Baca sinopsis dulu
Adrine adalah anak biasa. hidupnya berubah ketika ia menemukan sebuah Divine Cube.
Semuanya berubah dan berubah. ia dapat mengalami seluruh kondisi kondisi yang ada. Adrine bisa mengalami bagaimana rasanya kemenangan, tersiksa, ditantang, dan situasi yang lainnya. Namun ia tidak pernah menyerah dengan keadaan. Dirinya terus berkultivasi dan berusaha menjadi yang paling kuat dan bersama temannya, dirinya akan menjadi seorang Dewa.
Ingin tahu kisahnya?
Ini ceritanya ngawur, buat yang ga paham ga usah dibaca gapapa, soalnya ini cerita gw bikin pas masih SMP, belum kenal apa yang namanya alur, logika, setting cerita, dll
Jadi ini cerita cuman ngikut imajinasi liar gw yang .... Aduh, dah lah!
Mending baca aja karyaku yang
Lug : Nedhen Star [Reincarnated of Acestral Dimension]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nicho Yudhistira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ujian Kedua (2)
Dalam tekanan puncak, Adrine tetap merasa seperti tidak terjadi apa-apa walaupun sebenarnya Adrine merasa bahwa semakin lama ia menahan tekanannya, kontrol terhadap tubuh dan energi pada sekitarnya perlahan mulai melemah. Meski kontrolnya mulai melemah, Adrine masih berdiri sekokoh gunung.
"Nak, kau itu sebenarnya sangat kuat, kalau tidak bagaimana mungkin pencapaian gunung level-5 sepertimu mengalahkan pencapaian bumi dan menahan tekanan ini seperti tidak terjadi apa-apa pada tubuhmu." Sebenarnya, ketua lebih penasaran dengan apa yang terjadi apabila ia menambahkan sedikit energi lagi kedalam tekanan yang sedang ia ujikan terhadap Adrine.
"Ugh, maaf ketua, saya melah berpikir bahwa tekanan yang sedang anda ujikan terhadap saya ini, sepertinya masih kurang serius." Bukannya Adrine ingin melepaskan diri dari tekanan tersebut, Adrine malah seakan akan menantang agar tekanannya lebih ditingkatkan lagi. Adrine malah berpikir bahwa ketua sedang bermain-main dengannya, dan tidak serius terhadap ujiannya.
"Mendengar katamu itu, sepertinya kau malah lebih kearah untuk menantang ketua agar tekanannya lebih ditingkatkan lagi. Tubuhmu itu, sangatlah spesial." Senior telah paham akan kata kata Adrine.Bukannya marah karena tertantang, tetapi senior David malah memuji tubuh Adrine.Dan sebenarnya, Adrine pun juga sedang menguji dirinya sendiri.
"Kau itu cukup pintar senior David. Dalam sekejap, kau langsung mengetahui maksud dari perkataanku. Mungkinkah kau itu kultivator tipe support atau assassin? Bisa mengetahui pikiran orang lain, kekuatan tersebut hanyalah sedikit yang bisa selain assassin dan support." Adrine tak menyangka bahwa senior David lebih pandai daripada yang ia duga.
Ketua pun terkejut mendengar bahwa Adrine telah meminta secara tak langsung, agar tekanan yang ia berikan lebih ditingkatkan dan diperkuat lagi.
"Yeah, kau benar bahwa aku ini tipe support. Aku juga bisa menyerang dengan kecepatan yang tinggi. Tetapi, aku masih tidak sekuat dan secepat seorang assassin." Kata senior David. Senior David sebenarnya adalah kultivator tipe support yang pernah berlatih sebagai assassin, tetapi ia masih kurang dalam hal kecepatan dan serangan untuk diverifikasi sebagai tipe assassin.
"Baiklah, seperti yang kau katakan, tekanannya akan kunaikkan hingga level ke 20." Kata ketua yang segera menjawab tantangan Adrine.
"Terima kasih ketua." Kata Adrine.
Setelah itu, tekanannya mulai menguat dan semakin tinggi suhu di pesekitaran. Kontrol dalam energi telah melemah sepenuhnya.
Mengetahui hal itu, ketua langsung menghentikan tekanannya. Lantas diumumkan sebagai kultivator terbaik dengan status murid luar sebelum ia dilantik menjadi murid dalam secara sah oleh perguruan.
20 menit berlalu. Adrien menunggunya dengan berkultivasi sejenak, agar memulihkan energi yang hilang dari tubuhnya sesaat ia sedang diuji. Hanya 23 kultivator yang lolos dan dapat masuk sebagai murid dalam.
"Adrine, sebagai yang menjadi nomor satu, selain kau menjadi murid dalam, kau juga mendapatkan hadiah batu ini." Ketua menyerahkan sebuah batu yang terukir simbol ditengah batu tersebut. Adrine tahu bahwa itu adalah sebuah rune, tetapi ia hanya diam seperti tak tahu apa-apa.
"Sebenarnya, kami tak tahu apa fungsi batu tersebut. Tetapi, saat pengujian, energi pada batu tersebut bahkan lebih tinggi dari seorang kultivator pencapaian seribu indera." Kata ketua yang menjelaskan terlebih dahulu agar Adrine juga tak terkejut saat ia tak tahu cara menggunakan batu tersebut.
"Terima kasih atas hadiahnya ketua, bolehkah saya turun?" Kata Adrine dengan sopan. Adrine sebenarnya tahu akan batu tersebut, yakni ialah sebuah rune. Tetapi ada yang berbeda dari rune tersebut. Rune tersebut bercahaya lebih terang dibandingkan dengan rune yang telah ia dapatkan. Dan warna pada batunya pun berbeda pada umumnya.
"Baiklah, kau boleh turun sekarang." Kata ketua memperbolehkan. Adrine turun dengan sopan. Ia menunggu waktu keberangkatan menuju ke perguruan murid dalam.
MC ny ga jelas,, bgtu jg author ny gmn sih?
dri Sistem