Perkenalkan, nama ku Aero Wijaksono. Aku adalah putra tunggal di keluarga Wijaksono sehingga beban keluarga semua berada di kedua pundak ku. Termasuk beban untuk meneruskan keturunan keluarga Wijaksono.
Untuk memenuhi keinginan keluarga ku,akhirnya aku setuju untuk menikahi seorang gadis pilihan kakek ku.Wanita muda yang cantik dan ayu itu bernama Reandra Anastasia. Dia berasal dari panti asuhan yang selalu di danai oleh kakek ku.
Walaupun aku tidak mencintai nya tapi aku selalu nafkahi nya lahir dan batin.
Aku tahu Rea sangat mencintai ku. Itu sangat terlihat dari bagaimana dia melayani ku baik urusan ranjang mau pun urusan perut. Sehingga tidak ada celah bagi ku untuk mengeluh pada nya. Tapi Ibu ku selalu mencari cara agar aku dan Rea bisa bercerai.
Suatu hari harapan ibu 80 % dapat di katakan terkabul. Karena pada hari itu Rea meninggalkan ku tanpa jejak setelah melihat diri ku yang bercin ta dengan sahabat karib nya di kamar tidur kami.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#30 -31
“Aku tidak menyangka tuan Zee akan memberikan kita misi seperti ini lagi, Jay.” Seru Max sambil membereskan kompor, wajan dan beberapa alat masak lain nya di balkon yang berada tepat di sebelah apartemen nya Rea.
“Aku juga berpikiran sama dengan mu Max. Dulu kita di suruh dayung speedboat pakai tangan, tidur di lautan, membangun tempat tidur di atas kolam berenang. HufF! Untung nya tuan Zee segera berdamai dengan nyonya Raya, kalau tidak bisa-bisa kita di suruh bangunt candi plus dengan patung Roro Jonggrang nya dalam semalam.” Kekeh Jay.
“Kau benar! Hahaha..” Max pun ikut tertawa. Kalau diingat-ingat, tugas-tugas yang dahulu di limpahkan pada mereka tidak lah ada apa-apa nya bila di bandingkan harus memasak tiga jenis makanan lezat dan menyeludupkan nya ke apartemen sebelah. Satu-satu nya tantangan dalam misi Jay dan Max kali ini hanya lah menyebrangi titip darurat yang mereka buat dadakan untuk menghubungan aparteman Rea dan Apartemen yang baru saja Zee beli.
Bukan lah tantangan yang menguji nyali jika kita mengabaikan letak dua apartemen ini ada di lantai sebelas.
“Kau sudah menelpon tuan Zee?”
“Oo.. iya! Sebentar!” Jay pun mengambil handphone nya. Dia harus melaporkan hasil misi mereka hari ini berhasil atau tidak pada bos mereka.
“Hmmm Ya Jay.” Ucap Zee begitu telpon itu tersambung.
“lapor tuan Zee! Misi hari ini sukses. Apa ada lagi yang harus kami lakukan?” tanya Jay kepada bos nya, memastikan kalau-kalau masih ada perintah yang ingin Zee berikan pada mereka.
“Seperti nya tidak ada. Kalian bisa menjemput Arka di sekolah sekarang. Bawa Saka dan Azzura pulang sekalian. Kebetulan Dennis sedang ada operasi mendadak di rumah sakit. Sedang kan Nathalie, dia tidak bisa menjemput Saka dan Azzura karena baru saja operasi pergantian alat di jantung nya. Dan ingat! Antar bocah-bocah itu pulang ke mansion! Jangan sampai kalian berdua di bodoh-bodohi oleh mereka. Kau pasti tahu seperti apa Arka, Saka dan Azzura kan Jay?” seru Zee.
Jay tertawa tertahan. “Siapa lagi orang yang lebih tahu kejahilan tuan muda Arka, Saka dan nona Azzura selain diri ku. Mereka sukses membuat ku garuk-garuk selama satu minggu penuh.” Ujar Jay dalam hati. Dia benar-benar harus berhati-hati dengan para Hardata cilik ini. Kunci nya adalah jangan tertipu wajah sok lugu mereka. Percaya lah itu semua tipu muslihat belaka.
*
*
*
*
Kini Scene pun kembali ke dalam ruangan apartemen Rea, dimana Aeor dan Vicky sedang menunggu Rea dan si Kembar untuk bersiap-siap ikut dengan nya ke mansion nya.
“Mommy tinggal dulu ya! Kalian lanjutkan beres-beres nya.”Ucap Rea pada Jace dan Jazzy yang tanpa banyak tanya, mengapa mereka harus tinggal di rumah Aero satu minggu, tetap membereskan pakaian mereka.
“Mommy mau kemana?”tanya Jace.
“Mommy mau ke bertemu dengan paman Aero sebentar di luar.”Jawab Rea, lalu pergi meninggalkan kamar Jace.
Sesampai nya di ruang tengah, Rea meminta Vicky untuk meninggalkan ruangan itu sebab Rea ingin bicara empat mata dengan Aero.
“Vicky, bisa kau tinggalkan kami sebentar? Ada hal penting yang harus kau bicarakan dengan bos mu.” ujar Rea pada Vicky.
“Baik nyonya.” Jawab Vicky dan melimpir pergi.
Setelah yakin Vicky tidak berada di dekat mereka lagi, Rea pun tidak berbasa basi lagi pada Aero..
“Apa kau sudah menandatangi surat cerai nya AerO???”
🤯🤯🤯
Kapok Aero?!!! ditanyaain Rea tuuh! Kak Upe aja sempat lupa kalau Aero janji akan tanda tangan surat itu hari ini juga jika Rea bersedia tinggal dengan nya... kapok!!!😱😱🥲