Hai dukung ceritaku ya.
SETELAH MEMBACA BIASAKAN LIKE.
LIKE, KOMENTAR, FAVORIT JUGA.
Cerita ini hanya kehaluan author saja ya.
Cerita ini kelanjutan Benih Tuan Muda Kejam.
Menceritakan kisah cinta anak ketiga Abraham dan arin.
Ya Andra harus menikah dengan seorang wanita cantik bernama Syafi yang ternyata anak dari pak Andi dan Veli. Arin yang sudah suka dengan Syafi pun meminta pak Andi untuk menjodohkan keduanya. Apalagi Syafi baru saja putus dengan sang tunangan karena penghianat.
Bagaimana serunya rumah tangga keduanya, apalagi Andra ternyata musuh bebuyutan Syafi selama di kampus.
Yuk kepoin ceritanya 🙏.
Setelah membaca biasakan like ya🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ismiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Sore hari....
"Kamu mau kemana?" Tanya Andra saat melihat Syafi sudah rapi dengan membawa tas kecil tentunya dengan make up tipis namun membuat Syafi terlihat begitu cantik dan imut.
Melihat Syafi berpenampilan begitu cantik sudut hati Andra merasa tak rela jika istrinya itu jadi perhatian lelaki lain. Ingin rasanya dia mengurung Syafi di rumah namun itu tak mungkin karena Andra sadar antara dia dan Syafi belum ada cinta, ah lebih tepatnya Syafi yang belum mencintai dirinya.
"Oh si gea sama Lila ngajak ketemuan," kata Syafi dengan entengnya.
"Tunggu sebentar biar aku antar," kata Andra meminta Syafi untuk menunggu dirinya bersiap-siap.
"Aku bisa pergi sendiri," protes Syafi. Dirinya belum terbiasa pergi kemana-mana dengan Andra.
"Tidak ada bantahan, kamu duduk di sana tunggu aku ganti baju," perintah Andra mutlak tak bisa di ganggu gugat.
Dengan wajah cemberut Syafi pun duduk di depan meja rias.
"Kenapa tuh anak?" Guman Syafi heran melihat kelakuan Andra yang tak biasa. Ya biasanya keduanya bagaikan tikus dan kucing saat di kampus namun saat ini keduanya berada dalam satu ruangan (kamar) dan terikat pernikahan, hal itu membuat Syafi dan Andra sering merasa canggung.
Sedangkan Andra bergegas berganti baju, entah dia merasa tak nyaman membiarkan Syafi pergi sendirian.
Tak sampai 10 menit, Andra sudah keluar rapi dengan celana jeans dan kaos berwarna putih polos dengan jaket hitam yang terkesan simpel namun tak membuat ketampanan Andra luntur justru semakin membuat Andra begitu bersinar. Sesaat Syafi merasa terpesona dengan penampilan Andra saat ini.
"Kenapa?" Tanya Andra heran melihat Syafi justru terdiam menatap dirinya.
Dengan cepat Syafi mengelengkan kepalanya, dia binggung harus menjawab apa karena ketahuan mengagumi Andra saat ini. "Tidak,"
"Ayo," ajak Andra yang melihat Syafi justru masih terdiam di tempatnya.
"Hmm..." Syafi pun berdiri mengekori Andra keluar.
Saat mereka berdua berjalan melewati ruang keluarga ternyata di sana ada pak Andi yang sedang menonton berita di televisi.
"Kalian mau kemana?" Tanya pak Andi membuat keduanya menoleh.
"Syafi ada janji dengan teman pa," jawab Syafi.
"Teman? Kamu baru saja menikah harusnya kamu lebih banyak menghabiskan waktu dengan suami mu," kata pak Andi membuat Syafi binggung, Syafi pun menatap ke arah Andra meminta bantuan.
"Syafi pergi dengan Andra kok pa, jadi papa tak perlu khawatir," ucap Andra mencoba membuat pak Andi tenang.
"Ya sudah kalian berdua hati-hati,"
"Andra..." Panggil pak Andi.
Deg..
"Apa ya mau di bicarakan papa mertuaku," batin Andra penasaran.
Andra menoleh menatap sang mertua dengan raut wajah penasaran, apa yang akan di bicarakan oleh mertuanya itu saat ini, apalagi tatapan matanya terlihat begitu serius.
"Ya pa," jawab Andra pelan dan gugup takut pak Andi berbicara aneh-aneh.
"Papa cuma mau bilang titip Syafi," kata pak Andi tersenyum jahil.
Fyuuuhhh..... Andra menghela nafas lega. "Ck kirain apa ternyata cuma minta buat jaga nih bocil," batin Andra di dalam hati.
"Pasti pa, Andra akan menjaga Syafi dengan baik," jawab Andra yang tahu maksud dari ucapan pak Andi.
"Ya sudah kalian berangkatlah, takutnya terlambat," kata pak Andi.
Syafi pun berpamitan dan mencium tangan pak Andi. "Syafi berangkat dulu ya pa."
"Andra pamit ya pa," di susul Andra berpamitan dengan pak Andi, sama seperti Syafi, Andra pun mencium tangan pak Andi.
"Hati-hati jangan ngebut," pinta pak Andi.
"Siap bos," jawab Syafi dengan hormat setelah itu dia pergi di susul Andra.
.
.
Garasi...
"Kenapa kamu duduk di situ?" Tanya Andra mengeram kesal.
"Lha apa salahnya?" Bukan menjawab, Syafi justru bertanya kepada Andra.
"Aku bukan Supir," jelas Andra sedikit kesal, dia mencoba tak berkata keras kepada perempuan cantik itu.
"Ya memang kamu bulan supir, siapa juga yang bilang kamu supir," gerutu Syafi melirik Andra kesal.
"Kamu turun dan pindah ke depan," perintah Andra.
"Tidak," tolak Syafi yang sudah nyaman dengan duduk nya saat ini.
"Tidak ada bantahan, duduk di depan atau aku tidak memperbolehkan kamu bertemu mereka," ancam Andra dengan suara tegas.
Dengan cepat Syafi turun dari mobil, di la menghentakkan kakinya beberapa kali ke lantai sebelum akhirnya memilih masuk lagi ke dalam mobil namun kono Syafi duduk di depan di dekat Andra.
Andra tersenyum puas melihat Syafi yang menurut dengannya, dia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena tak ingin Syafi kenapa-kenapa. Ya sesuai dengan perintah dari sang papa mertua.
Di dalam mobil...
Ya kini keduanya sedang di dalam mobil, hening itulah yang terjadi.
"Ini belok atau lurus?" Tanya Andra memecahkan keheningan.
"Hah apa?" Bukannya menjawab justru Syafi malah bertanya kepada pria di sampingnya.
"Lurus saja," jawab Syafi.
Bersambung...
Hadeh Abraham dari dulu gak berubah, masih aja posesif sama cemburuan🤣🤣