Raihan dan Syakilla menikah karena perjodohan. Demi mewujudkan amanah orang tua Syakilla yang menitipkan anaknya kepada orang tua Raihan. Padahal saat itu Raihan sudah memiliki kekasih yang bernama Syila.
Raihan tak pernah menjalankan tugasnya sebagai seorang suami yang baik, Raihan kerap membuat Syakilla menangis dengan menyakit hatinya.
Bagaimana kisah rumah tangga mereka dengan adanya orang ketiga di tengah-tengah mereka? Jalan apa yang Syakilla tempuh? Bertahan dengan suami yang tak pernah mencintainya ataukah lebih memilih berpisah dan mencari kebahagiaan sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SyaSyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedekatan Killa dan Dimas
Hari ini adalah acara 7 bulanan kehamilan Killa. Killa mengundang Sinta, mama Sonya, dan juga Dimas ke acara ini. Killa sudah terlihat cantik dengan balutan kebaya berwarna hijau muda. Membuat dia terlihat lebih segar. Sayangnya, Raihan tak hadir di acara tujuh bulanan anak mereka. Karena Killa memang tak mengundang Raihan di acara itu. Dia tak memberikan kesempatan kepada Raihan untuk dekat dengannya lagi.
"Duh, menantu bunda cantik banget. Sayang, Raihan tidak beruntung. Dulu, dia lebih memilih Syila. Padahal, kalau dia dulu lebih memilih kamu, hari ini dia pasti ikut merasa bahagia," ucap Bunda Bunga. Bunda Bunga terlihat sedih, sampai-sampai dia meneteskan air matanya. Karena sang anak sudah membuang kesempatan itu, dan kini justru hidup menderita.
"Sudah ya Bunda jangan bersedih lagi ya! Aku saja sudah melupakannya. Mungkin, aku sama Raihan memang tidak berjodoh. Hingga akhirnya kami harus terpisah," sahut Killa. Saat melihat sang mantan ibu mertua menangis. Bunda Bunga menganggukkan kepalanya.
Killa berusaha tegar menghadapinya, meskipun hatinya menjerit. Ini bukan yang dia inginkan. Dikala acara syukuran tujuh bulanan, dia hanya di dampingi kedua orang tua Raihan. Seharusnya dia merasakan bahagia bersama Raihan.
"Kamu cantik banget La, ingin rasanya aku segera meminang kamu. Apa aku bilang saja ya sama Sinta dan mama? Jadi, dia akan mendukung dan membantu aku. Agar Killa mau menerima aku," Dimas bermonolog dalam hati. Dimas tak henti-hentinya menatap ke arah Killa.
Acara ini mengusung adat Jawa. Serangkaian acara Killa lalui, mulai acara pengajian, hingga acara adat.
"Ehem, sepertinya ada yang jatuh hati," goda Sinta kepada sang kakak. Membuat Dimas merasa gugup, merasa malu karena kepergok sang adik. Dimas memilih untuk diam, tak membahasnya sekarang ini.
Baru kali ini Dimas jatuh hati kepada seorang wanita. Selama ini dia menutup hatinya kepada seorang wanita, dia lebih fokus kepada kariernya. Cita-citanya sudah dia raih, dan kini saatnya dia mencari pendamping hidup. Bahkan nanti, dialah yang akan membantu persalinan Killa. Dia akan melihat milik Killa, meskipun hanya sekadar tuntutan karier.
Serangkaian acara telah di lalui, dia mencoba menahan perasaan hatinya. Dikala tetangga sang mantan ibu mertua menggosipkan dia, karena tak melihat Raihan saat acara itu. Mulai sekarang dia akan menutup telinganya, di saat mereka tahu status dirinya yang sudah menjadi janda, dan harus mengurus buah hatinya nanti sendiri.
Kini saatnya acara bebas, tamu undangan di persilahkan untuk menikmati hidangan yang telah keluarga Raihan siapkan. Killa menghampiri sahabatnya dan saat itu sedang bersama sang kakak dan mamanya.
"Ayo Sin, makan yang banyak! Mama, makan yang banyak! Kak Dimas makan yang banyak," ucap Killa kepada Sinta, Mama Sonya, dan juga Dimas.
"Lo makan juga dong, temani kita! La, lo cantik banget hari. Apalagi tadi, sewaktu lo pakai kebaya warna hijau. Lo kelihatan segar banget," puji Sinta. Tentu saja hal itu membuat Killa tersipu malu.
"Bisa aja lo bikin gue geer," sahut Killa.
"Ih, orang memang benar cantik kok. Benar 'kan Ma, Killa cantik. Kak Dimas saja tadi terpesona, sampai enggak berkedip menatap kamu saat tadi," jelas Sinta. Membuat wajah Killa dan Dimas memerah, menahan rasa malu.
Killa memilih mengalihkannya. Untungnya saat itu ada yang pamit pulang. Jantungnya tiba-tiba saja berdegup kencang.
"Ini jantung kenapa si? Kok tiba-tiba begini si? Please deh jangan geer. Kak Dimas mana mau sama janda yang punya anak. Diakan single, tampan lagi. Pasti banyak wanita yang menyukainya," gumam Killa dalam hati. Killa tak tahu saja, kalau Dimas saat ini sudah menyimpan perasaan di hatinya.
Killa terlihat grogi saat Dimas menghampirinya. Padahal Dimas hanya sekadar ingin mengingatkan. Kalau dua bulan akan melahirkan, dan menanyakan Killa ingin melahirkan secara normal atau sesar. Dimas juga banyak mengingatkan Killa, agar proses kelahiran berjalan lancar.
"Nanti, kalau kamu merasa ada keluhan hubungi kakak saja ya," ujar Dimas.
"Kakak paham benar ya tentang kehamilan. Pasti yang jadi istri kakak senang banget, punya suami dokter kandungan. Kalau mau melahirkan, lahirnya sama suami sendiri. Aku doakan semoga kakak cepat dapat istri," ujar Killa.
"Amin. Semoga saja doanya terkabul. Sebenarnya si udah ada, tapi enggak tahu dia mau apa enggak sama kakak. Semoga saja berjodoh. Jelas paham dong, 'kan kakak dokter kandungan, kakak sudah tahu seluk beluk wanita. Meskipun belum menikah," ujar Dimas sambil terkekeh.
Ternyata kedekatan mereka, di perhatikan kedua orang tua Raihan, Sinta, dan juga Mama Sonya.
"Sepertinya mama sebentar lagi akan punya calon menantu ini," goda Sinta.
Abaikan perasaan Raihan...biar dia merasakan akibat perbuatannya selama ini terhadap killa...
hayyuk thor..lanjut...
okay...lanjut thor....
begitu juga perasaan killa saat kau menolaknya dulu.. impas yaaa..
ga sabar mau lihat dimas menikah sama killa..
menjemput bahagia tdk harus kembali bersama mantan...apalagi mantan yg suka selingkuh dan celap celup.. menjijikkan...
puas aku thor...jngn kasih Raihan balikan sama killa thor...
thor..bikin raihan menderita sampai pembaca puas ya...please../Pray/
selingkuh itu sprti penyakit yg ga ada obat..
dasar lelaki bejat ga tau malu...
biar makin panas tuh si mantan...jngn ada kata balikqn sama mqntan ya thor...ga rela killa mendeeita lagi dan lagi...biar killa bahagia sama dimas aja...