Sequel Story Of [ISTRIKU HARAM DISENTUH]
Aida adalah seorang wanita malam, suatu hari dia mendapati dirinya ditebus dan dinikahi oleh seorang pria asing bernama Darion.
Aida pikir, hidupnya akan lebih baik tapi rupanya dia malah diceraikan oleh Darion yang harus menikah dengan wanita pilihan orang tuanya.
Dua tahun berlalu, Aida mendapati Darion sedang mencari seorang Ibu Susu untuk anaknya, dikarenakan istri Darion sudah meninggal.
Aida yang merasa kasian, akhirnya melamar sebagai Ibu Susu, akankah kisah dua tahun lalu kembali terulang diantara Darion dan Aida?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30. Penyesalan Itu Masih Sama
•
•
•
"Aida?"
Aida tiba-tiba terhenyak, dia kira dia melamun, rupanya ini kenyataan, Aida terdiam sejenak, dia menatap Reza.
Reza kecil yang sudah sangat pintar, sedang Darion masih berdiri dihadapannya, pesawat Aida akan berangkat sebentar lagi, tapi rupanya Aida memilih melewatkan pesawat ini dan liburannya walaupun dia sudah memesan hotel di kota tujuannya.
"Mama, aku lapar," ujar Reza pada Aida.
Aida menatap Reza. "Mama?"
"Tante, bukan Mama kamu," lanjut Aida yang membuat Reza cemberut.
Sangat imut dan manis sampai Aida tidak tega padanya, Reza memeluk kaki Aida dan menyandarkan kepalanya di paha Aida yang sedang duduk. "Kata Papa Ion, Mama tuh Mama aku, Mama aku kan dua."
"Dua?"
"Mama Agnes dan Mama Aida," jawab Reza dengan perasaan innocent yang sangat tulus dan menggemaskan. "Mama, aku lapar."
Aida berdiri dan meraih tangan Reza, oke ini masih sulit dijelaskan Dengan kata-kata, Darion datang bersama Reza dan Reza memanggilnya Mama.
•
Kini Aida, Darion dan Reza duduk di sebuah bangku taman, Reza sedang berada di pangkuan Aida memakan sebuah toppoki yang dia beli.
"Kak Ion, sudah selesai tugasnya?" tanya Aida pada Darion.
Darion menatap Aida dalam kemudian menghela napas panjang. "Sudah, dan aku bertemu kekasihku disana."
Aida tersenyum walaupun hatinya sedikit sakit. "wah, siapa kak?"
"Namanya Gea, dia adalah seorang mahasiswi hukum dan sekarang sudah menjadi seorang pengacara, kami berpacaran selama dua tahun pertama, tapi semuanya harus berakhir, dia sudah menikah dengan seorang kepala desa, di desa dimana aku bertugas," jawab Darion. "Dia baik, dan sama seperti kamu, aku rasa bisa menemukan copyan kamu disana, nyatanya tidak."
"Sudah menikah, dengan kepala desa?"
"Kamu kenal Om Adam dan Tante Dikta?" tanya Darion pada Aida.
"Kenal." Kalau boleh bipolar siapa yang tidak mengenali Adam apalagi Dikta dia adalah seorang motivator pernikahan terkenal.
"Kepala Desa itu Fauzan atau Ozan, anaknya Om Adam dan Dikta, Gea menikah dengan dia, awalnya aku tidak ingin kembali kesini, tapi Gea berkata bahwa seberat apapun kita ingin melupakan seseorang tapi ketika kita masih menangis saat mengingatnya berarti dia masih segalanya."
Aida terdiam. "Dan?"
"Dan kamu tahu siapa yang masih membuat aku menangis saat mengingatnya."
Aida diam, Darion menatap Aida sekilas, rasanya dia salah bicara, Darion kemudian mengambil gitar di punggungnya.
"Kakak bisa main gitar sekarang, kamu mau dengar?"
Aida mengangguk perlahan, rasanya lagu bisa mencairkan suasana canggung mereka.
"Maafkan aku ... Setulus hatimu."
Aida terdiam, ini lagu dari sebuah Band yang sangat di sukai Aida dan liriknya sangat relate dengan kehidupan pernikahan dengan Aida dulu.
"Kepergian diriku, itu bukan keinginanku ... Terima saja ... Pilihan yang lain ... Dari orang tuamu ..."
Air mata Aida jatuh, Darion menghentikan lagunya sesaat dan menatap Aida. "Kamu gapapa?"
"Lanjut aja kak, aku kelilipan."
Darion tahu, Aida berbohong.
Darion kembali memetik gitarnya dan melanjutkan bernyanyi.
"Jangan menangis .... Atas keadaan ini ... Jika kamu menangis aku juga ikut menangis ... Terima saja ... Semua ini kulakukan untukmu."
Darion mengakhiri lagunya, dengan Aida yang menatap lurus kedepsn sedang Darion masih menatapnya lurus.
"Aida, penyesalan itu masih sama, dan kakak datang kesini dengan satu tujuan."
"Apa?" tanya Aida yang membuat Darion mengeluarkan sebuah kotak berisi cincin dari sakunya.
"Maukah kamu menjadi istri, seorang Darion kembali?"
•
•
•
TBC
Assalamualaikum.
tapi karakter Aida di sini mirip Dirga di novel sebelah, bikin gemes soalnya gak cepet mau nerima cinta Darion lg..
tapi namanya orang trauma, ya wajar sih, hehe..
semua emang gara2 keegoisan Babah Arga, tau sendiri gimana sifat temprentalnya..
untung udah berkurang karena bertambahnya usia, tapi keras kepalanya masih tetep ada..
ya gak nyalahin jg seh, soalnya kan Aida emang mantan wanita malam..
setiap orang tua ingin yg terbaik buat anak2nya..
tapi masalahnya terkadang terbaik menurut kita belum tentu terbaik menurut Allah..
bener kata dek othor, kita ini hanya pemeran yg tugasnya menjalankan skenario dari Allah saja..
hanya saja kita bisa milih, mau jalan sesuai syariat atau nggak..
oke deh lanjut novel berikutnya..
makasih banyak atas ceritanya dek, semoga sehat selalu ya..
tetap semangat untuk berkarya dan semoga sukses selalu dan lancar2 kuliahnya..
barokallahu fiik🙏
mewek aku bacanya
dan ternyata aku udah baca kisah anak2 mrk, Reza dan Syahnaz 👍👍👍👍😍😍😍😍