangun tidur?" tanya Hasbi memperhatikan tubuh Mila dari atas hingga bawah.

Mila tersenyum nyengir dan menjawab, "Baru setengah jam lalu tertidur."

"Padahal aku mau ngajak kamu ke rumah temanku, daripada kamu suntuk di kamar," kata Hasbi beralasan.

"Aku enggak bisa ikut, ngantuk sekali!" Mila tampak berulang kali menguap.

"Hmm .. Ya sudahlah aku pergi sendirian. Kemungkinan aku pulang malam, kamu enggak apa-apa 'kan?" Hasbi menatap Mila yang wajah seperti orang yang menahan kantuk.

"Iya, aku enggak apa-apa. Gak kemana-mana juga, kok!"

"Baiklah, lanjutkan tidurmu!" kata Hasbi.

Mila menutup pintunya dan melanjutkan lagi tidurnya. Ia begitu sangat mengantuk mungkin karena habis salat malam dia tak tidur. Biasanya, dia akan memejamkan mata kembali sampai menunggu salat Subuh.

Dua jam berlalu, Mila sudah terbangun. Bersiap-siap hendak melaksanakan salat Zuhur di masjid. Hasbi juga tampak diantara para jama'ah pria. Selesai salat mereka saling beriringan pulang menuju kos-kosan.

"Gak jadi pergi, Mas?" tanya Mila saat berpapasan keluar dari halaman masjid.

"Sebentar lagi, masih menunggu teman," jawab Hasbi.

"Oh."

"Kamu mau ikut?" Hasbi mengajak lagi berharap Mila bersedia.

Mila menggelengkan kepalanya dan berucap, "Mau menyetrika, besok udah mulai kerja."

"Oh, ya sudah." Hasbi tak dapat memaksa.

Mila telah berada di kamar, ponselnya berdering tertera nama Alan. Ia segera mengangkat dan menjawab panggilan itu. "Halo, Mas!"

"Mila, aku sudah di sini. Nanti sore aku jemput, ya. Ada yang ingin aku bicarakan!" kata Alan.

"Kenapa bukan sekarang aja bicaranya?" tanya Mila karena dirinya sangat penasaran, terlalu lama menunggu hingga sore hari.

"Enggak akan menjadi kejutan!" jawab Alan.

"Hmm... baiklah, jam lima, ya!" kata Mila meminta diantara waktu tersebut.

"Baik."

Jam 5 kurang 10 menit, mobil yang dikendarai Alan sudah terparkir di depan kos-kosan lalu menghubungi Mila. Wanita itupun segera keluar dan masuk ke mobil.

"Apa yang mau Mas Alan katakan?" tanya Mila begitu penasaran.

"Tunggu di kafe aja," jawab Alan tersenyum.

Keduanya sampai di tempat tujuan, memesan makanan dan minuman terlebih dahulu lalu lanjut mengobrol.

"Ada apa, sih, Mas?" Mila terus bertanya.

"Hari ini kamu berulang tahun, aku cuma mau mentraktir makan kamu," jawab Alan.

Mila tertawa rendah dan geleng-geleng kepalanya pelan. Ia tak percaya ada orang lain yang ingat tanggal kelahirannya. "Mas Alan tau dari mana?"

"Aku gak sengaja melihat berkas lamaran kamu di kedai nasi Paman Bagas." Alan tanpa sengaja membaca berkas milik Mila di meja kasir. Diantara tumpukan kertas, matanya sekilas melihat satu helai kertas dengan foto kecil Mila. Penasaran, ia pun membacanya.

"Oh, pantas aja tau!"

"Makanya, aku bilang kejutan!" kata Alan tersenyum.

"Terima kasih banyak, ya, Mas. Masih ingat tanggal kelahiran aku," ucap Mila tersenyum bahagia.

Alan mengerakkan dagunya pelan.

Sejam berlalu, ponselnya Alan berdering. Ia pun segera menjawab panggilan itu. Ada sekitar 1 menit ia berbicara.

Alan menutup ponselnya dan berkata, "Mila, aku minta maaf. Aku enggak bisa mengantarkan kamu pulang."

"Kenapa? Apa yang terjadi?" Mila tiba-tiba khawatir, apalagi mimik wajah Alan tampak kebingungan.

"Adiknya mamaku masih rumah sakit, jadi mama minta aku untuk menemaninya," jelas Alan. "Kamu gak marah 'kan?"

"Enggak apa-apa, Mas. Santai aja. Aku bisa naik angkot atau ojek."

"Ya sudahlah, kalau begitu aku duluan!" Alan beranjak dari tempat duduknya. "Tagihan makan telah dibayar!"

Alan kemudian berlalu meninggalkan Mila sendirian.

Tak lama berselang, Mila bangkit dan berdiri. Ia berjalan keluar dari kafe sendirian. Ia tak dapat memaksa atau protes tentang sikapnya Alan karena mereka tak memiliki hubungan spesial.

Mila berusaha mencari ojek online di ponselnya, hampir rata-rata menolaknya sebab langit mendung.

Pelan-pelan Mila berjalan, berharap menemukan angkutan umum lagi-lagi kendaraan itu tak kelihatan. Jika hari biasa dia tak kesulitan mendapatkannya.

Hampir 200 meter berjalan, sebuah motor berhenti di dekatnya. Mila lantas menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah kanannya. "Mas Aldo!"

"Mau ke mana, Mbak?"

"Mau pulang ke kos-kosan."

"Ayo pulang bareng saya!" ajak Aldo.

"Benar ini enggak apa-apa?" Mila ragu-ragu.

"Iya, Mbak. Saya juga pulang kerja!" kata Aldo menyerahkan helm yang disimpannya dalam jok motor.

Mila segera naik ke atas motor dan Aldo mengantarkannya pulang ke kos-kosan. Sesampainya di rumah, tepat azan Maghrib telah selesai. Mila memutuskan ibadah di rumah. Setelahnya dia menghubungi Indah untuk sekedar curhat.

1
Murni Zain
siapapun jodoh untuk mila yg penting bs menerima dia sebagai menantu, semua masalalu mila. 🤗🥰
Dew666
Hasbi nikah sm sepupu mila kali, mila jodoh Aldo aja
Murni Zain
Gass,,, otw halal🤭
Dew666
👑👑👑
Dew666
🍎🍎🍎
Murni Zain
akhirnya bs mengungkapkan kata suka'🥰
Mami AL: walaupun baru cuma dalam hati 🤭
total 1 replies
Murni Zain
Hasbi,, pernah sama² tersakiti. 🤭🤭
seperti saya sm suami... d selingkuh in sm pasangan. 😄😍
Murni Zain
🤗🤗🤗Alhamdulillah msh d ketemu kn sama orang baik ya mbak Mila.
Murni Zain
ehh kenapa Mas Hasbi 🤔🤔🤔 cemburu apa ada trauma???
Dew666
Aldo
Murni Zain
2 laki-laki memcoba dekat sm Mila🤭
Mami AL: kita buat Mila bingung memilih 😅🤭
total 1 replies
Mami AL
kebetulan yang tepat sekali, ya, Kak😄🤭
Murni Zain
ohhh so sweet banget🥰🥰🥰

jd teringat saat bertemu sm suami dl. 🤗
Murni Zain
Hasbi kan🤔🤔🤔

atw sang mantan. 🤔🤔🤔
Murni Zain
semoga jodoh Mila.... Hasbi🤗
Murni Zain
mungkin kn jodoh mila..🤔
Mami AL: kita lihat nanti, ya, Kak🤭
total 1 replies
Murni Zain
Semoga ada kebahagiaan d t4 baru ya mbak.. 🥰😍🤗💪🏼💪🏼💪🏼
Murni Zain
Semangat mbak Mila.. 🥰🤗
Murni Zain
baik bgt nih ibu mertua... klo aku dl sebaliknya😄 tp tu masa lalu q.. yg sekarang sdh terbayar dgn suami yg setia, baik bertanggung jawab sm keluarga. 🤗🥰
Mami AL: Alhamdulillah, Kak.. Bahagia selalu 😊
total 1 replies
Murni Zain
Ternyata mertuanya baik ya.. klo aku dl... seperti enggak d Terima krn aku ank kampung. 🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!