Stella seorang pegawai pajak, tiba-tiba terbangun di sebuah novel berjudul "love Anastasya", dia tak percaya namun sedetik kemudian rasa senang melingkupi hati nya.
akhir nya impian nya masuk ke dunia fiksi bisa terwujud.
Namun kesenangan itu berubah menjadi keresahan ketika mengetahui dia masuk ke tubuh antagonis anak tunggal kaya raya, yang berakhir mengenaskan.
Stella pun mengambil langkah berani, dengan keluar dari alur, dan menjalani kehidupan nya sendiri, namun akan kah semudah itu?.
Apalagi ketika tanpa sadar terlibat dengan antagonis pria, yang paling berkuasa di dunia novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ka nvi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
antagonis
"Benarkah yang kurasakan ini suka, apakah aku menyukai Stella. "
Ucap Damian pada diri nya sendiri, lalu. mengingat bagaimana Stella menolong nya, berkali-kali, walau pun setelah nya mengucapkan hal yang bertolak belakang.
Wajah nya yang tadi kebingungan, terhenti ketika pikiran nya memutar adegan di mana saya diri nya hendak di lecehkan wanita tua itu.
Kepalan tangan nya mengerat, mata nya memerah penuh dendam, apalagi saat di balik itu juga seseorang menjebak nya, kalau saja saat itu tak ada Stella, mungkin Damian bahkan tak akan sudi menatap diri nya di cermin.
Bagi nya itu menjijikan, tapi bibir nya tersenyum sinis, lihatlah mereka sekarang sudah berada di tempat yang tepat, alam baka.
Damian tersenyum puas, sudah Damian bilang mereka akan menyesal, kalau di tanya apakah Damian menyesal, tentu saja tidak, malah Damian sangat puas.
Berani nya mereka menyentuh nya, rasa nya Damian ingin membunuh siapapun yang saat ini mengganggu nya, tapi ada ingatan tersendiri malam itu adalah malam petaka.
Tapi ada untung nya juga, yang membuat Damian tak sepenuh nya tenggelam dalam trauma nya.
"Rasa nya cukup manis saat kau mencium ku kala itu, my grill. "
Ucap Damian saat menyentuh bibir nya yang kala itu berciuman dengan Stella. "Hm.. aku akan menunggu saat moment itu terulang lagi. "
Ucap nya tersenyum manis, seolah tak ada yang terjadi sebelum nya, lalu Damian pun berbaring di ranjang nya, hendak tidur, namun ketukan di pintu membuat nya jengkel setengah mati.
tok
tok
tok
"Ck siapa yang berani mengganggu ku. " ucap nya kesal.
Damian pun berdiri. melangkah kan kaki nya kedepan pintu membuka nya dengan malas malasan.
Namun ekspresi nya berubah kaku, ketika ternyata Stella datang dengan wajah juteknya.
"Ck lama banget sih, lagi ngapain lo hah! "
"Maaf Stella, tadi aku_"
"Ck, gausah di jelasin males gue, minggir lo! "
Ucap Stella pada Damian, membuat Damian bergeser ke samping, Stella masuk ke dalam kamar nya.
Stella membawa kotak entahlah, lalu terduduk di sisi ranjang Damian. Memasang wajah kesal, melihat Damian yang masih berdiri di dekat pintu menatap nya bingung.
"Ck ngapain lo masih di situ, sini lo! " ucap nya dengan nada marah.
Damian segera berlari kecil menghampiri Stella, "duduk." ucap nya dengan menepuk pinggir kasur di samping nya.
Damian pun duduk, Stella segera membuka kotak yang ternyata berisi obat obatan.
"Jangan berpikir gue peduli sama lo! ogah banget sebenernya gue itu, tapi liat wajah lo yang banyak luka kaya gini, nyusahin gue tau gak, besok lo harus ikut gue ke party! "
" Dan yah, lo di sana jangan nyusahin gue, awas aja lo! "
Ucap Stella dengan fokus mengobati wajah Damian, Damian mengangguk, "Iya maaf Stella. "
"Maaf mulu, cape gue, awas aja kalau ada masalah apapun di sana gue gak akan bantuin, lo itu laki, belajar bela diri ngapa sih, atau perlu minta papi gue buat datengin guru beladiri. "
Ucap nya jutek dan ketus, Damian mengangguk, "iya Stella nanti aku akan belajar bela diri, terimakasih untuk tadi. "
"Sutt... "
Ucap reflek Stella dengan meletakan telapak tangan nya di bibir Damian, membuat Damian terseksiap mengerjap.
