Farel adalah seorang Ceo tampan yang bersikap dinggin bertemu dengan gadis cantik yang cuek bernama Nayla.
hal itu membuat pertengkaran bak kucing dan anjing jika mereka bertemu.
Namun karena takdir, mereka di satukan dalam ikatan cinta pernikahan.
Apakah mereka akan bersatu atau bahkan mereka akan berpisah?
Bagaimana kah kelanjutan nya?
Simak terus ceritanya ya
Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar, dan vote nya ya readersku😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mulai ada rasa
Hari hari berlalu, sepasang kekasih itu pun sudah terbiasa menjalani hari harinya berdua.
"Gue bawa mobil sendiri aja deh"
"Kenapa?"
"Nggak apa apa, lagi pengen aja"
"Ya udah terserah"
"Oh iya hari ini gue pulang malam"
"Kenapa?"
"Ketemu Client"
"Oh, Oke" ucap Naila dengan menyendok Sarapan nya berpura pura santai
*yah!! kenapa pake pulang malem sih?emang nggak bisa di cepetin apa?
eh, tunggu!! kok gue jadi berharap dia selalu di samping gue gini sih? sejak kapan*?
"Ya udah gue duluan"
Naila hanya mengangguk setuju, dan mencium punggung tangan Farel.
Farel pun lalu mengemudikan mobilnya menuju kantor.
Naila manis juga lama lama, cantik, apalagi kalau lagi kalem, baik sebenarnya
Kenapa gue jadi mikirin dia gini ?
"Bro..."
"Bro..."
"Broo...." ucap Rekhan yang datang ke ruangan Farel
Farel pun terkejut dengan kedatangan Rekhan.
"Apaan sih, ngagetin aja! lain kali masuk tuh ketuk pintu dulu"
"Udah ketuk pintu pak bos Farel, tapi anda sedang melamun jadi tak mendengar" jawab Rekhan dengan nada mengejek
"Oh, sorry lagi budeg nih gue"
"Bohong Lo kan? gue tau! Lo pasti mikirin sesuatu"
"Sok tahu Lo"
"Tau lah, btw gimana udah gol belum?"
"Gol apanya?"
"Ya buat baby nya"
"Belum lah, dia aja masih belum berani"
"Kasian banget, udah lama tapi masih ngempet aja, haha" ucap Rekhan dengan tertawa keras.
"Suka banget ketawa nya"
"Eh iya bos maaf, pamit ya" kata Rekhan beringsut mundur
*
Pagi itu Naila sudah kesekian kalinya bekerja kembali setelah menikah.
"Sil"
Terlihat Sisil berdiri di dekat lift
Sisil masih tak mendengar teriakan dari Naila
"Sil,.. Sisil" Kata Naila mendekati nya.
"Eh, Naii... Naila" ucap Sisil dengan memeluk nya.
"Apaan sih peluk peluk segala"
"Kangen tau"
"Eh Lo kemana aja selama ini?"
"Maafin gue ibu Farel yang terhormat yang manis, yang cantik, gue cuti lama kemarin, adek gue sakit jadi gue nemenin dia dulu, Lo tau sendiri kan keadaan gue kaya gimana?"
"Oh jadi adek Lo sakit? Sekarang gimana keadaan nya?"
"Alkhamdulillah udah baik kok Nai"
"Syukurlah kalau gitu"
"Btw Lo kan udah jadi istri pak Farel ngapain kerja lagi?"
"Suka aja, daripada dirumah nggak ngapa-ngapain, bosen "
"Iya juga sih"
"Eh tapi ternyata Lo bisa jodoh ya Nai, ya walaupun awal ketemu dulu marah marah Mulu kerjaan nya"
"Iya, gue juga nggak ngerti bisa gini?"
"Tapi Lo udah akur kan, masa iya masih mau marah marah Mulu?"
"Udah lumayan lah"
"Bagus deh"
Mereka berbincang bincang sebentar.
"Gue keatas dulu ya Nai, kapan kapan sharing lagi"
"Oke"
Naila memasuki ruangan nya.
"Nai, gue lihat tadi Lo bawa mobil sendiri" kata Eva
"Iya"
"Kenapa nggak Bareng suami Lo"
"Lagi pengen aja, lagi pula dia nanti pulang malam"
"Oh kirain lagi marahan"
"Engga"
"Masih kaya kucing tikus ngga Nai"
"Ada aja deh"
"Jangan gitu Nai, kata orang nurut sama suami, membahagiakan suami itu pahala Loh Nai"
"Iya ustadzah Eva, terimakasih sarannya"
Eva yang fokus dengan komputer nya reflek menoleh ke arah Naila.
"Pisss" ejek Naila
Matahari mulai perlahan lahan menenggelamkan sinarnya. pertanda hari mulai sore.
Naila pun bergegas pulang, dan langsung menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri.
Diliriknya jam di dinding menunjukkan pukul setengah delapan malam.
Naila sudah mulai bosan dengan buku nya.
"Kenapa lama banget, belum pulang pulang"
"Apa gue telepon aja ya"
"Ah engga engga, jangan! Masa iya gue nelepon cuma mau nanya pulang kapan?"
"Nanti juga pulang lah, ngapain sih Nai khawatir banget"
"Tidur dulu kali"
Namun setiap Naila berusaha memejamkan matanya Naila justru sulit untuk tidur.
***
"Terimakasih pak Farel, saya permisi"
"Sama sama pak"
Dilirik nya jam di handphone nya sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam.
"Past Naila udah tidur"
"Good night Nai"
"Kenapa gue jadi pengen Deket dia terus ya?"
"Aneh"
Farel pun lalu membereskan berkasnya dan siap untuk pulang.
1 jam kemudian.
lampu rumah sudah terlihat padam, pertanda orang rumah sudah terlelap.
Namun saat ia masuk ke kamarnya dan menyalakan lampu nya.
"Lama banget meeting nya" tanya Naila tanpa basa basi
"Kenapa belum tidur?"
"Udah tidur tadi, terus kedenger orang berisik jadi kebangun"
"Siapa yang berisik? gue?"
"Di tanya malah balik nanya! kenapa pulang malem banget?"
"Kenapa emangnya? kangen ?"
"Ihhhh jangan GeEr deh"
"Sana buruan mandi terus tidur"
tumben banget dia perhatian gitu, semoga pilihan mama emang bener nggak salah, makasih ma.
"iya bawel"
Baca Part awal kayaknya seru..