NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Penjahat

Menikah Dengan Penjahat

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / CEO / Time Travel / Crazy Rich/Konglomerat / Chicklit / Tamat
Popularitas:258.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ellani

Saat bangun di pagi hari rena menemukan dirinya memasuki cerita novel yang dia baca tadi malam dan menjadi adik tiri yang akan mati di pertengahan bab karena kebenciannya terhadap pahlawan wanita.

Rena didalam novel sangat menyukai pemeran utama pria yang merupakan tunangannya sebelum pemeran utama wanita di bawa kembali ke rumah. Setelah kembalinya pahlawan wanita ke rumah semuanya berubah, semua yang dia miliki bukan lagi miliknya bahkan orang tua dan kakak laki-lakinya. Sehingga dia memaksakan diri untuk menikahi saudara laki-laki pemeran utama pria untuk mengganggu kehidupan pernikahan pemeran utama wanita. karena sifatnya ini rena didalam novel mati di tangan suaminya sendiri.

“dari pada mengganggu pemeran utama pria. Lebih baik fokus pada kehidupan pernikahanku. Aku harus bertemu suamiku dulu”

“apa yang kamu lakukan didepan kamarku?” teriak seorang pria

Akankah rena berhasil menghindari kematiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ellani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 Masa Lalu

Di kamar yang hanya disinari cahaya bulan Alex dan Rena berbaring bersama.

“Alex …” panggil Rena sambil mengusap matanya.

“Em?” jawab Alex.

“Aku sangat mengantuk,” ucap Rena sambil memejamkan mata memeluk Alex.

“Yah … tidur saja,” jawab Alex.

Renapun tertidur dipelukan Alex. Alex melihat Rena dan kembali memeluk Rena. Saat Alex hendak tidur, tiba-tiba handphone berdering. Alex melihat nama yang memanggil dan mengabaikannya. Namun handphone terus berdering sehingga Alex harus mengangkat panggilan itu.

Alex keluar dari kamar dan menjawab panggilan itu. “Viktor! Apa kamu tahu jam berapa sekarang?” teriak Alex.

“Hahaha … apa aku mengganggumu?” tanya Viktor.

“Hah … sudahlah, ada perlu apa?” tanya Alex menarik nafas.

“Ayo datang ke club sekarang,” ajak Viktor.

“Aku tidak ada waktu,” jawab Alex.

“Hei jangan ditutup dulu,” ucap Viktor.

“Kenapa?” tanya Alex.

“Itu … kamu tahu Fany sudah kembali … aku rasa kamu harus mengatakan kalau kamu sudah menikah.”

“Kamu tahu Leon selalu menghalangiku untuk memberitahu Fany,” ucap Viktor.

Mendengar ini Alex mengerutkan kening. “Baiklah aku akan kesana,” ucap Alex.

“Baguslah kalau begitu,” ucap Viktor merasa lega.

Alex menutup telpon dan masuk kembali kekamar mengganti pakaian. Sebelum Alex pergi, Alex tidak lupa mencium pipi Rena dan pergi.

Di sebuah Club ternama.

“Hei … Viktor apakah Alex akan datang?” tanya Rendi.

“Hah … hanya karena Fany,” ucap Weni.

“Kenapa kalian sangat peduli pada Fany? Dari dulu aku tidak menyukainya … Sangat mengganggu,” lanjut Weni sambil menyesap minuman.

“Itu karena menurutmu Fany adalah saingan cintamu,” ucap Rendi.

Weni menatap sinis kearah Rendi.

“Ehm … aku hanya mengatakan yang sebenarnya,” ucap Rendi mengalihkan pandangannya dari Weni.

“Bisakah kalian diam,” teriak Viktor sambil memandang ke aula bawah Club.

Viktor memikirkannya, sewaktu mereka sekolah. Waktu itu mereka masih sangat muda dan sering bermain apa saja yang mereka mau. Mereka bersekolah di sekolah elite dan hanya orang kaya saja yang bersekolah disana. Waktu itu ada siswa baru seorang gadis cantik yang memasuki kelas kami.

“Hei semua diam,” teriak pak Gun seorang wali kelas.

“Ayo perkenalkan dirimu,” ucap sang wali kelas.

Gadis itu memegang kedua tangannya dengan erat dan mulai menarik nafas untuk menenangkan diri. “Halo semua perkenalkan nama saya Fany Garcia.”

“Mulai hari ini aku akan belajar bersama kalian.”

“Mohon bantuannya untuk kedepannya nanti,” ucap Fany tegas dengan wajah memerah.

“Waaah … Fany apa kamu berdarah campuran? Kamu sangat cantik,” teriak seorang siswa laki-laki.

“sudah … sudah … baiklah Fany kamu sekarang silahkan duduk disebelah Alex,” ucap Pak Gun.

Fany melihat kearah bangku yang kosong dan melihat seorang anak laki-laki yang duduk tenang dekat jendela sedang membaca buku. Fany berjalan menghampiri Alex dan duduk disebelah Alex. Fany terus menundukkan kepala dengan gugup dan sedikit melirik Alex.

