Ragas Pratama, Siswa Nakal dan sering bikin kegaduhan di sekolah, tiba-tiba bertemu dengan Jasmine yang membuatnya terpana dan hatinya terus bergetar saat melihatnya, tetapi Gadis Cantik dan lembut itu, Dia anak seorang Jendral.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30.
"Sorry, " ucap Jasmine sambil mengejar Ragas yang terlihat berjalan ke parkiran dengan wajah suntuknya.
"Jadi Lu tau semuanya dari Leon? " tanya Ragas langsung. "Apakah ini bagian dari rencana kalian? " tanyanya lagi dengan muka jengahnya.
"Ragas, gue minta maaf, gue nggak tau kalau bakalan sefatal ini, " ucap Jasmine dengan penuh penyesalan. "Tapi kan kamu duluan yang ngajak ciuman, " protesnya dengan wajah yang tak terima jika di salahkan sepenuhnya.
"Kamu yang goda duluan Jasmine, " protes Ragas yang ikut nggak terima.
"Ya, harusnya kamu nolak, bukannya malah ke'enakan, " serang Jasmine.
"Penyakit wanita, playing victim, " ucap Ragas dengan wajah malasnya.
"Makanya jadi orang jangan nafsuan, " kekeh Jasmine.
"Gue cowok normal, " sarkas Ragas.
"Kok Lu gue lagi, " protes Jasmine yang membuat Ragas tak habis pikir dengan Jasmine. "Tadi udah aku kamu, sekarang Lu gue lagi, emang cowok nggak punya pendirian, plin plan, " ejek Jasmine semakin menjadi jadi.
"Mau ciuman lagi? " tanya Ragas yang membuat Jasmine langsung terdiam. "Bawel banget sejak tadi, " ucap Ragas mengalihkan pandangannya dari Jasmine lalu menggunakan helmnya. "Naik... " perintah Ragas sambil memasangkan helm di kepala Jasmine. Dan saat itu juga senyuman indah milik Jasmine langsung merekah. "Nggak usah senyam senyum, nggak ada manis manisnya, " ejeknya yang membuat Jasmine langsung cemberut dan naik ke jok belakang motor Ragas, yang membuat Ragas langsung tersenyum di dalam helm full facenya.
"Kamu itu cinta nggak sih sama aku? " tanya Jasmine dengan nada sedikit teriak.
"Kepaksa, " jawab Ragas dengan santai yang membuat Jasmine langsung dongkol.
"Stop mau turun, " ucap Jasmine dengan wajah memerahnya.
"Apa'an sih Jas ujaannnn... lihat di sini banyak cafe pingir jalan dan banyak orang nongkrong jangan gila deh, " tolak Ragas.
"Berenti nggak, atau aku lompat, " ancam Jasmine.
"Nggak." tolak Ragas dengan kekeh.
"Stop nggak, gue lompat, " ancam Jasmine yang mulai berdiri dari motor, dan membuat Ragas menghentikan motornya, dan dengan cepat saat itu juga Jasmine langsung turun dari motor Ragas lalu berjalan cepat meninggalkan Ragas.
"Jasmine, ini ramai pleaseee lah, " teriak Ragas sambil mengikuti Jasmine dari belakang, tetapi Jasmine yang tersulut emosi sama sekali tidak memperdulikan Ragas, dengan cepat dia balik arah agar Ragas tidak mengikuti nya. "Ya Tuhan Jasmine...!!!! iya aku cinta sama kamu, " teriak Ragas yang mulai mempertebal mukanya di hadapan banyak orang.
"Karena kepaksa kan, " jawab Jasmine dengan wajah emosinya.
Ragas yang mulai mengikuti Jasmine dari belakang, bahkan memarkirkan motornya dengan ngasal di pingir jalan.
"Semangat bang ngejarnya, daripada kita yang ikut ngejar, " cuitan dari laki-laki yang sedang nongkrong di pingir jalan. Wajah Ragas langsung memerah menahan malu. Berbeda dengan Jasmine yang bodo amat dengan sekitarnya, bahkan semua mata memandang ke arahnya, dia menjadi pusat perhatian semua orang yang sedang nongkrong di pingir jalan. Ragas yang frustasi dengan tingkah Jasmine, dia memutuskan untuk berhenti di warung kopi dan membeli air mineral dingin.
"Ragas, " sapa Jasmine dengan wajah kesalnya, dan membuat Ragas berjingkat kaget. "Kenapa nggak ngikutin aku? " protesnya dengan wajah kesalnya.
"Beli minum buat kamu, Sayang, " rayu Ragas lalu membukakan sebotol air mineral dingin dan Jasmine langsung menerima nya. "Kok balik lagi, kenapa?" tanya Ragas dengan lembut, yang membuat semua orang di warung tersebut ikut geli melihat pemandangan tersebut.
"Takut, di depan banyak yang godain, " jawabnya dengan jujur.
"Udah gapapa ada aku, balik yuk, " bujuknya dengan lembut. Dan Jasmine menggelengkan kepalanya dengan mata berkaca kaca.
"Nggak mau pulang, males ketemu Papa, " ucapnya, memberikan clue untuk Ragas.
"Ya udah ikut aku aja, " ajaknya lagi, dan perlahan Jasmine mulai luluh, dan saat itu juga Ragas bisa bernafas dengan lega, dan mendapatkan cuitan dari beberapa orang.
"Ammaaannnn Amaaannnn.... " teriak seseorang yang membuat Jasmine sadar bahwa mereka jadi pusat perhatian.
...****************...
...𝗪𝗔𝗝𝗜𝗕....!!! 𝗞𝗢𝗠𝗘𝗡, 𝗟𝗜𝗞𝗘 𝗗𝗔𝗡 𝗩𝗢𝗧𝗘...!!! ...