Kenzo adalah salah satu anak keluarga konglomerat Wijaya group, jajaran keluarga elit dan terpandang di Jakarta.
Umur Kenzo Wijaya sudah 28 tahun, pertanyaan dan segala tuntutan untuk menikah selalu di layangkan padanya. Baik Ibunya, Ayahnya, Saudara, dan Teman-temannya yang kini sudah punya anak.
Kenzo sendiri masih ingin berfokus pada karirnya dan tak mau menyentuh yang namanya percintaan, sakit hati di masa lalu membuatnya enggan jatuh cinta.
Hingga suatu hari, Ia tak sengaja bertemu seorang gadis SMA mungil yang merubah pandangannya tentang jatuh cinta.
Seperti apa fase-fase yang di lewati Kenzo menemukan cintanya, dan siapa nama gadis yang mampu meluluhkan bongkahan es yang sulit di cairkan.
Yuk simak perjalanan cinta antara CEO dan gadis SMA... Happy Reading ☺
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mister Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ayu?
Di tempat lain, Joe tengah mengotak atik ponselnya dengan seorang temannya yang adalah seorang heacker.
"Bagaimana Sam?" tanya Joe yang terlihat panik dan tergesa-gesa.
"Sebentar, sebentar." jawab Sam tenang, "tinggal satu menit lagi kita dapat lokasinya.
Joe terdiam, menatap layar komputer yang tampaknya aneh memunculkan banyak sekali tulisan-tulisan kecil yang bergerak sangat cepat.
Kemudian Ia melihat sekeliling selagi Sam tengah fokus mengotak-atik layar laptopnya dengan gerakan super cepat.
Banyak sekali peralatan-peralatan asing disekitarnya, ruangan itu kecil dan pengap, ditambah oleh barang-barang.
Di lantainya banyak sekali sampah menggunung, bukan sampah makanan atau plastik, melainkan koran-koran dan poto orang hilang.
Sam bukanlah dukun yang bisa menerawang orang-orang hilang, lalu menemukannya. Ia adalah seorang heacker yang mau dimintai pertolongan untuk mencari seseorang yang hilang dengan melacak keberanian ponselnya.
Tapi Sam sendiri sudah seperti cenayan, OIa mampu mengorek lokasi keberadaan ponsel si orang hilang dengan Syarat ponselnya hidup.
Tidak jarang Sam mendapatkan amukan ketika orang tua korban tak Terima Sam tak menemukan lokasi yang diminta karena ponselnya mati, tapi itulah Sam tak pernah berhenti menolong orang-orang.
Menurut cerita yang didapat Joe, Sam dulunya hanyalah remaja biasa, bukan seorang heacker seperti sekarang ini.
Namun kejadian pahit membuatnya menjadi seorang heacker handal, ya, dia pernah kehilangan seorang adik di masa lalu karena diculik seseorang ketika umurnya baru lima belas tahun.
Hingga kini, umurnya dua puluh lima tahun adiknya tak kunjung ditemukan. Ayah dan Ibunya hanya bisa merelakan, harta mereka sampai habis separo untuk mencari adik perempuannya yang hilang.
Sampai sekarang pun, Sam masih belum menyerah untuk mencari adik perempuannya yang sekarang kalau masih hidup berumur dia puluh tahun.
Sam sangatlah menyayangi adiknya, poto-poto adiknya itu masih tertempel di dinding meja kerjanya sekarang.
Joe mengamati poto itu sekarang, entah kenapa wajah gadis kecil itu tampak tak asing baginya. Ia seperti pernah melihatnya tapi entah di mana Ia tak ingat, selama ini Ia tak terlalu memperhatikan ditail poto itu, hanya sekilas. Padahal Ia sering ke sini.
Joe masih asyik mengingat-ingat gadis yang pernah dilihatnya, ketika Sam tiba-tiba berteriak.
"Dapat!!"
Joe segera mendekatkan wajahnya ke layar laptop yang sekarang memunculkan peta atau denah lokasi, dia tak paham.
Sam menyebutkan alamat itu, kemudian mengirim lokasi ke ponsel Joe.
Joe segera memeluk Sam erat, "Makasih Sam, kau telah menemukan Bosku!"
"Ah, kau terlalu berlebihan Joe. Kita sahabat dan kau juga sering membantuku."
Joe melepas pelukan, kemudian mengeluarkan sebuah amplop coklat tebal.
"Apa ini?" tanya Sam kebingungan saat Joe memberikan amplop itu.
"Ambil Sam, ambil, kumohon. Sebagai ucapan terimakasih ku."
"Kali ini saja, pliss." Lanjut Joe ketika melihat gerakan penolakan Sam.
"Ini terlalu banyak." Sam melihat ini tumpukan uang itu.
"Ini tak ada apa-apanya dengan jasamu Sqm, percayalah."
"Baiklah, terimakasih kalau begitu."
Sam ganti memeluknya, tentu Ia sangat membutuhkan uang itu untuk mancari adiknya kembali.
"Aku permisi, tetap awasi kami dari sini." Joe pamit.
"Siap dan selalu." Sam segera menuntun Joe ke pintu keluar.
