NovelToon NovelToon
Penghujung Hati

Penghujung Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:151.6k
Nilai: 5
Nama Author: catatan kecil di sudut buku

Spin off Hati Untuk Arya
.
.
Ari putra wongso, mencintai seorang perempuan bernama Karina, namun tanpa sepengetahuannya sang kekasih mencintai sahabatnya sendiri. Ari selalu merasa Karina tak mencintainya,namun ia memilih bertahan dan berharap Karina akan mencintainya. Namun di penghujung jalannya ia menemukan sebuah jalan buntu. Rasa percaya dirinya runtuh karena takut tak bisa membahagiakan orang yang ia cintai.

Sementara Airil Karina Yatri menantang Ari untuk melangkah ke jalan yang serius, ia berjanji akan mencintai Ari setelah mereka resmi menjadi sepasang suami istri. Namun Ari gugup untuk melangkah, tak yakin cinta bisa tumbuh semudah Karina mengatakannya.

Kehadiran seorang janda bernama Vanessa aulia putri memberi warna berbeda bagi laki-laki yang tengah dilanda rasa kesepian karena mengakhiri hubungannya dengan Karina. Kedewasaan Vanessa membuat Ari begitu nyaman dengannya.

Siapakah yang akan menjadi penghujung hati Ari? sang kekasih Karina atau sang janda Vanessa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon catatan kecil di sudut buku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31

Vanessa tengah berbicara dengan karyawan kasirnya yang tampak sibuk mengelompokan uang-uang dengan nominal yang sama.  Sesekali ia memperhatikan wajah riang pengunjung restorannya yang membuat ia tersenyum senang. Kepuasan pengunjungnya juga menjadi kepuasan Vanessa yang merasa sangat bahagia jika banyak orang yang menyukai resep makanan yang ia racik sendiri.

Mata Vanessa melihat ke arah Ari yang turun dari lantai atas, ia melepas nafas berat. Tak nyaman rasanya berada di antara Ari dan Karina. Vanessa menggelengkan kepalanya, entah apa yang membuat Ari tertarik kepadanya, padahal ia hanya seorang janda. Jika Ari tahu tentang keluarganya yang membuangnya, apa Ari masih akan menerimanya? Apa keluarga Ari dan menerimanya?

Tak ada jaminan akan hal itu, apa lagi Ari pimpinan di perusahaan sebesar 3A Sahabat, pastilah dia berasal dari keluarga terpandang yang mengutamakan status sosial calon menantu mereka. ‘Ini masih terlalu dini bagiku, aku baru saja bercerai dengan bang Irman, lebih baik aku fokus dulu sama bisnis ini, aku tidak ingin terburu-buru untuk menikah lagi’ Vanessa membatin.

“Kak! kok bengong?” Suara Tomy mengagetkan Vanessa.

“Eh! Nggak Tom, kakak lihat Ari tampak murung setelah turun dari atas.”

“Karina lagi kak, biarin ajalah kak, Ari dari dulu memang kayak gitu urusan asmara, suka ribet sendiri.” Tomy kembali melanjutkan kerjanya untuk membantu karyawannya membereskan meja yang sudah ditinggalkan pengunjung.

Beberapa saat kemudian Karina sudah turun ke bawah segera kembali ke mejanya tadi dan mengajak Dian untuk pulang, sekaligus berpamitan dengan Mila, Abel dan Anjani yang masih asyik bercanda bertiga disana. Setelahnya Karina langsung ke meja kasir membayar makanannya tadi. Vanessa memperhatikan raut wajah Karina yang tampak sama murungnya dengan Ari tadi.

“Sering-sering makanan ke sini ya Rin, biar kita sering ketemu.” Sahut Vanessa mencoba berbasa basi kepada Karina.

“Pasti, Nes. Aku akan sering ke sini, masakanmu sangat enak, pantas saja Mila memuji masakanmu dari tadi,” Puji Karina dengan mencoba tersenyum kepada Vanessa.

“Aduh, Rin. Jangan berlebihan.”

“Benar kata Mbak ini, Mbak. Masakan Mbak itu enak, pengunjung aja banyak yang minta bungkus tadi, Mbak, mereka pasti ketagihan sama resep, Mbak.” Petugas kasir ikut memuji masakan Vanessa. Membuat Vanessa tersenyum tipis dan mengangguk dengan ramah. Ia kebingungan seperti apa harus menghadapi pujian itu.

Karina dan Dian kemudian pamit meninggalkan restoran tersebut dan Vanessa memandangi punggung Karina yang berlalu pergi keluar dari restorannya. Lagi, Vanessa melepas nafas berat.

Karina kemudian segera masuk ke dalam mobilnya dan berlalu pergi meninggalkan restoran tersebut. “Kamu kok lama ke toiletnya tadi, Rin.” Dian bertanya sembari menikmati minuman yang ia pesan.

“Boleh aku marah sama kamu, Yan?”

