Aurora seorang Agen Rahasia yang di kirim ke kota A, untuk menjalankan sebuah misi. Aurora termasuk gadis genius di usianya yang masih muda, Aurora telah berhasil memecahkan beberapa kasus besar.
Penyamarannya di sebuah night club XX, Ara menyamar menjadi seorang waitress bersama rekannya, namun tanpa sengaja malam mempertemukan dirinya dengan seorang pria yang membuatnya terjebak dalam sebuah perjanjian.
Misi dan perjanjian yang sedang di jalankan Ara membuatnya harus menghadapi masalah besar dan juga rahasia besar yang terungkap tentang siapa dirinya sebenarnya.
Ikuti jalan ceritanya, di Hasrat Wanita Bayaran dan jangan lupa di favoritkan.💙
Ikuti kelanjutannya di Hasrat Wanita Bayaran
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dina Auliya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HWB 31
Ayumi yang sedang nyenyak tidur di kejutkan pelayan yang membangunnya.
"Nona, bangun sudah Tuan Agam sudah menunggu Nona." ucap pelayan sambil menarik selimut Ayumi.
'Malas sekali aku bertemu dengannya, jika bukan kerena suamiku, sudah aku bunuh dari awal.' gerutu Ayumi sambil memanyunkan bibirnya.
Dengan malasnya Ayumi turun dari ranjang untuk membersihkan diri sebelum bertemu dengan orang-orang yang dia benci.
Segera saja Ayumi menghampiri Agam yang menunggu dirinya di halaman belakang di antar pelayan yang menunjukkan jalan.
"Akhirnya kamu muncul juga." Agam melirik Ayumi yang berada dibelakangnya.
"A-ada apa kak Agam mencari ku?" tanya Ayumi terbata..
Agam membalikkan tubuhnya lalu mendekati Ayumi lalu mengendusnya lalu menyeringai.
"Apa yang kak Agam lakukan?
"Tidak, aku hanya ingin memastikan kau benar-benar ayumi. Karena aku merasa ada sesuatu yang mencurigakan darimu."
"Kak Agam mencurigaiku?" tanya Ayumi.
"Apa kamu lihat labirin di depan? Masuklah dan jika kamu bisa menemukan jalan keluarnya. Aku akan langsung mempercayaimu. Tapi jika kamu tidak bisa keluar, kamu akan mati di dalam labirin."
'Astaga, apa yang harus aku lakukan. Tidak mudah untuk bisa lolos dari sebuah labirin, apa lagi jika terdapat banyak jebakan. Aku gak rela kalau sampai mati di tangan musuh. Aku tak akan mati duluan sebelum membunuh Agam. Walaupun dia adalah kakakku tapi dia sudah membunuh papa dan aku sebagai anaknya harus membalaskan dendam papa.' Gumam Ayumi sambil mengepalkan tangannya.
Dengan menarik nafas dalam-dalam. Ayumi pun menerima tantangan Agam dan dia pun segera masuk ke dalam labirin tersebut seorang diri dan hanya membawa pistol suar yang bisa di gunakan saat dia butuh bantuan.
"Aktifkan semua jebakan, jika dia benar-benar ayumi, dia pasti bisa keluar, karena labirin ini di rancang langsung oleh Ayumi.
Agam memperhatikan Ayumi dari balik layar cctv yang terpasang di berbagai jalur labirin.
Seseorang pun segera memberi laporan pada Marcel jika adiknya Agam tengah mengerjai adik bungsunya.
Marcel yang tengah melakukan pertemuan dengan rekan bisnisnya, segera kembali untuk menyelamatkan adiknya yang pasti sedang ketakutan.
"Apa yang kamu lakukan Agam?" tanya Marcel yang menemui Agam di ruang monitor.
"Apa yang aku lakukan? Aku hanya menyaksikan tikus kecil yang tengah terjebak di labirin." Jawab Agam dengan santainya.
"Kamu memang kakak tidak punya hati. Apa kamu tak pikirkan, keadaan mental adikmu. bagaimana jika terjadi sesuatu padanya karena ulah mu."
"Kalian cepat temukan Ayumi dan bawa dia keluar, jika gagal aku akan buat perhitungan dengan kalian. Cepat pergi sekarang." Bentak Marcel.
Didalam labirin, Ayumi Mulai menandai jalan yang ia lalui mengunakan batu yang ia bawa saat masuk dalam labirin.
Namun bukanlah hal yang mudah untuk keluar dari labirin. berulang kali Ayumi kembali ke tempat yang sudah di lewati.
walaupun ia sudah berhasil menonaktifkan jebakan, tapi bukan berarti ia akan bisa segera keluar.
"Haaahhh, sepertinya dia menjebakku. Bagaimana aku bisa keluar dari sini, sedangkan aku tidak pernah mempelajarinya." Saat sedang bergumam. Tiba-tiba hujan pun turun. Ayumi tidak bisa berteduh tak ada tempat yang bisa untuk berlindung. Ayumi pun kembali berjalan menyusuri labirin dan kembali menandainya.
Hampir satu jam hujan tak kunjung reda, tubuh Ayumi sudah mulai gemetaran karena kedinginan, bahkan ia pun sampai bersih-bersih.
Agam yang sedari tadi menahan Marcel untuk tidak menolong Ayumi, akhirnya Agam sendiri yang yang berjalan keluar untuk masuk kedalam labirin.
"Kamu pantau di sini dan beri arah agar aku bisa menemukan Ayumi segera."Perintah Agam pada Marcel.
"Cepat tarik dia keluar. Kalau sampai dia kenapa-kenapa Kamu yang akan aku hajar."
Agam pun segera masuk kedalam labirin di tengah hujan yang masih menerpa. Melalui arahan Marcel, Agam pun segera menemukan Ayumi.
Ayumi duduk salah satu sudut labirin, menahan rasa dingin di tubuhnya dengan mendekap kedua kakinya. Bibirnya pun sangat pucat dan benar-benar menggigil.
To be continued ☺️ ☺️☺️☺️
atau dia akan gagal.
jawab donk thorrr