Jika ada yang mengatakan cinta pada pandangan pertama itu mustahil, itu tidak benar, karena Flora memang mengalaminya, saat ia di jodohkan dengan seorang pria yang berada di kursi roda dan tidak dapat berbicara, Flora tidak perduli, senyuman manis dan tatapan mata yang lembut tetapi tajam dibalik kaca mata minusnya, membuat Flora langsung jatuh cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31.Menunda.
Pada banyak yang bertanya , kenapa di novel ini tidak teratur up nya ? karena belum di kontrak dari pihak MT, wkwkwk.....
enggak juga kok, sebisanya aku usahakan tetap up tetapi terkadang kondisi yang tidak mendukung baik dari segi ide yang buntu atau jari jari yang pegel karena tiga novel yang on going , sementara di kehidupan nyata , tanggung jawab dan kewajiban tetap harus jalan, andai saja keyboard bisa mengetik sendiri 😂😂
...****************...
Tepat jam lima sore Ginta dan Lukas sudah menunggu istri mereka di depan kantor salah satu Bank tempat Flora dan Dewi bekerja.
Ginta menunggu Flora seperti biasa tetap duduk didalam kursi kemudi, tetapi tidak dengan Lukas, ia berdiri menyandar di badan mobil melipat kedua tangannya di depan dada, memakai kaca mata hitam sembari melihat pintu kantor.
" Wi, suamimu kalau begitu seperti model kehilangan panggung deh " bisik Flora ketika keduanya keluar dari dalam kantor bersamaan.
" Dia memang tampan, tapi tidak perlu memperlihatkannya seperti itu bukan ? " Dewi mendengkus dan berjalan kearah Lukas yang sudah menunggunya.
Flora hanya tertawa kecil dan berjalan ke mobil suaminya sendiri yang sudah menurunkan kaca jendelanya sebahagian.
" Kok bisa sama sama dengan suami Dewi, kak " tanya Flora begitu mendudukkan tubuhnya disamping Ginta
" Kalian berdua bekerja ditempat yang sama dan pulang dijam yang sama, tentu saja kami yang menjemput bisa berbarengan " saut Ginta mulai menjalankan mobilnya perlahan.
Flora mencebikkan bibirnya.
melihat bibir istrinya yang dimajukan kedepan Ginta tertawa kecil.
"Bibirnya jangan digitukan ! ini masih dijalan " Ginta tersenyum tipis.
sepanjang perjalanan Flora hanya diam menatap jalanan, Ginta juga diam.
" Kak, apakah kamu ingin segera memiliki anak ? " tanya Flora tiba tiba.
"Kenapa ? kau ingin menundanya ? " tanya Ginta tanpa melihat kearah istrinya, ia tetap fokus ke arah jalanan.
" Aku hanya ingin menikmati berdua denganmu lebih lama Kak ? ntar kalau tamu bulananku sudah datang, temani aku kebidan, kita tanya tanya alat kontrasepsi yang cocok untuk kita " ujar Flora bersemangat.
tetapi tidak dengan Ginta, usianya sudah cukup dewasa dan sedikit terlambat untuk mempunyai anak, apalagi Kakek dan Neneknya sudah sangat berharap.
Ginta tidak tahu harus menyetujuinya atau menolaknya.
" Flo, usiamu sudah cukup untuk memiliki seorang anak, begitu juga dengan usiaku, walaupun akan hadir anak diantara kita,itu tidak akan mengurangi kebersamaan kita "
" Tapi kak "
" Flo, setelah punya anak satu, kita bisa menunda untuk menambahnya, tapi ku minta bolehkah kita mempunyai anak dulu ? " Ginta melihat sekilas kearah istrinya, Flora sepertinya masih enggan.
Flora sendiri juga tidak tahu kenapa dia belum menginginkan kehadiran anak untuk saat ini, usianya yang sudah memasuki dua puluh empat tahun, tapi belum ada jiwa keibuan yang muncul di dalam hatinya.
Setelah membicarakan soal anak, Flora lebih banyak diam, hingga makan malam pun, Flora tidak banyak bicara, jika Ginta tidak bertanya, Flora tidak bersuara.
Alasan yang Flora utarakan karena ingin menikmati waktu berdua lebih lama, sepertinya itu bukan alasan yang sebenarnya, Ginta yakin ada alasan yang lain.
Saat tidur, Flora memilih membelakangi suaminya, Ginta berusaha mendekati istrinya dengan menarik pinggang Flora, tetapi Flora menolaknya dengan halus.
" Kak, aku sedang letih, tadi sedang banyak nasabah dikantor " ucapnya lalu memejamkan matanya, Ginta pun tidak bisa memaksa, perlahan turun dari ranjang dan berjalan keluar dari kamar untuk menyelesaikan sesuatu di ruang kerjanya
▫️
▫️
▫️
💞💞💞💞💞