“Tampan sekali.” Fany langsung menutup mulutnya dan mengalihkan pandangannya.

Alex mendengar ucapan Fany dan akhirnya melirik kearah Fany, dari sudut pandang Alex Fany hanya seorang gadis kecil yang pemalu dan mudah gugup.

“Jangan menyukaiku,” ucap Alex lanjut membaca buku.

“A-aku tidak menyukaimu … aku hanya mengatakan kamu tampan,” ucap Fany menjelaskan dengan cepat.

Alex hanya diam dan tidak menanggapi Fany. Beberapa jam telah berlalu dan akhirnya jam istirahat datang. Alex ingin pergi menemui Leon dikelas sebelah tetapi gadis didepannya terus menatapnya seperti ingin menanyakan sesuatu.

“Ada apa?” tanya Alex.

“Guru menyuruhmu untuk mengantarkanku berkeliling sekolah,” ucap Fany.

Alex berpikir dan memang iya teman sebangku yang harus menemani siswa baru untuk memperkenalkan sekolah dan menemani selama beberapa hari. Alex melirik Fany dan menghela nafas.

“Baiklah ikut aku,” ajak Alex.

Fany sangat senang mendengarnya dan mulai mengikuti Alex.

“Mau kemana kamu Alex?” tanya Viktor.

“Menjalankan tugas,” jawab Alex.

Viktor melihat Fany yang terlihat bersemangat dan melihat Alex yang terus menjelaskan.

“ini akan sangat menyenangkan,” ucap Viktor mengikuti mereka.

“Ah … itu Leon … heii Leon,” teriak Viktor.

Leon melihat Viktor dan menghampiri mereka.

“Apa kalian tidak makan?” tanya Leon.

“Apa kamu lapar?” tanya Alex kepada Fany.

Fany hanya mengangguk melihat Alex.

“Siapa gadis ini?” tanya Leon.

“Perkenalkan aku Fany Garcia,” ucap Fany.

“Oh aku Leon,” jawab Leon singkat.

Mereka berempat pergi makan bersama dan menarik perhatian banyak orang karena jarang sekali mereka makan dengan wanita lain kecuali weni. Hari ini eni tidak masuk karena urusan keluarga, Rendi juga tidak masuk karena sakit. Mulai dari sana entah bagaimana Fany menjadi dekat dengan kelompok mereka kecuali Weni yang selalu memusuhi Fany.

“Hei Viktor kamu sedang memikirkan apa?” tanya Rendi menepuk bahu Viktor.

Viktor tersadarkan kembali. “Tidak ada … aku hanya mengingat masa lalu,” jawab Viktor sambil menyesap minuman.

“Leon dan Fany belum datang juga,” ucap Rendi duduk malas di sofa.

Diperjalanan Alex mengendarai mobil dengan fokus. Sambil melihat jalan, Alex memikirkan sejak kapan Fany menjadi cinta pertamanya? Alex sama sekali tidak memiliki perasaan terhadap Fany sejak awal. Cinta pertama itu hanya bagaimana orang lain memandang tanpa mengetahui apa yang terjadi.

“Alex tolonglah terima Fany,” tangis seorang wanita separuh baya.

“Dia memiliki jantung yang lemah,” lanjut wanita itu berlutut didepan Alex.

“Alex,” panggil Kakek.

Alex memejamkan mata dan menarik nafas dalam-dalam. “Baiklah aku akan menahannya untuk sementara,” jawab Alex.

“Terimakasih banyak nak … aku yakin ini tidak akan berakhir lama,” ucap wanita paruh baya itu terhadap Alex.

Bayangan ibu Fany yang berlutut masih ada dibenak Alex. Tidak ada yang tahu kalau ada hal seperti ini. Semenjak saat itu Alex mulai bersikap baik terhadap Fany sehingga membuat orang salah paham dan Fany juga salah memahami kebaikan Alex. Hingga suatu hari Alex mengetahui kalau Leon menyukai Fany.

“Apa kamu menyukai Fany?” tanya Alex.

Leon tertegun sejenak. “Kenapa kamu menanyakan itu?” tanya Leon.

“Apa takut tersaingi?” lanjutnya.

“Ha?” ucap Alex heran.

“Dengar Fany akan menjadi milikku suatu saat nanti,” ucap Leon dengan tegas.

Alex hanya diam mendengar Leon bicara dan ingin mengatakan sesuatu, tetapi Alex menahannya dan pergi meninggalkan Leon. Leon yang melihat Alex pergi begitu saja salah memahami dan mengira kalau Alex kesal padanya.

Alex berjalan dikoridor dan mendengar suara Fany bersama gadis lain.

“Hei Fany apa kamu pacaran dengan Alex?” tanya seorang gadis.

“Ha? Darimana kamu mendengar itu semua?” tanya Fany dengan wajah memerah.

“Haahaha sudah jangan malu.”

“Tidak … tidak,” jawab Fany.

“Bagaimana dengan Leon? Dia sepertinya menyukaimu juga,” tanya seorang gadis lain.

“Leon? Aku hanya menganggapnya sebagai temanku saja,” ucap Fany dengan polos.