"Diem lo, gue gak nolongin lo, itu hanya sebuah hutang yang harus lo bayar. "
Lalu Stella tersadar lalu menarik tangan nya yang berada di depan bibir Damian, "ops sorry." Ucap Stella,
"Gimana cara bayar nya Stella? "tanya Damian.
"Dengan diri lo. "
"Apa_mak_sud nya Stella. "seru Damian memastikan.
" Ya tentu nya lo harus nurut sama gue, jangan lakuin hal yang gue gak suka, ngerti lo!"
Damian mendesah kecewa dalam hati nya, kenapa juga dia berpikiran yang aneh-aneh.
"Kenapa lo, gak suka, mau nolak! " ucap Stella ketus.
Melihat ekspresi Damian yang terlihat kecewa, Damian yang mendengar itu sontak menggeleng, "engga Stella, aku suka kok, maaf yah. "
"Lo itu sering banget bilang maaf gitu, agak jengah gue, cuman setidak nya lo masih tau diri, udah lah cepet tidur lo, besok malam gue gak mau denger alesan apapun. "
Lalu Stella pun melangkah keluar dan menutup pintu nya kembali meninggalkan Damian yang sekarang berada dalam posisi terlentang.
Bibir nya tersenyum, Stella walau cuek dan jutek, tapi dia perhatian pada nya, "inikah rasa nya suka pada orang lain. " ucap nya sembari berguling guling di sekitaran kasur nya.
...
Malam party pun tiba, di mana Stella dengan gaun nya yang sebatas lutut tersenyum antusias. Pesta itu bisa membuat kita relax sesaat bukan.
"Kemana sih, awas aja kalau lelet. " ucap Stella yang menunggu Damian di bawah sana.
"Stella" panggil seseorang lirih dari belakang, membuat Stella kaget.
Menoleh ke belakang, namun terbentur dada Damian, "auww"
Ringis Stella memegang dahi nya, "Damian lo bikin kaget aja! " pekik nya terkejut.
"Maaf Stella, mana yang sakit. " ucap nya yang juga terkejut, tak menyangka Stella akan seperti ini.
Damian mengusap dahi Stella, sebelah tangan nya lagi memegang pipi Stella, membaut si empu mengerjap, "Mata nya indah sekali, ah Jangan lewatkan alis tebal, bulu mata panjang, dan bibir tipis menggoda itu. " ucap Stella dalam hati.
"Sadar Nona, ingat misi anda. "
Seketika khayalan Stella menjadi buyar, "Ya ampun tem, lo bisa gak jangan rusak kebahagian orang. "
"Itu hanya khayalan anda yang mesum nona, dan hanya kebahagiaan semu. "
Mood Stella rasa nya hampir saja hancur karena perkataan sistem menyebalkan ini, "Stella, kamu gapapa kan? "
Stella mengerjap, lalu mendorong Damian, "Udah ah, lo itu hampir bikin mood gue rusak, (tambah bagus) batin stella. "
Damian diam, namun mata tajam nya mengamati baju stella yang menurut nya terlalu terbuka, padahal pakaian Stella masih cukup sopan kok.
Hanya dress sebatas lutut, lengan pendek, dan jangan lupakan dress itu mengepres badan nya membuat mya menunjukan body impian.
Walau tidak semok yah, ya karena masih gadis juga, tapi walau pun begitu ukuran tubuh Stella itu pas kok di bagian tertentu.
"Ck Dami ngapain diem buruan! "
Damian tersadar dari pikiran nya, lalu segera menyusul Stella menuju mobil, orang tua Stella juga sedang dalam perjalanan bisnis, jadi Stella juga cukup tenang.
"Stella kamu nyaman pakai baju kayak gini? "
Tanya Damian di mobil.
Stella mengernyit heran, tumben sekali Damian menanyakan hal ini, "tentu aja, kalau engga, ngapain gue pake! " ucap nya sinis.
"Terlalu bagus, hingga aku hanya ingin kau memakai nya hanya saat kita berdua saja my grill, bukan menjadi tontonan banyak orang. "
Ucap Damian dalam hati dengan kesal, tak rela kecantikan yang sudah Damian klaim menjadi milik nya, di lihat orang lain juga.
semnagattt💪😍😍😍