Di saat rekan yang kamu percayai dengan teganya menikammu hingga tewas setelah perjuangan dan pengorbanan yang selama ini telah kamu berikan ketika wabah zombi melanda bumi.
Namun tiba tiba saja kamu memiliki kesempatan kedua.
Kembali mengulang waktu beberapa hari sebelum bencana yang akan merubah tatanan dunia.
Dapatkah kamu mengubah apa yang terjadi pada kehidupan yang lalu?
Atau apakah kamu akan memilih menghindar? ataukah kamu akan membalas mereka yang dulu menghianatimu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 Membuat Tembok Desa
Bab 31 Membuat Tembok Desa
Disinilah sekarang semua orang tengah bahu membahu membuat tombok Desa.
Pagi yang biasanya dihabiskan dengan latihan harian itu berganti dengan proses pembuatan tembok Desa yang akan di buat mengelilingi Desa tersebut.
Tembok yang akan mereka bangun adalah tembok yang terbuat dari kemampuan kemampuan spesial yang mereka miliki, bagian luar termbok dibuat dengan tanaman yang terjalin rapi sedangkan bagian dalamnya adalah tanah yang telah diperkuat dengan kemampuan mereka hingga diperkirakan tembok tersebut akan cukup untuk menahan serangan hewan.
Tinggi tembok itu sekitar tiga meter.
Tembok tersebut awalnya dibuat pada gerbang desa dan akan terus berlanjut hingga seluruh desa di kelilingi oleh tembok tersebut.
"Rena! Apa menurutmu tembok ini sudah cukup?" Tanya Tio melihat proses pembuatan tembok tersebut.
"Rena rasa sudah cukup, Yah." Ucap Rena.
Tio menganggukkan kepalanya "mmm" kemudian ia kembali ikut membantu yang lain dalam pembuatan tembok tersebut.
Rena yang melihat proses pembuatan tembok yang terbilang lumayan cepat tersebut merasa jika waktu yang akan dihabiskan dalam pembuatan tembok itu hanya sekitar tiga hari saja.
Dan benar saja! Tembok desa sudah rampung dikerjakan tiga hari kemudian.
Setelah tembok desa selesai semua orang yang dulunya latihan pagi bersama ditiadakan untuk beberapa hari guna beristirahat setelah bekerja selama tiga hari dalam pembuatan tembok desa.
Semua orang menikmati waktu santai mereka dengan tenang. Ya, benar benar tenang! Waktu tenang sebelum badai datang!
Rena dan keluarganya juga ikut mengistirahatkan diri di rumah dengan secangkir teh masing masing pada ruang keluarga.
"Bagai mana dengan latihanmu, Ren?" Tanya Reni basa basi dengan putrinya itu.
"Seperti biasa, Bu." Jawab Rena sekenanya saja.
"Apa para hewan benar benar akan turun dari bukit bukit itu nanti, Ren?" Tanya Tio.
"Bisa jadi begitu, Yah. Apa lagi semua hal benar benar berubah sekarang, Rena tidak tau tapi dari yang Rena lihat dari tikus sebesar kucing dewasa itu tidak berubah menjadi zombie namun mereka memiliki kemampuan yang lebih kuat dari pada tikus yang biasanya. Rena rasa mereka pun juga ikut berubah setelah hujan itu." Terang Rena pada Ayah dan Ibunya.
"Astaga! Ibu tidak bisa membayangkan kekuatan hewan lainnya akan seperti apa." Ucap Reni bergidik ngeri.
Banyangkan saja bagaimana kuatnya hewan hewan buas yang bahkan dalam kondisi normalnya saja sudah sangat kuat dan mengerikan dan sekarang tiba tiba saja sekarang malah mungkin saja telah berkali kali lipat mengerikannya.
Kulit kepala Rena rasanya mati rasa begitu membayangkan serangan hewan yang sebentar lagi akan datang itu.
"Tapi kita manusia pun kan juga sudah berubah, Yah. Kita semua pun juga memiliki kemampuan spesial yang nanti bisa kita gunakan jika ada serangan dari hewan hewan itu." Ujar Rena Menatap Ayah dan Ibunya.
Mendengar itu membuat orang tuanya tercenung sejenak.
"Aa kamu benar, Ren. Kenapa kami malah jadi lupa begini." Ucap Reni sambil tertawa menertawai kebodohannya itu.
"Hahaha, Itulah gunanya untuk saling mengingatkan, Bu." Ujar Rena tergelak.
Kedua orang tua Rena menganggukkan kepalanya membenarkan yang dikatakan putri mereka itu.
Melihat senyum dan gelak tawa di wajah orang tuanya hati rena menghangat, ia berharap tetap akan selalu seperti ini hingga nanti.
Namun bayangan akan adanya gelombang serangan hewan kembali membuatnya cemas. Rena kemudian beranjak dari ruang keluarga menuju kamarnya dan meninggalkan kedua orang tuanya di ruang keluarga.
Sesampainya dikamar, Rena berjalan menuju ranjangnya kedudian dia berlutut sambil membungkuk seraya meraih satu kotak persegi panjang berwarma hitam yang tersimpan rapi di bawah ranjangnya.
Rena mengusap kotak persegi panjang tersebut guna menyingkirkan sedikit debu pada kotak hitam itu.
Perlahan dia membuka kotak tersebut yang ternyata berisi ratusan anak panah. Benar! Itu adalah anak panah yang sudah jauh jauh hari rena persiapkan.
"Tunggulah sebentar lagi, karena kita akan menjadi partner di medan perang." Gumam Rena sambil mengamati anak panah yang tersusun rapi dalam kotak tersebut.
Rena kemudian menutup kotak tersebut dan kemudian kembali menyimpannya di bawah ranjangnya.
Rena memang berniat untuk menggunakan panah dalam melawan gelombang hewan nanti.
Ia jadi kembali mengingat saat dua minggu lalu ia yang membawa panah sebagai salah satu senjatanya namun sayangnya panah yang dia bawa tidak sempat dia gunakan.
Rena hanya dapat bernafas pasrah saja mengat hal itu. Ia kemudian meneliti kamarnya dan pandangannya jatuh pada dua pot yang berada di dekat jendela kamarnya itu.
masih ingat dengan karung berisi pot dan tanah yang dia bawa dulu? Sekarang dua pot sudah terisi dengan tanah hitam serta kompos dan bahkan telah menumbuhkan beberapa tunas sayuran di dalamnya.
untungnya tidak ada yang mempermasalahkan saat dia bersikeras tidak ingin berbagi apa yang berada dalam karung yang dia bawa, sebab setelah yang lain melihat isi karung tersebut mereka bahkan tidak tertarik.
Mereka tidak sadar seja betapa benda benda itu akan sangat berharga beberapa bulan lagi.
🔸
🔸
Dua hari telah berlalu.
Rena begitu gugup sejak baru bangun tidur tadi, ada dan kecemasan itu tergambar jelas dari raut wajahnya.
setelah sarapan, Rena kembali memasuki kamarnya dan mulai mempersiapkan semua senjata yang akan dia gunakan nanti. Pada saat itu tiba tiba terdengar seperti suara langkah yang sangat banyak dan terdengar lantang di telinga Rena.
"Sudah dimulai, kah?" Gumamnya.
Terimakasih telah membaca☺
jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya jika kalian suka dengan cerita ini.