NovelToon NovelToon
DENDAM MAWAR

DENDAM MAWAR

Status: tamat
Genre:Thriller / Roh Supernatural / Balas Dendam / Horor / Tamat
Popularitas:283.4k
Nilai: 4.5
Nama Author: Muzu

Sebut saja Mawar, sebuah nama yang diambil dari tumbuhan perdu, berduri, berbau wangi, dan berwarna indah. Mawar juga melambangkan romantisme, cinta, keindahan, dan keberanian. Namun, gadis yang bernama Mawar ini tidaklah seperti gambaran dari definisinya. Tragedi mengerikan membuat sang mawar menjadi layu, kering, dan dipenuhi oleh dendam yang membara.


Dari tragedi itu, Mawar tidak hanya menjadi korban kebiadaban para penjahat, ia pun harus menanggung fitnah yang mengarah padanya.


Dalam kondisi batin yang terguncang hebat, Mawar meneguhkan hatinya untuk membalas dendam tragedi nahas yang menimpa diri dan keluarganya.


Bagaimana cara Mawar dalam membalaskan dendam dan siapakah yang dapat menghentikannya? Simak terus ceritanya dalam novel yang kalian baca ini!


Kisah ini murni dari karangan dan imajinasi author. Selamat Membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muzu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Romansa Darah

Hujan deras masih mengguyur tanah dengan kegigihan yang sama seperti ketika dua insan tak berdaya itu berdiri, basah kuyup, di depan pintu rumah yang tampaknya terkunci rapat. Kilatan petir masih menyambar di langit gelap, menandai kehadiran kekuatan alam yang ganas, seolah-olah menggertak bahwa badai belum berakhir.

“Enyak …! Buka, Nyak!” teriak Ucrit dengan suara gemetar, disertai dengan hentakan yang keras ke pintu yang tidak bersuara balik.

Namun, keheningan tetap menguasai, memperkuat ketidakpastian mereka. Tidak ada jawaban, tidak ada tanda-tanda kehidupan dari dalam rumah. Ucrit, walaupun kecewa, tak dapat menahan senyuman lebar yang melintas di bibirnya saat menyadari bahwa ibunya tidak berada di dalam. Semangatnya meluap-luap, menyemarakkan kembali harapan yang tertahan di sepanjang jalan, sementara khayalannya merajut gambaran-gambaran akan suasana hangat di dalam rumah yang ia bayangkan. Dengan langkah mantap, ia menuju pot bunga di sebelah pintu, mengangkatnya dengan tangan gemetar. Di baliknya, ia menemukan kunci rumah yang biasa disembunyikan di sana. Dengan cepat, ia memasukkan kunci ke lubang kunci dan membuka pintu dengan gesit, lalu menggenggam tangan Mawar dan menariknya masuk ke dalam, memasuki dunia kehangatan yang mereka rindukan.

“Mau apa lu, Crit?” sarkas Mawar, mencoba melepaskan diri dari genggaman lembut Ucrit yang menggenggam pergelangan tangannya.

Namun, Ucrit tidak berhenti begitu saja. Dengan lembut, ia memegang tangan Mawar lagi dan memaksa gadis itu berhenti dengan menekannya ke dinding. Seketika, Mawar terpojok dalam dekapan pria yang menyisakan senyuman licik di bibirnya.

"Dalam kode-kode bahasa asmara, kamu adalah algoritma yang paling indah," puji Ucrit, matanya terpejam, membiarkan senyum merona di wajahnya sebelum ia melanjutkan pujiannya.

Di alam digital, di antara bit dan byte,

Kau bercahaya bagai titik sinar yang mengembara,

Dalam kode-kode, di dalam logika yang tersembunyi,

Kau adalah algoritma yang paling indah.

Kau adalah perulangan tak berujung dalam pikiranku,

Setiap embusan napasmu meluncur bagai variabel yang bergerak,

Dalam simfoni alam semesta yang terdiri dari nol dan satu,

Kau adalah sintaks yang menyempurnakan setiap baris.

Dalam cakrawala binary yang tak terbatas,

Kau adalah titik fokus dalam algoritma kehidupanku,

Dalam benakku, kau adalah kode yang tersembunyi,

Algoritma cinta yang membawa kedamaian di dalam pikiran.

Dalam dunia yang tercipta dari pikiran dan logika,

Kau adalah fungsi yang selalu menghasilkan hasil positif,

Dalam labirin matematika dan pemrograman,

Kau adalah solusi dari setiap masalah yang aku temui.

Dalam dunia yang terstruktur dari angka dan huruf,

Kau adalah string yang membuat segalanya menjadi utuh,

Dalam kode-kode bahasa asmara, dalam serangkaian instruksi,

Kau adalah algoritma yang paling indah, yang tak pernah terhenti.