“Ha? Marah? Sama aku?” Dahi Dian berkerut bingung. “Emang aku salah apa?”

“Karena kamu ngejodohin aku sama mas Rangga!” Tegas Karina. “Sekarang dia jadi sering ke ruanganku, padahal aku sudah menolaknya dan juga saat kita makan bertiga di restoran. Kamu meninggalkanku berdua sama mas Rangga.”

“Lah! Emang salah ya, Rin?”

Karina melepas nafas kasar, ingin sekali ia menjambak rambut Dian yang tak merasa bersalah sedikit pun. “Karena semua itu membuat Ari salah paham sama ku, Yan. Dia sekarang benar-benar membenciku karena mas Rangga.” Tekan Karina.

“Kamu ini aneh Rin, dulu kamu sering curha tak nyaman sama dia, sekarang malah kamu yang cinta sama dia.”

“Namanya juga hati manusia, Yan. Jika boleh aku mengatur hatiku ini, aku tak ingin menyimpan perasaan pada orang yang tak halal bagiku. Tapi imanku masih lemah dan hatiku mudah terombang ambing seperti ini.”

Dian bersungut kesal mendengar ucapan Karina, “Mulai deh, Lo ceramah lagi.”

****

Arya mengusap lembut rambut Mila yang telah terlelap tidur di sisinya. Ia mengecup lembut kening Mila untuk waktu yang sedikit lama. Kemudian ia mengusap perut istrinya itu yang semakin membesar. Tak terbayang olehnya seperti apa letihnya Mila membawa perut besar itu ke sana ke mari setiap hari.

“Umi pasti kelelahan, ya,” Arya bergumam sembari memandangi wajah cantik istrinya yang tampak tenang menikmati tidurnya.

Arya berdiri dan melangkah keluar kamar karena merasa haus dan ia ingin  ke dapur untuk mengambil minuman. Di dapur, ia melihat Vanessa tengah duduk melamun seorang diri dengan memegang buah mangga di tangan kirinya. Sementara pisau yang digunakan Vanessa untuk mengupas kulit mangga tergeletak di atas meja.

“Ngapain bengong di sini, kak?” Suara Arya membuat Vanessa tersentak kaget.

Vanessa melepas nafas berat seketika, ia mengambil pisau di atas meja dan kembali mengupas mangganya.

“Belum tidur kak? Nggak capek seharian tadi di restoran?”

“Kamu sendiri gimana, Dek? Belum tidur juga, kan. Padahal seharian tadi di kantor.”

Arya meneguk segelas air dan kemudian duduk di salah satu kursi di meja makan itu. Ia tatap wajah Vanessa yang tampak menyimpan masalah. Arya kembali mengisi gelasnya dan meminum airnya lagi.

“Dek, boleh kakak tanya sesuatu?” gumam Vanessa.

Dahi Arya seketika berkerut, ia tatap lagi wajah Vanessa yang tampak mulai serius dengan pembicaraannya. “Tanya aja kak, kenapa izin dulu kayak gitu?”

“Ini tentang Ari, dek.”

“Kakak merasa nggak nyaman dengan Ari?” Tebak Arya.

“Kamu tahu, dek?”

Arya menarik nafas kasar dan melepaskannya. Ia menaruh gelas yang ia pegang dan mulai mengusap dahinya dengan pelan.

“Sejak aku melihat kakak dan dia berdua di apartemen waktu itu, aku sudah tahu dia tertarik sama kakak. Aku mengenalnya sejak kami kuliah kak, kami juga sering mendaki bersama dan dulu kami juga sama-sama merintis 3A Sahabat. Aku tahu betul seperti apa dia, kak.”

Vanessa memakan satu potong buah mangga yang ia kupas dan kemudian memotongnya satu lagi untuk Arya. Arya mengambilnya dan ikut menikmati mangga itu sembari terus melanjutkan obrolan mereka.

“Dia bilang dia ingin menjalin hubungan dengan kakak, tapi kakak nggak yakin dengan dia.” Vanessa mulai mencurahkan isi hatinya. Membuat Arya mengusap lagi dahinya karena bingung, ia paling tidak bisa memahami isi hati manusia, apa lagi perempuan.

“Kakak pertimbangkan aja matang-matang setiap keputusan yang kakak ambil, aku dan Mila akan selalu mendukung kakak.” Arya memilih bersikap datar dan tidak ingin mencampuri masalah Vanessa.

“Sebenarnya apa masalah Ari dan Karina sih, dek? Kayaknya dulu mereka baik-baik saja, deh. Kenapa sekarang mereka jadi kayak gini?” tanya Vanessa.

Arya mengisi gelasnya untuk ke tiga kalinya, kali ini pembahasan mereka benar-benar serius. Ia teguk lagi air minumnya. Sementara Vanessa menatap lekat wajah Arya menunggu jawaban dari pertanyaannya.

“Pola pikir kak. “ Jawab Arya, alis Vanessa bertaut bingung dengan ucapan Arya.

