NovelToon NovelToon
Ketika Takdir Menjadi Mahram

Ketika Takdir Menjadi Mahram

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Penyesalan Suami / Cinta setelah menikah
Popularitas:30.9k
Nilai: 5
Nama Author: R²_Chair

Pernikahan memang idealnya lahir dari persiapan, cinta, dan harapan yang matang. Tapi hidup kadang berjalan di luar rencana bahkan lewat jalan yang tak pernah kita bayangkan sama sekali.
Ketika pernikahan terjadi secara mendadak karena sebuah insiden, rasa bahagia dan sakral itu bercampur dengan kaget, takut, bahkan kebingungan.
Apakah pernikahan dadakan bisa membawa kebahagiaan??


Apakah pernikahan tanpa cinta dan saling mengenal lakan berjalan mudah?

yuk ikuti ceritanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R²_Chair, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AA 31

Alyana duduk dengan resah saat mobil memasuki pelataran gerbang besar yang menjulang tinggi.Ini adalah pertama kalinya ia datang ke rumah mertunya.Ada rasa bahagia namun juga gugup dan takut.

Arka yang peka langsung menarik tangan sang istri."Tenang Ok. jangan gugup gitu dong, ini juga rumah kamu."

"Tapi aku takut, takut bikin salah." Lirih Alya lemah.

"Gak akan, percaya sama aku deh."

Alyana menyelipkan tangannya di antara jari-jari Arka, tampak hangat dan menenangkan.Arka tersenyum, ia membalas tak kalah erat seakan memberikan kekuatan untuk sang istri.

"Tapi kaka janji jangan tinggal-tinggal aku." pintanya.

"Tinggal kemana sih, yang.Kemarin aja waktu di pondok kamu yang tinggal-tinggal aku." goda nya.

"Keluar yuk, tuh udah pada nunggu." Tunjuk Arka ke arah rumahnya.

Alyana terkejut, di depan rumah Arka sudah berjejer keluarga besar Arka.

Ayah, bunda, kakek, oma, opa, beberapa saudara lainnya yang Alya pernah bertemu namun lupa siapa.

"Astaghfirullah" bisik Alya tanpa sadar.

"Kok, istighfar yang."

"Eh,"

"Engga, Aya kaget. Gak nyangka rame banget."

Arka tertawa kecil. "Iya ini lah keluarga aku," Jawabnya "Welcome to my family. Always heboh!"

Alyana tersenyum, dadanya berdebar cepat.Walaupun sudah pernah bertemu, namun tetap saja Alyana masih merasa gugup.

Arka turun terlebih dahulu, kemudian membukakan pintu untuk Alya.Tangannya melindungi kepala Alya agar tidak terkena pintu mobi membuat Alyana merona karena keluarga Arka seketika berteriak heboh.

"Ciieeee suit... suit... "

Namun sayangnya Arka tak bereaksi apa-apa, ia tetap cuek. "Ada yang ketinggalan?"

"Tas aku?".

"Nanti aja aku yang bawa."

Alyana mengangguk,langkahnya terhenti saat ia kembali merasakan tangannya terasa hangat.Lagi-lagi Arka menggenggam tangannya seolah tak membiarkannya berjalan sendiri.

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumsalam."

"MasyaAllah mantu cantik bunda" Ucap Bunda Fara menyambut Alya dengan pelukan hangat serta suaranya yang lembut membuat Alya sedikit tenang.

Alya mencium tangan sang bunda kemudian beralih pada Altheza.Ada rasa takut dan segan melihat wajah sang mertua laki-lakinya karena wajah Altheza yang dingin dan datar. Namun itu tak lama, karena saat dirinya mencium tangan sang Altheza tiba-tiba suara lembut dan senyum ramah menyambutnya.

"Sehat nak?" Tanya Altheza begitu tenang dan ramah membuat Alyana diam sebentar.

"Alhamdulillah, Ayah dan Bunda bagaimana?" Tanya nya sopan.

"Alhamdulillah kami sehat." jawab bunda kemudian merangkul Alyana masuk setelah bersalaman dengan yang lain."Yuk, masuk sayang."

Altheza mengekor dengan berjalan di sisi Alyana membuat Alya di apit oleh Altheza dan Fara.

"Lah, gue di tinggal." Ucap Arka bengong. "Ini gimana konsepnya woy, gue anaknya kagak di sambut atau di tanya gitu?"

Tiba-tiba seseorang menepuknya sambil terkekeh. "Sabar." Ucapnya "Emang gitu kalau nasib anak pungut sih." Lanjutnya.

"Uncle mulutnya.Mana ada gue anak pungut, lagian yang anak kandungnya siapa sih? Mana istri gue langsung di bawa gitu aja." Protes Arka.

"Siap-siap aja lo bang, bini lo bakal di monopoli sama bunda dan ayah." Suara seseorang dari arah belakang membuat Arka langsung menoleh.

"Dih, ngapain lo di sini? ."

"Lah, ini rumah gue juga kalau lo lupa." jawab Gaza anak Uncle Fathir.

"Ngaku-ngaku."

"Siapa yang ngaku-ngaku.Emang bener kok, orang tiap hari gue tinggal disini."

"Emang iya, cle? " Tanya Arka pada Uncle Fathir.

Uncle Fathir mengangguk, "Bunda kamu tau kalau Uncle Fathir lagi program adik buat Gaza." jawabnya cuek.

"Papa! Gak ada ya, aku gak mau punya adik lagi." Protes Gaza.

Tawa Arka pecah. "Rasain Lo!! Ayo uncle bikin yang banyak, kalau bisa sampe bisa bikin tim sepak bola."

Uncle Fathir hanya mengacungkan jempolnya sambil senyum merekah membuat Gaza semakin marah karena tawa Arka bukannya mereda malah makin keras.

