Selena Maheswari, adalah sosok gadis mandiri dan pekerja keras, dia tidak sengaja menyaksikan sendiri seseorang bertangan dingin yang dengan gampangnya mengeksekusi rekannya yang berkhianat, tanpa rasa bersalah ataupun menyesal.
Di dalam kejadian itu ternyata ada anak buah dari mafia tersebut yang mengintai Selena hingga pada akhirnya Selena terjerat ke dalam lingkaran sang Mafia.
Mampukah Selena keluar dari jerat sang Mafia atau malah sebaliknya?? Nantikan kisah selengkapnya hanya di Manga Toon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Selena Incaran Robin Karena Masalalu Ayahnya
Pertemuan Valen dan Selena bukanlah sesuatu yang direncanakan. Awalnya, gadis itu tidak sengaja bertemu Valen di lorong kecil tepat pria itu sedang mengeksekusi musuh. Dari sanalah Selena sedikit tahu tentang Valen seorang pria yang namanya berbisik di lorong-lorong gelap dunia bawah. Selena tanpa sengaja mengetahui jejak kelam Valen, sesuatu yang seharusnya tidak pernah ia lihat.
Namun, di balik keterkejutan Valen atas keberanian gadis itu, perlahan ia menemukan sebuah fakta mengejutkan. Selena ternyata anak dari pria yang dulu menjadi kaki tangan Robin, mafia kejam yang kini tengah memburu keluarganya sendiri. Sang ayah telah menghilangkan jejak dan mengganti identitasnya, meninggalkan Selena dalam keadaan tanpa perlindungan.
Sejak saat itu, Valen tahu bahwa ancaman di sekitar gadis itu nyata. Robin tak akan berhenti sebelum menemukan keluarga pengkhianatnya. Maka, tanpa banyak kata, Valen memutuskan satu hal. Selena harus berada dalam penjagaannya. Meski gadis itu awalnya menolak, Valen tetap menempatkan pengawasan ketat di sekelilingnya. Baginya, Selena bukan hanya sandera, tetapi beban tanggung jawab yang tak bisa ia lepaskan.
Dan kini, semua itu terlihat jelas di matanya.
☘️☘️☘️
Valen membeku tubuhnya kaku, ketika tangan gadis itu melingkar di pinggangnya dengan erat, hal yang jarang sekali dilakukan oleh gadis tersebut.
"Don, kenapa mereka mengincar ku Don, kenapa?" desak Selena dengan nada yang bergetar.
Don Valen terdiam, hatinya berdesir melihat gadis tawanannya itu menangis sesenggukan di dadanya, sejenak ia membiarkan air mata gadis itu membasahi kemeja putihnya, tangan kekarnya mulai membingkai wajah sembab Selena.
“Mereka tidak mengejar mu karena dirimu, Selena.” Suaranya rendah, tegas, namun menyimpan sesuatu yang lebih dalam. “Kau hanya warisan dari masa lalu seseorang.”
Selena mengerutkan kening, matanya basah, penuh tanya. “Maksudmu?”
Valen menahan napas, matanya menatap lurus seolah mencari keberanian untuk mengatakan sesuatu yang seharusnya tetap terkubur.
“Robin,” desisnya akhirnya. “Mafia itu tidak pernah lupa pada pengkhianatan. Ayahmu dulu… bukan hanya orang biasa. Dia adalah tangan kanan Robin, salah satu yang paling dipercaya. Tapi ketika Robin sedang di atas, ayahmu memilih menghilang, menyembunyikan identitas, meninggalkan segalanya.”
Selena terperanjat, tubuhnya menegang. “I-Itu bohong… Ayah bukan orang seperti itu! Dia hanya… hanya pedagang kecil yang bekerja keras.”
Valen mengusap pipinya yang basah, senyumnya tipis tapi getir. “Itulah wajah yang ditunjukkan ayahmu kepada keluarganya. Tapi dunia bawah tanah menyimpan catatan berbeda, Selena. Dan kini, Robin menemukan celah, bukan ayahmu, tapi kamu. Anak pertama yang dijadikan target, untuk memaksa orang itu keluar dari persembunyiannya."
“Tidak… tidak mungkin…” bisik Selena, suaranya pecah, jari-jarinya gemetar di dada Valen.
Valen menatapnya lekat, ada dingin dan panas yang bercampur. “Percaya atau tidak, darahmu membawa nama yang pernah disumpah setia pada Robin. Dan mereka akan terus mengejarmu sampai ayahmu muncul… atau kau jatuh ke tangan mereka," jelas Valen sambil menatap dalam wajah gadis itu.
☘️☘️☘️
Valen berdiri di depan jendela besar ruang kerjanya, menatap keluar dengan tatapan tajam. Malam ini langit nampak kelam seolah mewakili perasaannya yang berkecamuk antara berterus terang pada gadis itu atau memilihnya memendam sendiri rahasia besar itu, antara Dia, Ayah Selena dan Robin.
