Elfesya McCloud adalah seorang chef penerus Kerajaan Bisnis Restauran RR's Meal.
Disaat dirinya hendak menutup restauran, seorang pria yang terluka, menerobos masuk ke restaurannya.
Fesya pun menolong pria bernama Scott Peterson yang ternyata adalah seorang agen FBI yang menyamar. Demi membantu Scott mengawasi unsub incarannya, Fesya memberikan tempat di RR's Meal sebagai... Tukang cuci piring.
Namun penjahat yg diincar Scott sama cerdiknya dengannya hingga Scott harus berjibaku menyelamatkan Fesya yang diculik. Tidak hanya itu, dirinya juga harus berhadapan dengan Eagle dan Rajendra, ayah dan opa Fesya.
Generasi ke tujuh klan Pratomo.
Follow my IG @hana_reeves_nt
JANGAN PLAGIAT ! Karena jiwa Gesrek kita Berbeda
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chet Duffy
"Ada pergerakan..." ucap Derek. "Nicola, coba cek ponsel kamu..."
Nicola membuka ponselnya dan terkejut melihat adanya notifikasi dari Chet.
📩 Chet : Buktikan bahwa kamu berada di Milwaukee ! Now !
Nicola menatap Derek, Scott dan Andre. "Bagaimana ini?" tanyanya panik.
"Don't worry, kami sangat canggih soal AI. Akan kami buatkan kamu berada di Milwaukee..." Andre menatap Nicola. "Bahkan VPN kamu akan kami buat di Milwaukee... "
"Bagaimana Chet tahu kamu tinggal di Milwaukee?" tanya Scott. "Kamu memberitahukan Chet?"
Nicola mengangguk. "Aku pernah berfoto di museum Harley Davidson dan Chet bertanya itu dimana. Damn it ... Aku harusnya sadar kalau dia bukan anak Amerika karena siapapun tahu dimana museum Harley Davidson..."
"It's okay Nicola. Kita mulai yang gampang saja ... " jawab Derek. "Basilicas if Saint Josaphat... Aku akan membuat kamu berada disana ..."
***
"Apakah ini akan berhasil?" tanya Mirabella Patiky ke Elfesya.
"Berikanlah keyakinan dan kepercayaan pada Nicola dan para agen berpengalaman. Aku yakin, kita akan menangkap si pria meshum itu ..." senyum Elfesya.
"Aku ... Cemas ..." Mirabella meremas tangannya tanda dia gugup.
Elfesya memberikan teh mint. "Don't worry. Jika anda ragu, Nicola bisa merasakan. Percayalah pada putrimu, mrs Pattiky ..."
Mirabella menyesap teh mintnya. "I hope ..."
***
"Oke. Berhasil ! Dia mendapatkan umpannya... " ucap Andre. "Aku berhasil melacaknya ... Dia ada di apartemen Tudor lantai tiga unit tujuh !"
"Let's Go !" Scott menatap Elfesya.
"Aku akan menjaga mereka, Scott..." ucap Elfesya.
"Thanks sweetheart ..."
Semua agen FBI keluar dari markas mereka untuk menangkap Chet Duffy sementara Elfesya menghampiri Nicola dan memeluknya.
"Kamu sangat pemberani, Nicola. I'm so proud of you ..." ucap Elfesya.
"Kamu tidak tahu rasanya ... Sangat deg-degan..." jawab Nicola sambil memeluk chef cantik itu.
Mirabella menghampiri Nicola dan Elfesya memberikan kesempatan pada keduanya untuk saling berbagi emosi.
"Kalian pasti lapar bukan karena terkuras energinya. Bagaimana jika kita makan ? Aku yang masak ..." senyum Elfesya.
"It's been a honor dimasakkan chef terkenal ..." senyum Mirabella sambil memeluk Nicola erat.
***
Dua mobil FBI pun tiba di apartemen Tudor dan bergegas menuju unit apartemen yang disinyalir milik Chet Duffy. Scott langsung menggedor pintu itu dengan tidak sabaran dan pintu itu terbuka oleh seorang wanita paruh baya.
"Dimana Chet Duffy?" Scott menatap tajam ke wanita itu.
"Dia tidak ada disini. Kalian siapa ?"
"FBI ! Dan kami perlu tahu dia dimana !" ucap Scott yang langsung masuk ke dalam apartemen itu. "Raines ! Derek !"
Megan dan Jammie langsung menginterogasi ibu Chet.
"Apa pekerjaan Chet ?" tanya Megan dengan tatapan dingin.
"Dia seorang programmer. Look dia anak baik... Apa salahnya?" tanya Mrs Duffy.
"Dengar Mrs Duffy. Chet bukan anak baik ! Dia memanfaatkan kepolosan anak remaja dan menipunya dengan menjual foto-foto vulgar mereka setelah merayunya ! Dia akan dihukum baik di Budapest maupun di Amerika Serikat ! Putra anda bukanlah pria baik-baik ! Camkan itu !" ucap Jammie dingin.