Mawar terdiam, matanya terpaku pada pemandangan yang tak terlihat, pikirannya melayang di suatu tempat yang jauh, dan bibirnya terkatup erat. Ketika bibir Ucrit menyentuhnya dengan lembut, Mawar hanya bisa merasakan getaran aneh yang melintasi dirinya. Tidak ada reaksi penerimaan ataupun penolakan dari Mawar. Ia terus terdiam tanpa tahu keputusan apa yang akan diambilnya.

Ucrit menyadari keheningan pasif Mawar. Ia kemudian menarik diri dan membuka mata dengan penuh penyesalan. "Maafkan aku, Mawar," ucapnya dengan suara lembut, penuh penitensi atas keberaniannya yang berlebihan. Ucrit berbalik, siap meninggalkan Mawar sendiri dalam keheningan.

Namun, Mawar tak bisa membiarkannya pergi begitu saja. Dengan cepat, ia menarik pundak Ucrit dan membalikkan tubuh pria itu, memaksa mereka berhadapan lagi.

Dalam pandangan mata yang bertemu, Mawar menggigit bibir bawahnya dengan lembut, memberi isyarat jelas pada Ucrit untuk melanjutkan apa yang telah dimulai. Keterkejutan muncul di wajah pria itu, tetapi tanpa ragu lagi, ia memahami pesan yang disampaikan oleh Mawar. Dengan lembut, Ucrit mendekat lagi, menciptakan momen kedua yang tak terlupakan dalam kehangatan ciuman mereka, menyatukan hati mereka dalam keintiman yang penuh makna.

Dalam kehangatan yang mengalir dari dalam, Mawar dan Ucrit terhanyut dalam aura romantis yang membelai hati mereka. Meskipun lantai rumah masih basah oleh jejak hujan yang terbawa oleh pakaian keduanya, suasana dalam ruangan menjadi semakin intim. Suara lenguhan indah mereka menandingi gemuruh petir yang kini terasa lebih jauh, menjadi latar belakang dari adegan cinta yang sedang berkembang.

Jemari halus Ucrit menelusuri lembut permukaan kulit Mawar, seperti aliran sungai yang mengalir tenang di tengah padang gurun. Sentuhan-sentuhan itu membawa kehangatan dan kelembutan, menghipnotis Mawar dalam keindahan abadi. Namun, ketika pagutan mereka mulai terlepas, Mawar mendongakkan wajah, sementara Ucrit menunduk

Retina Ucrit melebar, tersapu oleh panorama kecantikan yang terpancar begitu dekat di depannya. Jantungnya berdebar kencang, napasnya berdesir tanpa irama, dan pipinya memerah menyala. Ia terpaku, tak berdaya, terpesona oleh pemandangan yang begitu indah menyihirnya.

Namun, diamnya Ucrit membuat Mawar tidak tahan untuk menunggu lebih lama. Dengan gerakan tiba-tiba, ia menjambak rambut Ucrit dengan kasar, menekannya ke tengah gundukan indah dengan penuh gairah. Ucrit terkejut, terombang-ambing di bawah kekuatan Mawar yang membara, tersingkir dari kendali dan kehilangan dirinya dalam lautan emosi yang mendesis. Ia terbenam di antara kedua bukit dengan senyum yang merekah, lalu mulai menjamahnya.

Hal yang terlupakan oleh Ucrit muncul tanpa aba-aba, menyusup dalam momen yang seharusnya penuh keindahan. Saat ia terpesona oleh bukit Mawar, mimisan yang selalu menjadi bayang-bayangnya kembali menghantuinya. Darah segar mulai mengalir deras dari hidungnya, menodai kulit halus dari kedua bukit yang tengah dinikmatinya. 

Tiba-tiba saja tubuh Mawar meresponsnya. Aliran darah di tubuh Mawar memanas, memunculkan warna kemerahan yang menyala di kulitnya yang sebelumnya pucat. Wajahnya yang penuh pesona semakin memancarkan aura kecantikan, merona dengan warna merah yang menawan. Namun, di balik kecantikan itu, terdapat dorongan kuat yang menggelora di dalam diri Mawar.

Tanpa peringatan, Mawar melampiaskan dorongan tersebut dengan cara yang menggemparkan. Dengan gerakan tiba-tiba, ia menggigit leher Ucrit dengan ganas, merobek daging dan menghisap darahnya dengan penuh nafsu.

