NovelToon NovelToon
Dinikahi Milyader

Dinikahi Milyader

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:21.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sept

Azzam Bernabas Dirgantara, seorang Milyader berhati dingin. Bagi Dirga, hatinya sudah lama mati. CEO dari Dirgantara Group tersebut sudah mengubur dalam cintanya bersama sang tunangan yang pergi untuk selama-lamanya.
Lalu tiba-tiba muncul wanita seperti alien yang mulai mengusik kedamaian Dirga. Apa Dirga akan bertahan menjadi perjaka tua sampai akhir hayat karena cintanya yang sudah mati? Atau jangan-jangan pria seperti kanebo kering itu malah berpindah haluan, ketika hidupnya diusik sosok gadis yang sama sekali tidak akan membuatnya jatuh cinta lagi.
Dirga berani bersumpah, ia akan membujang selama-lamanya. Percaya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wedding Day

Dinikahi Milyader Bagian 31

Oleh Sept

Rate 18 +

Setelah pembicaraan serius di kediaman rumah Rayyan, Jean dan sekeluarga mengantar Levia pulang. Hari itu juga ia diantar pulang oleh Jean dan kedua anaknya.

Kediaman Levia.

Rumah terlihat sepi dari luar, tapi ada sebuah mobil terparkir di depannya. Levia merasa aneh, siapa tamu yang datang? Begitu mobil yang dikendarai Dirga berhenti, ia bergegas melepas seatbelt dan turun paling pertama.

Begitu Levia menginjakkan kakinya di teras, suara teriakan terdengar kencang, dan ia tahu suara siapa itu. Levia bergegas masuk dan terpaku saat di ambang pintu.

Dilihatnya Reva bersimpuh di kaki Reza. Dia menangis dengan tatapan mengiba. Entah apa yang sudah terjadi. Yang jelas Reza terlihat sangat marah.

Sedangkan mama Dona, saat melihatnya masuk, Levia mendapat tatapan kebencian dari mama tirinya itu.

"Apa dia yang menceritakan hal yang bukan-bukan tentang Reva?" tuduh mama Dona sambil menunjuk wajah Levia dengan telunjuknya.

Reza semakin marah, sikap mamanya tidak pernah berubah. Apalagi belum genap seminggu papa meninggal. Tapi, mama Dona pulang tidak ingin ke makam atau bagaimana, wanita itu malah meminta uang karena Reza tak kunjung mentransef banyak uang pada mereka.

"Kenapa Levi ... Levi ... Dan Levi yang Mama salahkan? Yang salah anak Mama sendiri! Dia sudah main api. Jadi jangan salahkan, jika istrinya ke sini lagi dan membawa Reva ke kantor polisi!" teriak Reza yang tidak lagi mampu menahan kesal. Selama ini ia tidak mau ribut, karena ada papa yang selalu diam di kamar. Takut pria itu mendengar dan menambah beban pikiran.

"Reza ... buka mata kamu! Reva adik kandungmu! Mengapa kamu tega sekali sama adik sendiri?"

"Levia juga adik Reza! Kenapa Mama juga tega sekali selama ini menyiksanya?"

"Ada apa denganmu, Za? Kamu sekarang berani terang-terangan melawan Mama. Apa karena papanya Levia sudah tidak ada? Jadi kamu mau mengambil simpati darinya?" Mama Dona menatap benci pada Levia yang masih terpaku.

Sedangkan Reza, ia terlihat sudah tidak peduli lagi. Entah perasaannya ketahuan atau tidak, yang jelas saat itu ia benar-benar sudah emosi tinggi.

Sedangkan di luar, Jean, Diska dan Dirga, semua masih di teras. Mereka diam sejenak di sana. Duduk di luar karena sedang ada keributan keluarga. Nanti, kalau suasana kurang kondusif, baru Dirga ikut masuk. Karena dilihatnya, Levia juga masih terpaku di ambang pintu.

"Kenapa? Kenapa kamu membela Levia? Padahal adik kamu itu cuma Reva! Saat dia dalam masalah, kenapa kamu tidak mau menolongnya?" mama Dona terus saja mencecar putranya dengan kata-kata.

"Biar ... Biar dia bayar apa yang sudah dibuatnya!" ujar Reza.

"Tolongin Reva, Mas!" Reva seketika semakin erat memeluk kaki abangnya. Ia tidak mau dipenjaraa dalam keadaan hamil juga.

"Reza! Cepat pinjami uang pada kami. Kalau kamu nggak mau kasih. Cukup pinjamkan! Nanti kami akan kembalikan!" Karena anaknya tidak mau membantu, maka mama Dona hanya butuh uang. Uang yang ditabung Reza selama ini untuk beli rumah. Mau mama pakai untuk bekal dalam pelarian selama dikejar keluarga sutradara yang sudah diusik oleh Reva.

"Tidak akan! Sepeserpun tidak akan!" bentak Reza.

"Apa gadis itu yang sudah meracunimu?" Mama Dona lagi-lagi menatap tajam ke arah Levia.

"Apa yang itu akan kalian pakai untuk menikah?" tuduh mama Dona emosi.

Jelas di luar rumah, tepatnya di teras Jean dan Dirga mengerutkan dahi. Mereka sejak tadi menguping. Dan sangat terkejut mendengar tuduhan dari orang tua Levia.