“Karina tipikal perempuan yang tidak mau dengan hubungan pacaran, aku bisa menilai itu sejak pertama kali aku mengenal Karina, Kak.”

”Selama mereka pacaran, Karina mungkin lebih menjaga hatinya agar tidak jatuh untuk Ari. Sementara Ari kebalikannya, ia mencari cinta yang sebenarnya melalui proses pacaran, di sana mereka mulai nggak selaras lagi dalam hubungan mereka.”

“Aku pernah nyaranin Ari untuk melamar Karina dan mereka menikah, tapi Ari malah mutusin Karina karena merasa nggak tidak mencintainya.”

Vanessa mengangguk pelan mencoba memahami penjelasan Arya, ia kembali mengupas satu potong mangga dan memberikannya kepada Arya.

“Kalau Karina memang tidak mau pacaran, kenapa dia bisa pacaran sama Ari, dek?” tanya Vanessa dengan penasaran.

“Itu yang aku tidak tahu kak,” jawab Arya dengan singkat. “Kakak sendiri gimana? Apa kakak mau mencobanya dulu dengan Ari?”

“Menurutmu apa keluarga Ari akan menerima kakak?  kakak ini janda lo dek, keluarga kakak juga nggak jelaskan,” jawab Vanessa dengan satir,

“Keluarga Ari termasuk keluarga terpandang kak, ayahnya pebisnis hebat dan ibunya punya bisnis butik yang lumayan besar, bukan berarti kakak nggak pantas buat Ari, cuma kakak harus mempertimbangkan masalah itu.”

Vanessa seketika tersenyum getir mendengarkan ucapan Arya, namun ia tetap tegar mengingat lagi siapa dirinya. Sekarang ia memang merasa memiliki kehormatan lebih karena dianggap menjadi bagian keluarga terpandang Adinata, keluarga pemilik perusahaan besar bernama Adinata group.

Tapi tetap saja jatidirinya yang sebenarnya tidak akan pernah bisa ditutupi. Ia hanya anak terbuang yang diusir keluarganya saat dulu menerima Irman sebagai suaminya.

“Jangan terlalu di pikirkan dek, kakak juga nggak ingin menikah lagi dengan terburu-buru. Kakak masih ingin menggendong anaknya Mila, masih ingin bersama kakek disini.” Vanessa menjawab dengan suara yang coba ia ceriakan.

“Kalau kakak mau nikah, aku bisa carikan laki-laki baik yang mau taarufan sama kakak, itu jauh lebih baik menurutku.”

Vanessa berdiri, ia mulai merasa tak nyaman dengan obrolan itu, “Kapan-kapan kita lanjutkan lagi dek, kakak udah ngantuk, besok pagi kakak harus cek persediaan bahan baku di restoran dulu,” Vanessa kemudian pamit menuju kamarnya. Meninggalkan Arya yang mencoba merenungi masalah tersebut.

1
Rizqi_Achmad
lanjut
Suherni 123
ga Karina ga Mila pas udah nikah manggil suami namanya doang
apalagi Karina yang katanya didikan agama nya lebih dari Ari
Suherni 123
Vanessa,,sabarmu sungguh luar biasa
Suherni 123
kalau udah perjodohan mah susah
Suherni 123
udah tarik nes,,ari go move on
Suherni 123
ngakak pas akhir baca
utya .S. firdaus
hanya orang orang yg satu server ma dia yg bisa memahaminya....

dan itu sangat jarang...
Semi Ota Priyani
dtggu thot
Urnisah Febriansyah
masih nunggu kisah cinta nya Vanessa
mega keyna
tp mmg ari sbnrnya ngk cocok sm karina,karakter mereka jauh berbeda kayak air dan minyak,tp kl status,mereka memang cocok,jd ngk ada slhnya jg mereka ber 1,tnggl mereka saling melengkapi aja pasti bahagia,,,,
Mimi Fitriani
Thor upny kpn lgi
Muh Ali Suarno
thor kapan up lagiii
Muh Ali Suarno
lnjuuut
NurInna
kumenunggu thor jgn pakek lama²...
Semi Ota Priyani
lanjut thort
Semi Ota Priyani
lanjut thor
Mimi Fitriani
lanjut thor ditunggu tunggu
Urnisah Febriansyah
lanjutin kisah cinta Vanessa dong kak
mega keyna
hahaha lucu antara arya sm mila,kayak mila org suci aja nesehatin org,ya walau pun skrg mereka udh sm2 cinta,tp ngk hrs menasehati jg x secara si mila dlu udh slh besar nyakitin suaminya,,, eèe,,, glrg skrg udh ngmg kayak gt aja kyk mila itu manusia sempurna,,, ngk ngaca dia,untng vanessa sabar,,,,
Suherni 123: bener,mila sok bener
total 1 replies
bunda Thalita
bukan Salman Thor tp SARMAN klo ga salah 😁 lanjuutttt akuh tunggu up nya Thor❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!