Gea Alexander Crush seorang wanita cantik puteri dari seorang mantan ketua Mafia yang paling disegani pada zamannya. Gea harus menyembunyikan identitasnya dikarenakan banyak orang yang mengincar dirinya dan kedua adik kembarnya.
Keputusan Daddynya dulu untuk pensiun dari dunia hitam memunculkan kebencian dan dendam dikalangan teman-teman Mafianya. Puluhan tahun ke belakang, Daddynya Gea diculik dan menghilang tanpa jejak bahkan Mommynya defresi dan memilih bunuh diri karena terlalu terpukul atas kehilangan suaminya.
Tapi di tengah-tengah penyamarannya, Gea bertemu dengan CEO muda yang sedang mencari seorang Bodyguard untuk memuluskan aksinya yang ternyata sedang melakukan penyamaran juga.
Akankah Gea berhasil melindungi Victor ataukah justru nyawa Gea ikut terancam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari Gea
🔫
🔫
🔫
🔫
🔫
Semuanya masih terdiam dengan deraian airmata dan masih dengan pikiran masing-masing.
"Aku harus mencari Gea," seru Victor.
Victor bangkit dari duduknya dan hendak menceburkan diri ke dalam air laut itu tapi Fox dengan sigap menahannya.
"Jangan Tuan, laut itu sangat dalam."
"Lepaskan aku Fox, aku harus mencari Gea aku yakin Gea masih di sekitaran sini!" teriak Victor.
"Tidak Tuan, lihatlah ombaknya begitu sangat kencang bisa-bisa Tuan mati!" bentak Fox.
Bugh..bugh..bugh..
Victor memukuli Fox sampai Fox tersungkur dan Bram pun dengan cepat menahan Victor.
"Brengsek kamu Fox, terus aku harus diam saja sementara Gea saat ini tidak tahu ada dimana? dimana otakmu!" bentak Victor dengan deraian airmata.
"Tenang Victor, Fox benar kamu bisa mati kalau kamu loncat ke bawah bukanya bisa menemukan Non Gea justru kamu akan mati tanpa bisa menemukan Non Gea. Yakinlah, Non Gea adalah wanita yang kuat aku yakin Non Gea akan selamat dan Non Gea adalah anak yang baik, aku yakin Non Gea akan ada yang menolongnya," seru Bram.
"Tapi aku ga bisa diam saja Pak Bram, sementara saat ini aku tidak tahu bagaimana nasibnya," seru Victor lemah.
Sementara itu, Gerrald tidak henti-hentinya menangis. Gio dan Glenn pun menghampiri Daddynya yang sudah puluhan tahun terpisah.
"Daddy."
Gerrald mendongakkan kepalanya, Gerrald merentangkan kedua tangannya. Gio dan Glenn pun langsung memeluk Daddynya, ketiga pria tangguh itu menangis bersamaan.
"Maafkan Daddy, tidak bisa menjaga kalian semua, Daddy memang tidak berguna," seru Gerrald.
"Tidak Daddy, Daddy adalah Daddy terhebat kami," sahut Glenn.
"Kakak kalian, Daddy tidak bisa menyelematkan Kakak kalian."
"Kak Gea wanita yang tangguh, kami yakin Kak Gea akan selamat," seru Gio.
Semuanya tampak terdiam sembari menatap luasnya lautan itu.
"Gea, aku yakin kamu akan selamat dan aku akan segera menemukanmu," batin Victor.
"Bersabarlah Nak, Daddy yakin kamu akan selamat dan Daddy akan segera menemukanmu," batin Gerrald.
***
Satu bulan pun berlalu...
Gerrald dan yang lainnya tampak sudah sangat frustasi karena sudah satu bulan ini, mereka belum menemukan keberadaan Gea bahkan Victor setiap hari datang ke laut itu berharap ada keajaiban dan membawa Gea kembali.
Victor berdiri di pinggir pantai itu dan menatap jauh ke depan.
"Gea, aku mohon kembalilah jangan membuat aku menjadi gila seperti ini karena memikirkanmu," batin Victor.
Fox pun datang dan memakaikan jas kepada Victor.
"Angin sore tidak baik untuk kesehatan," seru Fox.
"Aku sudah tidak peduli lagi dengan kesehatanku Fox, separuh jiwaku sudah pergi dan aku sudah tidak punya semangat hidup lagi."
"Tuan jangan berkata seperti itu, percayalah kalau Gea masih hidup dia pasti selamat cuma butuh waktu untuk menemukannya," seru Fox.
"Tapi kapan Fox? ini sudah sebulan lamanya aku selalu kesini, bahkan aku sudah mencari ke pulau-pulau kecil yang tidak jauh dari sini tapi tidak ada satu pun yang melihat Gea."
"Sabar Tuan, semuanya butuh proses aku yakin Gea selamat dan masih hidup."