Ucrit terkejut dan memberontak dengan keras, berusaha keras untuk melepaskan diri dari cengkeraman Mawar yang ganas. Namun, semakin ia berusaha, semakin erat pula cengkeraman sang gadis. Mawar menjadi semakin beringas, mencengkeram tubuh kurus Ucrit dengan lebih kuat, tak ingin melepaskannya. Meskipun Ucrit berjuang mati-matian untuk meloloskan diri, usahanya sia-sia. Darah yang terus mengalir melemahkan upayanya, dan akhirnya ia harus menyerah pada nasibnya, membiarkan Mawar terus menghisap darahnya dengan ganas.

Dalam keadaan yang mencekam dan mendadak, Mawar, yang tengah tenggelam dalam adegan menghisap darah Ucrit, berjuang keras untuk merebut kembali kendali atas dirinya. Dengan susah payah, ia melawan kekuatan iblis dalam dirinya, berusaha menahan dorongan gelap yang merayap di dalam dirinya. Namun, setelah beberapa kali berusaha keras, Mawar akhirnya kalah dalam pertarungan batinnya. Dengan sedih, ia mengumpulkan kekuatan untuk mengambil alih kendali dirinya kembali.

“Aku tidak boleh dikendalikan oleh siapa pun, aku tidak boleh menyerah,” tekad Mawar terus menguatkan hati.

Dalam adegan dramatis, Mawar akhirnya berhasil meraih kontrol atas dirinya sendiri dan dengan tiba-tiba melepaskan cengkramannya pada Ucrit. Tubuh pria itu terjatuh tanpa daya ke tanah, meninggalkannya pucat dan lemah. Mawar, diselimuti kepanikan, menatap penuh kecemasan pada Ucrit yang terkapar. 

“Ma … maafkan aku, Ucrit,” sesal Mawar tampak begitu panik melihatnya.  

Seorang pria yang berhasil membuatnya kembali merasakan bagaimana menjadi seorang gadis normal harus terkapar oleh dirinya. Mawar begitu menyesal. Didekapnya tubuh Ucrit dengan begitu kuat. Sang gadis pun tak kuasa menahan diri. Ia berteriak sekeras-kerasnya, memecah keheningan malam, hingga terdengar suara pintu rumah didobrak paksa oleh seseorang.

Bu Ijah, terkejut oleh suara ribut yang terjadi, melebarkan matanya ketika ia memasuki ruangan dan melihat anaknya terkapar tak berdaya dalam dekapan sang gadis. Kedua wanita itu bersama-sama menjerit, menciptakan suasana yang penuh dengan ketegangan dan kepanikan.

1
𝓐𝔂⃝❥Ŝŵȅȩtŷ⍲᱅Đĕℝëe_👻ᴸᴷ
Org menerka² belum tentu benar padahal ya 🚶
𝙸𝚗𝚍𝚊𝚑 𝙵𝚊𝚝𝚒𝚖𝚊𝚑
ambil paket sekolah bisa juga mawar
〈⎳ 小祖ᴹᵘᶻᵘ🍒⃞⃟🦅: Paket C ya 😁
total 1 replies
Hartini Donk
namanya lucu banget thor violeta van tjoeran sama dengan kran dong pancuran...🤣🤣🤣
Hartini Donk
mengerikan
Hartini Donk
bahasamu kayak puisi ....halus menggetarkan jiwa
〈⎳ 小祖ᴹᵘᶻᵘ🍒⃞⃟🦅: Terima kasih sudah berkenan membacanya
total 1 replies
Hartini Donk
gambaran terlalu nyata utk dibayangkan sadis thor perih perutku...
falea sezi
othor nya cwek apa cwok
falea sezi
anjirr mual bacanya
falea sezi
tolol harusnya lu sembunyi bukan malah menjerit tolol
falea sezi
kaya tp g punya satpam atau bodyguard hadeh bodohnya lu harusnya sewa bodyguard bayangan
neng ade
ayah nya Gavin target selanjut nya..
ga nyangka aja bisa berbuat busuk sm Mawar ..
neng ade
ngeri .. sereemm bikin merinding
neng ade
ayah dan anak sama2 bejad nya
neng ade
karya yang luar biasa.. cerita nya bagus tapi horor juga
neng ade
disini nama2 tokoh nya bikin ngakak padahal cerita nya tegang 😂
neng ade
Brama blm tau siapa Mawar sebenar nya dia bisa membaca rencana licik mu itu
neng ade
Mawar masih bisa sekolah meski pun dipindahkan.. apakah Mawar akan melanjutkan sekolahnya
neng ade
Paijo.. Paijo .. 😂
neng ade
dalam suasana tegang dan mencekam gitu jadi ketawa juga pas dengar nama nya Paijo Icikiwir..
neng ade
dendam Mawar semoga dapat terbalaskan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!