NovelToon NovelToon
BISIKAN LUKISAN BERDARAH

BISIKAN LUKISAN BERDARAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Misteri / Penyelamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Andhig Rosdiana

Bagi Adista, barang antik bukan sekadar benda mati; mereka memiliki jiwa, cerita, dan keindahan tersendiri. Hobinya mengoleksi barang-barang unik dan kuno selalu berhasil membawa kepuasan tersendiri, hingga suatu malam di sebuah ruang pelelangan rahasia, matanya terpaku pada sebuah mahakarya yang unik.
​Sebuah lukisan tua berbingkai emas kusam yang menggambarkan sosok perempuan dengan air mata darah.
​Ada daya tarik magis yang tak kasat mata, seolah lukisan itu sengaja memanggil namanya. Tergiur oleh keunikan dan aura mistisnya, Adista berhasil memenangkan lelang tersebut tanpa tahu harga yang harus ia bayar bukan sekadar uang.
​Sejak lukisan itu tergantung di dinding rumahnya, atmosfer berubah mencekam. Langkah kaki misterius, bau anyir yang menguap di udara, hingga bisikan ghaib yang menyayat hati mulai meneror malam-malam Adista. Sosok perempuan dalam kanvas itu seolah hidup, dan tangisan darahnya perlahan mulai merembes keluar dari bingkai, menuntut balas yang mengerikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andhig Rosdiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 20

​Malam kembali menjemput rumah besar itu. Setelah menceritakan mimpi buruknya kepada Bik Sumi, perasaan Adista tidak menjadi lebih tenang. Sebaliknya, setiap kali ia memandang ke sekeliling rumah, rasa cemasnya justru semakin menjadi-jadi. Kamar tamu yang terkunci rapat di ujung koridor terasa seperti menyimpan energi yang sangat tebal dan dingin.

​Bik Sumi sendiri sudah kembali ke kamarnya di dekat dapur sejak pukul delapan malam. Wanita tua itu tampaknya sangat kelelahan setelah seharian membersihkan rumah. Kesunyian pun kembali merajai setiap sudut ruangan, menyisakan Adista yang duduk sendirian di atas sofa ruang tengah dengan lampu yang sengaja ia nyalakan dengan sangat terang.

​Adista melirik jam dinding. Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Ia tahu ia harus segera tidur karena besok pagi ada rapat penting di kantor garmen miliknya. Namun, setiap kali ia bersiap untuk bangkit dari sofa dan melangkah menuju kamarnya di lantai atas, matanya selalu terdorong untuk menatap ke arah lukisan perempuan menangis darah yang tergantung di dinding.

​Di bawah sorotan lampu ruang tengah yang terang, sosok perempuan di dalam lukisan itu tampak begitu hidup. Goresan warna merah di pipinya yang menyerupai aliran air mata darah terlihat sangat nyata. Adista memandangi lukisan itu dengan perasaan yang campur aduk.

​Kata-kata dalam mimpinya tadi sore kembali bergaung di dalam kepalanya. Wanita itu meninggal dengan rasa sakit yang luar biasa, membawa dendam kesumat yang sangat besar kepada semua laki-laki di dunia.

​"Apakah mimpi itu benar-benar sejarah dari lukisan ini?" bisik Adista pada diri sendiri.

​Jika mimpi itu adalah sebuah kenyataan masa lalu, maka segala hal mengerikan yang menimpa Ronald dan Bram menjadi sangat masuk akal. Perempuan di dalam lukisan itu adalah korban kekejaman lima orang laki-laki. Rasa sakit, kehancuran, dan kematian tragis di dalam gudang kosong telah mengubah jiwanya menjadi sosok ghaib yang penuh dengan kebencian. Setelah mati, rohnya menjelma menjadi kutukan maut yang haus akan darah kaum laki-laki sebagai bentuk balas dendam yang tiada akhir.

​Adista bergidik ngeri saat menyadari polanya. Ronald adalah seorang laki-laki, dan ia tewas mengenaskan dengan organ kemaluan yang hilang serta dada yang robek. Bram juga seorang laki-laki, dan ia mengalami nasib yang sama persis di kamar tamu. Sementara dirinya dan Bik Sumi, yang sama-sama seorang wanita, sampai saat ini masih dibiarkan hidup tenang tanpa ada gangguan fisik sedikit pun.

​"Makhluk ini hanya membenci laki-laki," pikir Adista dengan tubuh yang gemetar.

​Namun, kesadaran itu tidak membuat Adista merasa aman. Memang benar bahwa makhluk halus itu tidak mengincar nyawanya. Tapi, membiarkan sesosok hantu yang penuh dengan dendam kesumat tinggal di dalam rumahnya adalah sebuah kegilaan yang luar biasa. Adista tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika di masa depan ada kerabat pria, teman kantor, atau siapapun laki-laki yang berkunjung dan menginap di rumah ini. Mereka semua pasti akan menjadi mangsa berikutnya dari wanita misterius tersebut.