Wajah Mrs Duffy tampak tersinggung.
"Boss !" panggil Derek dan Josh saat masuk ke kamar Chet. Scott dan Andre yang sedang memeriksa apartemen segera menuju kamar Chet yang penuh dengan layar komputer dan sebuah data center cukup besar.
"Apa yang kalian temukan?" tanya Scott.
"Foto ... A lot." Derek memperlihatkan di layar monitor. "Termasuk foto terakhir Nicola di Basilica."
Scott segera keluar dari kamar Chet dan menghampiri Mrs Pattiky.
"Where is your son, Mrs Duffy ? ANSWER ME !" bentak Scott yang kesal dipermainkan.
Ibu Scott itu tergagap kena bentak Scott. "Di ... Dia biasanya.... Di stasiun Metro..."
"Berikan nomor ponsel nya yang hanya anda yang punya ... NOW !" bentak Scott lagi. Mrs Duffy pun menyerahkan nomor Chet ke Derek dan Andre.
"Lacak dia. Kita berpencar !" perintah Scott.
***
Stasiun Kereta Metro Budapest
Keenam agen FBI itu menyebar di seluruh sudut stasiun guna mencari Chet. Mereka semua mencari dengan teliti berdasarkan foto Chet yang mereka ambil dari apartemennya.
"Aku menemukannya !" ucap Megan. "Duduk di dekat platform enam. Jaket army dengan logo sayap di punggungnya... Tas Ransel Louis Vuitton ..."
Semua orang langsung menuju tempat yang disebutkan dan Megan langsung menghampiri Chet.
"Chet Duffy ! FBI ! You're under arrest ( anda kami tahan )!" ucap Megan.
Chet yang terkejut, langsung melemparkan tas ranselnya ke Megan yang terkejut hingga terjatuh. Chet pun berlari kencang menuju keluar stasiun.
"He run away !" teriak Megan sambil berusaha bangun tapi dia membuka tas Louis Vuitton itu. Betapa terkejutnya dia saat tahu isinya berbagai iPad dan MacBook. "Bukti-bukti sudah banyak." Megan lalu membawa tas itu dan mengejar Chet.
***
Lima anggota FBI itu mengejar Chet dan Scott lupa kalau dia tidak boleh banyak melakukan gerakan fisik namun fokusnya adalah menangkap Chet.
"Chet ! STOP !" teriak Jammie.
Derek dan Josh berlari di depan untuk menangkap Chet dan keduanya nyaris tertabrak mobil saat berada di jalan raya kalau saja tidak ditarik oleh Andre Raines.
"Damn it ! Dia kencang sekali larinya..." ucap Josh.
Tiba-tiba suara decitan ban mobil yang mengerem mendadak membuat mereka semua terkejut dan terlihat tubuh Chet terpental.
"Oh my God..." ucap semua orang.
Keenam agen FBI itu langsung menghampiri dan melihat tubuh Chet tidak bernyawa akibat tertabrak truk.
"At least Nicola tidak harus bertemu dengannya di pengadilan meskipun dia ingin pastinya ..." ucap Scott.
***
Mirabella dan Nicola menatap Scott dengan perasaan tidak percaya.
"Dia... Mati?" tanya Nicola.
"Yes Nicola... Meskipun aku tahu ingin melihatnya di pengadilan tapi mungkin ini jalan yang terbaik... " jawab Scott. "Dan kami mendapatkan banyak informasi siapa saja kelompok yang terlibat. Sekarang kepolisian Budapest sedang menangkap mereka semua ..."
Nicola menangis penuh lega karena orang yang membuatnya tidak bisa hidup tenang, akhirnya menghilang dari dunia ini. Mirabella memeluk erat putrinya dan ikut menangis, lega penguntit putrinya sudah tewas.
"Putri anda sangat berani Mrs Pattiky... Dan anda harus bangga padanya. Jujur saya sendiri belum tentu seperti Nicola di usianya sekarang jika menemui kasus seperti ini..." ucap Elfesya.
Scott melirik ke arah Elfesya. Tapi kamu sudah membunuh orang dengan kedua tanganmu.
***
Sehari kemudian Mirabella dan Nicola meninggalkan Budapest setelah memberikan kesaksian dan berbagai barang bukti ke kepolisian Budapest dengan didampingi Jammie dan Megan. Perpisahan ibu dan anak ke para agen FBI itu cukup mengharukan dan keduanya tidak hentinya mengucapkan terimakasih atas bantuan mereka selama ini.
Sebelum masuk ke dalam pintu keberangkatan, Nicola tersenyum ke Scott dan Elfesya.
"Aku akan menjadi agen FBI nanti. Aku akan membantu para korban seperti halnya kalian membantu aku ..." ucap Nicola yakin.
"FBI akan senang mendapatkan kadet cerdas seperti kamu..." balas Scott.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️