"Ga! Dirga! Kamu mau ke mana?" teriak Jean panik melihat putranya pergi menuju mobil.

Sementara itu, Dirga sendiri langsung masuk ke dalam mobil dan mengambil sesuatu dari dalam sana.

Begitu mendapat apa yang ia cari, ia bergegas masuk ke dalam rumah.

Tap tap tap

Levia yang masih di depan pintu, kaget ketika tangannya digengam oleh seseorang. Dia mendongak dan melihat itu adalah Dirga. Levia diam dan ikut begitu saja ketika Dirga membawanya menuju ke depan mama Dona. Ia berjalan dengan tatapan kosong. Karena ucapan mama Dona yang menuduh ia akan menikah dengan kakaknya sendiri. Ini sangat konyol, hingga Levia sedikit shock.

"Jangan bicara yang bukan-bukan tentang Levia. Kalian butuh uang, kan? Ini! Tapi ... Setelah kami menikah, mungkin kalian akan sulit bertemu dengannya!"

Dirga mengulurkan selembar cek dengan angka fantastic. Kemudian berbalik sambil tetap mengengam tangan Levia.

[Menikah? Pria ini akan menikah dengan anak itu? Apa dia sedang bercanda? Kapan Levia mengenal pria yang terlihat kaya ini? Ya ampun ... apa ini tidak kebanyakan nol. ASTAGA? Apa dia rabunn? Mengapa banyak sekali?]

Mama Dona sampai melupakan pria yang muncul tiba-tiba tersebut. Kini ia malah fokus pada lembar cek yang ada di tangannya.

Sedangkan Reza. Sempat bertatapan sekilas dengan Levia. Ada gurat kecewa yang tidak terbatas. Tubuh Reza yang semula kaku dan berdiri tegap, kini terduduk di sofa sambil menyandar punggungnya.

Sedangkan Reva, ia sudah bangkit dan menghampiri sang mama.

"Ma ... berapa, Ma?" tanya Reva tidak tahu malu. Matanya malah mau copot saat melihat deretaan angka nol yang tidak wajar itu.

"Ya ampun, Ma ... !"

Keduanya saling menatap dengan manik mata yang seolah berubah menjadi kehijau-hijauan.

Di teras rumah.

Jean tidak banyak bersuara, ia hanya mendekati Levia dan langsung memeluknya.

"Sekarang kamu anak Mami. Tidak apa-apa, jangan kamu pikirkan ucapan mereka." Jean mengusap punggung Levia. Dan dia bisa merasakan tubuh Levia yang bergetar menahan tangis.

Levia hanya bisa menangis, selama ini ia tidak punya tempat untuk mengadu. Rasanya ingin sekali ia bercerita pada seseorang. Tentang keluh kesahnya, tentang luka hatinya, tentang ketidak adilan yang selama ini tidak ia dapat. Namun, melihat sang papa yang sakit, rasanya ia sama sekali tidak memiliki tempat untuk mengadu.

[Apa seperti ini pelukan seorang ibu? Mengapa terasa nyaman? Terasa hangat dan membuatku lega ... Mungkin inilah alasana, alasan aku mau menikah dengan pria aneh itu. Apa aku salah? Ya ... aku menikah karena ingin kasih sayang ibunya]

Levia larut dalam pelukan Jean. Hingga sesaat kemudian ia mulai tenang. Dan mereka berempat pergi tanpa masuk dan bicara pada keluarga Levia yang tersisa. Sikap Mama Dona membuat keluarganya Dirga enggan meminta baik-baik.

Apalagi saudara tiri Levia yang sepertinya menyukai Levia. Sepertinya, mereka tidak mau terlibat jauh dengan keluarga yang semrawut tersebut. Lebih baik menjauhkan Levia dari mereka.

***

Satu minggu kemudian

Luxury HOTEL

Di sebuah ruangan, terlihat seorang wanita memakai gaun pengantin warna putih dengan taburan Swarovski di permukaan gaun yang menggembang indah tersebut. BERSAMBUNG.

1
juwita
mampir
Felycia R. Fernandez
amplas?? besi kaleee 😆😆😆😆
Sri Utami
Luar biasa
dita faza
jd igt yg lentur ngatain dokter bopeng
Arida Susida
Luar biasa
Mei Prw
luar biasa
Nurmiati Aruan
ya gak salah zio donk.... yang salah tu emak nya...
Gung Dy
🤣🤣🤣🤣🤣
Tri Lestari Endah
zia kembarannya zio ,sudah menikah blm ya
Anonymous
suka btul dgr suara pimoy💚
Ida Has
ga usah sama Reza mamanya sadis ntar susah lg hidup
Ida Has
sesuai dan cantik2
Ida Has
jgn sombong Dirga ntar bucin
Esih Mulyasih
Luar biasa
Deliza Yuseva
sombongvkamu Dirga ...
Deliza Yuseva
masih awang 2 thor
Dedek Aja
Luar biasa
Gung Dy
bagus...sy suka cerita yg happy ending 👍🤩
Meyke Joyce Rantung
bukannya tadi Diska sudah pesan 2 kamar di hotel? kenapa nggak nginap hotel aja?
Land19
cinta 🔺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!