​Tiba-tiba, saat Adista sedang tenggelam dalam pikirannya, hawa di dalam ruang tengah mendadak turun secara drastis. Pendingin ruangan yang disetel di suhu normal kini terasa seperti mengembuskan angin kutub yang membekukan tulang. Lampu gantung yang berada tepat di atas meja kaca mulai berkedip-kedip perlahan.

​BZZZ... BZZZ...

​Adista menahan napasnya. Jantungnya kembali berdegup kencang dengan sangat liar. Aroma wangi bunga mawar yang sangat manis tiba-tiba menguab di udara, namun hanya dalam hitungan detik, aroma manis itu langsung berubah menjadi bau anyir darah yang sangat menyengat hidung. Bau busuk itu persis seperti bau yang ia cium di dalam gelas milik Bram pagi itu.

​Adista ingin segera berlari ke atas, namun kakinya terasa sangat lemas seolah terkunci di atas lantai.

​Dari sudut matanya, Adista melihat ada sesuatu yang aneh terjadi pada lukisan di dinding. Cairan merah kental yang membentuk aliran air mata pada wajah perempuan di dalam kanvas itu tampak mulai bergerak. Cairan itu meleleh perlahan, mengalir melewati dagu sosok perempuan tersebut, lalu menetes jatuh mengenai bingkai emas bagian bawah.

​TIK... TIK...

​Suara tetesan cairan itu terdengar sangat jelas di dalam ruangan yang sunyi senyap. Adista membelalakkan matanya dengan penuh kengerian saat melihat cairan merah itu terus menetes hingga membasahi lantai rumahnya.

​Pada saat yang bersamaan, sebuah bayangan hitam yang sangat tipis mulai keluar dari balik bingkai lukisan tersebut. Bayangan itu bergerak pelan, menyusuri dinding, lalu membentuk sebuah siluet tubuh seorang wanita berambut panjang yang melayang di udara.

​Adista menutup mulutnya dengan kedua tangan agar tidak menjerit histeris. Ia tahu makhluk itu ada di sana, sedang mengawasinya dari kegelapan sudut ruangan. Meskipun makhluk itu tidak berniat menyakitinya, kehadiran sosok ghaib yang baru saja membantai dua orang di rumahnya tetap saja memberikan ketakutan yang luar biasa bagi jiwa Adista.

​...Kamu sudah tahu ceritaku, Adista...

​Sebuah bisikan suara perempuan yang sangat dingin dan parau tiba-tiba menggema langsung di dalam kepala Adista. Suara itu terdengar penuh dengan kesedihan yang amat dalam, namun diakhiri dengan tawa melengking yang sangat tipis dan mengerikan.

​Adista memejamkan matanya rapat-rapat, air matanya menetes karena tidak kuat menahan tekanan ghaib yang begitu besar di ruangan itu. Ia terus merapalkan doa di dalam hatinya, memohon perlindungan dari Tuhan agar malam ini cepat berlalu. Rahasia kelam di balik lukisan berdarah itu kini telah terbuka sepenuhnya, dan Adista sadar, hidupnya di dalam rumah ini tidak akan pernah sama lagi seperti dulu.

1
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
bagus aja sih buat jaga rumah dr org jahat tp klo smoe makan korban gtu yo takitnya polisi juga lama2 curiga ya kan bisa 2 di tangkap 🤣🤣🤣🤣
Kungkar Aje
lumayan lah
Kungkar Aje
nah kan nah kan "tapi untuk Rian bodo amat klu mau jadi korban darahnya udah terkontaminasi 🤭
Kungkar Aje
Adista masih terus mempertahankan lukisan nya padahal udah memakan korban harus kah ada korban korban berikutnya ...yuk dong cari solusi
Kungkar Aje
apa mungkin darah kotor itu fikiran fikiran yang kotor .oh my God ...
Kungkar Aje
berharap jangan deh ada korban berikutnya .
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
smgt up kk aq menantikan nya
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
nahh kan skrg mau apa adista
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
kapok mu kapan
soookorrr
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
heeeee menyesal tuh di blakang klo di depan mah antre beli timet kali weekkj
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
mampus kau ryan.. weekk kasiha kau jd tumbal berikutmya
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
knp g ambil tindakan gtu sih
apa ya g gmn gtu smpe teror siang hari pun ada lho
Kungkar Aje
seperti nya laki laki yang punya fikiran buruk yang bakal mati ...Adista tolongin dong sepupumu /Frown/
Kungkar Aje
hantunya nggak kenal waktu🤭
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
hayooo gmn skrg coba dista
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
hayoo jadi mau gmn kamu dista
mau lwrtahanin lukisan mu apa mau buang dan bakar gtu
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
wehh gtu ya critanya

trus piye yo saiki
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
haduhh gmn ya lanjut aja lah
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
lhaa knp makan korban laginkek tumbal deh
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
apa maksudnya darah kotor hayooo

nah jadi misteri bget sih tp sadis cara bantai nya hiss ngeri ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!