"Bangke Lo bang, sini lo."

Tiba-tiba suasana rumah yang hangat berubah riuh saat Arka berlari ke dalam rumah karena di kejar Gaza.

"Sini maju Lo, bang."

"Kagak! Selamat ya Za bentar lagi lo jadi abang."

"GAK!" Teriak Gaza. "Gue anak tunggal, gak ada ade ade an."

Keduanya terus berlarian sambil saling mengejar dengan tawa yang terus menggema membuat Alyana mematung.

Pemandangan di depannya adalah yang pertama baginya.Arka tertawa dan berlarian seperti anak kecil? Benarkah ini suaminya?

Dan lihat, bahkan Arka sampai naik kursi.Dan yang membuat Alyana semakin kaget, bukannya di pisah justru semua keluarga Arka ikut mendukungnya.

"Tenang Za, tar kalau ade lo mau jajan... gue kasih goceng." Goda sepupu Arka yang lain.

"Anjir Ka Sherin gak usah ikut-ikutan lah."

"Tenang aja, papa pastikan adik kamu gak akan ngambil jatah uang jajan kamu, Za."

"Papa..." Teriak Gaza membuat tawa semua orang pecah termasuk Alyana.

Namun tak lama Alyana tersentak saat merasakan ada tangan yang melingkar di perutnya.

"Cape banget,yang." Ucapnya dengan naik turun.

Wajah Alyana semakin merona, "Kaka, malu ih." bisiknya.

Arka menautkan alisnya. "Malu kenapa?"

"Jangan gini, aku malu sama keluarga kaka."

Bukannya melepaskan pelukannya, justru Arka beralih merebahkan tubuhnya di pangkuan sang istri membuat Alyana semakin malu.

"Cape aku nya, yang" Adu Arka, kemudian menarik tangan Alya agar mengelap keringat di keningnya.

"Lagian, kaka kaya anak kecil aja pake lari-larian segala." Tak pelaknya tangannya mengelap keringat dari kening Arka.

"Tuh si Gaza duluan yang bikin masalah."

"Apaan! Lo duluan." Sambar Gaza yang juga ikut duduk di sisi Alyana dengan berjarak.

"Heh kampr*t sono lo, jangan deket-deket istri gue."

"Biarin.Mbak Alyana ajak kagak protes." jawabnya "Mbak Alya gak berat ketempelan bayi bajang?"

"Diem Lo, jomblo! "

Skakmat.

Gaza tak bisa menjawab membuatnya langsung pergi ke dapur. "Gak asyik lo bang."

"Dih, pundung si jomblo."

"Bisa pada diem gak sih." Suara lembut bunda akhirnya memecah suasana setelah sekian lama hanya bisa diam melihat kelakuan anak-anaknya.

"Kalian ini ya, giliran jauh gak ketemu pada saling cari... kangen.Giliran ketemu malah berantem."

"Bayi bajang duluan yang cari masalah Bun." Teriak Gaza dari dapur.

"Lo dulu, mblo." Teriak Arka tak kalah keras.

"Sudah." Suara bariton Altheza akhirnya membuat semuanya terdiam. Suara menakutkan yang memang hanya akan keluar jika terjadi keributan seperti ini.

"Kamu ini Arka, gak malu sama istri? Kelakuan mu itu sudah kaya anak kecil saja. "

"Maaf yah." Suara keduanya terdengar pelan, tidak seperti saat tadi perang.

"Nah, pada diem kan." Suara Aunty Fani yang terdengar sedikit cempreng. "Untung anak gue lagi gak ada, kalau ada udah pasti kaya di pasar ni tempat."

Gelak tawa kembali terdengar, Alyana menjadi penasaran dengan keluarga sang suami yang menurutnya terlihat hangat dan seru membuatnya mulai nyaman.Terbukti kini Alyana sudah mulai banyak ikut tertawa.

...🌻🌻🌻...

1
Puji Hastuti
kok belum up kk
Dea Suci
bagus udah ada ketegasan dari alyana. semoga nanti bisa menundukkan Arkan.
Nurgusnawati Nunung
Salah besar orang yang menyerang mereka. tidak tahu yaa, keluarga apa yang mereka permainkan.
Nurgusnawati Nunung
Ada yang lagi gatal gatal ni.. jangan takut Alya tunjukkan kamu lebih berharga
Nurgusnawati Nunung
Dan. yang ditakutkan Alya tidak terjadi.
Nurgusnawati Nunung
Bahagia sekali dikelilingi orang orang yang selalu mendukung.
Danny Muliawati
lg seru2 thor ayo semangat
Puji Hastuti
alah ulet bulu datang
Azzahra Sevita Hanum Dimitry
kasih konflik kecil aja thorrr, jangan yg berat². kenapa ortu si arka sama ortu alyana tak kirim org utk memantau ke duanya
partini
betul itu,anda bisa bicara kaya gitu yg Ono mana mau tau sekarang aja caranya aja kaya gitu ga peduli udah punya istri siap" kamu di gempur habis"an sama masa lalu dari segala arah ga ada masa lalu yg legowo adanya bikin huru hara tinggal kamunya aja be smart or stupid
Puji Hastuti
Ok kk cuz mampir cerita baru
Erda Erda
boleh tayak ini kisah org tua ya ada gk .ya ..
Erda Erda: 😍😍😍 saya mapir ..
total 2 replies
Danny Muliawati
SEMANGAT YAH
Puji Hastuti
semangat alya
Puji Hastuti
senangnya 😍
Puji Hastuti
un boxing,un boxing
Puji Hastuti
yuhuuu
Puji Hastuti
mksh kk udah up lagi
Puji Hastuti
lanjut kk
Azzahra Sevita Hanum Dimitry
knapa lama gak up thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!