“Aku tidak pernah memandang Leon dalam hal romantis,” lanjut Fany.

“Kalau begitu Alex bagaimana?” tanya seoarng gadis.

“Sudah hentikan,” jawab Fany.

“Hei … hei … lihat wajahnya memerah hahahhaa.” Mereka semua tertawa bersama.

Alex hanya diam mendengar ini semua dan ingin pergi. Tetapi saat Alex berbalik badan dia melihat Leon dibelakangnya diam menundukkan kepala.

“Hei,” panggil Alex ingin memegang bahu Leon.

Leon pergi berlari mengabaikan Alex. Semenjak saat itu hubungan mereka mulai renggang. Alex memutuskan untuk mengakhiri semuanya, Alexpun memanggil Fany kebelakang sekolah dan ingin menyelesaikan semuanya.

“Ada apa Alex?” tanya Fany dengan malu-malu.

Alex melihat Fany dan berusaha untuk tidak mengasihaninya. “Aku tidak memiliki perasaan apapun terhadapmu,” ucap Alex secara langsung tanpa basa-basi.

“Apa?” tanya Fany bingung.

“Aku benar-benar tidak memiliki perasaan apapun terhadapmu jadi berhentilah berkhayal,” ucap Alex.

“T-tapi sikapmu-“

“Itu semua karena ibumu memohon padaku,” jawab Alex.

Fany terkejut mendengar apa yang dibicarakan Alex dan menatap Alex dengan mata besar ingin menangis.

“Ibu tidak mungkin melakukan itu,” ucap Fany kesal.

“Hah … itu semua ibumu kalau kamu tidak percaya tanya saja pada ibumu.”

“Dia berlutut memohon padaku-“

PLAK suara renyah sebuah tamparan terdengar.

“Jangan pernah membicarakan soal ibuku lagi … ibuku tidak akan merendahkan dirinya sendiri,” ucap Fany marah dan pergi meninggalkan Alex.

Alex memegang pipinya yang ditampar tadi dan menatap kearah fany pergi.

“Mungkin ini lebih baik,” bisik Alex.

Pada saat Fany berlari, Fany bertabrakan dengan Leon.

“Apa kamu tidak apa-apa?” tanya Leon cemas.

“Tidak apa-apa,” jawab Fany.

Leon melihat air mata Fany. “Hei kenapa kamu menangis?” tanya Leon panik.

“Aku bilang aku tidak apa-apa,” teriak Fany menatap tajam Leon dengan tetesan air mata dipipi.

“Ceritakan semua padaku … jangan ditahan, bukankah kita teman?” Ucap Leon.

Fany diam sesaat menatap Leon, lalu mulai mengerutkan bibirnya dan menangis menundukkan kepalanya.

“Alex … Alex dia … hiks hiks.”

“kenapa Alex?” tanya Leon mengerutkan kening.

Alex tidak menyukaiku. Fany ingin mengatakan itu semua tetapi tidak bisa.

“Hiks … hiks … “ Fany terus menangis hingga akhirnya dia tidak tahan lagi dan pingsan di pelukan Leon.

“Fany … Fany … “ teriak Leon panik.

Leon mengantar Fany keruang kesehatan.

“Tidak apa-apa … dia hanya kaget saja tidak terlalu berdampak pada jantungnya yang lemah,” ucap dokter.

“Huf … baguslah kalau begitu.” Leon sangat panik karena dia tahu Fany memiliki jantung yang lemah.

Leon melihat keluar jendela dan menggenggam erat tangannya. Apa yang dilakukan Alex? Sehingga Fany menjadi seperti ini?

Akhir dari Bab 30

1
Ria Gazali Dapson
alex kek cewe, doyan belanja, 😄
Les Tari
semangat ya Thor, mungkin karna ini masih karya pertama author jadi masih banyak hal yang mungkin masih perlu dibenahibtentang jalan ceritanya. Tapi jangan berkecil hati tetap semangat 🥰
Aliya Liyah
jangan jangan rena adiknya albert
Kios Flio
ceritamu bagus thor...
Kios Flio
rumah yg pemuh dg drama lawak ronald 🤣🤣
Rina Yuli
karya u best thor 👍👍👍👍👍👍
Rina Yuli
Alhamdulillah setelah sekian purnama update juga tak sia sia ni novel gak aku hapus
bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 untuk u thor
ELLANI: terimakasih banyak sudah mau menunggu novel ini >_<)/❤️
total 1 replies
momi
semakin penasaran
Dewi Rosa
Lumayan
Ani Ani
tak habis2 jam kena amcam
Ani Ani
tulah Kau ambik lagi harta orang
Ani Ani
tak habis busuk hati
Ani Ani
mesti Kotak tu ada rasia
Ani Ani
APA seterus nya
Ani Ani
orang nya ada dimana2
Ani Ani
Kau tu tak ada perasan sombong kan diri
Ani Ani
Kau adalah penjahat yang sebenar
Ani Ani
ada yang sakit hati Ni nanti
Ani Ani
sayang Bini Sampai macam tu sekali
Ani Ani
berhati2 lah kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!