Selena, gadis itu, bukan lagi sekadar "tawanan". Ia adalah kunci, sebuah titik yang bisa membuka kembali lembaran kelam masa lalu. Masa lalu yang selama ini coba Valen kubur.
Pintu ruang kerjanya diketuk pelan, lalu Selena masuk. Wajahnya masih sembab, rambutnya berantakan seolah habis digenggam angin. Ia berdiri ragu di ambang pintu, seakan takut mengganggu.
Valen menoleh, suaranya berat namun tak bisa menyembunyikan nada protektif.
"Masuk. Duduk."
Selena menuruti, langkahnya kecil tapi jelas terdengar di lantai marmer. Ia duduk di sofa kulit hitam, berhadapan dengan Valen. Tangannya saling meremas di pangkuan, gugup, seakan menunggu vonis.
"Aku sudah mencari tahu," ucap Valen akhirnya. Suaranya pelan tapi tajam, membuat Selena menegakkan tubuhnya. "Kau bukan hanya gadis biasa, Selen. Kau adalah putri dari orang yang dulu menjadi tangan kanan Robin."
Selena membeku. Matanya melebar, tubuhnya menegang. "Itu… bohong. Ayahku… hanya seorang pria biasa, pekerja serabutan. Dia ..." kata-kata Selena berat dan menggantung.
Valen mendekat, menunduk agar wajahnya sejajar dengan Selena. Tangannya terulur, menahan dagu gadis itu agar tak bisa menunduk.
"Ayahmu menghilangkan jejaknya, menyamar jadi orang biasa. Tapi bagi dunia bawah, darahnya tetap sama. Itulah sebabnya kau jadi incaran Robin sekarang. Kau adalah warisan dari pengkhianatannya."
Selena membatu mencoba untuk meresapi apa yang barusan diucap oleh pria yang sudah ia anggap sebagai pria kejam itu, namun tanpa di sadari Valen merupakan pelindungnya dari kejaran Robin.
"Tapi ...aku masih belum percaya rasanya tidak mungkin," ucapannya kembali dengan air mata yang membasahi pipinya.
Valen memejamkan mata sejenak, lalu bersandar ke sandaran sofa, tangannya masih menahan jemari Selena yang bergetar. “Ayahmu, Surya Wijaya Maheswari… dulu bukan pria biasa. Dia pernah menjadi kaki tangan Robin, salah satu mafia paling licik yang bahkan rival-rivalku enggan berurusan dengannya. Surya dikenal pintar menyusun strategi, licin, dan punya jaringan luas. Tapi, saat Robin jatuh… ayahmu menghilang begitu saja, mengubur semua jejak masa lalunya. Dia memilih hidup sebagai orang biasa, membuka usaha kecil, seolah-olah tak pernah menyentuh dunia kotor itu.”
Suara Valen semakin rendah, ada nada kagum sekaligus waspada. “Orang-orang Robin percaya bahwa Surya membawa kabur sesuatu… entah uang, dokumen, atau rahasia besar yang mereka butuhkan. Dan kini, karena mereka tidak bisa menemukan Surya, mereka memburu darah dagingnya… yaitu kau.”
Selena terpaku. Semua bayangan masa kecilnya tentang ayahnya, seorang pria sederhana yang mengajarinya membaca, membawanya ke pasar, dan selalu tersenyum hangat, tiba-tiba retak.
“Tidak mungkin… Ayahku… bukan orang seperti itu. Dia hanya…” suara Selena patah, air matanya pun jatuh lagi.
Valen menyentuh dagunya, memaksa gadis itu menatap matanya. “Aku tidak peduli siapa ayahmu dulu, Selena. Yang aku tahu sekarang, kau adalah incarannya. Dan itu berarti kau harus tetap di bawah perlindunganku, apa pun risikonya," ucap Valen dengan tegas.
Selena hanya bisa menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Ada getir, ada bingung, tapi juga ada secercah keyakinan aneh bahwa pria di hadapannya adalah satu-satunya benteng yang bisa ia andalkan.
Valen berdiri, menatap langit malam dari balik jendela besar. Pundaknya tegang, rahangnya mengeras. “Aku akan pastikan Robin tidak menyentuhmu,” gumamnya rendah, hampir seperti sumpah.
Namun, di balik kata-katanya yang dingin, pikirannya justru berputar kacau. Sebab Valen tahu, rahasia yang Surya bawa dulu bukan sekadar tentang uang atau dokumen. Itu sesuatu yang bisa mengguncang seluruh fondasi dunia bawah. Dan Selena… adalah kunci yang Robin butuhkan untuk membukanya.
Valen mengepalkan tangannya erat.
Jika rahasia itu terbongkar, bukan hanya Selena yang akan hancur… tapi juga aku.
Bersambung ...
Maaf ya kak agak siangan soalnya hari ini sibuk sekali
my queen
queen mafia pantang mundur,dan satu tidak ada kata maaf