Joe segera memberikan lokasi itu pada anak buahnya juga polisi yang ikut mencari, kemudian Ia segera meluncur menuju lokasi.
***
Di tempat kejadian,
"Ah, sial!" teriak Ayu frustasi, sehingga dengan terpaksa Ia menghentikan aktivitas mesumnya melucuti pakaian Kenzo.
Tak lama kemudian suara langkah kaki mulai terdengar mendekat, Kenzo sangat penasaran apakah itu Joe dan polisi?
Tapi dugaannya salah ketika seseorang yang datang adalah seorang perempuan paruh baya yang sangat Ia kenal.
"Kau!!" teriak Kenzo marah.
Perempuan paruh baya itu agak sedikit kaget setelah melihat keberadaan Kenzo, tapi Ia segera mengendalikan diri.
perempuan itu tak lain adalah budenya Zahra, yang selalu berusaha mengambil Zahra darinya.
"Kau rupanya, kita bertemu lagi boy!" Sahut perempuan paruh baya itu tersenyum mendekat.
"Apa tujuanmu kemari?"
"Aku?" perempuan paruh baya itu menunjuk dirinya sendiri, "Seperti yang pernah kulakukan, kau pasti ingat kan?"
Kenzo segera memaki-maki wanita yang lebih tua darinya itu, tapi perempuan itu tetap terlihat santai dan tak menggubris.
Ayu dan budenya Zahra itu duduk di sebuah kursi bermeja reot, kemudian perempuan paruh baya itu mengeluarkan beberapa gepok uang dari tasnya.
"Apa ini cukup?"
"Cukup tante, lebih dari cukup." Jawab Ayu sumringah.
Kenzo berfikir Ia akan dijual, mengingat betapa dendamnya budenya Zahra terhadapnya karena sudah beberapa kali Ia menggagalkan rencananya menculik Zahra.
Kenzo masih tak habis fikir akan perbuatan sekertarisnya itu, sungguh Ia tak pernah menyangka ini akan terjadi.
Sesaat kemudian, Ayu bertepuk tangan sebanyak tiga kali.
Dan tak lama kemudian seseorang yang mengikatnya tadi menuruni tangga, Zahra yang pingsan tampak dibopong olehnya.
Kenzo seketika terkejut, saat akan berteriak Ayu segera menyumpal mulutnya dengan kain. Membuat Kenzo bisu seketika, Ia berteriak seperti orang gila tapi tak ada suara yang keluar.
Setelah membereskan Kenzo agar tak merusak suasana, Ayu mengiring Budenya Zahra sampai ke mobilnya.
"Saya sangat berterimakasih sekali Ayu, berkat kamu akhirnya saya mendapatkan kembali keponakan saya." Ucap Ibu paruh baya yang kini tengah duduk disebelah Zahra yang terkulai lemah.
"Sama-sama Buk, kita saling menguntungkan dalam hal ini."
Kemudian mobil itu melaju pergi, Ayu segera kembali ke gedung mangkrak itu.
Sesampainya di dalam gedung, Kenzo sudah seperti orang gila yang meronta-ronta minta dilepaskan.
Ayu segera membuka sumpalan itu, membuat Kenzo segera berteriak-teriak.
"Lepaskan!!"
"Perempuan gila!!"
"Lepas!!"
Ayu hanya tersenyum dan semakin bergairah melihat kelakuan Kenzo yang marah.
"Kau semakin tampan kalau seperti itu."
"Kau benar-benar gila Yu!" Kenzo sekarang tak kuasa menahan tangis, membayangkan Zahra yang akan dijual kepada Om-om.
"Kau semakin terlihat menggemaskan sayang, tapi aku tak suka kali ini!"
Tiba-tiba Ayu berubah marah, "Kau begitu peduli dengan Zahra! sialan!"
PLAKK!!
Ayu tanpa sadar, menampar Kenzo karena lepas kendali.
Ayu tiba-tiba memeluk Kenzo seakan menyesali perbuatannya, karena terlalu cemburu akan kepedulian Kenzo pada Zahra membuatnya buta suasana.
"Ma-maafkan aku,..... "
Ayu menangis kemudian memeluk Kenzo yang meronta-ronta.
"Lepaskan!!" teriak Kenzo.
"Tidak akan! kau milikku!"
Kenzo semakin tak bisa mengendalikan diri, kursinya bergetar hebat dan kini Ia terjatuh bersama kursi yang mengikatnya.
BUKK
"Kasian..... "
Ayu membelai pipi Kenzo dan menghapus air matanya dengan tangannya.
"Tak sia-sia aku merencanakan semua ini, karena mulai hari ini kau akan menjadi milikku!"
Ayu tertawa dengan lepas, melengking dan mengerikan.
Sebelum akhirnya semua menjadi gelap bagi Kenzo setelah ia merasakan benda tumpul dan keras mengenai tengkuknya.
udah tau budhenya jahat kenapa g ngelawan aja.
anak SMa harusnya udah agak ngerty cara melawan orang jahat
giliran sama kenzo aja suka ngebantah dan ngomong kasar
Buat dialog tag, tanda baca, dan penggunaan huruf kapitalnya bisa diperbaiki lagi biar makin rapi.
Semangat lanjut ceritanya~