Victor kembali menerawang jauh ke depan, sungguh kali ini Victor merasa sudah patah semangat, tidak ada lagi semangat dalam hidupnya.
"Kita harus kembali pulang, sebentar lagi malam," seru Fox.
Victor pun menurut dan mereka pun akhirnya pergi meninggalkan pantai itu. Sebulan yang lalu Victor membubarkan kelompoknya, bahkan Victor pun menyuruh Fox untuk pergi dan mencari pendamping hidupnya tapi Fox menolaknya.
Fox akan terus berada di samping Victor sampai Victor menemukan kebahagiaannya, baru setelah itu Fox akan tenang meninggalkan Victor.
Begitu pun dengan Gerrald yang sudah membubarkan God Of Death dan sudah menghapus nama itu dari dunia hitam. Bahkan Gerrald sudah menjual semua asetnya dan lahan yang ada di Jepang, saat ini Gerrald dan kedua anak kembarnya tinggal di sebuah rumah yang cukup besar dan mewah.
Gerrald terduduk di balkon kamarnya. "Sayang, kenapa kamu meninggalkanku? bahkan sekarang anak kita pun tidak tahu dimana keberadaannya, aku tidak tahu apa Gea masih hidup atau justru sudah meninggal. Tapi aku berharap Gea masih hidup dan aku akan segera menemukannya," gumam Gerrald.
***
Keesokan harinya...
Gio dan Glenn pun berangkat ke kampus, saat ini tidak ada lagi Gio dan Glenn yang ramah dan murah senyum, kedua pria tampan itu seperti kehilangan senyumannya.
"Gio, Glenn, tunggu!" teriak Tata.
Tata dan Priska pun menghampiri keduanya...
"Bagaimana, apa sudah ada kabar mengenai keberadaan Gea?" tanya Tata.
Gio dan Glenn menggelengkan kepalanya lemah membuat Tata dilanda kesedihan yang sangat luar biasa.
"Ya ampun, aku berharap Gea masih hidup."
"Kita sama-sama berdo'a saja," sahut Priska.
Gio dan Glenn pun langsung pergi tanpa menghiraukan Tata dan Priska lagi, tapi Priska mengejar keduanya.
"Gio tunggu!"
Priska menahan lengan Gio membuat Gio merasa sangat kesal karena saat ini Gio memang tidak mau diganggu.
"Apaan sih?"
Gio menghempaskan tangan Priska dan hendak meninggalkan Priska tapi lagi-lagi Priska menahannya, membuat Gio semakin kesal dan menyudutkan Priska ke dinding kampus.
"Aku sedang tidak ingin diganggu, jadi stop menggangguku!" bentak Gio dengan tatapan tajamnya.
Sekilas Priska terbayang kejadian malam itu, dan Priska pun menatap lekat-lekat mata Gio. Gio pun dengan sangat kesal segera meninggalkan Priska.
"Tatapan itu, ya aku ingat dengan tatapan itu apa mungkin orang yang sudah membunuh kedua orangtuaku adalah Gio," gumam Priska.
Priska sangat syok, dia sangat hapal dengan tatapan orang pada malam itu dan tatapan Gio barusan sama persis dengan tatapan orang yang sudah membunuh kedua orangtuanya.
Sementara itu di lain sisi, Victor terlihat sedang membereskan barang-barangnya dibantu oleh Fox.
"Tuan, apa keputusan Tuan sudah bulat? apa Tuan yakin akan pindah ke kota kecil itu?" seru Fox.
"Iya Fox, aku sudah lelah dengan hingar-bingar kota ini lagipula kalau aku terus berada disini, aku selalu ingat kepada Gea. Aku tidak akan memaksamu untuk ikut denganku, carilah kebahagiaanmu sendiri Fox."
"Tidak Tuan, aku akan tetap ikut dengan Tuan kemana pun Tuan pergi."
"Aku akan pergi ke kota kecil Fox, dan hidup sederhana disana. Aku sudah bosan hidup bergelimangan harta tapi tidak membuat hatiku bahagia, aku ingin menenangkan diri disana."
"Tidak apa-apa, aku akan selalu menemanimu."
Victor tersenyum dan menepuk pundak Fox, Victor merasa bangga punya Fox yang selalu setia dengannya.
Victor pun berpamitan kepada Gerrald dan Bram, tapi Victor janji dia tidak akan pernah berhenti untuk mencari Gea. Setelah berpamitan, Victor pun segera masuk ke dalam mobilnya dan Fox pun segera melajukan mobilnya ke kota kecil dan terpencil itu.
"Gea, aku mohon kembalilah aku yakin kalau kamu masih hidup," batin Victor.
Deg....
Disebuah rumah sederhana yang berada di pesisir pantai, seorang wanita cantik yang wajahnya masih terlihat penuh dengan luka lebam terbaring sembari memejamkan matanya. Sudah sebulan lamanya, wanita cantik itu terbaring tak sadarkan diri.
🔫
🔫
🔫
🔫
🔫
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU