Klara Arga Dirgantara adalah seorang gadis yang pada akhirnya akan berpacaran dengan seorang manusia yang dingin, misterius dan gila. Pria itu menjadi malapetaka bagi Klara, sedangkan Klara bagi pria itu adalah malaikat, yang dapat perlahan-lahan mengubah hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu Pasti Kuat
Baru saja Mark ingin menarik pelatuk pistolnya seseorang menembak tangan Mark sampai Mark menghempaskan pistol yang ia pegang. Alfi yang mendengar ledakan pistol langsung berbalik ke arah Mark yang saat ini sudah tak sadarkan diri.
Setelah melihat Mark tak sadarkan diri Alfi langsung menatap orang yang menembak Mark, dan ternyata itu adalah Adul. Adul yang tidak menyangka tembakan tepat pada sasarannya kini gemetaran, karena ini kali pertanyaan ia menembak manusia.
Tadi di dalam Adul kabur karena ketakutan melihat yang berkelahi, saat di luar ia malah melihat Alfi yang akan di tembak Mark. Tanpa basa-basi Adul langsung menembak Mark.
Alfi tersenyum sambil berjalan mendekati Adul, Alfi menepuk pundak Adul, "Itu baru teman ku, " ucap Alfi.
"Aku berhutang satu nyawa padamu, " sambung Alfi.
Alfi kembali berjalan untuk menghentikan kekacauan yang berada di dalam rumah itu, setelah sampai di sana Alfi mengambil pistol yang tergeletak di lantai lalu menembak anak buah Mark yang tersisa dengan mudahnya.
"Sudahlah aku muak bermain-main, " ucap Alfi setelah menembak.
"Sekarang kalian cari Klara ke seluruh ruangan, " titah Alfi pada anak buahnya.
Mereka yang masih tersisa lalu berjalan menuju kamar-kamar yang berada di rumah itu untuk mencari keberadaan Klara. Alfi pun ikut mencari Klara, sampai mereka menemukan sebuah kamar yang pintunya di kunci.
"Maaf tuan, sepertinya nona Klara ada di sini," ucap seorang anak buah Alfi yang menemukan pintu kamar yang di kunci, karena semua ruangan di sana yang baru saja mereka periksa tidak ada yang di kunci selain kamar ini.
"Kau buka pintunya, " balas Alfi sambil berjalan ke arah pintu itu.
"Baik tuan, " ucap anak buahnya itu sambil mencoba mendobrak pintu itu.
"Ah lama, " ujar Alfi kesal sambil mendorong orang itu lalu menembak tempat kunci pintu itu setelah itu ia langsung menendang pintunya dan akhirnya pintu itu kini terbuka.
Alfi yang melihat Klara sedang terkapar lemah di bak mandi yang berisi air langsung berlari dan memeluk Klara yang saat ini sudah basah kuyup, wajahnya sudah terlihat mengkhawatirkan. Bahkan bibirnya Klara sudah membiru karena menahan dingin.
"Klara bangun Klara, aku yakin kamu pasti kuat, " ucap Alfi sambil menatap wajah Klara.
Klara membuka matanya perlahan lalu tersenyum saat ia melihat Alfi ada di hadapannya, "Aku percaya kamu pasti datang," balas Klara lemah.
"Sudah jangan dulu banyak bicara, " ucap Alfi sambil menggendong Klara dan membawa Klara keluar dari bak mandi itu.
Saat di pangkuan Alfi, Klara malah batuk darah dan mengenai pakaian Alfi. "Kamu harus kuat, aku yakin kamu pasti bisa, " ucap Alfi sambil menidurkan Klara di sofa yang ada di sana.
Setelah itu Alfi mencari selimut untuk menyelimuti tubuh Klara, agar Klara dapat kehangatan. Alfi mengambil beberapa pakaian yang ada di lemari, setelah itu Alfi meminta semua orang untuk keluar dari sana karena Alfi akan menganti pakaian Klara dengan pakaian yang ia ambil dari lemari yang ada di sana.
Setelah beberapa menit Alfi keluar dari kamar itu sambil memangku Klara, ia berlari membawa Klara ke mobilnya untuk pergi ke rumah sakit terdekat.
"Kalian urus semua yang ada di sini, jangan tinggalkan jejak apapun, " perintah Alfi sebelum akhirnya pergi meninggalkan rumah itu.
Alfi membawa mobil dengan kecepatan di atas rata-rata, ia takut Klara kenapa-napa, saat ini Alfi sangat gelisah dan takut. Beberapa menit kemudian Alfi akhirnya sampai di rumah sakit bahkan saat ini Klara sudah di tangani oleh dokter. Alfi menunggu Klara dengan gelisah di kursi tunggu, sedari tadi Alfi tidak bisa diam.
Setelah sekian taun ini adalah hari di mana Alfi kembali merasakan takut kehilangan setelah dulu ia merasa kehilangan ibunya, namun rasanya ini jauh lebih menyakitkan dari dulu.
Seorang dokter keluar dari ruangan UGD dan Alfi langsung menghampiri dokter itu, "Bagaimana keadaan Klara? " tanya Alfi gelisah.
"Syukur saja, saat ini nona Klara sudah membaik, tubuhnya sudah kembali memanas, jadi tuan tidak perlu khawatir lagi. Bahkan tuan bisa menjenguknya, " balas dokter itu.
Rumah sakit ini juga milik Ayahnya Alfi, Alfi tanpa bicara lagi langsung masuk ke ruangan itu dan berdiri di samping Klara. Ia menggenggam tangan Klara, "Untung saja kau kuat, Klara aku mohon jangan buat aku khawatir kembali, " ucap Alfi.
Klara membalas genggaman tangan Alfi, "Aku kuat karena kamu, " balas Klara yang masih lemah.
"Aku sayang kamu, " ujar Alfi sambil memeluk Klara dengan erat.
Klara tersenyum sambil membalas pelukan Alfi, tanpa sadar Klara pun menangis dalam pelukan Alfi, "Aku juga sayang kamu, " balas Klara perlahan.
Setelah beberapa menit kemudian Alfi kini melepaskan pelukannya lalu Alfi tidur di samping Klara dengan menjadikan tangan Alfi sebagai bantal untuk kepala Klara.
"Sayang, aku takut kamu kenapa-napa. Jadi untuk beberapa waktu ke depan aku tidak akan berada di samping kamu, tapi kau tenang saja aku akan tetap menjagamu, " ujar Alfi sambil mencium kening Klara.
"Kau mau pergi kemana? Kenapa kau harus meninggalkan aku lagi? " tanya Klara sambil menatap wajah Alfi.
"Ini untuk kebaikan kita, tapi kau tenang saja setiap bulan aku akan menemui mu, " balas Alfi.
"Memangnya kau akan pergi kemana? " tanya Klara.
"Nanti pun kau akan tau setelah kau keluar dari sini, kau akan tinggal di apartemen yang sudah ku belikan untukmu, " balas Alfi kembali.
"Baiklah, aku akan menuruti semua permintaan kamu, tapi apakah akan selamanya seperti ini? " tanya Klara lagi.
"Tidak, nanti aku akan hidup bersamamu untuk selamanya. Tapi nanti setelah semua urusanku selesai, aku ingin hidup baru bersamamu tanpa seluruh masa laluku, " balas Alfi, rupanya Alfi punya hal yang harus ia selesaikan sebelum akhirnya ia hidup bersama dengan Klara.
"Baiklah aku akan percaya padamu, tapi aku mau tanya Aurel dan yang lainnya masih baik-baik saja kan? " tanya Klara yang takut Aurel kenapa-napa gara-gara Alfi.
"Belum kenapa-napa, tapi mereka akan kenapa-napa, " balas Alfi yang masih tak mau memaafkan Mereka.
"Sayang, aku mohon jangan lakukan apapun pada mereka. Aku sudah memaafkan mereka semua, " mohon Klara.
"Tidak bisa, aku akan melakukan sesuatu pada mereka, " kekeh Alfi.
"Sayang udah yah, gak baik tau gak dendam sama orang lain, " balas Klara.
"Baiklah aku tidak akan melakukan apapun pada mereka, tapi ini semua aku lakukan untukmu yah, " akhirnya Alfi tidak akan melukai mereka karena Klara.
"Makasih sayang, " balas Klara sambil memeluk Alfi dengan erat, Klara mulai memejamkan matanya untuk tidur begitupun dengan Alfi yang juga memejamkan matanya.